Gunung api (vulkano) adalah agen penghancur, namun dalam beberapa kasus justru menjadi agen konservasi terbaik.
Awan panas, abu, batu apung (pumice), dan material piroklastik dapat mengubur sebuah komunitas dalam hitungan menit hingga jam, lebih cepat daripada perubahan alami maupun aktivitas manusia.
Ada tiga unsur utama preservasi:
- Kehancuran mendadak dimana perubahan terjadi sangat cepat dalam hitungan jam, hari, mungkin minggu.
- Penguburan cepat karena abu, lava dan material vulkanik menciptakan segel alami.
- Penemuan kembali oleh generasi berikutnya.
Setidaknya ada 10 desa atau kota yang diawetkan oleh vulkano yang menjadi agen konservasi terbaik. siapa saja?
1. Akrotiri (Santorini) | 1600 SM | Vulkano: Thera
Kota pelabuhan Yunani Minoa maju pada zaman perunggu.
Letusan Thera terjadi sekitar 1628–1600 SM menurut radiokarbon, menjadikan salah satu erupsi terbesar dalam sejarah dengan magnitudo VEI 7, ejecta ±30–80 km³ magma yang menghancurkan Akrotiri dan pulau pulau sekitarnya, menimbulkan tsunami yang melanda pesisir Kreta, berkontribusi pada kemunduran peradaban Minoa, serta menyebabkan anomali iklim global (catatan frost di Irlandia, perubahan langit di Tiongkok).
Ada yang bilang Akrotiri menjadi inspirasi cerita Atlantis-nya Plato, sebuah kota maju super canggih yang hilang dalam satu malam karena vulkano
Akrotiri ditemukan tahun 1867, dari eskavasi diketahui kota tua Minoan 3.600 tahun ini mempunyai :
- Bangunan 3 lantai dengan balok kayu anti gempa.
- Pipa air tanah liat menempel dinding sebagai sistem plumbing air panas & dingin dan toilet flush.
- Fresco monyet biru dan fresco lumba-lumba di dinding, artinya mereka sudah cinta seni.
- Jalan batu rapi, got tertutup, guci-guci masih di pinggir jalan.
Di Akrotiri tidak ada korban jiwa. Sebelum Thera (gunung di Santorini) meletus besar, sudah ada gempa-gempa kecil. Mereka kabur semua naik kapal membawa barang berharga, yang tertimbun cuma kotanya yang kosong, seperti showroom. Kota ini terkubur di bawah lapisan tebal abu vulkanik, sehingga fresko, bangunan, dan artefak terawetkan.
2. Pompeii | 24 Agustus 79 Masehi | Vulkano: Vesuvius
Pompeii, kota Romawi seluas 66 hektar, 12.000 penduduk, kota dagang lengkap ada forum, amphitheater, lupanar, pasar budak.
Pliny the Younger dari seberang teluk mendeskripsikan:
Awan jamur setinggi 33 km di atas Vesuvius. Bentuknya seperti pohon pinus raksasa (pinia). Ada api, petir vulkanik, batu apung (lapilli) dari langit.
Suhu awan piroklastik 300°C dengan kecepatan 25km/jam. Yang berlarian tidak selamat.
Pompeii tertimbun abu 4 meter pelan-pelan selama 18 jam.
Pompeii baru diekskavasi tahun 1748, Banyak orang meninggal dan tubuh mereka terkubur di bawah lapisan abu.
Abu tersebut mengeras seiring waktu menjadi lapisan padat di sekitar tubuh.
Jaringan lunak dan tulang perlahan membusuk selama berabad-abad, meninggalkan rongga kosong berbentuk tubuh di dalam lapisan abu yang sudah mengeras. Saat penggalian, mereka menuangkan plester (gypsum) ke dalam rongga tersebut. Setelah plester mengeras dan lapisan abu di sekitarnya dibersihkan, terbentuklah cetakan yang menunjukkan posisi korban saat meninggal.
3. Herculaneum | 25 Agustus 79M | Vulkano: Vesuvius
Herculaneum, kota Romawi seluas 20 hektar, 4.000 penduduk, kota liburan elit Romawi dengan villa-villa mewah pinggir pantai.
Herculaneum lebih dekat ke Vesuvius (cuma 7 km vs Pompeii 10 km) dan hancur lebih dahsyat karena terkena awan panas (surge) pertama jam 1 pagi, suhu 500°C kecepatan 80km/jam. Tidak ada waktu melarikan diri, 300 orang berlindung di fornicis (gudang perahu bata melengkung) di pantai. semua orang di tepi pantai mati instan.
Herculaneum tertimbun 20 meter lumpur vulkanik yang mengeras. Perahu kayu, jaring ikan, bahkan roti di keranjang yang masih utuh sampai sekarang.
