Tampilkan postingan dengan label plantea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plantea. Tampilkan semua postingan

Sedikit tentang Durian

Ada beberapa fakta-fakta unik terkait durian sebagai buah eksotis dari Asia tenggara yang juga dikenal sebagai "king of fruit", seperti :

1. Buah durian telah dikenal masyarakat Indonesia lebih dari 1.300 tahun lalu. Tertulis di prasasti Kayumwungan (Karangtengah) bertanggal 26 Mei 824. Buah durian juga terpahat di relief Candi Borobudur.

2. Deskripsi detail buah durian pertama ditemukan di buku berjudul Herbarium Amboinense. Buku ini ditulis oleh pakar botani Jerman, Georg Eberhard Rumphius, pada tahun 1741.

3. Pakar botani Alfred Russel Wallace menobatkan durian sebagai "raja buah". 


4. Setiap pohon durian menghasilkan sekitar 15-800 buah setiap musim. Berat buah umumnya berkisar antara 1-3 kilogram dengan diameter 14-18 cm, dan panjangnya mencapai 19-32 cm. 

5. Thailand merupakan negara penghasil dan sekaligus pengekspor durian komersil terbesar di dunia, sekitar 900.000 hingga 950.000 ton per tahun.

Petani durian di Thailand

6. Negara konsumen dan pengimpor durian terbesar saat ini adalah China, terutama melalui Hong Kong.

China (lewat Hongkong) adalah konsumen durian terbesar 

7. Banyak petani di Vietnam mengkonversi lahan kopi robusta menjadi kebun durian karena keuntungan durian jauh lebih tinggi dibanding kopi, berkat permintaan besar dari China lewat Hongkong. Akibatnya, produksi kopi robusta Vietnam turun signifikan sejak 2023.

Petani kopi di Vietnam beralih menjadi petani durian 

8. Durian gajah sangat fenomenal di Malaysia. Gajah yang menemukan durian masak yang jatuh dari pohon akan membungkusnya dengan daun atau rumput. Gajah akan menelan bulat-bulat durian dan gajah akan mengeluarkan kotoran yang masih berupa durian utuh, Durian gajah harganya bisa mencapai Rp 3 juta perbuah. Seperti halnya kopi luwak, mahal karena melalui tahap pematangan didalam perut gajah.Durian gajah konon memiliki rasa yang lebih legit dari durian biasa.

Durian gajah dari Malaysia

9. Durian termahal yang dijual di lelang adalah durian berjenis Kanyao yang berasal dari Thailand. Laku seharga 1,5 juta baht Thailand atau  744.594.180 rupiah ($47.784; £37.635), dan diraih oleh Maliwan Han Chai Thai dari pertanian Pa Toi Lung Mu di festival Raja Durian di Nonthaburi, Thailand pada 7 Juni 2019.


10. Durian tanpa duri alami (thornless durian) dapat terjadi secara alami akibat mutasi genetik, oleh karena itu jenis durian ini sangat langka dan memiliki tampilan mirip kelapa. Daging buah memiliki rasa yang manis dan lembut seperti durian biasa.

11. Memakan biji durian mentah berbahaya karena mengandung asam lemak siklopropena yang merupakan senyawa penyebab kanker. Biji harus dimasak terlebih dulu. Biji durian bisa dibuat menjadi keripik karena mengandung pati yang cukup tinggi seperti ubi, singkong atau nasi.


12. Pohon durian dapat tumbuh hingga berusia 150 tahun atau lebih. Pohon durian tertua di dunia yang pernah dilaporkan berusia 300 tahun berasal dari Thailand. Tingginya mencapai 50 m. Jumlah produksi buah menurun seiring usia pohon. Namun, kualitas buah yang dihasilkan akan meningkat seiring bertambahnya usia pohon. 

Pohon durian berusia tua

13. Durian tergolong dalam Kerajaan Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Malvales. Namun durian termasuk dalam famili Malvaceae, sama seperti okra, kembang sepatu, kakao, dan kapas. Karena hasil tes DNA menunjukkan bahwa tanaman durian memiliki kekerabatan yang sangat erat dengan tanaman dari famili Malvaceae. Sebelumnya, durian diklasifikasikan ke dalam famili Bombacaceae. Sehingga dire-klasifikasikan kedalam famili Malvaceae. 


14. Meminum alkohol setelah makan durian dapat menyebabkan kematian. Enzim aldehid dehidrogenase (ALDH) yang bertanggung jawab mengatur metabolisme alkohol menjadi terhambat saat seseorang makan durian. Jadi, saat kita mengkonsumsi durian dan mengonsumsi alkohol, hal ini dapat meningkatkan toksisitas berlebihan hingga tubuh tidak dapat memetabolisir alkohol dengan cepat.

15. Di Singapura durian dikenal sebagai skunk of the orchard. Di Burma, dikenal dengan istilah du-yin. Di Filipina, disebut juga dulian. Di Thailand disebut : thurian, rian. Di Kamboja, disebut thu-réén. Di India, durian dikenal dengan nama civet fruit. Di Inggris, dikenal sebagai durian civet cat tree, civet fruit. Di Jerman, diistilahkan sebagai stinkfrucht. Di Spanyol disebut durio. Di Belanda, dikenal dengan sebutan Stinkvrucht.

Petani durian di Philipina 

14. Genus Durio terdiri dari 30 spesies, tetapi hanya 11 spesies yang dapat dimakan.19 durian endemis dari pulau Kalimantan seperti durian lahung atau tembranang (Durio dulcis), durian kerantungan (Durio oxleyanus) dan Lai (Durio kutejensis). 13 spesies ditemukan di Semenanjung Malaysia, 6 dikenal di Thailand, dan 7 di Sumatera. Dari 30 spesies, terdapat 9 buah durian yang lezat dikonsumsi, misalnya Durio dulcis Becc., Durio grandiflorus (Mast.) Kosterm. ET Soeg., Durio graveolensBecc., Durio kutejensis Becc., Durio lowianus, Durio oxleyanus Griff., Durio testudinarum Becc., dan Durio zibethinus (Durio acuminatissima).

