Tampilkan postingan dengan label idrek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label idrek. Tampilkan semua postingan
Kalau pas wira-wiri ketemu arsitek, furniture designer, product designer, pendidik di kelas desain hingga drafter,  pasti obrolan kita tak jauh dari siapa arsitek (starchitect) atau desainer terbaik saat ini.

Desainer yang hebat bukan hanya tahu cara membuat, tapi tahu apa yang perlu dibuat, mengapa, dan bagaimana produk itu akan dirasakan.
Mereka tidak hanya mendesain bentuk, tapi memahami perilaku manusia, konteks budaya, dan fungsi sosialnya.

Leonardo da Vinci menulis dalam Codex Atlanticus bahwa “saper vedere” adalah dasar dari semua ilmu dan seni. 
Leonardo da Vinci menyebut "Saper vedere" sebagai kemampuan untuk melihat dan memahami dunia dari berbagai sudut (mirip konsep Jerman : Gesamtkunstwerk) yang berarti “seniman/ desainer total” yang mengintegrasikan berbagai medium dalam satu visi.
Istilah paling umum untuk desainer total yang bekerja lintas bidang desain (arsitektur, produk, grafis) kadang disebut sebagai:
Gesamtkünstler, Architect-Designer, Design Polymath, Cross-over Designer, Multidisciplinary Designer, Multidisciplinary Designer.

Setidaknya ini desainer total terbaik menurut banyak praktisi:

Zaha Hadid  
Meskipun starchitect ini telah meninggal pada 2016, karyanya yang futuristik dan organik terus mempengaruhi dunia arsitektur dan produk desain. 
Zaha Hadid memulai kariernya sebagai arsitek di bawah bimbingan Rem Koolhaas. Setelah itu mendirikan biro arsitekturnya sendiri pada tahun 1980, ia mulai memenangkan berbagai kompetisi desain dan mengerjakan proyek dengan ciri khas desain postmodern yang dekonstruktif, bebas, dan fluid. Selain arsitektur, ia juga berkreasi menciptakan furnitur, interior, fashion, aksesori, dan instalasi. 


Karya ikonisnya antara lain  Rosenthal Centre for Contemporary Art, VorteXX Chandelier, Moon System Sofa, serta kolaborasi dengan  Lacoste, Louis Vuitton, Melissa Shoes, United Nude, Chanel Runway, Blohm+Voss Superyacht, dan berbagai produk perhiasan.

Patricia Urquiola  
Patricia Urquiola adalah arsitek dan desainer asal Spanyol, lulusan Universidad Politécnica de Madrid dan Politecnico di Milano di bawah bimbingan Achille Castiglioni. Sebelum mendirikan studionya sendiri, ia sempat menjadi partner di berbagai studio ternama. Karyanya memadukan elemen klasik dengan detail, tekstur, dan warna sederhana yang segar, membuatnya memenangkan banyak penghargaan. Ia mendesain furnitur, lighting, interior, serta aksesori dan fashion.


Beberapa karyanya: Caldera-Pontos untuk Alessi,  Crinoline Armchair,  Caboche Pendant Chandelier,  Kartell Rug Tile, serta kolaborasi dengan B&B Italia, Kettal, Salvatore Ferragamo, Tracey Neuls, LV Swing Jellies, dan GMT Watch Family untuk Maurice Lacroix

Philippe Starck  
Philippe Starck adalah starchitect dan desainer multidisiplin asal Prancis yang membaktikan hidupnya untuk menciptakan karya yang mempermudah kehidupan manusia. Ia dikenal dengan ide-ide vital dan esensial, serta menjadi orang Prancis pertama yang diundang sebagai pembicara konferensi TED. Karyanya meliputi produk fashion, furnitur, arsitektur, hingga teknologi. 


Beberapa karya ikonis: Puma Bodywear,  Samsonite Attache, LV Bag, Alain Mikli Glasses, Fossil Watch, Asahi Flamme d'Or Building di Jepang, Parrot Speaker, Baccarat Marie Coquine Chandelier, Voxan Super Naked Motorbike, serta kolaborasi dengan Nina Ricci, Ballantyne Clothing, dan Eiffel Chair serta beberapa private label furnitur.

Marcel Wanders  
Marcel Wanders, lulusan ArtEZ Institute of the Arts Arnhem dengan predikat cum laude, adalah salah satu pendiri label furnitur Moooi. Ia dikenal dengan pendekatan desain holistik yang menyatukan perancang dan pengrajin. Penyabet gelar Designer of the Year ELLE Decoration Design Awards 2006.


Wanders menghasilkan karya lintas bidang seperti Egg Vase untuk Alessi, Marks & Spencer Print Ad Collection, Knotted Chair untuk Alessi, Flos, Baccarat dan Moooi, Mondrian Hotel South Beach, Andaz Amsterdam Prinsengracht, Kameha Grand Zurich

Thomas Heatherwick  
Thomas Heatherwick, lulusan Royal College of Art, mendirikan studio yang memadukan arsitektur, desain produk, sculpturing, dan urban planning. Dikenal imajinatif dan inovatif, ia disebut Terence Conran sebagai "Leonardo da Vinci masa kini". 


Karya ikonisnya: Garden Bridge , Bleigiessen Installation, Teesside Vents,  Paternoster Power Station , Seed Cathedral (UK Pavilion, World Expo Shanghai), London Olympic Cauldron, Longchamp Zip Bag, serta desain London Double Decker Bus .

Benjamin Hubert  
Benjamin Hubert, lulusan Loughborough University, mendirikan studio LAYER. Ia menghasilkan karya berdasarkan analisa kegunaan, material, sustainability, dan proses reduksi visual. Produk-produknya sederhana namun fungsional. 


