Sedikit tentang Tanah Jarang

China saat ini menguasai ±70% penambangan tanah jarang dan ±90% pemurnian serta produksi tanah jarang.

Tambang Nikel Laterit

Tanah jarang (rare earth elements/REE) adalah kelompok 17 unsur kimia logam lantanida yaitu 15 unsur dari Lanthanum (La) hingga Lutetium (Lu) ditambah logam lain  : Yttrium (Y) dan Scandium (Sc).  REE bersifat :
  • Berkilau seperti logam perak.
  • Konduktivitas listrik cukup baik.
  • Reaktif.
  • Mudah teroksidasi. 
  • Jarang ditemukan murni, biasanya bercampur dalam mineral lain.
  • Tidak punya sifat “band gap” khas semikonduktor, 
Terdiri atas :
  • LREE (Light Rare Earth Elements) terdiri dari ~95% total deposit REE dunia. Unsur: Lanthanum (La), Cerium (Ce), Praseodymium (Pr), Neodymium (Nd), Promethium (Pm – radioaktif), Samarium (Sm). 
  • HREE (Heavy Rare Earth Elements) Terdiri dari ~5% total deposit REE dunia. Unsur: Europium (Eu), Gadolinium (Gd), Terbium (Tb), Dysprosium (Dy), Holmium (Ho), Erbium (Er), Thulium (Tm), Ytterbium (Yb), Lutetium (Lu), ditambah Yttrium (Y).

Urutan unsur tanah jarang berdasarkan kuantitas produksi (2025–2026)
  1. Cerium (Ce), terbanyak, Banyak dipakai pada katalis mobil & polishing kaca, REE ini lebih mudah ditemukan dari ekstraksi dari mineral bastnaesitee.
  2. Lantanum (La) banyak, digunakan pada lensa kamera, baterai. lebih mudah diekstraksi dari mineral bastnaesitee.
  3. Neodymium (Nd) banyak, digunakan untuk magnet superkuat (NdFeB : Neodymium-Iron-Boron) pada motor listrik, turbin angin dan mendukung perangkat berbasis chip seperti  harddisk.
  4. Praseodymium (Pr) banyak, digunakan untuk campuran dengan Nd untuk magnet NdFeB, Oksida praseodymium (Pr₂O₃) digunakan untuk memberi warna kuning-hijau pada kaca dan keramik.
  5. Yttrium (Y), sedang, digunakan untuk Laser YAG, superkonduktor YBCO.
  6. Dysprosium (Dy), sedang, digunakan untuk magnet tahan panas dan server komputer.
  7. Terbium (Tb), sedang , Warna hijau layar monitor dan fosfor.
  8. Gadolinium (Gd), sedikit, digunakan MRI medis.
  9. Europium (Eu), sedikit, dipakai sebagai dopant untuk menghasilkan warna merah pada layar TV, monitor, dan LED. 
  10. Samarium (Sm), sedikit digunakan untuk magnet suhu tinggi. 
  11. Holmium (Ho), sangat sedikit, untuk laser medis.
  12. Erbium (Er), sangat sedikit, untuk serat optik.
  13. Thulium (Tm), sangat sedikit, untuk laser portable Ytterbium.
  14. Lutetium, sangat sedikit, digunakan dalam terapi kanker. teknologi pencitraan medis (PET scan) dan katalis dalam proses cracking untuk memecah hidrokarbon besar.
  15. Scandium (Sc), sangat sedikit, campuran logam ringan, bahan alat aerospace.
  16. Promethium (Pm), sangat sedikit untuk Radioaktif medis, baterai nuklir.
  17. Ytterbium (Yb), sangat sedikit, untuk laser bedah presisi, sumber radiasi gamma dalam radiografi industri.
REE memang membuat semikonduktor lebih canggih, tapi perannya lebih sebagai “bumbu teknologi” yang meningkatkan performa chip, magnet, dan perangkat elektronik modern, bukan menggantikan silikon sebagai bahan inti

Urutan unsur tanah jarang termahal 
  1. Terbium (Tb): unsur heavy rare earth element (HREE) yang kelimpahannya sangat sedikit di alam dan proses pemisahannya sangat rumit. Penggunaan: untuk membuat magnet permanen berperforma tinggi, komponen kendaraan listrik, turbin angin, serta fosfor hijau pada layar/layar tampilan (display).
  2. Scandium (Sc) & Lutetium (Lu) Merupakan unsur yang sangat jarang terkonsentrasi dalam deposit bijih komersial. Scandium digunakan pada paduan aluminium tingkat tinggi (aerospace dan peralatan olahraga). Lutetium (Lu) digunakan dalam pemindai medis (PET scan) dan katalis industri.  
  3. Dysprosium (Dy) unsur tanah jarang berat (HREE) untuk meningkatkan ketahanan termal pada magnet neodymium.  Penggunaan: Magnet neodymium-besi-boron (NdFeB), kendaraan listrik, dan teknologi pertahanan.  
  4. Neodymium (Nd) & Praseodymium (Pr) Neodymium (Nd) adalah komoditas tanah jarang yang paling bernilai secara total nilai pasar (volume x harga), karena kebutuhan pasarnya yang paling masif untuk pembuatan magnet super kuat pada motor listrik dan generator.  

Negara penghasil tanah jarang :
  1. Tiongkok  ±60% Cadangan besar di Bayan Obo, Inner Mongolia, Menguasai rantai pasok global dari tambang hingga pemurnian hingga ekspor global.
  2. Amerika Serikat ±15% Tambang Mountain Pass, California, Fokus pada pemurnian domestik untuk mengurangi ketergantungan.
  3. Australia ±10% Tambang Lynas di Mount Weld, Produsen non-Tiongkok terbesar.
  4. Myanmar ±8% Penambangan Kachin dan Shan di utara hingga Tanintharyi di selatan, Produksi meningkat cepat, tapi terkendala regulasi 
  5. India ±2% Cadangan di Kerala & Odish, Fokus pada riset pemisahan dan daur ulang.
  6. Rusia ±2% Cadangan di Murmansk & Siberia, Fokus pada kebutuhan industri militer dan energi.
  7. Vietnam ±1% Cadangan di Lai Chau & Yen Bai, Mulai dikembangkan dengan dukungan Jepang 
  8. Brasil, Kanada, Burundi, Madagaskar <1%
Penambangan tanah jarang di Australia 

Tahapan utama dalam rantai pasok 
  1. Penambangan : ekstraksi bijih dari batuan. 
  2. Pemurnian : pemisahan logam REE melalui proses kimia.  
  3. Material industri : pembentukan magnet, paduan, dan bahan baku canggih. 
  4. Produk teknologi : digunakan dalam turbin, baterai, gadget, dan sistem pertahanan.  
  5. Distribusi global : ekspor ke seluruh dunia, didominasi oleh negara seperti Tiongkok dan Australia.  

Urutan negara pengguna tanah jarang 
  1. Tiongkok ±70% konsumsi REO (240.000 ton/tahun), konsumen terbesar untuk magnet NdFeB, katalis, dan elektronik; juga produsen utama dunia. 
  2. Jepang ±53% impor global, pengguna besar untuk industri otomotif, semikonduktor, dan baterai; memiliki stok strategis JOGMEC.  
  3. Amerika Serikat ±12.000 ton/tahun, digunakan untuk magnet, katalis, dan pertahanan; masih bergantung pada impor dari Tiongkok. 
  4. Malaysia ±27% impor global, basis pemurnian Lynas; bukan konsumen akhir besar, tapi pusat pengolahan regional. 
  5. Korea Selatan ±2–3%, digunakan untuk elektronik, baterai, dan display. 
  6. Jerman ±0,5%, fokus pada teknologi hijau dan otomotif premium. 
  7. India ±0,3–1%, konsumsi meningkat untuk riset dan industri energi terbarukan. 
  8. Brasil & Rusia <1%  Penggunaan terbatas untuk industri militer dan riset.  


Sedikit Catatan
  • Tanah jarang menjadi aset strategis global untuk teknologi hijau dan pertahanan. 
  • Negara dengan kemampuan pemurnian memiliki keunggulan lebih besar daripada sekadar penambangan.
  • Tiongkok tetap pusat dominasi global. bukan hanya produsen, tapi juga konsumen terbesar, sehingga mengendalikan rantai pasok dari hulu ke hilir. 
  • AS & Australia berusaha membangun rantai pasok alternatif. AS, Jepang, dan Uni Eropa berusaha mencari sumber alternatif agar tidak terlalu bergantung pada Tiongkok. 
  • Rusia & India punya peran strategis regional. 
  • Alloy berbasis magnesium dengan tambahan Rare Earth Elements (RRE) adalah yang paling banyak digunakan, terutama di sektor otomotif dan dirgantara.
  • Yttrium (Y) dan Neodymium (Nd) adalah unsur RRE yang paling dominan dalam padua logam, karena meningkatkan kekuatan, ketahanan panas, dan ketahanan korosi

Risiko & Tantangan
  • Ketergantungan tinggi kepada Tiongkok karena 69% produksi dunia berasal dari sana. 
  • Ekspor dikontrol ketat karena sejak 2024–2025, Tiongkok membatasi ekspor teknologi pemisahan REE. 
  • Harga fluktuatif, NdPr oksida (campuran unsur tanah jarang Neodymium dan Praseodymium) sempat turun ke $55/kg (2024) lalu naik ke $69/kg (2025). 
  • Ekstraksi sulit dan mahal, karena bercampur dengan mineral lain. 
  • Dampak negatif lingkungan tinggi jika tidak dikelola dengan baik. 
  • Persaingan geopolitik karena pentingnya untuk industri teknologi dan militer.
  • Biaya tinggi dan limbah berbahaya dari proses pemurnian.


Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan lain:




Foto ilustrasi dari duckduckgo 
Bongkar-bongkar gudang, nemu beberapa komik Belgia yang nemani masa kecil. 
Ada Lucky Luke, Smurf, Steven Sterk, Achille Talon, Asterix dan tentu saja Tintin yang di Indonesia diterbitkan oleh Indira. 

Tintin dan Snowy - George Remi

Komik Belgia atau Komik kontinen Eropa ini biasa disebut Franco-Belgian comic, Bande dessinée (Prancis), Stripverhalen (Belanda) adalah istilah untuk gambar strip berbahasa Prancis yang berkembang di Prancis dan Belgia.
Menariknya, tradisi ini punya dua “aliran besar”:
Sekolah Marcinelle (Dupuis/Spirou): gaya lebih humoris, dinamis, karikatural.
Sekolah Brussels (Tintin/Le Lombard): gaya lebih realistis, detail, dokumenter. 
Di Belgia komik dianggap sebagai “seni ke sembilan”, maka tak heran Belgia melahirkan banyak kartunis karena kombinasi tradisi seni visual, dukungan penerbit, penerimaan budaya, dan tokoh ikonik yang membuka jalan. Di sana, komik bukan sekadar bacaan ringan, melainkan bagian dari warisan budaya yang dihargai setara dengan seni rupa dan sastra.

Smurf - Peirre Culliford

Gaya dan Ciri Khas Bande dessinée
  1. Ligne claire (Clear Line): Garis bersih, warna datar, mudah dibaca. Dipopulerkan oleh Hergé (Georges Remi)
  2. Spirou School: Lebih dinamis, ekspresif, penuh humor.Dikembangkan oleh Jijé (Joseph Gillain) dan André Franquin.
  3. Album Format: Biasanya 48–64 halaman, dicetak berkualitas tinggi, dan dijual seperti buku. 
  4. Genre beragam : Humor slapstik sehari-hari, petualangan, sejarah, fantasi, aviasi, hingga satire sosial-politik. 
Achille Talon - Michel Regnier

Resume Sejarah Singkat Bande dessinée
  1. 1930-an : Belgia melahirkan Tintin (Hergé, 1929) dan Spirou (1938). Ini menjadi fondasi tradisi komik modern Eropa. 
  2. 1945–1960 Pasca Perang Dunia II : Majalah Spirou dan Tintin berkembang pesat, melahirkan tokoh seperti Lucky Luke, Smurfs, dan Bob et Bobette. 
  3. 1959 Era Majalah Pilote (1959) : Di Prancis, Astérix lahir, bersama Tanguy et Laverdure. Majalah ini jadi wadah kreator muda. 
  4. 1960–1980 : Diversifikasi genre Western (Blueberry), humor (Agent 212), fantasi (Smurfs), aviasi (Buck Danny, Tanguy et Laverdure). 
  5. 1980–2000 : Muncul komik dewasa dan novel grafis, dengan tokoh seperti Moebius (L’Incal). 
  6. 2000–sekarang : Tradisi Franco-Belgia tetap hidup lewat festival Angoulême, penerbitan ulang klasik, dan adaptasi film/animasi. 
Lucky Luke - Morris

25 Bande dessinée klasik (Legenda Abadi) menurut saya 
  1.  The Adventures of Tintin, karya Hergé, Casterman Belgia 1929.
  2. Astérix, karya René Goscinny/Albert Uderzo Dargaud, Hachette Prancis 1959.
  3. Lucky Luke, karya Morris (kemudian Goscinny), Dupuis/Dargaud Belgia 1946.
  4. Spirou et Fantasio, karya Rob-Vel/Franquin, Dupuis Belgia 1938 (termasuk Marsupilami dan Zorglub).
  5. Gaston Lagaffe, karya André Franquin, Dupuis Belgia 1957.
  6. Smurf (Les Schtroumpfs) karya Peyo-Pierre Culliford, Dupuis Belgia 1958.
  7. Johan & Pirlouit, karya Peyo (Pierre Culliford), Dupuis Belgia 1952.
  8. Blake & Mortimer, karya Edgar P. Jacobs, Le Lombard Belgia 1946.
  9. Ric Hochet, karya Tibet, Le Lombard Belgia 1955.
  10. Nero, karya  Marc Sleen, Standaard Uitgeverij Belgia 1947.
  11. Suske en Wiske, karya Willy Vandersteen, Standaard Uitgeverij Belgia 1945.
  12. Cubitus, karya Dupa, Le Lombard, Belgia 1968.
  13. Steven Sterk (Benoît Brisefer), karya Peyo, Dupuis Belgia 1962.
  14. Achille Talon, karya Greg-Michel Regnier, Dargaud Prancis 1963.
  15. Blueberry, karya Jean-Michel Charlier Moebius, Dargaud Prancis 1963.
  16. Valérian & Laureline, karya Mézières & Christin, Dargaud Prancis 1967.
  17. Corto Maltese, karya Hugo Pratt, Casterman Italia/Prancis 1967.
  18. Michel Vaillant, karya Jean Graton, Le Lombard Prancis 1957.
  19. Bob Napi Badung (Bobo Francoval) karya Paul Deliège, Dupuis Belgia 1961.
  20. Agen Polisi 212 (L'Agent 212), karya Raoul Cauvin/Daniel Kox, Dupuis Belgia, 1975.
  21. Tanguy et Laverdure, karya Charlier & Uderzo, Dargaud Prancis 1959 .
  22. Iznogoud, karya Goscinny & Tabary, Dargaud Prancis 1962 
 

20 Bande dessinée Modern :
  1. Thorgal, karya Van Hamme & Rosinski, Le Lombard Belgia 1977.
  2. XIII, karya Van Hamme & Vance, Dargaud Belgia 1984.
  3. Jeremiah, karya Hermann, Dupuis Belgia 1979.
  4. Persepolis, karya Marjane Satrapi, L'Association Prancis 2000.
  5. Mortelle Adèle, karya Mr Tan Bayard, Jeunesse Prancis 2012.
  6. Les Enfants de la Résistance, karya Dugomier, Ers Le Lombard Belgia 2015.
  7. Les Sisters, karya Cazenove, William Bamboo Prancis 2006.
  8. Lanfeust de Troy, karya Arleston/Tarquin, Soleil Prancis 1994.
  9. Trolls de Troy, karya Arleston/Mourier, Soleil Prancis 1997.
  10. Sillage, karya Morvan Buchet, Delcourt Prancis 1998.
  11. Aldebaran (Cycles), karya Leo Dargaud, Brasil/Prancis 1994.
  12. De Cape et de Crocs, karya Ayroles/Masbou, Delcourt Prancis 1995.
  13. Les Nombrils, karya Delaf/Dubuc, Dupuis Kanada/Prancis 2006.
  14. Lou!, karya Julien Neel, Glénat Prancis 2004.
  15. Titeuf, karya Zep, Glénat Swiss 1992.
  16. Kid Paddle, karya Midam, Dupuis Belgia 1993.
  17. Mélusine, karya Gilson/Clarke, Dupuis Belgia 1995.
  18. Blacksad, karya Juan Díaz Canales/Juanjo Guarnido, Dargaud Spanyol/Prancis 2000.
  19. Le Monde Sans Fin, karya Jancovici/Blain, Dargaud Prancis 2021.
  20. L'Arabe du futur (The Arab of the Future), karya Riad Sattouf Allary Éditions Prancis 2014 

Eh daftar ini bisa berubah tergantung selera dan niche penggemar komik Belgia ya..