15. Di Asia Tenggara terdapat lebih dari 500 varietas durian. Thailand memiliki lebih 300 varietas durian. Indonesia dan Malaysia masing-masing memiliki lebih dari 100 varietas.

16. Di Indonesia, terdapat beberapa varietas durian lokal misalnya: durian Matahari, durian Nangan, durian Pelangi Atururi, durian Salisun, dan durian Sitokong. Beberapa daerah di Indonesia juga dikenal buah durian yang berciri khas etnis. Di Minangkabau : durian Lereng atau Tebing, durian Parak Kopi, durian Lenggang Kamang, durian Datuk Sati, durian Sahalai Sarawa, durian Taba, durian Kampih. Di Sumatera Utara : durian Emas dan durian Jantung. Di Sumatera Selatan: durian Kepala Rusa, durian Tembaga, durian Bantal, durian Bantal Mas (Muara Enim). Di Kalimantan Tengah : durian Belunek, durian Gantar Bumi, Durian Undang, atau Otak undang (Katingan). Di Kalimantan Timur : durian Selisun, durian Aji Kuning, durian Lae Mahakam. Di Papua: durian Mentega (Manokwari), durian Susu, durian Gajah,p durian Juring Panjang, durian Duri Panjang, durian Krakbum.

Pasar durian

17. Di Thailand varietas : durian Kradum, durian Monthong, dan durian Puang Manee.

18. Di Malaysia, ada varietas: durian Beserah, durian Bukit Merah, dan durian Kop Kecil.

19. Satu buah durian utuh seberat satu kilogram memiliki sekitar 1.530 kalori. 



20. Rasa dan aroma buah durian berasal dari senyawa-senyawa volatil (mudah menguap) seperti gugus aldehid, ester, sulfur, keton, ester,  serta alkohol. misalnya: ester (etil propanoate, metil-2-metilbutanoat, propil propanoat), sulfur (dietil disulfid, dietil trisulfid, ethanetiol), tioasetal (1-(metiltio)-propan), tioester (1-(metiltio)-etan), tiolan (3,5-dimetil -1,2,4-tritiolan isomer), serta alkohol (etanol).

21. Berdasarkan riset ahli medikopomologi (buah berkhasiat medis dan kesehatan) Dito Anurogo,  Dosen FKIK Unismuh Makassar yang juga pengurus Asosiasi Sel Punca Indonesia, bau khas durian terkait dengan keberadaan persenyawaan belerang, 3, 5-dimetil-1,2,4-trithiolane, etil 2-methylbutanoate, di dalam daging buah. Daging buah durian juga mengandung asam amino serotoninergik triptofan dan beta-galaktidase.

22. Dalam setiap 100 gram porsi durian yang dapat dimakan. Buah durian mengandung karbohidrat (27,9 gram), lemak (3,4 gram), protein (2,6 gram), kalori (153), kelembaban (64,1 gram), mineral (103,9 gram), beta-karoten (140 mg), vitamin B1 (0,1 mg), vitamin B2 (0,13 mg), dan vitamin C (23,2 mg) 

23. Durian kaya polifenol, seperti: flavonoid (flavanon, flavonol, flavon, flavanol, antosianin), asam fenolat (asam sinamat dan asam hidroksibenzoat), tannin, dan komponen bioaktif seperti : karotenoid dan asam askorbat, asam vanillat, asam ferulat, asam p-coumaric, asam caffeic.

24. Kayu durian mengandung boehmenan, androst-1,4-dien-3,7-dione (Boldione), fraxidin. 

25. Batang dan ranting durian mengandung persenyawaan asam maslinat, asam arjunolat, fraxidin, scopoletin.

26. Durian memiliki khasiat etnofarmakomedisin (obat tradisional). Misalnya: daging durian berkhasiat sebagai anticacing.Aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh senyawa (+)-(R)-deOmethyllasiodiplodin melawan Bacillus subtilis, Salmonella enteritidis, dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antioksidan ditunjukkan oleh senyawa asam maslinat, threo-carolignan X, fraxidin, protokatekuat metil derivatif benzoat. Aktivitas antiradang (anti-inflamasi) ditunjukkan oleh senyawa eucryphin dan scopoletin.

Dari perspektif etnofarmakologi masyarakat Dayak, air rebusan kulit batang dapat mengatasi diare dan sariawan, rebusan bunga sebagai pereda demam. Di Malaysia, rebusan daun dan akar berguna sebagai obat penurun panas. Jus daun dioleskan pada kepala penderita demam. Daunnya digunakan untuk mandi penderita penyakit kuning. Ramuan daun dan buah untuk mengempiskan pembengkakan dan memulihkan penyakit kulit. Daging buah dipercaya sebagai afrodisiak dan bakteriostatik. (Sah BP, dkk, 2014). 

