Tampilkan postingan dengan label orchid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orchid. Tampilkan semua postingan

Sedikit tentang Kultur Jaringan

Kemarin waktu pulang ke Lawang, Malang nemu buku lawas panduan memperbanyak anggrek epifit lewat kultur jaringan.

Kultur jaringan atau tissue culture adalah teknik menumbuhkan sel, jaringan, atau bagian kecil organisme dalam kondisi steril di luar tubuh aslinya, menggunakan media nutrisi khusus.

Pada dunia medis dan penelitian, Tissue culture juga berarti menumbuhkan sel atau jaringan hewan/manusia di laboratorium.
Contohnya: Penelitian kanker. Pengembangan vaksin. Uji obat baru. Penelitian sel punca (stem cell).
Sederhananya : Anda memotong sedikit jaringan dari tanaman atau organisme, lalu "membesarkannya" dalam lingkungan buatan yang berisi makanan, hormon, suhu, dan kelembapan yang dikendalikan. Itulah tissue culture.


Keuntungannya :
  • Menghasilkan banyak bibit seragam dalam waktu singkat.
  • Bibit identik sama dengan induknya.
  • Bebas penyakit tertentu.
  • Dapat memperbanyak spesies langka.

Sejarah singkat tissue culture dalam konteks perkembangan ilmu biologi:
  • Awal Mula, Tahun 1838-1839, Matthias Schleiden dan Theodor Schwann dari Jerman, mengemukakan teori bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel. Teori ini menjadi landasan bagi perkembangan kultur jaringan.
  • Tahun 1902,  Gottlieb Haberlandt dari Austria mengajukan gagasan revolusioner bahwa satu sel tumbuhan berpotensi berkembang menjadi tanaman utuh. Konsep ini dikenal sebagai totipotensi sel. Meski eksperimennya belum berhasil sempurna, Haberlandt dijuluki "Bapak kultur jaringan tumbuhan".
  • Tahun 1922 Media Knudson diperkenalkan oleh Lewis Knudson, Knudson berhasil mengecambahkan biji anggrek secara steril tanpa bantuan jamur mikoriza dengan menyediakan gula dan nutrisi dalam media kultur.
  • Kemajuan besar saat ditemukan hormon tumbuhan seperti auksin pada 1928 dan kinetin atau sitokinin di 1958. 
  • Tahun 1962, Toshio Murashige dan Folke Skoog mengembangkan Media MS (Murashige & Skoog) yang hingga kini menjadi media kultur jaringan tumbuhan paling banyak digunakan di dunia. 
  • Saat Ini kultur jaringan tidak hanya digunakan pada tumbuhan, tetapi juga: penelitian kanker, produksi vaksin, rekayasa genetika, stem cell, rekayasa jaringan untuk kedokteran.

Varietas yang paling banyak  diperbanyak lewat tissue culture :
01. Pisang, 
Pisang adalah "bintang utama" dunia kultur jaringan. Varietas yang sering di-TC: Cavendish, Grand Naine, Williams, Dwarf Cavendish, Barangan, Raja Bulu, Kepok, Ambon Kuning, Ambon Hijau, Mas Kirana, Tanduk, Nangka. Alasan di-TC: Bebas penyakit layu Fusarium.
Perbanyakan cepat dan keseragaman ukuran dan hasil.

02. Anggrek, 
Hampir semua anggrek komersial saat ini melibatkan kultur jaringan.
Di Indonesia mulai booming 1970-an, anggrek bulan jadi komoditas tissue culture pertama yang sukses besar.
Contoh: Phalaenopsis (anggrek bulan), Dendrobium, Vanda, Cattleya, Oncidium, Cymbidium.
Laboratorium besar mampu menghasilkan puluhan ribu bibit dari satu tanaman induk unggul.

03. Kentang, 
Varietas yang sering diperbanyak lewat TC: Granola, Atlantic, Desiree, Diamant, Agria
Tujuannya: menghasilkan benih bebas virus dan meningkatkan produktivitas petani.

04. Kelapa Sawit, 
Sawit biasanya di-tc dari pohon induk berproduksi tinggi.
Kelompok utama: Dura, Pisifera, Tenera
Yang paling banyak ditanam adalah Tenera, hasil persilangan Dura Pisifera.

05.Tebu, 
Banyak pabrik gula menggunakan bibit TC untuk mempercepat perluasan lahan. Contoh: PS 862, PS 864, Bululawang, VMC,GMP

06. Stroberi, 
Varietas umum: California, Sweet Charlie, Festival, Camarosa, Albion.
Stroberi sangat cocok untuk TC karena mudah terserang penyakit bila diperbanyak secara konvensional.

07. Tanaman Hias
Sering di-TC: Aglaonema, Anthurium, Philodendron, Monstera, Alocasia, Caladium
Saat tren tanaman hias meledak beberapa tahun lalu, banyak bibit berasal dari kultur jaringan.

Proses Kultur Jaringan 
Proses tissue culture (TC) tanaman biasanya terdiri dari 5 tahap utama:



1. Pemilihan Eksplan
Diambil bagian tanaman yang sehat dan unggul, misalnya: pucuk tunas, mata tunas, daun muda, meristem.
Contoh: untuk pisang biasanya diambil bagian titik tumbuh (meristem).

2. Sterilisasi
Eksplan dicuci dan disterilkan agar bebas dari bakteri, jamur, virus tertentu.
Ini tahap yang sangat krusial karena kontaminasi adalah musuh utama kultur jaringan.

3. Inisiasi Kultur
Eksplan ditanam ke dalam botol berisi media nutrisi steril.
Media biasanya mengandung: gula, mineral, vitamin, hormon tumbuhan (auksin dan sitokinin).
Pada tahap ini jaringan mulai hidup dan beradaptasi.

4. Multiplikasi
Tunas yang muncul dipisahkan dan diperbanyak berulang kali.
Misalnya:
1 tunas menjadi 5 tunas
5 tunas menjadi 25 tunas
25 tunas menjadi 125 tunas
Inilah alasan TC bisa menghasilkan ribuan bibit dari satu tanaman induk.

5. Pengakaran dan Aklimatisasi
Setelah tunas cukup besar: dirangsang membentuk akar, dipindahkan ke tray atau polybag,
dibiasakan dengan lingkungan luar (aklimatisasi).
Bibit kemudian siap ditanam di kebun atau lahan produksi.

Fun fact: dari satu titik meristem pisang seukuran ujung jarum, laboratorium dapat menghasilkan ribuan bahkan puluhan ribu bibit identik dalam beberapa siklus kultur. Itu sebabnya kebun pisang modern sering terlihat sangat seragam. 

Bonus : Cara memperbanyak anggrek epifit lewat tissue culture beserta formula media dan bahan ada di komentar postingan.. 

Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan terkait 





.

Banyak teman pemula di Semarang, Pekalongan hingga Rembang yang mengeluh anggreknya mudah mati.
Dari semua genus anggrek, yang paling mudah dipelihara di dataran rendah atau daerah pesisir adalah genus Dendrobium.

Anggrek Dataran Rendah

Anggrek daerah pesisir 

Banyak komunitas anggrek di Indonesia sepakat bahwa Dendrobium adalah genus paling adaptif dan rajin berbunga di kondisi panas-lembab dekat pantai, dengan perawatan minimal (semprot air pagi-sore, pupuk sebulan sekali, media pakai arang/tempurung kelapa/serabut kelapa, dan sirkulasi udara baik) dibandingkan dengan genus lain:
Alasan utama:
Daerah pesisir punya iklim dataran rendah panas (suhu siang sering 30–34°C), lembab tinggi, angin kencang dari laut mengandung garam, dan cahaya matahari terik sepanjang tahun.
Dendrobium (terutama tipe hybrid modern atau section Spatulata seperti Dendrobium anosmum (anggrek larat), Dendrobium crumenatum (anggrek merpati), Dendrobium bigibbum (anggrek ungu) tahan banting terhadap panas dan cahaya terang bahkan matahari penuh, asalkan tidak terbakar daunnya karena terlalu ekstrem.

Dendrobium anosmum

Dendrobium crumenatum

Dendrobium biggibum

Jenis dendrobium yang paling komersial di Indonesia adalah hibrida populer seperti Dendrobium phalaenopsis (Anggrek Singapura), Dendrobium Sonia, Dendrobium Burana, dan Dendrobium Caesar

Dendrobium phalaenopsis 

Genus lain, Phalaenopsis (anggrek bulan/anggrek ngengat) juga mudah dan populer untuk pemula, tapi lebih suka cahaya sedang-tidak langsung + suhu agak lebih sejuk (ideal 22–28°C), jadi di pedis atau dataran rendah sering kurang optimal kecuali ditempatkan di tempat teduh dan lembab terkontrol, misal Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan putih), Phalaenopsis schilleriana (merah), Phalaenopsis violacea (anggrek bulan ungu harum).
Phalaenopsis amabilis

Phalaenopsis schlirena

Phalaenopsis violaceae

Vanda tahan panas dan cahaya terang (bahkan lebih kuat dari Phalaenopsis), akar udaranya suka angin pantai, tapi butuh kelembaban sangat tinggi dan penyiraman /penyemprotan hampir setiap hari, kalau lupa sedikit saja bisa layu cepat mati. Vanda coerulea dan Vanda tessellata adalah pilihannya.
Vanda corulea

Vanda tessellata

Genus lain seperti Oncidium, Cattleya, atau Oncidium dancing lady juga bisa, tapi umumnya lebih rewel di panas ekstrem dibanding Dendrobium.

Jadi, kalau pemula ingin anggrek cantik yang "paling gampang hidup dan mekar tanpa repot didataran rendah tropis, mulai saja dengan Dendrobium (spesies atau hybrid), phalaenopsis-type, atau kingianum sering direkomendasikan karena tumbuh cepat dan murah.

Ada yang mau menambahkan? 



Foto dari berbagai sumber dan koleksi pribadi, kredit milik fotografernya.

Sedikit tentang Vanili

Kemarin kembali mengunjungi desa Ngrendeng untuk melihat budidaya sengon, jati dan panili. 

Panili atau Vanili adalah salah satu rempah paling berharga dan serbaguna di dunia, dikenal karena aroma dan rasanya yang khas. Namun, di balik setiap polong vanili terdapat kisah menarik yang penuh dengan fakta mengejutkan : 


  • Vanili adalah satu-satunya buah dari keluarga anggrek (Orchidaceae) yang dapat dimakan dan merupakan rempah termahal kedua di dunia setelah safron. Terdapat lebih dari 100 spesies vanili, namun hanya tiga yang dibudidayakan secara global: Vanilla planifolia (paling umum), Vanilla tahitensis (aroma lembut), dan Vanilla pompona (aroma unik, vanillin rendah).
  • Tanaman vanili berasal dari Meksiko. Suku Totonac di Veracruz, Meksiko yang pertama di dunia yang membudidayakan polong vanili dan suku Aztec mengenalnya sebagai Tlilxochitl atau "bunga hitam", mereka menggunakannya sebagai afrodisiak dan campuran minuman xocoatl atau coklat (kakao) pada 1400-an. Vanili dibawa ke Eropa oleh Hernan Cortez pada abad ke-16 dan dibawa ke Amerika oleh Thomas Jefferson pada 1789.

Liana Epifit

  • Vanili tumbuh sebagai tanaman merambat (liana) epifit atau tanaman yang tumbuh menempel pada tanaman lain (biasanya pohon), namun mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya, bukan dari inangnya. Vanili bisa mencapai panjang lebih dari 10 meter. 

Bunga anggrek 

  • Bunganya berbentuk bintang berwarna hijau kekuningan dan hanya mekar selama kurang lebih 24 jam. Jika tidak diserbuki dalam periode singkat itu, bunganya akan layu dan tidak menghasilkan polong.

Lebah melipona


Hand polination

  • Penyerbukan alami hanya bisa dilakukan oleh lebah Melipona dan Trigona di Meksiko. 
  • Di luar habitat aslinya, penyerbukan dilakukan secara manual yang disebut hand polination, sebuah teknik yang ditemukan oleh Edmond Albius pada 1841 di Reunion. Di Madagaskar, hand dilakukan oleh wanita lokal yang menyerbuki hingga 2.000 bunga per hari.

Polong vanili setelah panen 

Polong vanili setelah fermentasi 

  • Setelah penyerbukan, polong vanili tumbuh selama 8-9 bulan sebelum dipanen. 

Proses pengolahan vanili secara artisanal meliputi:

  1. Killing (pembunuhan enzim)
  2. Sweating (fermentasi)
  3. Drying (pengeringan)
  4. Conditioning (pematangan aroma)

  • Fermentasi dan pengeringan berlangsung 1,5 hingga 6 bulan menghasilkan aroma khas vanili yang berasal dari vanillin dan ratusan senyawa kompleks lainnya. Vanili alami sangat langka; sebagian besar produk vanila di pasaran menggunakan vanilin sintetis dari lignin atau kayu pinus.

  • Vanila mungkin merupakan aroma paling populer di dunia, digunakan secara luas dalam kuliner, parfum, dan pengobatan tradisional untuk mengatasi stres, masalah pencernaan, dan sebagai antioksidan. Aroma vanila dikenal menenangkan dan bersifat afrodisiak. Amerika Serikat adalah konsumen vanili terbesar di dunia, sedang produsen terbesar adalah Madagaskar, Indonesia dan Mexico.
Kalau anda tahu fakta vanili yang lebih wangi dari ini, tolong tulis di komentar dong.. 

Tulisan terkait :



Foto-foto koleksi pribadi 


Suku Anggrek-angrekan atau Orchidaceae adalah tanaman hias popular yang terdiri antara 21.950 hingga 26.049 spesies saat ini, ditemukan dalam 880 genus/genera.

Begitu popular dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi membuat banyak orang ingin membudidayakannnya baik sebagaihobiis iseng hingga petani komersial.
10 genus atau genera anggrek paling popular dimulai dari anggrek yang paling mudah untuk tumbuh, bernilai komersil dan gampang beradaptasi dengan lingkungan adalah :

1. Cattleya
Cattleya adalah anggrek yang epifit (menumpang) dan simpodial (banyak tunas), Cattleya mudah tumbuh di daerah-daerah dengan banyak sinar matahari alami namun agak dingin. Tanaman ini menjadi favorit petani anggrek karena tampilan mereka yang mekar berwarna-warni.


2. Phalaenopsis atau Anggrek Ngengat
Anggrek Phalaenopsis atau anggrek bulan adalah anggrek yang epifit (menumpang) dan monopodial (satu titik tumbuh). Paling populer di kalangan petani pemula karena mereka adalah salah satu jenis anggrek yang paling gampang tumbuh, mudah berbunga dan kokoh. Mereka gampang bertahan hidup.



3. Vanda
Vanda adalah salah satu jenis anggrek yang epifit (menumpang) dan monopodial (satu titik tumbuh). anggrek ini membutuhkan aerasi yang cukup di sekitar akar mereka, umumnya ditanam dalam keranjang kecil.



4. Dedrobium.
Anggrek yang epifit (menumpang) dan simpodial (banyak tunas). Paling mudah untuk dirawat di daerah tropis agak panas, ketika mereka kekurangan nutrisi, aka akan tumbuh tunas berakar yang disebut keiki (bayi dalam bahasa hawaii) pada batang yang kering.
Dendrobium yang populer karena mereka relatif mudah untuk dirawat, dan juga datang dalam berbagai macam bentuk dan warna. Secara ekonomis Dendrobium paling popular karena dapat menghasilkan beberapa bunga potong dengan perawatan yang relatif minim.



5. Paphiopedilum
Disebut juga anggrek kantung atau anggrek kasut, Mereka cenderung hanya menghasilkan bunga tunggal per tanaman.


6. Oncidium,
Mereka dikenal sebagai 'anggrek semprot/spray orchid/golden shower' dibeberapa toko bunga.
Oncidiums adalah salah satu jenis anggrek yang paling beragam. Mereka memiliki lebih dari seribu variasi bentuk, ukuran, dan warna. Bunga-bunga dari genus Oncidium  bernuansa kuning, merah, putih dan merah muda.


7. Miltonia
Miltonia adalah anggrek yang mempunyai aroma yang hangat dan menyenangkan di samping keindahan visual dari bunga. Banyak yang menempatkan Miltonia dalam ruangan dalam (indoor)


8. Phragmipedium
Phragmipedium adalah salah satu dari beberapa anggrek yang menghasilkan bunga di lingkungan agak dingin, walau pada iklim yang panas menghasilkan warna yang paling menarik. Jenis anggrek sangat bagus untuk Anda jika Anda memiliki iklim yang hangat dan ringan tetapi menginginkan bunga cerah.


9. Odontoglossum
Odontoglossums hidup dalam kelembaban cukup tinggi. Tanaman ini relatif mudah untuk dirawat dan menghasilkan bunga mekar yang indah dan besar.


10. Cymbidium
Cymbidium mempunyai daun yang panjangnya mencapai hingga empat meter, memberikan efek menjuntai atau kaskade yang membuat anggrek jenis ini sangat populer.


Masih cukup bingung dalam memilih jenis anggrek populer?
Semoga tidak.

Beberapa anggrek ada yang menjadi bunga nasional atau kebanggan bangsa, seperti Vanda Miss Joaquin hibrida adalah anggrek nasional Singapore. Dendrobium Pompadour adalah bunga nasional Negara Thailand.
Phalaenopsis Amabilis atau anggrek bulan menjadi tanaman anggrek nasional Indonesia

Namun, bila diurutkan dari jumlah atau kuantitas genera yang sudah ditemukan dan diklasifikasikan, maka urutannya adalah sebagai berikut:

  • Bulbophyllum (disingkat Bulb. dalam perdagangan hortikultura disingkat) adalah genus terbesar di Orchidaceae keluarga anggrek. Dengan lebih dari 2.000 spesies, juga merupakan salah satu dari genera terbesar tanaman berbunga, hanya dilampaui oleh Astragalus. Tanaman ini sulit dibudidayakan karena membutuhkan kelembaban tinggi dikombinasikan dengan gerakan udara yang baik dan kebanyakan dari mereka memiliki kebiasaan yang pernah mekar dan bunga terus menerus akan sepanjang tahun. Mereka cenderung memilih tingkat cahaya yang moderat, tapi tidak suka warna dalam.

  • Epidendrum (1.500 spesies)kurang komersil dan sulit dibudidayakan
  • Dendrobium (1.400 spesies)(disingkat Den. dalam perdagangan hortikultura) adalah  genus anggrek epifit dan simpodial yang membutuhkan sinar matahari sedang hingga tinggi, apabial suhu terlalu tinggi dapat dibuat semprotan pengkabutan atau pemberian paranet (jaring).
  • Pleurothallis (1.000 spesies) kurang komersil dan sulit dibudidayakan
  • Miltonia (disingkat Milt. dalam perdagangan hortikultura) adalah genus anggrek yang dibentuk oleh sembilan spesies epifit dan delapan alami hibrida penduduk Hutan Atlantik Brasil, satu spesies mencapai timur laut dari Argentina dan timur dari Paraguay. Genus ini diklasifikasikan oleh John Lindley pada tahun 1837, dinamai Lord Fitzwilliam Milton, seorang penggemar anggrek dari Inggris. Anggrek epifit ini terjadi dari Pusat ke Brasil Selatan ke Argentina. Bunga-bunga memiliki aroma harum, halus eksotis, beberapa dibandingkan dengan mawar.

  • Oncidium (disingkat Onc. dalam perdagangan hortikultura) adalah genus yang berisi sekitar 330 jenis anggrek dari Oncidiinae sub-suku dari keluarga anggrek (Orchidaceae). Ini adalah genus yang kompleks dengan banyak spesies yang direklasifikasi. Genus ini pertama kali dijelaskan oleh Olof Swartz pada tahun 1800 dengan anggrek Oncidium altissimum, yang telah menjadi spesies jenis. Namanya berasal dari kata Yunani "onkos", yang berarti "bengkak". Hal ini mengacu pada kalus pada bibir bawah.

  • Stanhopea (disingkat Stan. dalam perdagangan hortikultura) adalah genus dari keluarga anggrek (Orchidaceae) dari Amerika Tengah dan Selatan. Genus ini dinamai untuk Earl 4 dari Stanhope (Philip Henry Stanhope) (1.781-1.855), presiden Masyarakat Medico-Botanical London (1.829-1.837). J. Frost ex Hook. 1829. Ini anggrek epifit, tetapi kadang-kadang terestrial dapat ditemukan di hutan basah dari Meksiko ke Barat daya Argentina.

  • Brassia (disingkat Brs. dalam perdagangan hortikultura)adalah genus anggrek digolongkan dalam subtribe Oncidiinae. Genus ini dinamai William Kuningan, seorang ahli botani Inggris dan ilustrator, yang mengumpulkan tanaman di Afrika di bawah pengawasan Sir Joseph Banks. Brassia memiliki metode yang sangat spesifik untuk penyerbukan: menggunakan entomophily yaitu penyerbukan oleh serangga dan dalam hal ini secara khusus dilakukan oleh laba-laba-pemburu tawon betina.

  • Phalaenopsis (disingkat Phal. dalam perdagangan hortikultura) adalah genus anggrek sekitar 60 spesies. Phalaenopsis adalah salah satu anggrek yang paling populer dalam perdagangan, melalui pengembangan hibrida buatan (tissue culture). Mereka adalah tanaman asli di seluruh Asia Tenggara dari pegunungan Himalaya ke kepulauan Polillo, Palawan dan Zamboanga del Norte di pulau Mindanao di Filipina dan utara Australia. Orchid Island of Taiwan dinamai genus ini. Informasi terakhir sedikit tentang habitat dan ekologi mereka di alam yang tersedia sejak penelitian lapangan kecil telah dilakukan dalam dekade terakhir. Kebanyakan tanaman peneduh epifit, sedikit yang litofit (lithophytes) Di alam liar, beberapa spesies tumbuh di bawah kanopi hutan dataran rendah lembab dan terlindung dari sinar matahari langsung, yang lainnya tumbuh di lingkungan kering musiman atau dingin. Spesies telah disesuaikan secara individual untuk tiga habitat.

  • Laelia (disingkat L. dalam perdagangan hortikultura) adalah genus kecil dari 25 spesies dari keluarga anggrek (Orchidaceae). Ini adalah salah satu genus anggrek yang paling penting dan populer, karena bunga-bunga indah, sifat genetik mereka dan karena mereka cukup mudah dalam budaya. Hal ini mungkin dinamai Laelia, salah satu Vestal Virgins. Kemungkinan lain adalah nama ditanggung oleh anggota perempuan dari keluarga ningrat Romawi Laelius. Spesies Laelia ditemukan di iklim subtropis hingga tropis di Amerika Tengah, tapi sebagian besar di Meksiko. Laelia speciosa adalah tanaman tinggi elevasi, lebih cerah, kondisi kering dan sejuk. Yang lain tumbuh di hutan hujan dengan musim panas yang hangat dan lembab, dan musim dingin yang sejuk dan kering. Spesies L. albida, L. anceps dan L. autumnalis lebih memilih ketinggian yang lebih tinggi dan lebih dingin. Laelia adalah salah satu genus anggrek yang diketahui menggunakan asam fotosintesis metabolisme crassulacean, yang mengurangi evapotranspirasi selama siang hari karena karbon dioksida dikumpulkan pada malam hari.Sebagian besar epifit, tetapi beberapa diantaranya litofit(lithophytes).


  • Cattleya (disingkat C. dalam perdagangan hortikultura) adalah genus dari 113 spesies anggrek dari Kosta Rika ke tropis Amerika Selatan. Genus ini dinamai pada tahun 1824 oleh John Lindley setelah Sir William Cattley yang menerima dan berhasil dibudidayakan spesimen Cattleya Labiata yang digunakan sebagai kemasan materi dalam pengiriman anggrek lain yang dibuat oleh William Swainson. Anggota genus ini cenderung cukup mudah dibudidayakan karena beberapa tanaman yang toleran dengan kekeringan. Budidaya tergantung kepada habitat alami spesies yang bersangkutan, meskipun banyak juga dipasang (plaqued) spesimen sehingga akar menerima banyak sirkulasi udara dan siklus basah-dan-kering tajam. Mereka secara luas dikenal karena bunga yang besar, bunga mencolok. ekstensif dalam hibridisasi untuk perdagangan bunga potong pada tahun 1980 ketika pot tanaman menjadi lebih populer. genus dan hibrida jenis ini cukup banyak dan terkenal melalui keindahan mereka.

  • Zygopetalum adalah genus dari keluarga anggrek subfamili Epidendroideae, suku Maxillarieae, subtribe Zygopetalinae), yang terdiri dari empat belas spesies. Mereka tumbuh di hutan lembab di dataran rendah sampai pertengahan elevasi wilayah Amerika Selatan, dengan sebagian besar spesies di Brasil.

Ada yang mau menambahkan?








Di habitat aslinya, tanaman anggrek ada yang hidup menempel pada pohon lain yang lebih tinggi dan tidak mengganggu nutrisi pohon yang ditempeli. Jenis anggrek ini disebut ini disebut Anggrek Epifit  (Epiphyt).

Jenis ini antara lain: Anggrek bulan (Phalaenopsis), Dendrobium, Cattleya, Cymbidium, Vanda, Oncidium dan Paraphalaenopsis .
Jenis anggrek yang berada di tanah humus padat disebut anggrek terestrial.
Berangkat dari sifat dan habitat alaminya, ada beberapa tips menyiram anggrek yang sesuai dengan karakter di habitat aslinya  dari para penangkar anggrek di Malang, yang sepertinya dapat dijadikan sebuah catatan kecil, antara lain:
  • Sebaiknya anggrek epifit disiram menggunakan sprayer. Pada habitat  aslinya, anggrek tumbuh diatas pohon yang tinggi yang berangin dan memperoleh air dari hujan kabut. Butiran air yang keluar dari sprayer sebaiknya diatur, agar tidak merusak media tanam, bunga dan daun anggrek.
    • Anggrek epifit tidak menyukai lingkungan yang terlalu kering juga terlalu basah, air yang menggenang atau berlebih dapat menyebabkan tunas dan akar membusuk akibat banyaknya spora dan jamur dekomposer. Kondisikan sesuai habitat alaminya mulai dari lingkungan yang lembab, suhu yang tepat, bentuk pot yan pas dan media yang tepat dan usahakan anggrek memperoleh sirkulasi udara atau tampat yang berangin tidak kencang.
    • Pilihlah media yang porous atau berongga agar tidak terlalu lembab. Disamping itu anggrek epifit mempunyai akar napas yang menyukai media berongga.
    • Penyiraman yang baik disemprotkan langsung pada bagian akar.
    • Anggrek sympodial lebih tahan kering karena mempunyai pseudobulb (batang yang menggembung) misanya oncidium, dendrobium, cattleya. Anggrek monopodial seperti phalaenopsis dan vanda disiram 2 x sehari pada musim kemarau.
    • Waktu penyiraman sebaiknya pada pagi hari pukul 07.00 hingga 09.00 dan sore hari pukul 15.00 hingga 17.00 akar tekanan turgor di akar tidak terlalu tinggi.
    • Bila disiram dengan mencampur pupuk, siram dengan konsentrasi pupuk yang encer. siram dengan frekwensi lebih banyak di musim kemarau daripada musim penghujan. Pada saat tanaman masih muda (belum berbunga) gunakan pupuk dengan nilai N pada komposisi NPK yang lebih besar atau pupuk berbungkus hijau. Pada tanamana dewasa yang mulai berbunga pilih nilai P pada komposisi NPK yang lebih besar atau pupuk berbungkus merah.
    • Siram dengan anggrek secara berkala dengan air kelapa, karena air kelapa mengandung auksin dan sitokinin alami. Kaya akan potasium (kalium) 17%, natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S). Juga berbagai macam vitamin seperti asam sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat, niacin, riboflavin, dan thiamin dan mengandung gula antara 1,7 sampai 2,6% serta protein 0,07 hingga 0,55%.
    Ada yang mau menambahkan?