Karya: Plicate Watch,  Nava Bag,  Amass Modular Installation,  Pod Chair,  Heavy Light,  Seams Ceramic untuk Bitossi Ceramiche.

Frank Gehry  
Frank Gehry disebut sebagai bapak arsitektur post modem/dekonstruksi. Dengan gaya dekonstruktif, funk, dan avant-garde, Ia mendobrak pakem "form follows function" dengan menjadikan bentuk sebagai pemeran utama. Selain bangunan, ia juga mendesain produk industri, fashion, dan instalasi seni. 


Karya ikonis: Guggenheim Museum Bilbao, Walt Disney Concert Hall (Los Angeles), Grammy Awards Poster, Cross Chair & Mama Cloud Lighting, serta kolaborasi dengan JM Weston Shoes, Prada Hat untuk Lady Gaga, Fossil Positive/Negative Watch, Tiffany & Co Jewelry .

Jean Nouvel  
Jean Nouvel, lulusan École nationale supérieure des Beaux-Arts Paris, memulai karier sebagai desainer pameran seni dan teater. Ia dikenal berani bereksperimen dan telah memenangkan berbagai penghargaan bergengsi. 


Karya: Louvre Abu Dhabi, Georg Jensen Cutlery, YSL Bottle, Oxymore Chair untuk Figueras, SKIN Seating Molteni & C, serta berbagai proyek arsitektur dan desain produk.

Bjarke Ingels  
Lulusan Royal Danish Academy of Fine Arts, School of Architecture dan Escola Tècnica Superior d’Arquitectura, Barcelona ini dikenal dengan pendekatan inovatif yang menggabungkan keberlanjutan dan estetika modern. Ia mendirikan BIG (Bjarke Ingels Group) dan terlibat dalam berbagai proyek arsitektur serta desain produk lintas bidang.
Bjarke Ingels dikenal dengan filosofi "Yes is More" dan "hedonistic sustainability", yaitu menggabungkan keberlanjutan dengan kesenangan hidup. Ia juga pernah bekerja di OMA (Office for Metropolitan Architecture) bersama Rem Koolhaas sebelum mendirikan BIG.


Dia terkenal dengan karya inovatif seperti : VM Houses, Mountain Dwellings, 8 House, VIA 57 West di Manhattan, Superkilen Park, Amager Resource Center (ARC), Google North Bayshore HQ (California, bersama Thomas Heatherwick), Lego House (Billund, Denmark), Superkilen Park Copenhagen, Jinji Lake Pavilion, Piranesian HQ and Park Copenhagen, Gastronomy Open Ecosystem (GOe) San Sebastián, Bang & Olufsen Speaker, Armadillo Tea Pavilio, LEGO House Bilund, Gople Suspension pendant lamp

Rem Koolhaas 
Rem Koolhaas adalah arsitek asal Belanda, pendiri OMA (Office for Metropolitan Architecture). Ia juga dikenal sebagai teoritikus arsitektur dengan buku Delirious New York dan S,M,L,XL.


Karya-karya ikoniknya : China Central Television (CCTV) Ikon arsitektur modern dengan bentuk loop raksasa, simbol inovasi struktural. Seattle Central Library, Casa da Música, Porto, Embassy of the Netherlands, Berlin, De Rotterdam, Belanda, Educatorium, Utrecht, Kunsthal, Rotterdam, Knoll Furniture Collection, OMA Tools for Knoll, Prada Store Elements  

Tom Dixon  
Desainer Inggris yang terkenal dengan desain furnitur dan pencahayaan yang unik. Dia menjadi desainer secara otodidak setelah belajar teknik pengelasan untuk memperbaiki sepeda motor. Kini ia dikenal sebhgai desainer furnitur dan pencahayaan yang unik, serta menerima gelar OBE dari Kerajaan Inggris.


Karya: Aimasia Residence, Eclectic Watch, Paper Mâché Bull Sculpture, serta berbagai furnitur dan aksesori.

Nendo (Oki Sato) 
Oki Sato lulus dari jurusan Arsitektur di Waseda University, Tokyo pada tahun 2002, lalu mendirikan studio Nendo pada 2002. Studio ini menghasilkan karya lintas disiplin: arsitektur, interior, produk industri, furnitur, instalasi, grafis, fashion, dan aksesori. 


Karya: Tokyo Olympic Cauldron, ACUO Packaging untuk Logitech, COS Zipper Collaboration, ACUO-Lotte Installation, Porter Bag, Camper Shoes, Tod’s Collaboratio, Theory Melrose Interior, Beetle Shoes, serta berbagai jam tangan dan kacamata.

Karim Rashid  
Karim Rashid adalah desainer multidisiplin dengan lebih dari 3000 desain dan 300 penghargaan di 40 negara. Dikenal dengan desain yang futuristik, digital pop dan penggunaan warna-warna cerahselain itu Karim Rashid aktif merancang bangunan melalui Karim Rashid Inc.


Karya: Hotel Semiramis, Nhow Berlin Lobby Redux, Kubo House, Gemma Chair untuk B&B Italia, Nooka Watch, Issey Miyake Watches, Abbey Branch Bag, Melisa Shoes, Alessi Spacetime Lamp,serta kolaborasi dengan Davidoff, Georg Jensen, Sceye Glasses .

Norman Foster  
Norman Foster adalah starchitect Inggris yang terkenal dengan desain bangunan hijau dan ramah lingkungan, serta proyek-proyek berkelanjutan di seluruh dunia.


Karya-karyanya : Foster 500, SkyCycle (London), Desain pesawat ringan, furnitur untuk Walter Knoll dan Emeco. Kursi aluminium  untuk Emeco, Masterplan Masdar City.

Yves Béhar  
Yves Béhar adalah pendiri "Fuseproject", firma desain industrial dan branding. Lulusan Art Center College of Design ini pernah bekerja di perusahaan high-tech Silicon Valley sebelum mendirikan studionya sendiri. Ia merancang produk industri, furnitur, fashion, peralatan olahraga, aksesori, instalasi, dan branding.


Karya-karyanya antara lain: Clever Little Bag untuk Puma, Birkenstock Footprint Clogs, Jawbone, Swarovski, GE WattStation, Samsung Voyage Chandelier, Flos Zeppelin Lamp, Knotted Chair, serta desain interior untuk Andaz Hotel

Jony Ive
Mantan Chief Design Officer di Apple, terkenal dengan desain produk-produk ikonik seperti iPhone dan MacBook, Apple Stores, Apple Park (bersama Foster + Partners) dan Ferrari Luce bersama Ferrari. selengkapnya baca disini>>


Naoto Fukasawa
Dikenal dengan desain yang minimalis dan fungsional, terutama dalam produk elektronik dan furnitur.


±0 Humidifier, Muji CD Player, Issey Miyake Watch, B&B Italia Papilio Chair, Maruni Hiroshima Chair, furnitur untuk Magis, HUT Muji shops.

Ron Arad  
Ron Arad, lulusan Bezalel Academy of Arts and Design di Yerusalem dan Architectural Association School of Architecture di London, mendirikan studio desain dan arsitektur pada 1981. Ia pernah menjabat kepala departemen desain produk di Royal College of Art London. Karyanya banyak menggunakan material beton dan metal. 


Beberapa karya: Bookworm Bookshelf, Lolita Vortex Chandelier, Mediacitie Building, In Reverse Book, Look No Hands Watch untuk Alessi, PQ Eyewear, Zipflop Shoes untuk Fitflop, serta instalasi Swarovski. Tel Aviv Opera House Extension, Design Museum Holon (2010), Yad Lebanim Memorial di Tel Aviv.

Hella Jongerius
Desainer Belanda yang terkenal dengan pendekatan eksperimental dan penggunaan bahan-bahan yang tidak konvensional.


Polder Sofa (Vitra), Colour & Material Library, Red/Blue Chair reinterpretation Gerrit Rietveld), Jongeriuslab Projects studio riset, Pameran “Breathing Colour” Design Museum.

Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan terkait :


  • Foto kolase ilustrasi diambil dari Pinterest, Kredit milik fotografernya.
#Gesamtkünstler #ArchitectDesigner #DesignPolymath #CrossOverDesigner #MultidisciplinaryDesigner #MultidisciplinaryDesigner #starchitect #desainerlampu #totaldesain #Gesamtkunstwerk

Sedikit tentang Origami

Origami dalam kehidupan modern, bukan hanya seni, tetapi juga diterapkan dalam berbagai bidang:  
  • Pendidikan: Melatih motorik halus, konsentrasi, kreativitas, dan pemahaman geometri.  
  • Arsitektur & Desain: Digunakan untuk menciptakan struktur lipatan pada bangunan, furnitur, dan dekorasi.  
  • Teknologi & Sains:  Desain robot lipat.- Panel surya lipat untuk luar angkasa. 
  • Stent medis dan struktur lipatan dalam bedah minimal invasif.  
  • Seni & Fashion: Inspirasi dalam desain pakaian, instalasi seni, dan kerajinan tangan.  
Apa Itu Origami?
Origami dari bahasa Jepang (折り紙): ori berarti lipat, kami/gami berarti kertas.  
Merupakan seni melipat kertas menjadi bentuk dua atau tiga dimensi tanpa menggunakan gunting atau lem yang ada sejak abad 6 masehi dan memiliki berbagai aliran seperti klasik, modern, dan modular, kini diterapkan dalam bidang pendidikan, desain, arsitektur, hingga teknologi medis.  

Teknik Dasar Origami :
  1. Valley Fold  谷折り (Tani-ori) Tani = lembah, ori = lipatan.Lipatan ke dalam, garis lipatan tampak seperti lembah.
  2. Mountain Fold  山折り (Yama-ori), Yama = gunung, ori = lipatan. Lipatan ke luar, garis lipatan tampak seperti puncak gunung.
  3. Squash Fold  つぶす折り (Tsubusu-ori) Tsubusu = menekan/meratakan. Membuka lipatan lalu meratakannya, sering dipakai untuk membuat bentuk simetris.
  4. Reverse Fold  中割り折り (Naka-wari-ori), Naka = dalam, wari = membagi, ori = lipatan. Melipat bagian ke arah berlawanan, biasanya untuk paruh, kaki, atau ekor.