28. Durian memiliki bioaktivitas sitotoksik atau mampu melawan sel yang berbahaya seperti sel tumor atau sel kanker. Asam maslinat pada durian mencegah proliferasi atau berkembang biaknya sel tumor SK-OV-3 (sel telur), SK-MEL-2 (melanoma), HCT15 (usus besar ataukolon), A549 (sel kecil pada paru-paru / non small cell lung), dan XF498 (sistem saraf pusat). Lignan seperti boehmenan teruji sitotoksisitas melawan cell lines T47D (kanker payudara perempuan) dan cell lines HeLa. Boehmenan menaklukkan cell lines Lu1(kanker paru-paru), LNCaP (prostat manusia), MCF-7 (cell lines kanker payudara perempuan ), dan human umbilical vein endothelial cells (HUVEC). Boehmenan bersifat sitotoksik terhadap A549 (cell line epitel adenokarsinoma paru-paru manusia) dan cell lines MCF-7. Boehmenan menghambat replikasi HIV pada sel-sel limfosit H9. Scopoletin bersifat sitotoksik melawan sel-sel leukemia murine P388. Senyawa 2,6-Dimethoxy-p-benzoquinone mampu melawan cell line P388 serta Hep G2 (hematoma manusia) dan cell lines Hep 2,2,15 (Hep G2 ditransfeksi dengan virus hepatitis B). Asam arjunolat mampu meniadakan kardio toksisitas doxorubicin tanpa bertentangan dengan efek antitumornya. 

29. Hasil olahan-olahan durian menjadi kekayaan kuliner nusantara.

Ada yang mau menambahkan? 


Postingan terkait :

01. Sedikit tentang Afrodisiak 

02. Sedikit tentang memilih Durian

03. Sedikit tentang Rekor-rekor Nutrisi Buah




ilustrasi dibuat oleh meta dan chatgpt


Sedikit tentang Padi dan Beras

Padi awalnya tumbuh liar di lingkungan rawa, kemudian didomestifikasi dan dijadikan makanan pokok dengan rantai proses menanam, memanen hingga memasak yang lebih pendek daripada gandum pada lahan kering. 

Padi adalah tanaman yang “memaksa” manusia belajar mengelola air. Dari sini lahir sistem irigasi, bendungan, dan kerja kolektif.

Membajak di sawah
Kerja kolektif menanam padi 

Selain sebagai makanan pokok kita,  ada fakta-fakta unik padi atau beras, seperti :

1.  Padi (Oryza sativa var Japonica) pertama kali didomestikasi di lembah Sungai Yangtze, Tiongkok, sekitar 13.500–8.200 tahun lalu. Oryza sativa var Indica didomestifikasi sekitar 8.000–4.000 tahun lalu di wilayah lembah Sungai Ganges, sedang padi Afrika (Oryza glaberrima) didomestikasi di Afrika Barat sekitar 3.500–3.000 tahun lalu. 

Oryza sativa 

2.  Klasifikasi padi : ada 2 spesies Oryza sativa (Asia) dan Oryza glaberrima (Afrika), sedang subspesies Oryza sativa terdiri dari Indica bulir panjang, nasi pera dan Japonica bulir pendek, pulen

3.  Struktur nutrisi beras mengandung: karbohidrat tinggi, protein rendah, lemak sangat rendah, namun semakin dipoles, semakin rendah nilai nutrisinya. semakin gelap warna beras, nilai antioksidan lebih tinggi.

4. Penghasil beras terbesar di dunia adalah India dengan produksi sekitar 150 juta ton, disusul oleh Tiongkok dengan 145,28 juta ton, Bangladesh diangka 36,6 ton dan Indonesia dengan 35,6 juta ton pada musim panen 2025/2026.

5. Konsumen beras terbesar di dunia adalah Tiongkok 192,8 juta ton/tahun, disusul India (140,3 juta ton) dan Indonesia (51 juta ton). 

6. Padi adalah tanaman dengan jumlah varietas terbanyak di dunia dengan mencapai lebih dari 120.000 varietas, termasuk varietas tradisional (lokal/landrace) dan varietas modern hasil pemuliaan.

7. Tiongkok berhasil mengembangkan padi hibrida dengan hasil mencapai 23,8 ton/hektare di Hainan. Tokoh utama di balik keberhasilan ini adalah Yuan Longping, yang dikenal sebagai “Bapak Padi Hibrida Dunia” karena menemukan varietas padi hibrida pertama pada 1973.

8. Industri makanan pokok global terpenting adalah jagung (maize) >1,1 miliar ton, gandum (wheat). >780 juta ton dan padi dengan lebih 640 juta ton 

9. Sumber energi utama global adalah Beras (Oryza sativa) mencapai ±20%, kemudian Jagung (Zea mays ±19%) dan Gandum (Triticum spp. ±17%).

10. Ketan, sticky rice atau nasi pulut (Oryza sativa var. glutinosa) memiliki kandungan amilosa sangat rendah, sehingga teksturnya lengket setelah dimasak.

Memanen padi dengan ani ani

Menjemur gabah padi

Memisahkan bulir padi dengan kulitnya

11. Hampir semua negara Asia memiliki tradisi fermentasi beras/ketan, dengan hasil berupa makanan manis (tape, cơm rượu, khao mak) maupun minuman beralkohol tradisional (sake, sato, lao-lao, tapuy, brem) dengan pola : Asia Timur (Jepang, Korea, Tiongkok) melakukan fermentasi beras untuk menghasilkan minuman beralkohol tradisional (sake, makgeolli, huangjiu). 

Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Laos, Vietnam, Filipina, Kamboja, Myanmar) melakukan fermentasi ketan menghasilkan makanan manis (tape, cơm rượu, khao mak) sekaligus minuman tradisional.

Himalaya (Nepal, Tibet) melakukan fermentasi beras untuk minuman penghangat tubuh (chhaang).

Contoh makanan fermentasi di Asia : Tape ketan, Brem, Tuak beras (Indonesia), Khao Mak, Sato (Thailand) Cơm rượu, Rượu nếp (Vietnam), Tapuy, Basi (Filipina) Lao-Lao, Khao Lao (Laos) Sake, Amazake, Mochi (Jepang), Makgeolli Cheongju (Korea Selatan), Jiuniang, Huangjiu (Tiongkok), Sra Sor (Kamboja), Htan Yay (Myanmar), Chhaang(Nepal & Tibet)

12. Fermentasi lain : Angkak (beras merah difermentasi dengan Monascus purpureus) digunakan sebagai pewarna alami dan obat tradisional (misalnya untuk menurunkan kolesterol dan menaikan kadar haemoglobin pada penderita demam berdarah).. Koji (Jepang) beras yang diinokulasi dengan Aspergillus oryzae, dipakai untuk membuat miso, shoyu, dan sake. Idli/Dosa (India Selatan) adonan beras dan kacang urid yang difermentasi, lalu dikukus atau dipanggang.