    Tulisan terkait :

    Foto-foto milik Corbis, kredit milik fotografernya 


    Beberapa kali jalan-jalan lewat didepan pasar bunga di Kalisari Semarang, timbul keinginan untuk membeli dan mencoba beberapa anggrek spesies maupun hibrida. 
    Pengalaman kegagalan membesarkan anggrek membuat pilihan jatuh pada beberapa anggrek dalam botol.


    Yup, dulu beberapa kali gagal mengembangkan anggrek botolan hingga beberapa petani anggrek hingga ahli pembiak kultur jaringan  memberi saran:
    • Jika anda sudah yakin dengan pilihan jenis anggrek yang akan anda miliki baik yang hibrida ataupun spesies, Pilihlah anggrek bayi dalam botol yang memiliki akar dan daun sudah lengkap dan besar.
    • Pilih dengan cermat yang media agar-agar anggrek yang bebas dari jamur.
    • Lebih baik setelah dibeli, botol jangan langsung dipecah, namun biarkan beradaptasi 2-3 hari di tempat yang akan anda tanam di tempat yang teduh. suhu yang terlalu panas akan tampak lewat uap air yang menempel sisi dalam botol.
    • Pecah pantat botol dengan palu kecil perlahan, tumpahkan isinya kedalam ember yang berisi air (beberapa teman ada yang menyarankan untuk memakai air yang sudah dilarutkan fungisida encer).
    • Aduk perlahan hingga media agar larut atau cukup bersihkan dengan cotton bud.
    • Keringkan dengan cara diangin-anginkan di atas kertas koran atau kertas tisu.
    • Lebih baik tanam beberapa bayi anggrek dalam satu pot (compot atau community pot) dengan media moss atau pakis cacah hingga setidaknya berumur 3-6 bulan.
    • Anggrek menyukai kelembabapan namun tidak menyukai media terlalu basah, jadi tempatkan pada tempat kering nan teduh yang lembab atau lebih baik kalau sekitar kompot sering disiram secara berkala ( tidak langsung pada tanaman) Ada teman yang menyarankan untuk menyiram tanpa atau sedikit sekali pupuk kimia pada masa ini, namun larutan encer auksin sudah terbukti mempercepat pertumbuhan tanaman.
    Sepertinya mudah menanam anggrek botol ya? ayo mulai menanam.

    Tulisan terkait :



    Foto-foto milik Anung Rosari (Batik Rosari) 

    #anggrekbotolan #anggrekdalambotol
    #dandangautoclave 
    #seedlingorchids
    #anggreklawang #anggrekmalang

    sedikit tentang paraphalaenopsis

    Tahukah anda kalau ada anggrek yang dimana semua genera atau marga yang “native” atau hanya hidup di Indonesia?

    Namanya Paraphalaenopsis atau nama lainnya Anggrek Bulan Bintang atau Rat tailed phalaenopsis, anggrek yang berasal dari dataran Kalimantan.

    Anggrek simpodial yang daunnya mirip Anggrek bulan (Phalaenopsis) tetapi kecil mirip vanda ini biasanya epifit pada pohon di dekat aliran sungai di dataran rendah dengan ketinggian 300 m dpl.

    Genera Paraphalaenopsis hanya terdiri dari 4 spesies, antara lain:

    Paraphalaenopsis denevei

    Paraphalaenopsis labukensis


    Paraphalaenopsis laycockii


    Paraphalaenopsis serpentilingua

    Sayangnya ketika banyak kolektor yang bosan, para kolektor menyilang antar spesies diatas, Namun penyilangnya kebanyakan berasal dari Singapura. 
    Salah satu silangan atau hybrid alaminya adalah :  
    • Paraphalaenopsis denevei x Paraphalaenopsis serpentilingua -> Paraphalenopsis sunny 
    • Paraphalaenopsis laycockii x Paraphalaenopsis serpentilingua -> Paraphalenopsis kolopaking
    • Paraphalaenopsis denevei x Paraphalaenopsis laycockii -> Paraphalaenopsis budiarjo
    Semoga semakin banyak penyilang lokal di Indonesia.

    Tulisan terkait 


    Foto-foto diambil dari Pinterest, kredit milik fotografernya 

    Terimakasih sudah berkomentar