Kalau kau suka yang mana? 
Ada yang mau menambahkan?

Tulisan lain :



  • Gambar gambar ilustrasi dari duckduckgo,  kredit milik penerbitnya.


Tujuh Prinsip Estetika Jepang

Tujuh prinsip desain Jepang klasik yang masih relevan untuk desainer modern adalah: kesederhanaan, asimetri, keindahan yang tidak berlebihan, naturalitas, misteri, kebebasan dari kebiasaan, dan ketenangan. 
Prinsip-prinsip ini bukan sekadar gaya visual, melainkan cara pandang terhadap hubungan antara bentuk, ruang, dan makna.   
muji line products

Ringkasan 7 Prinsip Desain Jepang :
01. Fukinsei  (不均整) → Asimetri seimbang. Keindahan muncul dari ketidaksempurnaan, seperti lingkaran Zen ensō yang sengaja tidak ditutup. Susunan yang asimetris membuat mata terus mencari keseimbangan, sehingga karya terasa hidup.

Enso 

02. Kanso  (簡素) → Kesederhanaan dengan menghilangkan elemen tidak perlu. Fokus hanya pada hal esensial, sehingga desain terasa jernih dan menenangkan. Kesederhanaan memberi ruang bagi kejelasan dan makna.


03. Shibui/Shibumi  (渋い/渋み) → Keindahan tidak berlebihan. Elegan tanpa berlebihan, sederhana tapi tetap kaya detail untuk dinikmati lama.  


04. Shizen  (自然) → Naturalitas tanpa paksaan. Hasil karya tampak alami, seolah tumbuh sendiri, meski sebenarnya melalui perencanaan dan latihan panjang. Desain terasa tumbuh alami, meski tetap ada sentuhan manusia, seperti bonsai atau taman Jepang.  



05. Yūgen  (幽玄) → Misteri Keanggunan Halus. Menunjukkan lebih banyak dengan menampilkan lebih sedikit, membiarkan imajinasi penonton melengkapi lewat keindahan yang tersirat, bukan ditampilkan sepenuhnya. Misteri dan ruang kosong memberi kedalaman yang memancing imajinasi.


06. Datsuzoku  (脱俗) → Kebebasan dari kebiasaan. Melanggar pola konvensional untuk membuka kreativitas baru lewat elemen tak terduga yang memecah rutinitas, membuat karya terasa segar dan membangkitkan rasa kagum.  


07. Seijaku  (静寂) → Bukan sekadar kosong namun ketenangan aktif dengan menemukan keheningan di tengah aktivitas.


Sedikit catatan : 
01. Prinsip-prinsip ini tidak dimaksudkan untuk membuat desain “terlihat Jepang”, melainkan sebagai kerangka berpikir universal. Prinsip-prinsip ini menjelaskan bagaimana membuat sesuatu terasa tenang, disengaja, dan hidup tanpa kekacauan sehingga desainer bisa menghasilkan karya yang lebih bermakna, berkesan, dan tahan lama dibanding sekadar mengikuti tren visual. 


02. Prinsip-prinsip ini dirumuskan oleh filsuf abad ke-20 Hisamatsu Shin’ichi (久松真一) dalam bukunya “Zen dan Seni Rupa.” Hisamatsu Shin’ichi tidak menyebut Shibumi dalam tujuh prinsipnya, ia menekankan Koko sebagai prinsip ke-3. Shibumi (渋み) berarti kesederhanaan elegan, tenang, tidak mencolok. Istilah ini lebih sering digunakan dalam konteks desain produk, branding, dan arsitektur.


03. Tujuh prinsip ini adalah kosakata yang lebih spesifik untuk menggambarkan bagaimana keindahan muncul dalam suatu objek atau ruang karena prinsip-prinsip ini dapat diterjemahkan dengan mudah ke dalam setiap bidang yang menghargai kejelasan. Hal ini berakar kuat dalam praktik Zen selama berabad-abad seperti upacara minum teh, bonsai, taman dan lukisan sumi.
Nihon teien

Filosofi ini sebenarnya adalah ajakan untuk lebih memperhatikan, karena perhatian adalah hak setiap orang.
Mirip dengan prinsip-prinsip desain Dieter Rams dan John Thackara ya?

Tulisan terkait :




Foto-foto ilustrasi dibuat oleh dall e3



Saat mengunduh file-file font untuk menambah perbendaharaan gaya tipografi, sering kita dapati berbagai macam ekstensi file font digital yang berbeda-beda.Ternyata perbedaan itu akibat font-font digital yang berkembang.


Sejarah font digital dimulai dari era bitmap di tahun 1960–1970-an, lalu berkembang ke outline berbasis vektor dengan PostScript (1984), TrueType (1991), OpenType (1996), hingga web fonts (2000-an) dan variable fonts (2016). 


Evolusi ini membuat tipografi semakin fleksibel, berkualitas tinggi, dan mudah diakses di berbagai platform.