13. IRRI atau Pusat penelitian padi ada di Philipina. 


Ada yang menambahkan? 


Tulisan terkait :

1. Sedikit tentang Ubi Jalar

2. sedikit tentang diet pelangi

3. sedikit tentang makanan penambah berat bada

4. sedikit tentang gula



Gambar ilustrasi dibuat oleh dall-e3


Banyak teman pemula di Semarang, Pekalongan hingga Rembang yang mengeluh anggreknya mudah mati.
Dari semua genus anggrek, yang paling mudah dipelihara di dataran rendah atau daerah pesisir adalah genus Dendrobium.

Anggrek Dataran Rendah

Anggrek daerah pesisir 

Banyak komunitas anggrek di Indonesia sepakat bahwa Dendrobium adalah genus paling adaptif dan rajin berbunga di kondisi panas-lembab dekat pantai, dengan perawatan minimal (semprot air pagi-sore, pupuk sebulan sekali, media pakai arang/tempurung kelapa/serabut kelapa, dan sirkulasi udara baik) dibandingkan dengan genus lain:
Alasan utama:
Daerah pesisir punya iklim dataran rendah panas (suhu siang sering 30–34°C), lembab tinggi, angin kencang dari laut mengandung garam, dan cahaya matahari terik sepanjang tahun.
Dendrobium (terutama tipe hybrid modern atau section Spatulata seperti Dendrobium anosmum (anggrek larat), Dendrobium crumenatum (anggrek merpati), Dendrobium bigibbum (anggrek ungu) tahan banting terhadap panas dan cahaya terang bahkan matahari penuh, asalkan tidak terbakar daunnya karena terlalu ekstrem.

Dendrobium anosmum

Dendrobium crumenatum

Dendrobium biggibum

Jenis dendrobium yang paling komersial di Indonesia adalah hibrida populer seperti Dendrobium phalaenopsis (Anggrek Singapura), Dendrobium Sonia, Dendrobium Burana, dan Dendrobium Caesar

Dendrobium phalaenopsis 

Genus lain, Phalaenopsis (anggrek bulan/anggrek ngengat) juga mudah dan populer untuk pemula, tapi lebih suka cahaya sedang-tidak langsung + suhu agak lebih sejuk (ideal 22–28°C), jadi di pedis atau dataran rendah sering kurang optimal kecuali ditempatkan di tempat teduh dan lembab terkontrol, misal Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan putih), Phalaenopsis schilleriana (merah), Phalaenopsis violacea (anggrek bulan ungu harum).
Phalaenopsis amabilis

Phalaenopsis schlirena

Phalaenopsis violaceae

Vanda tahan panas dan cahaya terang (bahkan lebih kuat dari Phalaenopsis), akar udaranya suka angin pantai, tapi butuh kelembaban sangat tinggi dan penyiraman /penyemprotan hampir setiap hari, kalau lupa sedikit saja bisa layu cepat mati. Vanda coerulea dan Vanda tessellata adalah pilihannya.
Vanda corulea

Vanda tessellata

Genus lain seperti Oncidium, Cattleya, atau Oncidium dancing lady juga bisa, tapi umumnya lebih rewel di panas ekstrem dibanding Dendrobium.

Jadi, kalau pemula ingin anggrek cantik yang "paling gampang hidup dan mekar tanpa repot didataran rendah tropis, mulai saja dengan Dendrobium (spesies atau hybrid), phalaenopsis-type, atau kingianum sering direkomendasikan karena tumbuh cepat dan murah.

Ada yang mau menambahkan? 



Foto dari berbagai sumber dan koleksi pribadi, kredit milik fotografernya.

Sedikit tentang Vanili

Kemarin kembali mengunjungi desa Ngrendeng untuk melihat budidaya sengon, jati dan panili. 

Panili atau Vanili adalah salah satu rempah paling berharga dan serbaguna di dunia, dikenal karena aroma dan rasanya yang khas. Namun, di balik setiap polong vanili terdapat kisah menarik yang penuh dengan fakta mengejutkan : 


  • Vanili adalah satu-satunya buah dari keluarga anggrek (Orchidaceae) yang dapat dimakan dan merupakan rempah termahal kedua di dunia setelah safron. Terdapat lebih dari 100 spesies vanili, namun hanya tiga yang dibudidayakan secara global: Vanilla planifolia (paling umum), Vanilla tahitensis (aroma lembut), dan Vanilla pompona (aroma unik, vanillin rendah).
  • Tanaman vanili berasal dari Meksiko. Suku Totonac di Veracruz, Meksiko yang pertama di dunia yang membudidayakan polong vanili dan suku Aztec mengenalnya sebagai Tlilxochitl atau "bunga hitam", mereka menggunakannya sebagai afrodisiak dan campuran minuman xocoatl atau coklat (kakao) pada 1400-an. Vanili dibawa ke Eropa oleh Hernan Cortez pada abad ke-16 dan dibawa ke Amerika oleh Thomas Jefferson pada 1789.

Liana Epifit

  • Vanili tumbuh sebagai tanaman merambat (liana) epifit atau tanaman yang tumbuh menempel pada tanaman lain (biasanya pohon), namun mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya, bukan dari inangnya. Vanili bisa mencapai panjang lebih dari 10 meter. 

Bunga anggrek 

  • Bunganya berbentuk bintang berwarna hijau kekuningan dan hanya mekar selama kurang lebih 24 jam. Jika tidak diserbuki dalam periode singkat itu, bunganya akan layu dan tidak menghasilkan polong.

Lebah melipona


Hand polination

  • Penyerbukan alami hanya bisa dilakukan oleh lebah Melipona dan Trigona di Meksiko. 
  • Di luar habitat aslinya, penyerbukan dilakukan secara manual yang disebut hand polination, sebuah teknik yang ditemukan oleh Edmond Albius pada 1841 di Reunion. Di Madagaskar, hand dilakukan oleh wanita lokal yang menyerbuki hingga 2.000 bunga per hari.

Polong vanili setelah panen 

Polong vanili setelah fermentasi 

  • Setelah penyerbukan, polong vanili tumbuh selama 8-9 bulan sebelum dipanen. 

Proses pengolahan vanili secara artisanal meliputi:

  1. Killing (pembunuhan enzim)
  2. Sweating (fermentasi)
  3. Drying (pengeringan)
  4. Conditioning (pematangan aroma)

  • Fermentasi dan pengeringan berlangsung 1,5 hingga 6 bulan menghasilkan aroma khas vanili yang berasal dari vanillin dan ratusan senyawa kompleks lainnya. Vanili alami sangat langka; sebagian besar produk vanila di pasaran menggunakan vanilin sintetis dari lignin atau kayu pinus.

  • Vanila mungkin merupakan aroma paling populer di dunia, digunakan secara luas dalam kuliner, parfum, dan pengobatan tradisional untuk mengatasi stres, masalah pencernaan, dan sebagai antioksidan. Aroma vanila dikenal menenangkan dan bersifat afrodisiak. Amerika Serikat adalah konsumen vanili terbesar di dunia, sedang produsen terbesar adalah Madagaskar, Indonesia dan Mexico.
Kalau anda tahu fakta vanili yang lebih wangi dari ini, tolong tulis di komentar dong.. 

Tulisan terkait :



Foto-foto koleksi pribadi 


Hari ini genap 27 tahun, sejak 18 Agustus 1998 kami mulai bekerja di manufaktur mebel kayu jati, baik mebel ruang dalam dan ruang luar (outdoor furniture). 
Jati, adalah salah satu bahan utama furniture yang paling mahal dan paling dicari di dunia. 
Di Indonesia, jati memiliki nilai budaya, khususnya di Jawa, karena digunakan dalam bangunan adat, mebel klasik, dan ukiran tradisional, terutama di daerah seperti Jepara, Blora, Kudus, Semarang, Klaten dan Pasuruan yang terkenal sebagai sentra kerajinan dan mebel jati.


Tidak hanya mahal dan paling dicari, kayu jati memiliki banyak sisi keunikan, ini diantaranya:

Botani dan Ekologi
1. Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari kata thekku (bahasa Malayalam) di Kerala, India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandis. 
2. Pohon jati dapat tumbuh meraksasa selama ratusan tahun dengan ketinggian 40-45 meter dan diameter 1,8-2,4 meter. Namun, rata-rata mencapai ketinggian 9-11 meter, dengan diameter 0,9-1,5 meter. 
3. Menurut sejumlah ahli botani, jati merupakan spesies asli di Burma, yang kemudian menyebar ke Semenanjung India, Thailand, Filipina, dan Jawa. Kini dikembangkan di Afrika tropis, Amerika tengah, Australia, Selandia Baru, Pasifik dan Taiwan.
4. Jati menggugurkan daun dimusim kemarau (Deciduous gugur daun). 
5. Iklim yang cocok adalah yang mengalami  musim kering tidak panjang, dengan curah hujan antara 1200–3000 mm pertahun dengan intensitas cahaya yang tinggi sepanjang tahun. Ketinggian tempat yang optimal antara 0 – 700 m dpl; meski jati bisa tumbuh hingga 1300 m dpl.
6. Tumbuh di tanah agak basa, dengan pH antara 6-8, sarang (memiliki aerasi yang baik), mengandung cukup banyak kapur (Ca, calcium) dan fosfor (P) serta tidak tahan tergenang air.
Pohon dan biji Jati

7. Pertumbuhan yang lambat dengan germinasi rendah (kurang dari 50%) membuat proses propagasi secara alami sulit, sehingga tak banyak untuk menutupi permintaan atas kayu jati, 
8. Jati Unggul Solomon (JUS) dan Jati Plus Perhutani (JPP) adalah hasil kloning dan masih termasuk dalam spesies Tectona grandis. Sedang jati emas (Tectona cordia subcordata) secara ilmiah berbeda genus dan famili. Ia berasal dari famili Boraginaceae, bukan Lamiaceae seperti jati asli.