Aliran utama Origami:  
  1. Origami Klasik  伝統折り紙 (Dentō Origami), Dentō = tradisional, Origami = lipatan kertas. Merujuk pada bentuk-bentuk klasik seperti bangau (orizuru), katak, atau perahu. Misal : Bangau (Orizuru)  Bentuk paling ikonik, simbol perdamaian dan umur panjang. Perahu Kertas (Fune)  Bentuk sederhana yang sering diajarkan pada anak-anak. Katak (Kaeru)  Bisa dilipat sehingga bisa melompat.
  2. Origami Modern  現代折り紙 (Gendai Origami), Gendai = modern. Lebih kompleks, sering menyerupai hewan realistis atau bentuk abstrak. Akira Yoshizawa Disebut "Bapak Origami Modern". Dia menciptakan ribuan model baru dan memperkenalkan sistem simbol lipatan (Yoshizawa-Randlett system). Karya terkenal: hewan realistis seperti kucing, ikan, dan serangga.
  3. Modular Origami  組み立て折り紙 (Kumitate Origami) atau kadang disebut ユニット折り紙 (Yunitto Origami). Kumitate = merakit, Yunitto = unit. Menggabungkan banyak potongan kertas menjadi satu bentuk, misalnya bola kusudama. Kusudama adalah bola hias dari banyak unit kertas, sering digunakan untuk dekorasi pesta atau upacara. Sonobe : Unit  Modul sederhana yang bisa dirangkai menjadi berbagai bentuk geometris. Tokoh modular origami: Mitsunobu Sonobe
  4. Wet-Folding  ウェットフォールディング (Wetto Fōrudingu), Istilah serapan dari bahasa Inggris. Teknik melipat dengan kertas yang sedikit dibasahi agar lebih lentur dan hasilnya lebih kokoh dan realistis. Tokoh : Akira Yoshizawa. Contoh karya: patung origami hewan dengan bentuk natural (misalnya burung dengan sayap melengkung
  5. Origami geometris/matematis meliputi: Kikagaku Origami (幾何学折り紙) kikagaku (幾何学 ) = geometri artinya origami geometris. Tokoh : Hideo Komatsu: Ahli origami dengan pendekatan geometris dan figuratif. Sūgaku Origami(数学折り紙) sūgaku (数学) = matematika : Digunakan untuk menekankan aspek matematis dalam origami. Tokoh : Toshikazu Kawasaki. terkenal dengan lipatan matematis seperti Kawasaki Rose dan teorema lipatan sudut. Origami Teserēshon (折り紙テセレーション) teserēshon (テセレーション) = tessellation (serapan dari bahasa Inggris). Merujuk pada pola lipatan berulang seperti mosaik. Ini adalah cabang origami yang menekankan pola tessellation (lipatan berulang), simetri, dan struktur matematis.  Pola tessellation adalah lipatan abstrak berupa pengulangan bentuk geometris dari satu lembar kertas, dan Tokoh : Robert J. Lang, Madonna Yoder, serta Michał Kosmulski. Kikagakuteki Kōzō Origami(幾何学的構造折り紙) - struktur geometris Digunakan dalam konteks penelitian atau desain arsitektural.

Istilah Jepang dalam Origami 
折り紙 (Origami)
Kanji: 折 (ori = lipat) + 紙 (kami = kertas).
Secara harfiah berarti "melipat kertas".
折り畳み (Oritatami)
Artinya "lipatan berulang" atau "melipat berulang kali".
Kadang dipakai untuk menjelaskan pola lipatan kompleks.
折りパターン (Ori Pataan)
"Pola lipatan". Digunakan untuk menyebut crease pattern (diagram lipatan).
ねじり折り (Nejiri-ori)
"Twist fold" atau lipatan berputar, sangat penting dalam tessellation origami.
畳み込み (Tatamikomi)
"Melipat ke dalam", istilah untuk lipatan yang menyembunyikan bagian kertas.
格子 (Kōshi)
"Grid" atau kisi-kisi lipatan (bisa berupa kotak, segitiga, atau heksagonal).
タイル (Tairu) Istilah terkait Tessellation
Dari bahasa Inggris "tile", tapi dipakai dalam konteks pola ubin berulang.
敷き詰め (Shikitsume) Istilah terkait TessellationArtinya "menutupi permukaan rapat", mirip konsep tessellation dalam matematika.
Ada yang mau menambahkan? 

Siapa bilang usia membatasi seseorang untuk belajar? Justru, mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru di usia lanjut bisa menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kehidupan seseorang walau ada penurunan kondisi fisik dan kemampuan kognitif sebagai konsekuensi alami dari penuaan biologis. 

Banyak penelitian ilmiah dan pendapat ahli menunjukkan bahwa orang lansia tetap berkemampuan mempelajari keterampilan baru, baik itu motorik maupun kognitif.

Orang lansia biasanya memiliki banyak pengalaman kerja dan keahlian yang sudah teruji. Banyak orang tua yang masih membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama karena dana pensiun yang tidak mencukupi atau besarnya tanggungan keluarga.

Di bidang dan pekerjaan tertentu, orang lansia mungkin memiliki keterbatasan fisik atau kesehatan yang dianggap sebagai hambatan oleh perusahaan, meski begitu, mereka sebenarnya masih bisa belajar, bahkan menciptakan hal-hal baru.

Berikut beberapa contoh orang yang mencapai kesuksesan besar setelah usia 50 tahun:

  • Mary Kay Ash (AS) di usia 50+ mendirikan perusahaan kosmetik Mary Kay Cosmetics dengan sistem penjualan langsung, sukses besar setelah usia 50 tahun
  • Stan Lee (AS) Meski sudah lama di industri komik, banyak karakter Marvel yang mendunia justru diciptakan setelah ia melewati usia 50. Justru setelah 50, ia bertransformasi dari penulis komik menjadi ikon global.
  • Rodney Dangerfield (AS) Komedian yang baru benar-benar terkenal setelah usia 50, membuktikan karier hiburan bisa meledak di usia matang.
  • Raymond Chandler (AS) Menjadi penulis novel detektif terkenal (The Big Sleep) setelah usia 50, sebelumnya bekerja di bidang lain.
  • Martha Stewart (AS), di usia 50+ mendirikan Martha Stewart Living, sebuah ekspansi besar bisnis gaya hidup setelah usia matang.
  • Anita Roddick (Inggris), di usia 50+ memulai toko kosmetik kecil, The Body Shop yang berkembang pesat setelah usia 50+
  • Roberto Goizueta (Kuba/AS) di usia 50+ mengembangkan Coca-Cola menjadi salah satu brand paling berharga di dunia.
  • Chaleo Yoovidhya (Thailand) pada usia 50+ menciptakan minuman energi Red Bull yang kemudian mendunia.
  • David Duffield (AS) pada usia 50+ mendirikan perusahaan software Workday, setelah sukses sebelumnya dengan PeopleSoft.