Ini beberapa format file-nya:
  1. TrueType Font .ttf : Dikembangkan oleh Apple & Microsoft sejak akhir 1980-an. Standar paling umum dan universal (Windows, macOS, iOS, Unix/Linux/Android).
  2. Open Type Font .otf : Penerus TTF buatan Adobe & Microsoft. Mendukung fitur tipografi tingkat lanjut (seperti ligatures, variasi glyph, fractions, stylistic sets). ini adalah format dengan kualitas tipografi tertinggi untuk pencetakan dan desain profesional. Universal (Windows, macOS/iOS, Linux/Android).
  3. True Type Collection/Open Type Collection .ttc / .otc : Kumpulan (bundle) beberapa font TTF/OTF ke dalam satu file tunggal untuk menghemat ruang simpan. macOS/iOS, Windows, Unix/Linux/Android (sering dipakai oleh Apple).
  4. Web Open Font Format .woff : Versi kompresi TTF/OTF dalam format zlib yang dirancang khusus untuk website agar pemuatan (loading) halaman jauh lebih cepat. Didukung oleh semua OS modern dikembangkan oleh Mozilla dan W3C sejak 2009 (melalui browser di macOS,/iOS, Unix/Linux,/Android,  Windows).
  5. Web Open Font Format2 .woff2 : Generasi terbaru dari WOFF dengan kompresi yang jauh lebih tinggi menggunakan algoritma kompresi lBrotli yang lebih efisien dengan sekitar 30% lebih ringan dari WOFF1. Inii adalah standar utama web modern dikembangkan sejak 2018. Didukung oleh semua OS modern (melalui browser di macOS,/iOS,Windows, Unix/Linux,/Android).
  6. Embedded OpenType .eot : Format font buatan Microsoft khusus untuk Internet Explorer (IE). Sudah usang (obsolete) dan hampir tidak digunakan lagi.
  7. Scalable Vector Graphics Fonts  .svg .svgz : Format font berbasis vektor. Dulu sempat digunakan di iOS versi awal (iOS 4 ke bawah) dan web lama, sekarang sudah ditinggalkan (obsolete).
  8. PostScript Type 1 .pfb .pfm .pfa .afm : Format font jadul buatan Adobe untuk mesin cetak profesional. Adobe menghentikan pada 2023.
  9. Datafork TrueType  .dfont : Format font lama pada Apple macOS klasik. Sekarang mayoritas sudah digantikan oleh .ttf, .otf, atau .ttc.
  10. Variable Fonts, (Bukan ekstensi baru - tetap menggunakan .ttf atau .otf) : Variable Fonts adalah teknologi baru di mana satu file font bisa mencakup semua ketebalan (Thin, Light, Regular, Bold, Black) dan kemiringan secara fleksibel. Diperkenalkan tahun 2016 oleh Adobe, Apple, Google, dan Microsoft. Didukung penuh oleh macOS, iOS, Linux, Windows, serta semua browser modern.

Penggunaan font digital:
  • Desktop/Mobile (Windows, macOS, iOS, Linux, Android): mendukung penuh TTF, OTF, TTC, serta Variable Fonts.
  • Web: standar utamanya adalah WOFF & WOFF2.
  • Linux/Unix/Android: menggunakan FreeType secara bawaan (native) sehingga mendukung format TTF, OTF, TTC, WOFF, WOFF2.
  • Legacy font yang sudah ditinggalkan: EOT, SVG Fonts, Type 1, DFONT.

Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan terkait :



Gambar-gambar ilustrasi dibuat oleh dalle3

#AdobeFonts #GoogleFonts #MyFonts #Fontspring #Linotype #Monotype
#DaFont

Sedikit tentang Gyotaku

Siapa bilang mendokumentasikan hasil tangkapan binatang laut tidak bisa menjadi barang seni? 
Nelayan Jepang kuno di jaman Edo sudah melakukannya dengan teknik gyotaku.

Cara mendokumentasikan ikan
Gyotaku berasal dari kata gyo (ikan) dan taku (cetakan).
Gyotaku yaitu teknik cetak ikan tradisional Jepang yang dilakukan dengan melumuri tinta pada tubuh ikan asli lalu menempelkan kertas atau kanvas untuk menghasilkan cetakan detail tekstur dari sisik, sirip, mulut dan bentuk ikan dengan ditekan. 
Seni ini awalnya dipakai nelayan jepang pada pertengahan abad ke-19 untuk mencatat ukuran dan jenis ikan hasil tangkapan, kemudian berkembang menjadi karya seni yang indah dan filosofis.


Filosofi di balik Gyotaku :
  • Menghormati kehidupan laut dengan tetap memanfaatkan ikan sebagai makanan setelah dicetak agar tidak terbuang sia-sia.
  • Menjadi simbol hubungan manusia dengan laut sebagai sumber kehidupan. 


Teknik Dasar Gyotaku
Teknik Klasik
- Metode langsung (Chokusetu-ho) : tinta sumi dioleskan langsung ke tubuh ikan, lalu kertas washi ditempel. 
- Metode tidak langsung (Kansetsu-ho) : kertas ditempel dengan pasta beras, lalu tinta ditepuk dari luar untuk kontrol warna lebih halus.  
Teknik  modern
- Seniman modern disamping mencetak tekstur dan bentuk ikan kemudian ditambahkan warna, latar artistik, atau detail kuas untuk mempercantik hasil.

perbandingan teknik klasik dan modern


Prinsip dasar tinta Sumi
  • Tinta sumi dibuat dari jelaga halus hasil pembakaran minyak atau getah pinus, dicampur dengan lem alami, lalu dikeringkan menjadi batang tinta padat. 
  • Sebelum digunakan, batang sumi digosok di atas batu tinta dengan sedikit air sehingga menghasilkan tinta cair pekat. 
  • Warna hitamnya memiliki nuansa abu-abu hingga hitam pekat, tergantung tekanan dan jumlah air yang memberi efek gradasi alami pada cetakan ikan. 
  • Tinta sumi menonjolkan tekstur alami ikan tanpa warna berlebihan sesuai filosofi wabi-sabi (keindahan dalam kesederhanaan). 
  • Setiap cetakan unik karena variasi tekanan dan kadar tinta yang menciptakan tampilan berbeda. 