9. Jati dibudidayakan secara konvensional dengan biji. 
10. Kayu jati terbaik berasal dari pohon yang berumur lebih dari 80 tahun, bergaris lingkar besar, berbatang lurus dengan sedikit cabang. 
11. Penyerbukan bunga dilakukan oleh banyak serangga, terutama oleh jenis-jenis lebah. 
12. Tegakan jati sering terlihat seperti hutan sejenis, yaitu hutan yang seakan-akan hanya dari satu jenis pohon. Ini terjadi di daerah beriklim muson yang kering dimana kebakaran mudah terjadi dan sebagian besar jenis pohon lain akan mati.
13. Jati termasuk spesies yang tahan kebakaran karena kulit kayunya tebal dengan buah jati berkulit tebal dan tempurung yang keras. Jika terbakar hingga suhu tertentu lembaga biji jati tidak rusak. 
14. Kerusakan tempurung biji jati akan memudahkan tunas jati untuk keluar pada saat musim hujan tiba. Jadi kebakaran hutan justru mengakibatkan proses pemurnian tegakan jati, dimana biji jati terdorong untuk berkecambah, pada saat jenis-jenis pohon lain mati. 
15. Guguran daun lebar dan rerantingan jati yang menutupi tanah melapuk secara lambat, sehingga menyulitkan gulma untuk berkembang dan guguran itu juga menjadi bahan bakar yang dapat memicu kebakaran.
16. Hutan jati paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari Kabupaten Jepara hingga Kabupaten Probolinggo, dari ketinggian 200 meter dpl seperti di Besuki hingga 650 meter dpl. 
17.  Hutan jati terluas di Indonesia berada di Kabupaten Blora, Grobogan, dan Pati, dengan luas mencapai sekitar 1.000.534 hektare, atau sekitar 67% dari total hutan produksi di Jawa. Ini menjadikan Jawa sebagai pusat utama persebaran dan pengelolaan hutan jati di Indonesia. 
18. Jati Jawa dengan mutu terbaik dihasilkan di daerah tanah perkapuran Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
19. Hampir setengah wilayah Kabupaten Blora adalah kawasan hutan. 
20. Sekitar 76% lahan hutan jati Perhutani di Jawa berupa hutan produksi, yaitu kawasan hutan dengan fungsi pokok memproduksi hasil hutan (terutama kayu). Kurang dari 24% dikukuhkan sebagai hutan lindung, suaka alam, hutan wisata, dan cagar alam.



Sejarah, Ekonomi dan Budaya 
21. Menurut T. Altona, penanaman jati pertama kali dilakukan oleh orang Hindu yang datang ke Jawa. Pendapat ini diperkuat oleh seorang ahli botani, Charceus yang mengatakan bahwa jati di Pulau Jawa berasal dari India yang dibawa sejak tahun 1500 SM hingga abad ke-7 Masehi. Kontroversi ini kemudian terjawab dengan penelitian marker genetik menggunakan teknik isoenzyme/pengujian variasi isozyme yang dilakukan oleh Kertadikara pada tahun 1994. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa jati yang tumbuh di Indonesia (Jawa) merupakan jenis asli. 
22. Jati di Jawa telah berevolusi sejak ratusan ribu tahun yang silam (Mahfudz dkk., t.t. ). Jati ini mengalami mekanisme adaptasi khusus sesuai dengan keadaan iklim dan edaphis yang berkembang ratusan ribu tahun sejak zaman quarternary dan pleistocene di Asia Tenggara. 
23. Kayu jati Jawa telah dimanfaatkan sejak zaman kerajaan Majapahit, untuk membangun rumah dan alat pertanian. Pada masa perang dunia kedua, jati di Jawa digunakan untuk membuat kapal-kapal niaga dan kapal-kapal perang. 


24. Beberapa daerah di pantai utara Jawa pernah menjadi pusat galangan kapal, seperti Tegal, Juwana, Tuban, dan Pasuruan. Galangan kapal terbesar dan paling terkenal berada di Jepara dan Rembang, hal ini dicatat oleh petualang Tomé Pires pada awal abad ke-16.
25. VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie - Kompeni Hindia Timur Belanda) sangat tertarik kepada “emas hijau” ini, sehingga mendirikan loji pertama mereka di di Jepara pada 1651 dan berdagang jati melalui Semarang, Jepara, dan Surabaya. Perdagangan jati dianggap lebih menguntungkan daripada perdagangan rempah-rempah dunia yang saat itu sedang mencapai puncak keemasannya. 
26. VOC membawa gelondongan jati Jawa ke Amsterdam dan Rotterdam. Kedua kota pelabuhan terakhir ini pun berkembang menjadi pusat-pusat industri kapal kelas dunia.
27. Raffles pada 1817 mencatat jika Jati hanya tumbuh subur di Jawa dan sejumlah pulau kecil di sebelah timurnya, yaitu Madura, Bali, dan Sumbawa. Sedang Heyne mencatat Jati di Sulawesi, hanya ada 7.000 ha di Pulau Muna dan 1.000 ha di pedalaman Pulau Butung di Sulawesi Tenggara. Analisis DNA mutakhir memperlihatkan bahwa jati di Sulawesi Tenggara merupakan cabang keturunan jati Jawa. 
28. Pascakemerdekaan, jati Jawa masih sangat menguntungkan. Produksi jati selama periode 1984-1988 mencapai 800.000 m3/tahun. Ekspor kayu gelondongan jati pada 1989 mencapai 46.000 m3, dengan harga jual dasar 640 USD/m3. 
29. Pada 1990, ekspor gelondongan jati dilarang oleh pemerintah. Perhutani mencatat bahwa 80% pendapatan mereka dari penjualan semua jenis kayu pada 1999 berasal dari penjualan gelondongan jati di dalam negeri. 
30. Pada masa yang sama, sekitar 89% pendapatan Perhutani dari ekspor produk-produk jati, terutama yang berbentuk garden furniture (outdoor furniture) atau mebel ruang luar. 
31. Sekitar 70% kebutuhan jati dunia dipasok oleh Myanmar (Burma), Sisa kebutuhan itu dipasok oleh India, Thailand, Jawa, Srilangka, dan Vietnam. Pasokan dunia dari hutan jati alami satu-satunya berasal dari Burma. 
32. Jati dikembangkan sebagai hutan tanaman di Srilangka (sejak 1680), Tiongkok (awal abad ke-19), Bangladesh (1871), Vietnam (awal abad ke-20), dan Malaysia (1909).
33. Produk-produk ekspor yang disebut berbahan Java teak (Jati Jawa, khususnya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur) sangat terkenal dan diburu oleh para kolektor dari luar negeri. 
34. Dalam klasifikasi perdagangan, kayu jati dibagi menjadi beberapa kelas. Kayu jati kelas satu ditandai dengan warna coklat keemasan yang seragam, lurus dan bahkan berbutir dengan sedikit pemasaran. Kayu kelas dua kurang berbutir lurus, agak lebih keras dan lebih gelap warnanya dan umumnya dengan garis bergelombang lebar yang lebih gelap. Kayu jati kelas tiga memiliki serat lebih dekat dan umumnya berwarna abu-abu seragam. Umumnya kayu jati perkebunan dianggap memiliki kualitas lebih rendah dan dijual sebagai kayu kelas empat. 
Negara yang mengimpor kayu jati terbanyak di dunia adalah Amerika Serikat untuk outdoor furniture dan konstruksi premium 



