paphiopedilum didataran rendah

Balik liburan lebaran dari Malang dapat curhat dari seorang teman kalau beberapa anggrek yang dia dapat dari Bogor sudah segan untuk hidup. anggrek yang satu ini memang benar-benar anggrek cantik, Anggrek kantong (bukan kantong semar lho) atau Paphiopedilum.
Photobucket
Photobucket
Paphiopedilum berasal dari bahasa Grika (Yunani) paphius dan pedilon yang berarti sepatu, tetapi nama popular dia adalah Lady Slipper disebut juga anggrek kantong karena labellumnya seperti kantong.
Jenis anggrek ini adalah tanaman native di Asia selatan dan Asia tenggara. Umumnya tumbuh di humus atau lantai hutan yang lembab, bahkan dikantong-kantong jurang dan pohon sehingga sering disebut sebagai anggrek semi-terrestrial walau ada beberapa yang tumbuh secara epifit.
Photobucket
Dulu juga pernah mengalami kegagalan hal yang sama dengan jenis anggrek dengan tinggi 5-7 cm ini, sampai seorang teman di Kebun Raya Purwodadi menginformasikan kalau:
  • Anggrek ini menyukai kondisi lembab, namun toleran terhadap kekeringan dan rentang suhu yang tinggi.
  • Berbunga lebih dari sekali dalam setahun, bunga mekar dalam 1 minguu hingga 1,5 bulan, dimana dalam 1 tandan bunga dapat muncul 3 kuntum. 
  • Menyukai tempat yang teduh dan dihabitat aslinya lebih banyak ditemui jenis daun polos pada altituda (ketinggian) sedang (200-600m dpl) dan daun bertotol pada altitude tinggi (600 dpl keatas).
Pemeliharaan?
  • Cukup beri tempat yang lembab namun teduh ternaungi atau bila ditanam halaman cukup diberi paranet 50% 
  • Beri pengairan yang cukup, namun jangan terkena hujan langsung 
  • Media tanam, cukup pupuk kandang, cocopeat dan cacahan pakis dengan sedikit sphagnum moss kalau musim hujan 
  • Yang terpenting perhatikan suhu, Paphiopedilum andalah anggrek dataran tinggi yang menyukai hawa dingin.
Namun untuk dataran rendah ada beberapa perlakuan yang sedikit berbeda, ini langkah-langkahnya:
Photobucket
  • Celup anggrek sehat yang setidaknya mempunyai 2 anakan dalam larutan zat pengatur tumbuh auksin plus sitokinin.
  • Tempatkan dalam media pot tanah liat baru dengan campuran 1:1:1 pupuk kandang : cacahan pakis atau cocopeat : pasir malang.
  • Tempatkan anggrek pada tempat yang teduh, maksimal terkena matahari hingga pukul 10.00 atau tempatkan tanaman dalam ruang ber-AC yang diset pada suhu 22° dengan lampu TL 20 watt sekitar 60-80cm. AC dimatikan pada pukul 06.00-08.00 pagi namun ganti dengan sirkulasi udara alami.
  • Untuk menjaga agar kelembaban tetap tinggi, gunakan plastik sebagai alas agar air tidak meresap dan batu apung untuk menyerap air
Sepertinya resep yang manjur untuk Paphiopedilum didataran rendah.


  • ilustrasi + vektor dibuat sendiri

2 komentar:

    Pertamax, waduh... penggemar anggrek ya

     

    di dataran rendah ;)
    kamu keren yah dengan label plantae ini. menarik. sayangnya blog gwa isinya ngacaprak molo numpang curhat ^^
    kamu ikutan nulis ke twentea kek. khan asik tuh ada ilmu pengetahuannya nye. ataw, ntar wat bahan rujukan kihadjar kami yak :)
    salam kenal...

     

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar