Sedikit tentang Desainer Total Terbaik
13 Mar 2026 by yoxx
- Foto kolase ilustrasi diambil dari Pinterest, Kredit milik fotografernya.
13 Mar 2026 by yoxx
Posted in: idrek | 1 komentar | |
9 Mar 2026 by yoxx
Apa Itu Origami?Origami dari bahasa Jepang (折り紙): ori berarti lipat, kami/gami berarti kertas.Merupakan seni melipat kertas menjadi bentuk dua atau tiga dimensi tanpa menggunakan gunting atau lem yang ada sejak abad 6 masehi dan memiliki berbagai aliran seperti klasik, modern, dan modular, kini diterapkan dalam bidang pendidikan, desain, arsitektur, hingga teknologi medis.
Istilah Jepang dalam Origami折り紙 (Origami)Kanji: 折 (ori = lipat) + 紙 (kami = kertas).Secara harfiah berarti "melipat kertas".折り畳み (Oritatami)Artinya "lipatan berulang" atau "melipat berulang kali".Kadang dipakai untuk menjelaskan pola lipatan kompleks.折りパターン (Ori Pataan)"Pola lipatan". Digunakan untuk menyebut crease pattern (diagram lipatan).ねじり折り (Nejiri-ori)"Twist fold" atau lipatan berputar, sangat penting dalam tessellation origami.畳み込み (Tatamikomi)"Melipat ke dalam", istilah untuk lipatan yang menyembunyikan bagian kertas.格子 (Kōshi)"Grid" atau kisi-kisi lipatan (bisa berupa kotak, segitiga, atau heksagonal).タイル (Tairu) Istilah terkait TessellationDari bahasa Inggris "tile", tapi dipakai dalam konteks pola ubin berulang.敷き詰め (Shikitsume) Istilah terkait TessellationArtinya "menutupi permukaan rapat", mirip konsep tessellation dalam matematika.
Posted in: idrek | 1 komentar | |
23 Des 2025 by yoxx
Siapa bilang usia membatasi seseorang untuk belajar? Justru, mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru di usia lanjut bisa menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kehidupan seseorang walau ada penurunan kondisi fisik dan kemampuan kognitif sebagai konsekuensi alami dari penuaan biologis.
Banyak penelitian ilmiah dan pendapat ahli menunjukkan bahwa orang lansia tetap berkemampuan mempelajari keterampilan baru, baik itu motorik maupun kognitif.
Orang lansia biasanya memiliki banyak pengalaman kerja dan keahlian yang sudah teruji. Banyak orang tua yang masih membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama karena dana pensiun yang tidak mencukupi atau besarnya tanggungan keluarga.
Di bidang dan pekerjaan tertentu, orang lansia mungkin memiliki keterbatasan fisik atau kesehatan yang dianggap sebagai hambatan oleh perusahaan, meski begitu, mereka sebenarnya masih bisa belajar, bahkan menciptakan hal-hal baru.
Berikut beberapa contoh orang yang mencapai kesuksesan besar setelah usia 50 tahun:
Mereka semua menunjukkan bahwa usia tidak selalu menjadi penghalang untuk mencapai impian dan kesuksesan. Orang tua sebenarnya masih bisa belajar hal baru dan sukses di usia senja.
Apakah ada orang lain yang kamu ketahui?
Tulisan terkait :
Posted in: curhat, idrek, inspira | 0 komentar | |
19 Des 2025 by yoxx
Dalam pengembangan produk, satu produk akhir bisa didahului oleh berbagai purwa rupa atau kesan pertama yang disebut prototype.
Kata prototipe berasal dari bahasa Yunani: protos berarti pertama dan typos berarti kesan.
Tidak semua prototipe harus sempurna beberapa cukup memadai untuk fungsi tertentu.
Tujuan utama prototipe plastik:
Material Plastik yang umum dipergunakan untuk prototyping:
Karena pengembangan produk bersifat iteratif, biasanya melibatkan beberapa tahap prototyping (baca 13 jenis sample).
Berikut adalah beberapa metode yang populer:
1. Virtual Prototyping, Menggunakan perangkat lunak CAD 3D untuk mensimulasikan desain.
Kelebihan: Bisa diuji secara digital, cepat dan murah.
Kekurangan: Hanya digital, berisiko jika langsung diproduksi massal.
2. Stereolithography Apparatus (SLA), Menggunakan laser untuk mengeraskan resin fotopolimer lapis demi lapis.
Kelebihan: Cepat, murah, hasil permukaan halus.
Kekurangan: Material terbatas, hasil rapuh dan tidak stabil.
3. Selective Laser Sintering (SLS), Laser menyatukan bubuk material menjadi bentuk padat.
Kelebihan: Lebih kuat dari SLA, cocok untuk uji bentuk dan fungsi ringan.
Kekurangan: Permukaan kasar, material terbatas, tidak cocok untuk uji produksi.
4. Fused Deposition Modeling (FDM), Mencetak lapisan resin termoplastik menggunakan kepala cetak panas.
Kelebihan: Kuat, cocok untuk uji bentuk dan fungsi.
Kekurangan: Lambat, permukaan bertingkat, material terbatas.
5. Three Dimensional Printing (3DP), Mencetak material seperti plester untuk model konsep.
Kelebihan: Paling cepat dan murah, bisa berwarna.
Kekurangan: Rapuh, permukaan kasar, tidak cocok untuk uji fungsi atau produksi.
6. Polyjet (PJET), Mirip SLA, menggunakan sinar UV untuk mengeraskan resin.
Kelebihan: Lebih murah dan ramah lingkungan kantor.
Kekurangan: Ukuran terbatas, material terbatas.
7. CNC Machining, Memotong material padat menggunakan mesin CNC.
Kelebihan: Cepat, hasil mirip injection molding, cocok untuk uji bentuk, fungsi, dan kelayakan.
Kekurangan: Tidak efisien untuk produksi massal.
8. Rapid Injection Molding (RIM), Menggunakan perangkat lunak khusus untuk membuat cetakan injeksi dengan cepat.
Kelebihan: Hasil nyata, cepat, cocok untuk uji fungsi dan produksi awal.
Kekurangan: Biaya cetakan awal bisa tinggi untuk volume kecil.
Ada yang mau menambahkan?
Tulisan terkait :
#mockup #purwarupa #plasticprototyping #plasticproductdesign #macammacamprototype #jenissample #macampurwarupa
Posted in: idrek | 1 komentar | |
19 Sep 2025 by yoxx
Belajar efektif bukan soal durasi, tapi soal strategi.
Posted in: curhat, idrek, inspira | 0 komentar | |
5 Sep 2025 by yoxx
Desain pencahayaan atau lighting design bukan hanya soal menerangi ruangan, tapi juga menciptakan suasana, membentuk ruang, dan menyampaikan ekspresi artistik. Dunia desain pencahayaan memiliki tokoh-tokoh legendaris dan berpengaruh.
Para desainer pencahayaan atau lighting designer berikut ini diurut menurut era ala Charles Jenks :
1. Pelopor Awal & Era Fungsionalisme (1920-1950-an). Era ini ditandai oleh pergeseran dari dekorasi murni ke fungsi. Cahaya mulai dipandang sebagai elemen teknis yang dapat dibentuk untuk kebutuhan manusia, lampu bukan sekadar tempat memasang bohlam.
Poul Henningsen (1894-1967) Denmark. Master dalam membentuk cahaya anti-silau. Seri PH Lamp-nya (seperti PH Artichoke dan PH 5) untuk Louis Poulsen, dirancang untuk meminimalkan silau dan menghasilkan cahaya lembut.
Konsepsinya memadukan fungsi optik dengan estetika Skandinavia. Dengan filosofi “form meets function”, lampunya dirancang untuk menghasilkan cahaya lembut dan tidak menyilaukan.
George Carwardine (1887-1948) Inggris. Seorang insinyur otomotif yang menciptakan prototipe lampu kerja paling ikonik: Anglepoise Lamp (1932) Lampu ini menjadi ikon desain industri dan bahkan menginspirasi karakter Pixar yang terkenal.
Desainnya yang menggunakan pegas untuk keseimbangan sempurna menjadi standar emas untuk lampu kerja (task lamp) di seluruh dunia.
Serge Mouille (1922-1988) Prancis. Karyanya yang seperti patung kinetik dengan lengan-lengan ramping dan kap lampu hitam adalah respons artistik terhadap kebutuhan fungsional.
Memadukan fungsi dengan siluet skulptural, sangat berpengaruh di Prancis.
Isamu Noguchi (1904-1988) Jepang/AS, Seniman patung yang menciptakan lampu "Akari" dari kertas washi dan bambu.
Karyanya memadukan tradisi Jepang dengan modernisme organik, menjadikan lampu sebagai karya seni.
2. Era Mid-Century Modern (1950-1970-an), Ledakan optimisme pasca-perang, material baru (plastik, fiberglass), dan bentuk-bentuk organik maupun geometris yang bersih mendominasi era ini. Lampu menjadi bagian tak terpisahkan dari konsep interior modern.
George Nelson (1908-1986) Amerika. "Bubble Lamp" dan "Saucer Lamp" adalah contoh cemerlang penggunaan material industri (plastik semprot) untuk menciptakan objek yang ringan, puitis, dan terjangkau.
Gino Sarfatti (1912-1985) Italia. Pendiri "Arteluce" dan pelopor penggunaan lampu halogen. Sering bereksperimen dengan modul multi-lengan seperti karya ikonik "Sputnik".
Dia memperkenalkan material baru dan bereksperimen dengan segala bentuk, dari lampu gantung multi-lengan yang rumit hingga desain minimalis. Model 2097 Chandelier-nya tetap relevan hingga kini.
Achille Castiglioni (1918-2002), Italia. Salah satu desainer Italia paling cerdas dan berpengaruh. yang menciptakan Arco Floor, lampu lantai dengan lengkungan dramatis dan alas marmer. Lampu Arco (1962) yang ikonik memecahkan masalah pencahayaan di atas meja makan tanpa perlu melubangi langit-langit.
Filosofinya: desain harus menyelesaikan masalah yang belum disadari oleh pengguna.
Arne Jacobsen (1902-1971), Denmark. Arsitek dan desainer total. AJ Lamp (1957) yang ia rancang untuk SAS Royal Hotel Copenhagen memiliki profil asimetris yang khas dan dirancang untuk memfokuskan cahaya dengan sempurna.
Gaya minimalis dan elegan, sangat berpengaruh dalam desain Skandinavia
Emil Stejnar (1939-..), Austria. Dikenal dengan lampu gantung "Sputnik" dan "Snowflake" (seperti Dandelion Chandelier) yang terinspirasi dari bentuk alam dan era antariksa (Space Age).
Karyanya menangkap kemewahan dan optimisme tahun 50-an dan 60-an. Karyanya dipengaruhi oleh astrologi dan mistisisme, serta latar belakangnya sebagai pembuat perhiasan.
Verner Panton (1926-1998), Denmark. Sezaman dengan Jacobsen tetapi jauh lebih eksperimental dan "pop".
Ia terkenal dengan penggunaan warna-warna cerah dan bentuk-bentuk futuristik seperti pada VP Globe dan FlowerPot Lamp. Ia masuk dalam Era Mid-Century Modern dengan gaya yang sangat khas.
3. Era Eksperimen & Puisi Cahaya (1970-1990-an). Era ini ditandai oleh dua gerakan: satu sisi adalah eksplorasi teknologi baru seperti halogen, dan sisi lain adalah pemberontakan terhadap modernisme yang kaku, melahirkan desain yang lebih puitis, artistik, dan terkadang humoris.