35. Daun jati dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan seperti nasi dan tempe karena aroma khasnya dan tahan minyak, contohnya adalah nasi Jamblang, Cirebon. Daun jati juga digunakan untuk pengobatan tradisional, Air rebusannya dipakai sebagai obat cuci luka, antiseptik. obat sariawan dan obat batuk tradisional. Orang Lamongan menyeduh tumbukan daun mudanya. Warga Madura meminum seduhan campuran asam jawa dan tumbukan daun jati yang pahit sebagai penawar sakit kolera. Daun jati mengandung zat pewarna merah-coklat yang digunakan sebagai pewarna kain dan makanan oleh masyarakat Pulau Bawean.
36. Kulit batang dipakai untuk obat penyakit kulit, luka luar,  untuk melemaskan otot dan tonikum herbal. 
37. Akarnya diramu sebagai peluruh urin (diuretik) dan penawar racun ringan. Akar jati digunakan sebagai penghasil pewarna kuning dan kuning coklat alami untuk barang anyaman masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.
38. Bunga jati atau ekstrak bunga digunakan sebagai antiinflamasi, penurun demam dan obat pencahar pada pengobatan Ayurveda di India selatan. Di beberapa wilayah Asia Selatan, bunga jati dijadikan campuran teh herbal atau rebusan ringan. 
39. Buah Jati dalam pengobatan herbal India digunakan untuk mengatasi sembelit, cacingan dan sebagai pembersih darah. 
40. Biji yang mengandung sedikit minyak, diekstraksi untuk minyak urut tradisional.
41. Kayu jati mengandung minyak alami (tectoquinone) yang membuatnya licin, tidak mudah menyerap air, tahan pembusukan, dan memberi tampilan mengkilap alami meski tidak dipernis.
42. Erosi tanah akan lebih besar terjadi jika hutan jati berbentuk hutan homogen. Di Gunung Kidul, Yogyakarta, yang gersang dan rusak parah sebelum 1978, berhasil diselamatkan dengan pola penanaman campuran jati dan jenis-jenis lain ini. Dalam selang waktu hampir 30 tahun, lebih dari 60% lahan rusak dapat diubah menjadi lahan yang produktif. Penanaman jati di kebun dan pekarangan dicampur dengan mahoni (Swietenia mahogany), akasia (Acacia villosa), dan sonokeling (Dalbergia latifolia). 
43.Di Gunung Kidul ada arboretum Jati; hutan buatan dengan koleksi 32 jenis pohon jati yang tumbuh di seluruh Indonesia. 
44.Ada juga Puslitbang Cepu yang mengembangkan bibit jati unggul yang dikenal sebagai JPP (Jati Plus Perhutani). Pengunjung boleh membeli sapihan jati dan menanamnya sendiri di sini. Pengelola kemudian akan merawat dan menamai pohon itu sesuai dengan nama pengunjung bersangkutan.
45.Museum hidup dari pepohonan jati yang berusia lebih dari seabad ada di Monumen Gubug Payung di Cepu, Blora, Jawa Tengah dengan rata-rata tinggi di atas 39 meter dan berdiameter rata-rata 89 sentimeter. 
46.Lokomotif uap di museum kereta api Ambarawa menggunakan ranting-ranting jati yang tak lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar atau biomassa kelas satu. Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi.

47. Berbagai jenis serangga hama jati juga sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan antara lain : belalang jati ( Jawa : walang kayu) dan ulat-jati (Endoclita). Ulat jati kerap dianggap makanan istimewa karena lezatnya. Ulat ini dikumpulkan menjelang musim hujan, di pagi hari ketika ulat-ulat itu bergelantungan turun dari pohon untuk mencari tempat untuk membentuk kepompong (Jawa: ungkrung). 
48. Banyak pesanggem (petani) memanfaatkan kulit pohon jati sebagai bahan dinding rumah.
49. Di sela-sela pepohonan jati, para petani menanam palawija dan memannen madu, sejumlah sumber makanan berkarbohidrat, dan obat-obatan.
50. Makanan pengganti nasi yang tumbuh di hutan jati adalah gadung (Dioscorea hispida) dan uwi (Dioscorea alata). Bahkan, iles-iles (Ammorphophallus) dikonsumsi saat paceklik. Tumbuhan obat-obatan tradisional seperti kencur (Alpina longa), kunyit (Curcuma domestica), jahe (Zingiber officinale), dan temu lawak (Curcuma longa) tumbuh di kawasan hutan ini.
51.Masyarakat desa hutan jati di Jawa juga biasa memelihara ternak seperti kerbau, sapi, dan kambing. 