  • Bernie Marcus : Setelah dipecat pada usia 50 tahun, Bernie Marcus mendirikan The Home Depot. Dua toko pertama dibuka pada tahun 1979 di Atlanta, Georgia.
  • Falguni Nayar : pendiri dan CEO Nykaa, salah satu platform e-commerce kecantikan terbesar di India. Ia memulai Nykaa pada usia 50 tahun setelah meninggalkan karier panjang sebagai bankir investasi. Kini, ia adalah salah satu wanita terkaya di India dengan kekayaan lebih dari $4 miliar
  • Leo Goodwin: Pendiri GEICO mulai karier di dunia asuransi pada usia 50 tahun.
  • Julia Child: Chef terkenal ini mulai belajar memasak di Prancis dan menerbitkan bukunya Mastering the Art of French Cooking pada usia 50 tahun.
  • Vera Wang : Memulai karier desainer gaun pengantin pada usia 51 tahun. 
  • Henry Royce (Inggris) di usia 51 tahun
  • bersama Charles Rolls, membangun perusahaan otomotif legendaris. Rolls-Royce.
  • Joseph A. Campbell (AS), di usia 52 tahun mendirikan perusahaan makanan kaleng yang mendunia Campbell Soup Company.
  • Arianna Huffington: Mendirikan The Huffington Post pada usia 55 tahun. 

  • Ray Kroc: Pria yang membawa McDonald's menjadi raksasa restoran cepat saji global. Ray Kroc membeli McDonald's pada usia 52 tahun dan mulai mengembangkan bisnis tersebut menjadi jaringan restoran terbesar di dunia.
  • Carol Myott : co-founder Flapjackery, sebuah usaha flapjack artisan asal Inggris. Ia mendirikan bisnis ini bersama temannya Sally Jenkin pada tahun 2015, di usia 55 tahun, menggunakan resep flapjack keluarganya dari tahun 1960-an. Kini Flapjackery berkembang menjadi jaringan toko dengan omzet jutaan pound sterling
  • Taikichiro Mori, Mori Building Company : Memulai bisnis properti besar di usia 55 tahun setelah karier sebagai profesor. Perusahaannya jadi raksasa properti di Jepang dan membuatnya dua kali tercatat sebagai orang terkaya di dunia. 
  • Duncan Hines: Penulis buku resep dan nama merek roti yang dikenal luas mulai karier kuliner pada usia 55 tahun.
  • Wally Blume, Mendirikan perusahaan es krim populer Denali Ingredients (Moose Tracks)  pada usia 57 tahun.
  • Takao Yasuda (Jepang), di usia 60, Mengembangkan jaringan retail populer di Asia : Don Quijote (Donki).
  • Kathryn Joosten (AS) Aktris yang baru meniti karier televisi di usia 60-an, memenangkan dua Emmy Awards untuk perannya di Desperate Housewives.
  • Charles Flint : Mendirikan IBM pada usia 61 tahun. 
  • Harland David Sanders atau Colonel Sanders: Pendiri KFC (Kentucky Fried Chicken), Harland Sanders, mulai membangun kerajaan bisnisnya di usia 65 tahun setelah pensiun dari pekerjaan sebelumnya.
  • Laura Ingalls Wilder: Penulis buku "Little House on the Prairie" mulai menulis bukunya pada usia 65 tahun.
  • Grandma Moses (AS) Mulai melukis secara serius di usia 78, karyanya kemudian dipamerkan di galeri besar dan jadi legenda seni rakyat Amerika.
  • Harry Bernstein (Inggris/AS) Menulis memoar The Invisible Wall di usia 96 tahun, sukses besar dan diakui dunia.

Mereka semua menunjukkan bahwa usia tidak selalu menjadi penghalang untuk mencapai impian dan kesuksesan. Orang tua sebenarnya masih bisa belajar hal baru dan sukses di usia senja. 

Apakah ada orang lain yang kamu ketahui?

Tulisan terkait :


  • Dari berbagai sumber
  • Gambar ilustrasi diambil dari duckduckgo
#suksesdiusialanjut #memulaiusahasetelahpensiun #menjadipengusahadiusiatua #ayoberbisnis

Sedikit tentang Prototyping

Dalam pengembangan produk, satu produk akhir bisa didahului oleh berbagai purwa rupa atau kesan pertama yang disebut prototype.

Kata prototipe berasal dari bahasa Yunani: protos berarti pertama dan typos berarti kesan.

Tidak semua prototipe harus sempurna beberapa cukup memadai untuk fungsi tertentu.

Tujuan utama prototipe plastik:

  • Tampilan: Tampilan, termasuk bentuk keseluruhan, tekstur permukaan, dan warna.
  • Kecocokan: Kemampuan untuk terhubung dengan bagian lain dalam suatu rakitan (knock down) atau kemasan.
  • Fungsi: Ketahanan terhadap paparan cuaca, tekanan, benturan, panas, radiasi, atau bahan kimia bahkan laju fluida seperti air dan angin (coefisien drag).
  • Kemampuan produksi: Apakah bisa dibuat dengan metode produksi massal seperti CNC atau injection molding.
  • Kelayakan pasar: Apakah cukup menarik bagi konsumen.
  • Perletakan (lay out) : Perletakan yang akurat pada rak display, ruang pamer bahkan pada kotak kemasan.