Gaetano Sciolari (1927-1994) Italia, desainnya mendefinisikan kemewahan era 70-an. Ia menggabungkan garis-garis geometris dan futuristik dengan material klasik seperti kuningan dan krom, menciptakan chandelier yang sculptural futuristik yang terinspirasi dari satelit dan arsitektur brutalist dan glamor yang banyak tampil di film dan interior mewah 70-80-an.
Karyanya memadukan geometri bertingkat dan logam berkilau
Ingo Maurer (1932-2019) Jerman, Sang "Penyair Cahaya". Ia melampaui fungsi untuk menyentuh emosi. Karyanya seperti Lucellino (bola lampu bersayap bulu), Bulb, dan Zettel'z (lampu gantung dari kertas) adalah seni instalasi yang bisa digunakan di rumah dan menantang batas fungsi dan estetika.
Ia sering menggunakan bahan tak lazim seperti piring pecah atau kertas dalam instalasi lampunya
Richard Sapper (1932-2015) Jerman/Italia, Seorang jenius teknik dan desain. Tizio Lamp (1972) untuk Artemide adalah sebuah keajaiban keseimbangan dan konduktivitas listrik tanpa kabel yang terlihat, menjadi ikon di Era Eksperimen.
4. Era Postmodern & Memphis (1980-an), Sebagai sub-era dari eksperimen, gerakan ini secara sadar menolak aturan "form follows function". Mereka menggunakan warna-warna berani, bentuk asimetris, dan material tak terduga untuk menciptakan objek yang provokatif dan penuh karakter.
Ettore Sottsass (1917-2007) Italia, Pendiri Memphis Group, sebuah desain kolektif yang mengguncang dunia pada tahun 80-an. Lampunya, seperti Tahiti Lamp, adalah contoh sempurna dari gaya ini: anti-konvensional, penuh warna, dan lebih mirip patung mainan daripada alat penerangan. Merancang lampu seperti Callimaco dan Pausania untuk Artemide.
Filosofinya: desain harus menyentuh sisi emosional dan spiritual manusia
5. Era Avant-Garde Kontemporer (1990-Sekarang), Era ini didorong oleh kemajuan teknologi LED, keberlanjutan (sustainability), dan kaburnya batas antara desain, seni, dan sains. Desain menjadi lebih minimalis, konseptual, dan sering kali interaktif.
Philippe Starck (1949-..) Prancis, Superstar desain yang karyanya ada di mana-mana sejak akhir 80-an. Lampu Miss Sissi (1991) untuk Flos mendemokratisasi desain berkualitas.
Sementara karyanya yang lain sering kali provokatif dan cerdas. Ia menjembatani Era Postmodern dan Kontemporer.
Tom Dixon (1959-...) Inggris, Menggabungkan eksperimen material (tembaga, kuningan, resin) dengan bentuk pahat industrial. Karya seperti "Beat Light" menjadi ikon desain modern.
Michael Anastassiades (1967-...) Siprus/Inggris, Karyanya adalah masterclass dalam keseimbangan dan kesederhanaan geometris. Desainnya untuk Flos, seperti seri IC Lights, terasa seperti patung yang rapuh dan puitis.
Olafur Eliasson (1967-..) Islandia/Denmark, Lebih dari seorang desainer, Dia menggabungkan seni instalasi, sains, dan cahaya, jadi karyanyua berada di skala instalasi besar seperti "The Weather Project" di Tate Modern.
Dia adalah seniman yang menggunakan cahaya sebagai medium utamanya untuk mengeksplorasi persepsi dan fenomena alam.
Ada yang mau menambahkan?
Tulisan terkait :
Posted in: idrek | 0 komentar | |
Terimakasih sudah berkomentar
Copyright 2007 | All Rights Reserved.
xxoy