Penerapan dalam Gyotaku
  1. Persiapan media: Kertas washi terbuat dari kozo (mulberry) digunakan sebagai media, dengan tinta sumi hitam pekat. 
  2. Persiapan Ikan: Ikan dibersihkan, dikeringkan, insang ditutup dan disusun agar bentuknya alami. 
  3. Dioles tinta: Tinta sumi diusap tipis di seluruh permukaan ikan menggunakan kuas lembut atau kain. 
  4. Dicetak: Kertas washi ditempel perlahan di atas ikan, ditekan lembut agar detail sisik dan sirip tercetak sempurna. 
  5. Finishing : setelah cetakan kering, seniman menambahkan kaligrafi nama ikan, tanggal, dan tanda tangan dengan kuas sumi. 

Seniman Gyotaku yang menonjol :
  • Sakai Tadayoshi : Daimyo dari Shōnai, yang membuat cetakan ikan crucian carp di Kinshi-bori, Edo, pada Februari 1839. Karya ini adalah gyotaku tertua yang masih ada dan isimpan di Tsuruoka City Local History Museum.
  • Kuwagata Keisai (1764–1824), seniman ukiyo‑e yang bereksperimen dengan cetakan ikan sebelum Gyotaku populer.
  • Nelayan-nelayan pada era Edo, Nelayan Jepang abad ke-19 menggunakan Gyotaku untuk mendokumentasikan hasil tangkapan, mereka menyempurnakan teknik mengatasi lendir ikan, menutup rongga tubuh, dan mengatur tekanan tinta agar cetakan bersih. 
  • Masatsu Matsunaga, Salah satu keluarga Matsunaga yang menjaga tradisi Gyotaku klasik.  
  • Dwight Hwang, Menggunakan teknik tradisional dengan tinta sumi dan kertas washi dengan fokus pada detail anatomi dan jiwa hewan laut.
  • Keisuke Matsunaga, menekankan disiplin waktu dimana tinta harus diaplikasikan dalam 30 menit agar cetakan tidak rusak. 
  • Elena Di Capita (Italia).
  • Nadia Auleta (Italia).

Perkembangan modern :
  • Kini Gyotaku dipajang di galeri seni, museum, hingga rumah pribadi.
  • Digunakan sebagai media edukasi tentang keanekaragaman hayati laut dan pelestarian lingkungan.
  • Banyak seniman kontemporer menggabungkan Gyotaku dengan tipografi, neon art, atau media digital untuk gaya modern.  

Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan lain :



<
>
foto foto dari duckduckgo, kredit milik seniwan gyotaku dan fotografernya.

Suatu ketika kami pernah mengikuti sayembara desain label minuman klasik, saat itu banyak kandidat juara yang menggunakan teknik engraving. 


Teknik engraving sering dipakai pada ilustrasi, komik, tatto, prangko dan tentu saja uang kertas (bank notes), Teknik ini :

  • perlu konsentrasi tinggi 
  • sulit dikoreksi
  • memerlukan waktu yang lama sehingga harus benar-benar sabar.


Apa itu hatching, cross hatching dan engraving

  • Hatching adalah teknik menggambar garis sejajar satu arah menggunakan pensil, tinta, atau media kering untuk memberi kesan bayangan atau tekstur sederhana pada gambar. 
  • Cross Hatching adalah menggambar garis berpotongan manual (misalnya diagonal dan horizontal) dengan sudut berbeda, yang memberi kesan bayangan, tekstur dan efek 3D.
  • Engraving secara harfiah berarti menggores. Jadi, engraving adalah proses menggores atau mengukir permukaan media biasanya pada media logam (metal engraving) dan kayu (wood engraving) . Dalam konteks seni grafis, istilah ini berarti cara visual dari hasil menggores/mengukir/gravir yang menjadi fondasi visual dalam seni cetak seperti engraving, etching, dan woodcut. Hatching dan cross hatching sering disebut teknik engraving karena keduanya merupakan metode garis yang digunakan dalam seni grafis cetak (engraving, etching, woodcut) untuk menciptakan ilusi volume, cahaya, bayangan, gradasi, tekstur, dan ilusi kedalaman 3 dimensi hanya dari arsir lewat kepadatan dan arah garis saja.

Hatching adalah gaya garisnya, sedangkan engraving adalah teknik produksinya.

Fungsi visual hatching dan cross hatching :

  • Ilusi kedalaman : Area dengan garis rapat tampak lebih gelap dan jauh, sedangkan area jarang tampak terang dan dekat.
  • Tekstur dan detail : Cross hatching memungkinkan variasi tekstur, dari kulit manusia hingga lekuk-lekuk kain.
  • Efek 3D : Dengan lapisan silang, seniman bisa menciptakan kesan optis kekasaran dan kedalaman tiga dimensi pada permukaan datar sebuah gambar. 

Asal usul awal engraving :

  • Bukti tertua engraving prasejarah berusia sekitar 540.000 –430.000 tahun. Ditemukan pada cangkang alat Homo erectus di Trinil, Jawa, 
  • Di 60.000 SM  di Afrika Selatan, kulit telur burung unta aebagai wadah air yang berukir.
  • Zaman Paleolitik, ukiran pada tulang,  wasgading, dan batu menjadi bagian penting dari ekspresi seni manusia.
  • Abad pertengahan : Teknik hatching mulai digunakan dalam manuskrip dan ilustrasi.
  • Abad ke‑15 (Renaisans) di Jerman & Italia. Engraving mulai digunakan pada pelat tembaga untuk mencetak gambar di atas kertas. 
  • Abad ke‑18 hingga abad ke‑20, engraving baja digunakan untuk pencetakan uang kertas dan dokumen keamanan (security papers).
  • Teknik gambar pada uang kertas (banknotes) itu sebenarnya engraving (ukiran/gravir), bukan sekadar hatching (arsiran) karena dihasilkan oleh garis-garis yang sangat halus, detail, dan sulit ditiru (sulit dipalsukan), dibuat dengan teknik intaglio engraving (cetak dalam), yang menggunakan prinsip garis-garis hatching dalam bentuk ukiran fisik pada pelat logam atau kayu. 
  • Uang kertas yang pertama kali menggunakan hatching/engraving adalah Bank of England pada akhir abad ke-17. 
  • Penerapan engraving pada uang kertas berkembang serius setelah penemuan steel engraving oleh Jacob Perkins sekitar 1792–1819, lalu dipopulerkan oleh American Banknote Company sekitar 1840.