Material Plastik yang umum dipergunakan untuk prototyping:

  • ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) adalah pilihan paling umum karena keseimbangan antara kekuatan, kemudahan pemrosesan, dan biaya.
  • PLA (Polylactic Acid) juga sangat populer dalam pencetakan 3D karena mudah digunakan dan berasal dari bahan alami, meskipun kurang tahan terhadap panas dan benturan dibanding ABS.

Karena pengembangan produk bersifat iteratif, biasanya melibatkan beberapa tahap prototyping (baca 13 jenis sample).

Berikut adalah beberapa metode yang populer:

1. Virtual Prototyping, Menggunakan perangkat lunak CAD 3D untuk mensimulasikan desain. 

Kelebihan: Bisa diuji secara digital, cepat dan murah. 

Kekurangan: Hanya digital, berisiko jika langsung diproduksi massal.

2. Stereolithography Apparatus (SLA), Menggunakan laser untuk mengeraskan resin fotopolimer lapis demi lapis.

Kelebihan: Cepat, murah, hasil permukaan halus.

Kekurangan: Material terbatas, hasil rapuh dan tidak stabil.

3. Selective Laser Sintering (SLS), Laser menyatukan bubuk material menjadi bentuk padat.

Kelebihan: Lebih kuat dari SLA, cocok untuk uji bentuk dan fungsi ringan.

Kekurangan: Permukaan kasar, material terbatas, tidak cocok untuk uji produksi.

4. Fused Deposition Modeling (FDM), Mencetak lapisan resin termoplastik menggunakan kepala cetak panas.

Kelebihan: Kuat, cocok untuk uji bentuk dan fungsi.

Kekurangan: Lambat, permukaan bertingkat, material terbatas.

5. Three Dimensional Printing (3DP),  Mencetak material seperti plester untuk model konsep.

Kelebihan: Paling cepat dan murah, bisa berwarna.

Kekurangan: Rapuh, permukaan kasar, tidak cocok untuk uji fungsi atau produksi.

6. Polyjet (PJET), Mirip SLA, menggunakan sinar UV untuk mengeraskan resin.

Kelebihan: Lebih murah dan ramah lingkungan kantor.

Kekurangan: Ukuran terbatas, material terbatas.

7. CNC Machining, Memotong material padat menggunakan mesin CNC.

Kelebihan: Cepat, hasil mirip injection molding, cocok untuk uji bentuk, fungsi, dan kelayakan.

Kekurangan: Tidak efisien untuk produksi massal.

8. Rapid Injection Molding (RIM), Menggunakan perangkat lunak khusus untuk membuat cetakan injeksi dengan cepat.

Kelebihan: Hasil nyata, cepat, cocok untuk uji fungsi dan produksi awal.

Kekurangan: Biaya cetakan awal bisa tinggi untuk volume kecil.

Ada yang mau menambahkan? 


Tulisan terkait :



  • dari bebrbagai sumber
  • gambar ilustrasi dibuat oleh dall-e3


#mockup #purwarupa #plasticprototyping #plasticproductdesign #macammacamprototype #jenissample #macampurwarupa


Mahasiswa dari kampus-kampus elite seperti Harvard, Oxford, MIT, dan Stanford tidak hanya mengandalkan kecerdasan, tapi juga strategi belajar yang terbukti secara ilmiah. Mereka belajar lebih cerdas, bukan lebih keras. 
Belajar efektif bukan soal durasi, tapi soal strategi. 
Dengan menerapkan teknik-teknik ini secara konsisten, anda bisa meningkatkan daya ingat, pemahaman, dan performa akademik secara signifikan.  
Berikut adalah teknik-teknik yang mereka gunakan untuk meningkatkan pemahaman, daya ingat, dan performa akademik.

Uji diri

1.Active Recall atau Uji Diri (Harvard): Jangan cuma baca ulang, tapi uji diri sendiri dengan pertanyaan atau kuis tanpa melihat sumber. 
Contoh praktis: Setelah belajar, tutup buku dan coba tulis ulang poin-poin penting dari ingatan.
Manfaat: Meningkatkan retensi dan pemahaman jangka panjang.

2. Spaced Repetition atau Hafalan Bertahap (Harvard) : Belajar dalam interval waktu tertentu, bukan sekaligus. Teknik ini membantu otak menyimpan informasi lebih lama.
Cocok untuk: Kosakata bahasa asing, rumus matematika, atau definisi penting.
Tools populer: Anki, Quizlet.

hindari sks

3. Avoid Cramming atau Hindari Sistem Kebut Semalam (Harvard) :  Harvard sangat menentang Sistem Kebut Semalam (SKS). Belajar mendadak hanya efektif untuk ujian jangka pendek, tapi buruk untuk pemahaman mendalam.

4. Organisasi Informasi atau Atur, Jangan Acak (Harvard) : Informasi yang terstruktur lebih mudah diingat. Mahasiswa top menggunakan mind map, tabel, atau folder digital untuk mengelompokkan materi.
Tips: Gunakan warna, simbol, dan hierarki visual agar lebih mudah diproses oleh otak.

5. Refleksi dan Analisis atau Belajar secara kritis (Harvard) : Belajar bukan hanya menyerap, tapi juga mengaitkan informasi lama dengan yang baru, lalu menganalisisnya.
Manfaat: Membangun pemahaman yang lebih dalam dan aplikatif.


Selain dari Harvard, berikut ini dari kampus-kampus top dunia atau dari pengajar tersohor:

6. SQ3R Method (Oxford) : Teknik membaca aktif yang sangat cocok untuk buku teks atau jurnal akademik. Langkah-langkahnya:
Survey: Tinjau cepat isi bacaan
Question: Buat pertanyaan dari topik
Read: Baca dengan fokus
Recite: Jelaskan kembali dengan kata sendiri
Review: Tinjau ulang untuk memperkuat pemahaman.