Hercukanum ditemukan tahun 1709 secara tidak sengaja sewaktu menggali sumur, namun pertama ekskavasi dimulai pada tahun 1738.
Herculaneum secara arkeologis jauh lebih berharga daripada Pompeii karena :
- Kayu masih utuh (tempat tidur, pintu, perahu).
- Papyrus Villa of Papyri ada perpustakaan dengan 1.800 gulungan buku Epicurus yang belum kebaca semua.
- Tulang manusia yang mengkilap karena terpanggang, ada otak manusia yang berubah menjadi kaca hitam (vitrified brain), satu-satunya di dunia pada penemuan tahun 2020.
- Makanan masih utuh di panci.
- Banyak bangunan publik seperti palaestra (gimnasium), thermae (pemandian), forum, basilika, teater dan pasar (pasar).
Herculaneum dibawah kota modern Ercolano dan batunya keras sehingga ekskavasinya harus dipahat batu, bukan gali abu.
4. Oplontis | 24 Agustus 79 Masehi | Vulkano: Vesuvius, Vila mewah Romawi dengan fresco dan dekorasi yang luar biasa.
5. Stabiae | 24 Agustus 79 Masehi | Vulkano: Vesuvius, Kompleks vila elite Romawi di pesisir teluk Napoli.
6. Joya de Cerén, El Salvador | 600 M | Vulkano: Loma Caldera
Desa agraris berpenduduk penduduk: ±200 orang.
Setelah Loma Caldera erupsi, magma bertemu air (phreatomagmatic) menjadi abu basah dingin, abu ini menimbun desa dalam hitungan jam. Suhu di Cerén cuma 100-200°C (abu basah), rumah tidak terbakar, cuma tertimbun.
Sebelum erupsi penduduknya merasakan gempa dan bau belerang, mereka kabur, desa ini kosong waktu abu mengubur desa sedalam 5 meter. Tidak ada korban jiwa.
Ekskavasi pertama tahun 1976 dipimpin oleh arkeolog Payson Sheets.
Joya de Cerén memberi gambaran nyata tentang bagaimana petani Maya hidup, bertani, memasak, dan berkomunitas 1.400 tahun lalu.
- Rumah tinggal: dinding rangka kayu dan bambu (wattle-and-daub) dilapisi lumpur, bata (adobe) atap jerami, ruang tidur sederhana.
- Dapur komunal: tungku tanah liat, alat penggiling jagung (metate), gerabah, sisa makanan.
- Ladang pertanian: singkong (manioc), jagung, kacang, labu, kakao, guava, agave.
- Gudang & bengkel: tempat penyimpanan hasil panen, alat penggiling jagung (metate) dan peralatan kayu.
- Bangunan ritual: sederhana, menunjukkan praktik spiritual masyarakat Maya biasa.
Pelajaran: Ini bukti kalau vulkano bisa diprediksi kalau peka. Hidup lebih penting daripada harta
7. Liyangan (Temanggung) | 900M | Vulkano: Sindoro
Dari prasasti Rukam yang bertahun 971 M, ada catatan sebuah desa hancur akibat letusan Gunung Sindoro, dari letusan ini abu dan lahar dingin meluncur ke lembah Temanggung dengan cepat dan menimbun seluruh permukiman.
Permukiman Liyangan berupa rumah panggung, jalan batu, dan saluran air tertutup abu setebal beberapa meter, namun tidak ada indikasi korban jiwa besar, kemungkinan masyarakat sempat menyelamatkan diri sebelum letusan.
Proses pendinginan abu cepat dan kering, sehingga kayu, gerabah, logam dan kain tidak membusuk.
Situs Liyangan ditemukan tahun 2008 dan diekskavasi pada 2010-2011.
Zona inti situs: ±10 hektare, bagian dari lanskap budaya lebih luas (±159 hektare).
Abu vulkanik yang dingin dan cepat menutup permukiman itu, sehingga terjadi proses preservasi alami pada rumah panggung, jalan batu, saluran air, dan artefak logam, gerabah dan kain batik masih utuh di bawah lapisan abu.
Analisis karbon C-14 menunjukkan bahwa masyarakatnya hidup di masa Mataram Hindu. Artefak rumah tangga, pertanian, dan peribadatan ditemukan, tapi tidak ada kuburan massal.
8. Tambora (Sumbawa) | 10 April 1815 | Vulkano: Tambora
Deskripsi dari Letnan Philips dari kapal Inggris yang melihat dari 600km di laut:
Gunung Tamboro atau Tambora di Pulau Sumbawa meletus berkekuatan VEI-7, salah satu letusan terbesar dalam sejarah manusia modern yang tercatat.
Kolom abu setinggi 43 km, petir vulkanik menyambar-nyambar karena gesekan abu.