Teknologi Jati
52.Pada level MC rata-rata 12%, densitas kayu jati berada pada kisaran 0,70 - 0,93 g/cm3.
Kelas kuat (PKKI): I (sangat kuat)
Kelas awet (PKKI)
Modulus Elastisitas (MOE): Sekitar 11.000–13.000 MPa, menunjukkan kemampuan lentur tinggi, cocok untuk konstruksi yang menahan beban dinamis.
Modulus Kekakuan (MOR): Rata-rata 100–120 MPa, menandakan kekuatan patah yang sangat baik.
Penyusutan Dimensi: Penyusutan tangensial ±5%, radial ±2%, sangat stabil terhadap perubahan kelembaban.
Kadar Air Ideal: 12–15% untuk pengolahan dan finishing optimal, mencegah retak dan melengkung.
Standar SNI: Sesuai SNI 03-3527-1994 untuk klasifikasi kekuatan dan keawetan kayu konstruksi.
53. Kayu jati memiliki berat jenis 0,55 hingga 0,7.
54. Ketika tumbuh di daerah kering, teksturnya sangat kasar dan tidak merata. 
55. Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan diukir, sehingga disukai untuk membuat furniture dan ukir-ukiran. Kayu yang diampelas halus memiliki permukaan yang licin dan seperti berminyak. 
56. Kayu jati mengandung Tanin (atau asam tanat) cukup tinggi, tanin adalah senyawa kimia untuk proteksi tanaman yang larut dalam air dan alkohol.
57. Finishing Rekomendasi: Cocok untuk pelitur berbasis minyak atau water-based coating, hasil akhir tetap mengkilap (glossy) karena kandungan minyak alami.
Kayu jati yang dibiarkan di luar ruangan selama bertahun-tahun akan mengalami perubahan warna alami akibat oksidasi, sinar UV, dan kelembapan. Warna coklat keemasan akan memudar menjadi abu-abu keperakan—itulah patina alami.
58. Jati terkenal sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca. Atas alasan itulah, kayu jati digunakan juga sebagai bahan dok pelabuhan, bantalan rel, jembatan, kapal niaga, dan kapal perang. 
59. Tukang kayu di Eropa pada abad ke-19 meminta upah tambahan jika harus mengolah jati. Ini karena kayu jati sedemikian keras hingga mampu menumpulkan perkakas dan menyita tenaga dan waktu mereka. 
60. Manual kelautan Inggris bahkan menyarankan untuk menghindari jung Tiongkok yang terbuat dari jati karena dapat merusak baja kapal marinir Inggris jika berbenturan. 
61. Jati Burma sedikit lebih kuat dibandingkan jati Jawa, namun permintaan jati Jawa menjadi primadona. Tekstur jati jawa lebih halus dan kayunya lebih kuat dibandingkan jati dari daerah lain. 
62. Sekitar 40 senyawa ekstraktif telah diisolasi dari kayu Jati. Tectoquinone pertama kali diisolasi oleh Romins (1887, 1888) dan dikarakterisasi sebagai 2-metil antrakuinon oleh Kafuku dan Sebe (1932). 
63. Tectoquinone atau tektoquinon (ß-metil antrakuinon), adalah senyawa kimia alami (quinone) yang termasuk golongan fitokimia dihasilkan oleh pohon jati sebagai bagian dari mekanisme pertahanan biologis terhadap hama, jamur, dan bakteri.  
64. Tingginya kandungan 2-methyl anthraquinone di gubal dan empulur menyebabkan jati tahan terhadap serangan rayap kayu (Cryptotermes brevis)
65. Komposisi ekstraktif jati cukup kompleks dan hampir semua antrakunion yang ditemukan dalam kayu efektif melawan rayap tetapi tidak efektif terhadap serangan jamur, namun, senyawa napthoquinone bersifat fungisida. 
66. Tectoquinone hanya terdapat pada jati asli, terutama dari pohon jati tua. Keberadaannya sulit ditiru oleh kayu lain, menjadikan jati mahal dan eksklusif. 
67. Jati dapat menyebabkan penyakit kulit karena mengandung Lapachol dan deoxylapachol yang membahayakan kulit walau dalam konsentrasi rendah. 

68. Tukang-tukang (dan insinyur) di Jawa kuno pada naskah-naskah seperti Kawruh Kalang mengenal beberapa jenis jati (Mahfudz dkk):
  • Jati bang : Berwarna gelap, banyak berbercak dan bergaris.
  • Jati lengo atau jati malam : kayu yang keras, berat, terasa halus bila diraba dan seperti mengandung minyak (bahasa jawa : minyak=lengo, lilin=malam). 
  • Jati sungu : Hitam, padat dan berat (bahasa jawa: sungu, tanduk).
  • Jati werut : dengan kayu yang keras dan serat berombak. 
  • Jati kembang : Serat gelap dan jelas, estetis untuk ukiran
  • Jati doreng : berkayu sangat keras dengan warna loreng-loreng hitam menyala, sangat indah.
  • Jati kapur : kayunya berwarna keputih-putihan karena mengandung banyak kapur. Kurang kuat dan kurang awet. 
69. Endapan minyak di dalam sel-sel kayu jati dapat menyebabkan awet dipakai di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap.
70. Kayu Jati digunakan pula dalam struktur bangunan, pelabuhan bahkan jembatan. 
71. Rumah-rumah tradisional joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dinding-dinding berukir (gebyok)
72. Selain diekspor ke mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah (outdoor furniture), Jati diolah menjadi vinir (veneer) untuk melapisi muka kayu murah, plywood atau MDF sehingga tampak seperti kayu lapis mahal; serta dijadikan keping-keping parket (parquet) penutup lantai. 
73. Tajuk jati rakus cahaya matahari dan cabang-cabangnya tidak bersentuhan. Perakaran jati juga tidak tahan bersaing dengan perakaran tanaman lain. Dengan demikian, serasah tanah cenderung tidak banyak. Tanpa banyak tutupan tumbuhan pada lantai hutan, lapisan tanah teratas lebih mudah terbawa oleh aliran air dan tiupan angin.


Ada yang mau menambahkan?

Tulisan terkait :

Special thanks to : VY Mulya | Manuggal Sentosa Intertrada | Sinarindo Megantara | Port Rush Indonesia - Kohler Interiors | ScanCom Indonesia - ScanCom | Mamagreen Pacific | 
  • Gambar ilustrasi dibuat di Dale3 via Bing Image Creator

Terimakasih sudah berkomentar