Seolah ajarkan ke orang awam

7. Feynman Technique (MIT & Stanford) :  Ajarkan kembali materi yang kamu pelajari seolah-olah ke orang awam.
Tujuan: Jika kamu bisa menjelaskan dengan sederhana, berarti kamu benar-benar paham.

8. Interleaving atau Bergantiana (Stanford) : Campur topik belajar dalam satu sesi. Misalnya, belajar matematika lalu sejarah.
Efeknya: Otak lebih terlatih membedakan dan memahami konsep secara mendalam.

9. Pomodoro Technique (Global) : Belajar selama 25 menit, istirahat 5 menit. Setelah 4 sesi, ambil istirahat lebih panjang.
Manfaat: Menjaga fokus, menghindari kelelahan, dan meningkatkan produktivitas.

Eksperimen langsung

10. Hands-On Learning (MIT) : Belajar berbasis proyek atau eksperimen langsung.
Contoh: Mahasiswa teknik membuat prototipe nyata, bukan hanya belajar teori.
Manfaat: Menghubungkan teori dengan praktik agar memahami konsep dan proses.

11. Interrogative Reading (Oxford) : Tidak hanya membaca pasif, mereka menginterogasi teks:
Mengapa ini penting?
Apa argumen lawannya?
Bagaimana ini bisa diterapkan?

12.Dual Coding (MIT + Stanford):  Menggabungkan teks dan visual (diagram, grafik, mind map) untuk memperkuat ingatan.
Manfaat: Informasi lebih mudah diserap jika disajikan dalam dua format berbeda.

13.Conceptual Chunking (Stanford): Mengelompokkan informasi ke dalam Chunk atau unit konsep.
Contoh: Daripada menghafal 10 fakta terpisah, gabungkan dalam satu kerangka logis.
Self explanation

14.Self-Explanation (Michelene Chi): Setelah belajar, mahasiswa menjelaskan kembali materi dengan kata-kata sendiri, bahkan jika tidak ada orang lain yang mendengarkan.
Tujuan: Memastikan pemahaman mendalam dan menemukan celah dalam logika.

Mana yang lebih baik menurutmu?
Kalau pemalas seperti saya lebih suka metoda profesor Feynman dan Hands on learning..

Tulisan terkait :


  • Gambar-gambar ilustrasi menggunakan model AI DALL-E3
  • Dedicated to Tara Kirana Hapsari 








Desain pencahayaan atau lighting design bukan hanya soal menerangi ruangan, tapi juga menciptakan suasana, membentuk ruang, dan menyampaikan ekspresi artistik. Dunia desain pencahayaan memiliki tokoh-tokoh legendaris dan berpengaruh.

Para desainer pencahayaan atau lighting designer berikut ini diurut menurut era ala Charles Jenks :

1. Pelopor Awal & Era Fungsionalisme (1920-1950-an). Era ini ditandai oleh pergeseran dari dekorasi murni ke fungsi. Cahaya mulai dipandang sebagai elemen teknis yang dapat dibentuk untuk kebutuhan manusia, lampu bukan sekadar tempat memasang bohlam. 

Poul Henningsen (1894-1967) Denmark. Master dalam membentuk cahaya anti-silau. Seri PH Lamp-nya (seperti PH Artichoke dan PH 5) untuk Louis Poulsen, dirancang untuk meminimalkan silau dan menghasilkan cahaya lembut. 

Konsepsinya memadukan fungsi optik dengan estetika Skandinavia. Dengan filosofi “form meets function”,  lampunya dirancang untuk menghasilkan cahaya lembut dan tidak menyilaukan. 


George Carwardine (1887-1948) Inggris. Seorang insinyur otomotif yang menciptakan prototipe lampu kerja paling ikonik: Anglepoise Lamp (1932) Lampu ini menjadi ikon desain industri dan bahkan menginspirasi karakter Pixar yang terkenal.

Desainnya yang menggunakan pegas untuk keseimbangan sempurna menjadi standar emas untuk lampu kerja (task lamp) di seluruh dunia. 

Serge Mouille (1922-1988) Prancis.  Karyanya yang seperti patung kinetik dengan lengan-lengan ramping dan kap lampu hitam adalah respons artistik terhadap kebutuhan fungsional.

Memadukan fungsi dengan siluet skulptural, sangat berpengaruh di Prancis.


Isamu Noguchi (1904-1988) Jepang/AS, Seniman patung yang menciptakan lampu "Akari" dari kertas washi dan bambu.

Karyanya memadukan tradisi Jepang dengan modernisme organik, menjadikan lampu sebagai karya seni.


2. Era Mid-Century Modern (1950-1970-an), Ledakan optimisme pasca-perang, material baru (plastik, fiberglass), dan bentuk-bentuk organik maupun geometris yang bersih mendominasi era ini. Lampu menjadi bagian tak terpisahkan dari konsep interior modern.

George Nelson (1908-1986) Amerika. "Bubble Lamp" dan "Saucer Lamp" adalah contoh cemerlang penggunaan material industri (plastik semprot) untuk menciptakan objek yang ringan, puitis, dan terjangkau.


Gino Sarfatti (1912-1985) Italia. Pendiri "Arteluce" dan pelopor penggunaan lampu halogen. Sering bereksperimen dengan modul multi-lengan seperti karya ikonik "Sputnik".

Dia memperkenalkan material baru dan bereksperimen dengan segala bentuk, dari lampu gantung multi-lengan yang rumit hingga desain minimalis. Model 2097 Chandelier-nya tetap relevan hingga kini.