Suara letusannya terdengar hingga Sumatra (2.600km). volume abu 160 km³ setara 40x Vesuvius, awalnya gunung setinggi 4.300m tinggal 2.850m, puncaknya hilang 1.400m beterbangan!
Letusan ini memuntahkan kolom erupsi raksasa dan menghasilkan awan panas (pyroclastic flows) yang meluncur menuruni lereng gunung hingga mencapai pantai. Lahar mengalir seperti sungai oranye.
Permukiman Kerajaan Tambora yang berada di sisi barat gunung terkubur oleh campuran abu vulkanik, batu apung, gas panas, dan aliran piroklastik dalam waktu yang sangat singkat.
Desa Tambora, Pekat, Sanggar, dalam 3 hari, hilang tertutup abu. Total 71.000 orang mati dan 10.000 langsung tewas terkena awan panas.
Dampak global Tambora jauh lebih ngeri dari Vesuvius, Abu Tambora menutupi matahari dunia. 1816 menjadi tahun tanpa musim panas.
Di Eropa salju turun bulan Juni, panen gagal, orang kelaparan. Di Amerika, sungai membeku di bulan Agustus, gagal panen, kelaparan, dan wabah penyakit melanda.
Karena cuaca gelap dan hujan terus di Eropa tahun 1816, Mary Shelley terjebak di villa dan menulis novel Frankenstein.
Di Jerman, kuda banyak mati kelaparan, jadi Karl Drais bikin sepeda alias "kuda besi tanpa kuda".
Tahun 2004, tim arkeologi yang dipimpin Haraldur Sigurdsson seorang vulkanolog dan geokimiawan asal Islandia.
Dari ground-penetrating radar (GPR) lokasi ditemukan sekitar 24 km dari kawah.
Tahun 2006 setelah menembus lapisan endapan vulkanik setebal sekitar 3 meter, mereka menemukan sebuah rumah beserta isinya yang terkarbonasi seolah membeku pada saat bencana terjadi. Di dalamnya ditemukan sisa dua individu, mangkuk perunggu, periuk keramik, alat besi, botol kaca, serta bagian struktur rumah yang masih berada di posisi aslinya saat letusan melanda.
Menurut Sigurdson, sebenarnya masih ada kota lain masih berada di bawahnya yang belum tergali. Tambora adalah kapsul waktu terbesar Indonesia yang belum sepenuhnya dibuka.
9. Saint-Pierre, Martinique | 8 Mei 1902 | Vulkano: Mount Pelée
Saint-Pierre adalah kota terkaya di Karibia, Saat Mount Pelee erupsi, gedung kolonial Prancis, teater, kapal-kapal layar di pelabuhan semua hancur rata dalam 60 detik.
- Suhu awan panas mencapai 1075°C, dengan kecepatan 670 km/jam, sehingga kapal-kapal di pelabuhan hangus di atas air. Kaca, botol dan paku meleleh
- Walikota menolak evakuasi karena akan diadakan pemilu. 28.000 mati dalam 60 detik, semua mati berdiri. Hanya 2 selamat: napi di penjara bawah tanah (dinding tebal 1m) dan tukang sepatu yang melompat ke laut
Erupsi Saint-Pierre lebih mematikan daripada Pompeii karena :
1. Suhu 1075°C, paling panas dari semua preservasi disini. Di Pompeii 300°C, Herculaneum 500°C, di sini 1075°C. Kaca jendela meleleh jadi cairan, botol di toko menyatu jadi bongkahan, meriam di benteng bengkok.
2. Kecepatan awan panas kering (nuée ardente) turun dari puncak Pelée mencapai 670 km/jam, menghantam kota di bawahnya tanpa suara dulu. Kapal di pelabuhan terbakar di air.
3. 28.000 mati dalam hitungan detik akibat awan panas vulkanik atau aliran piroklastik (pyroclastic flow atau pyroclastic surge).
10. Plymouth, Montserrat, Karibia | 1995–1997 | Vulkano: Soufrière Hills
Contoh paling modern dalam rangkaian ini adalah Plymouth di Montserrat. Letusan Soufrière Hills menyebabkan sebagian kota tertutup abu dan material vulkanik dan akhirnya kota ditinggalkan.
Berbeda dari situs kuno, Plymouth masih berada dalam rentang sejarah modern. Kota tertimbun abu setebal 1,4 meter, menjadi kota hantu. Plymouth menjadi satu-satunya ibukota di dunia yang jadi ghost town karena vulkanik. Akhirnya ibukota pindah ke Brades.
Plymouth saat Letusan Soufrière Hills
Di sini konsep “preservasi” menjadi menarik: kota bukan sengaja dilestarikan oleh manusia. Ia ditinggalkan dan secara bertahap dikunci oleh material vulkanik.
Ada yang mau menambahkan?
Tulisan terkait
Posted in:
geo
|
|
|