Saat ini teknik menggambar engraving yang presisi bisa menggunakan software komputer seperti:

  • Jura : lebih cocok untuk high-security engraving (dokumen resmi, uang, meterai, security papers lainnya).
  • Gravostyle/EngraveLab :  lebih praktis untuk industri umum (ukiran perhiasan, trofi, signage).
  • ArtCAM unggul di ukiran artistik 3D, meski secara resmi sudah tidak dikembangkan.
  • Adobe Photoshop/Ilustrator lewat Photoshop action-nya .pat bisa untuk membuat arsiran/ hatching yang rapi. 

Sedang jenis-jenis cetak dalam (intaglio)  :

  1. Engraving : Mengukir langsung di media dengan burin (pahat halus). karakter cetakan : Garis tegas, detail presisi. 
  2. Etching/etsa : Pelat logam dilapisi lilin atau resin atau bahan tahan asam, lalu digores, kemudian pelat dicelupkan ke dalam larutan asam, yang mengikis bagian yang terbuka sehingga terbentuk alur permanen. Setelah diberi tinta dan ditekan (press) hasilnya berupa garis cetakan yang tajam dan detail yang bisa direproduksi.
  3. Drypoint : Jarum baja runcing ditarik langsung di pelat. Karakter cetakan : Garis lembut, ada efek “burr” (serabut tinta). 
  4. Mezzotint : Pelat dibuat kasar dengan rocker, lalu dihaluskan bertahap. karakter cetakan : Gradasi halus, efek bayangan pekat. 
  5. Aquatint : Serbuk resin dipanaskan di pelat, lalu digigit asam. karakter cetakan : Efek tonal mirip cat air.

Seniman pionir engraving : 

  • Master ES, Martin Schongauer, Erhard Reuwich, dan Michael Wolgemut memperkenalkan hatching dalam ukiran.

Sedang seniman legend engraving :

  • Albrecht Dürer, Gustave Doré, Franklin Booth, Charles Dana Gibson.
Albrecht Durer : Four horsemen

Albrecht Dürer : Menjadi tokoh penting yang menyempurnakan cross hatching dalam engraving dan woodcut dalam menciptakan efek realistis.


Ada yang mau menambahkan?


Tulisan lain :

01. Sedikit tentang Mokuhanga 

02. Ilustrator Terkaya Sejagat

03. sedikit tentang gyotaku 



  • Gambar-gambar ilustrasi dari duckduckgo

Sedikit tentang Mokuhanga

Jauh sebelum kita mengenal komik Jepang ala manga anime ada seni visual menawan, dalam seni cetak Jepang. Teknik cetak kayu kuno ini bernama mokuhanga.
Salah genre dari teknik ini adalah ukiyo-e.
Ukiyo-e atau “gambar dunia yang mengambang” adalah cetakan satu lembar yang merekam wajah budaya sejak era Edo. Ukiyo-e menggambarkan wanita anggun, aktor kabuki, lanskap alam, dan kisah rakyat yang hidup dalam palet warna yang mempesona. 
Suzukawa - Shin-hanga - Yoshida Hirosi

Teknik woodblock Jepang atau mokuhanga punya sejarah panjang :
  1. Teknik ini berasal dari Dinasti Tang di Tiongkok (618-907 M). Pada proyek Hyakumantō Darani (764 M), Permaisuri Kōken / Permaisuri Shōtoku memesan satu juta pagoda kayu kecil, yang berisi gulungan blok kayu kecil yang dicetak dengan teks Buddha (Hyakumantō Darani). Abad ke-11, kuil-kuil Buddha mulai mencetak sutra dan mandala menggunakan teknik woodblock.
  2. Periode Kamakura (1185-1333 M): Pencetakan berkembang di kuil Kyoto & Kamakura untuk sutra dan mandala. Saga-bon: Buku klasik cetakan kayu oleh Honami Kōetsu & Suminokura Soan; cikal-bakal buku seni cetak Jepang.
  3. Periode Edo (1603–1868 M) Teknik Mokuhanga berkembang pesat pada era Edo, terutama cetakan seni ukiyo-e yang menjadi cermin kehidupan kota dan lanskap budaya. Seniman seperti Katsushika Hokusai dan Utagawa Hiroshige menciptakan karya-karya ikonik seperti The Great Wave off Kanagawa. Didukung oleh tingginya literasi, toko buku dan persewaan yang menjamur. Konten Buku: Panduan wisata, novel, drama Kabuki, seni, kuliner, roman dan komedi.  
  4. Abad ke-20 hingga kini: Meski teknologi cetak modern mendominasi, mokuhanga tetap hidup lewat gerakan shin-hanga dan sōsaku-hanga yang muncul di awal abad ke-20. Seniman seperti Hasui Kawase dan Hiroshi Yoshida menghadirkan lanskap Jepang yang realistik namun tetap menyimpan aura kontemplatif. Studio-studio seperti Adachi Institute dan Takezasado masih memproduksi ukiyo-e dengan metode tradisional, menjaga nyawa sejarah tetap berdenyut dalam karya kontemporer
Teknik khusus dalam Mokuhanga berbeda dengan teknik cetak barat yang menggunakan tinta berbasis minyak, mokuhanga memakai tinta berbasis air yang memberikan warna cerah, transparan, dan bernuansa lembut. 
Beberapa teknik khas yang memperkaya estetika ini adalah:
  • Bokashi: gradasi warna yang lembut dan natural
  • Karazuri: emboss tanpa tinta untuk efek tekstur
  • Kira-e: penggunaan mika berkilau untuk kemegahan visual