Achille Castiglioni (1918-2002), Italia. Salah satu desainer Italia paling cerdas dan berpengaruh. yang menciptakan Arco Floor, lampu lantai dengan lengkungan dramatis dan alas marmer. Lampu Arco (1962) yang ikonik memecahkan masalah pencahayaan di atas meja makan tanpa perlu melubangi langit-langit.

Filosofinya: desain harus menyelesaikan masalah yang belum disadari oleh pengguna.


Arne Jacobsen (1902-1971), Denmark. Arsitek dan desainer total. AJ Lamp (1957) yang ia rancang untuk SAS Royal Hotel Copenhagen memiliki profil asimetris yang khas dan dirancang untuk memfokuskan cahaya dengan sempurna.

Gaya minimalis dan elegan, sangat berpengaruh dalam desain Skandinavia


Emil Stejnar (1939-..), Austria. Dikenal dengan lampu gantung "Sputnik" dan "Snowflake" (seperti Dandelion Chandelier) yang terinspirasi dari bentuk alam dan era antariksa (Space Age). 

Karyanya menangkap kemewahan dan optimisme tahun 50-an dan 60-an. Karyanya dipengaruhi oleh astrologi dan mistisisme, serta latar belakangnya sebagai pembuat perhiasan.


Verner Panton (1926-1998), Denmark. Sezaman dengan Jacobsen tetapi jauh lebih eksperimental dan "pop". 

Ia terkenal dengan penggunaan warna-warna cerah dan bentuk-bentuk futuristik seperti pada VP Globe dan FlowerPot Lamp. Ia masuk dalam Era Mid-Century Modern dengan gaya yang sangat khas.


3. Era Eksperimen & Puisi Cahaya (1970-1990-an). Era ini ditandai oleh dua gerakan: satu sisi adalah eksplorasi teknologi baru seperti halogen, dan sisi lain adalah pemberontakan terhadap modernisme yang kaku, melahirkan desain yang lebih puitis, artistik, dan terkadang humoris.

Gaetano Sciolari (1927-1994) Italia, desainnya mendefinisikan kemewahan era 70-an. Ia menggabungkan garis-garis geometris dan futuristik dengan material klasik seperti kuningan dan krom, menciptakan chandelier yang sculptural futuristik yang terinspirasi dari satelit dan arsitektur brutalist dan glamor yang banyak tampil di film dan interior mewah 70-80-an. 

Karyanya memadukan geometri bertingkat dan logam berkilau


Ingo Maurer (1932-2019) Jerman, Sang "Penyair Cahaya". Ia melampaui fungsi untuk menyentuh emosi. Karyanya seperti Lucellino (bola lampu bersayap bulu), Bulb, dan Zettel'z (lampu gantung dari kertas) adalah seni instalasi yang bisa digunakan di rumah dan menantang batas fungsi dan estetika. 

Ia sering menggunakan bahan tak lazim seperti piring pecah atau kertas dalam instalasi lampunya


Richard Sapper (1932-2015) Jerman/Italia, Seorang jenius teknik dan desain. Tizio Lamp (1972) untuk Artemide adalah sebuah keajaiban keseimbangan dan konduktivitas listrik tanpa kabel yang terlihat, menjadi ikon di Era Eksperimen.



4. Era Postmodern & Memphis (1980-an), Sebagai sub-era dari eksperimen, gerakan ini secara sadar menolak aturan "form follows function". Mereka menggunakan warna-warna berani, bentuk asimetris, dan material tak terduga untuk menciptakan objek yang provokatif dan penuh karakter.

Ettore Sottsass (1917-2007) Italia, Pendiri Memphis Group, sebuah desain kolektif yang mengguncang dunia pada tahun 80-an. Lampunya, seperti Tahiti Lamp, adalah contoh sempurna dari gaya ini: anti-konvensional, penuh warna, dan lebih mirip patung mainan daripada alat penerangan. Merancang lampu seperti Callimaco dan Pausania untuk Artemide.

Filosofinya: desain harus menyentuh sisi emosional dan spiritual manusia


5. Era Avant-Garde Kontemporer (1990-Sekarang), Era ini didorong oleh kemajuan teknologi LED, keberlanjutan (sustainability), dan kaburnya batas antara desain, seni, dan sains. Desain menjadi lebih minimalis, konseptual, dan sering kali interaktif.

Philippe Starck (1949-..) Prancis, Superstar desain yang karyanya ada di mana-mana sejak akhir 80-an. Lampu Miss Sissi (1991) untuk Flos mendemokratisasi desain berkualitas.

Sementara karyanya yang lain sering kali provokatif dan cerdas. Ia menjembatani Era Postmodern dan Kontemporer.


Tom Dixon (1959-...) Inggris, Menggabungkan eksperimen material (tembaga, kuningan, resin) dengan bentuk pahat industrial. Karya seperti "Beat Light" menjadi ikon desain modern.


Michael Anastassiades (1967-...) Siprus/Inggris, Karyanya adalah masterclass dalam keseimbangan dan kesederhanaan geometris. Desainnya untuk Flos, seperti seri IC Lights, terasa seperti patung yang rapuh dan puitis.



Olafur Eliasson (1967-..) Islandia/Denmark, Lebih dari seorang desainer, Dia menggabungkan seni instalasi, sains, dan cahaya, jadi karyanyua berada di skala instalasi besar seperti  "The Weather Project" di Tate Modern. 

Dia adalah seniman yang menggunakan cahaya sebagai medium utamanya untuk mengeksplorasi persepsi dan fenomena alam. 

Ada yang mau menambahkan? 


Tulisan terkait :








Terimakasih sudah berkomentar