Genre mokuhanga :
  1. Ukiyo-e : Kehidupan sehari-hari, kabuki, wanita cantik dan pemandangan lansekap
  2. Shin-hanga : Gaya ukiyo-e dikombinasikan dengan realisme barat
  3. Sōsaku-hanga : Seniman mengerjakan seluruh proses mulai dari desain, ukir, dan cetak sendiri.
  4. Edo Mokuhanga : Fokus pada budaya populer dan ilustrasi buku pada era Edo.
  5. Nishiki-e : Cetakan multi-blok berwarna-warni, berkembang sejak 1760-an.
  6. Yūrei-e (gambar hantu) :Pada periode Edo, seniman seperti Tsukioka Yoshitoshi dan Utagawa Kuniyoshi membuat cetakan kayu bertema hantu (yūrei), iblis, dan kisah seram dari folklore Jepang.
  7. Shunga (erotika) : Secara harfiah berarti “gambar musim semi,” yaitu cetakan kayu erotis yang populer di abad ke-17 hingga ke-19.
  8. Zankoku-e (macabre) : yang berarti “gambar kejam/sadis.
  9. Mokuhanga kontemporer : Eksperimen dengan tema abstrak, sosial, atau lingkungan secara global.

Tokoh-tokoh Mokuhanga:
1. Hishikawa Moronobu (genre Ukiyo-e), di era Edo awal, dia adalah pelukis ukiyo-e pertama. 
Hisikawa Moronobu

2. Suzuki Harunobu (genre Ukiyo-e), di era Edo (1725–1770) dia adalah pelopor cetakan berwarna (nishiki-e).
Suzuki Harunobu

3. Katsushika Hokusai (genre Ukiyo-e), hidup di era Edo (1760–1849) Dengan menghasilkan sekitar 30.000 karya selama hidupnya dan The Great Wave off Kanagawa adalah master piece-nya.
The Great Wave off Kanagawa by Hokusai

4. Utagawa Hiroshige (genre Ukiyo-e), hidup di era Edo (1797–1858), The Fifty-Three Stations of the Tōkaidō adalah masterpiece-nya. 
Evening Snow at Kanbara oleh Utagawa Hiroshige

5. Hiroshi Yoshida (genre Shin-hanga), di abad ke-20, Lanskap-lanskap realistik menjadi cirinya.
Morning Mist in Taj Mahal Hiroshi Yoshida

6. Hasui Kawase (genre Shin-hanga), di abad ke-20, pemandangan alam Jepang.
Mount Fuji Seen by Hasui Kawase

7. Kōshirō Onchi (genre Sōsaku-hanga), di abad ke-20, seniman abstrak, pelopor sōsaku-hanga.
8. Efrat Arielle Peleg (genre Kontemporer) Eksplorasi budaya dan alam dengan mokuhanga modern.

Karya-Karya ikonik Mokuhanga :
1. The Great Wave off Kanagawa oleh Katsushika Hokusai, salah satu cetakan paling terkenal di dunia, menggambarkan ombak raksasa yang bergulung gulung dengan Gunung Fuji sebagai latar belakang.
2. Rain Shower at Shinagawa oleh Utagawa Hiroshige, bagian dari seri The Fifty-Three Stations of the Tōkaidō,  suasana hujan lembut yang melankolis.
3. Evening Snow at Kanbara oleh Utagawa Hiroshige, Lanskap bersalju yang sunyi, menggambarkan keheningan desa Jepang.
4. Fuji from Gotenyama oleh Hasui Kawase, Gaya shin-hanga yang memadukan realisme dan nuansa puitis, memperlihatkan Gunung Fuji di bawah cahaya senja.
5. Cetakan kontemporer oleh Karen Kunc dan Roslyn Kean Eksplorasi abstrak dan isu lingkungan dengan teknik mokuhanga tradisional yang tetap relevan secara global.

Media : 
  1. Kayu : kayu cherry karena teksturnya halus, tahan lama, dan cocok untuk ukiran presisi.
  2. Alat : Pisau ukir, pahat, dan sikat digunakan untuk ukiran detail dan pewarnaan merata.
  3. Kertas : Kertas Washi atau kertas tradisional Jepang dari serat tanaman; kuat dan menyerap tinta secara merata.
  4. Tinta dan Pewarnaan : Tiap warna dicetak dari balok berbeda, tinta diratakan dengan kuas lalu ditekan ke kertas secara manual. 

Proses cetak:
  1. Dimulai dari sketsa digambar di kertas washi (gampi).
  2. Ditempel di balok kayu cherry. pengukiran balok kayu untuk tiap warna. Ukiran dilakukan pada garis gambar.
  3. Pewarnaan manual memakai kuas dan ditekan dengan baren. 
  4. Pencetakan dilakukan satu per satu.
  5. Registrasi warna memakai tanda kento.
Prosesnya bukan dikerjakan oleh satu orang. Desainer membuat sketsa, pengukir balok kayu memahat tiap warna, dan pencetak memastikan gradasi dan komposisi sempurna. Tak jarang satu cetakan butuh hingga 30 balok berbeda! Hasilnya? Visual yang mendalam dan ekspresif.

Keunikan cetakan : 
Walau desain sama, tiap cetakan hasilnya berbeda karena proses manual dan tekanan tinta yang berbeda.

Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan lain :



gambar gambar dari duckduckgo 


Terimakasih sudah berkomentar