Sedikit tentang Mokuhanga

Jauh sebelum kita mengenal komik Jepang ala anime ada seni visual menawan dalam seni cetak Jepang. 
Teknik woodblock kuno bernama mokuhanga.
Salah satu hasil paling ikonik dari teknik ini adalah ukiyo-e, gaya seni yang merekam wajah budaya sejak era Edo.

Teknik woodblock Jepang atau mokuhanga punya sejarah panjang :
  1. Teknik ini berasal dari Dinasti Tang di Tiongkok (618-907 M). Pada proyek Hyakumantō Darani (764 M), Permaisuri Kōken / Permaisuri Shōtoku memesan satu juta pagoda kayu kecil, yang berisi gulungan blok kayu kecil yang dicetak dengan teks Buddha (Hyakumantō Darani). Abad ke-11, kuil-kuil Buddha mulai mencetak sutra dan mandala menggunakan teknik woodblock.
  2. Periode Kamakura (1185-1333 M): Pencetakan berkembang di kuil Kyoto & Kamakura untuk sutra dan mandala. Saga-bon: Buku klasik cetakan kayu oleh Honami Kōetsu & Suminokura Soan; cikal-bakal buku seni cetak Jepang.
  3. Periode Edo (1603–1868 M) Teknik Mokuhanga berkembang pesat pada era Edo, terutama cetakan seni ukiyo-e atau “gambar dunia yang mengambang” yang menjadi cermin kehidupan kota dan lanskap budaya. Ukiyo-e menggambarkan wanita anggun, aktor kabuki, lanskap alam, dan kisah rakyat yang hidup dalam palet warna yang mempesona. Seniman seperti Katsushika Hokusai dan Utagawa Hiroshige menciptakan karya-karya ikonik seperti The Great Wave off Kanagawa. Didukung oleh tingginya literasi, toko buku dan persewaan yang menjamur. Konten Buku: Panduan wisata, novel, drama Kabuki, seni, kuliner, roman, komedi. Ukiyo-e: Lukisan satu lembar tentang aktor Kabuki, sumo, wanita, lanskap wisata. 
  4. Abad ke-20 hingga kini: Meski teknologi cetak modern mendominasi, mokuhanga tetap hidup lewat gerakan shin-hanga dan sōsaku-hanga yang muncul di awal abad ke-20. Seniman seperti Hasui Kawase dan Hiroshi Yoshida menghadirkan lanskap Jepang yang realistik namun tetap menyimpan aura kontemplatif. Studio-studio seperti Adachi Institute dan Takezasado masih memproduksi ukiyo-e dengan metode tradisional, menjaga nyawa sejarah tetap berdenyut dalam karya kontemporer
Teknik khusus dalam Mokuhanga berbeda dari teknik cetak barat yang menggunakan tinta berbasis minyak, mokuhanga memakai tinta berbasis air yang memberikan warna cerah, transparan, dan bernuansa lembut. 
Beberapa teknik khas yang memperkaya estetika ini adalah:
  • Bokashi: gradasi warna yang lembut dan natural
  • Karazuri: emboss tanpa tinta untuk efek tekstur
  • Kira-e: penggunaan mika berkilau untuk kemegahan visual

Genre :
  1. Ukiyo-e : Kehidupan sehari-hari, kabuki, wanita cantik dan pemandangan lansekap
  2. Shin-hanga : Gaya ukiyo-e dikombinasikan dengan realisme barat
  3. Sōsaku-hanga : Seniman mengerjakan seluruh proses: desain, ukir, dan cetak sendiri.
  4. Edo Mokuhanga : Fokus pada budaya populer dan ilustrasi buku pada era Edo.
  5. Nishiki-e : Cetakan multi-blok berwarna-warni, berkembang sejak 1760-an.
  6. Mokuhanga kontemporer : Eksperimen dengan tema abstrak, sosial, atau lingkungan secara global.

Tokoh-tokoh Mokuhanga:
1. Hishikawa Moronobu (genre Ukiyo-e), di era Edo awal, dia adalah pelukis ukiyo-e pertama. 
hisikawa moronobu

2. Suzuki Harunobu (genre Ukiyo-e), di era Edo (1725–1770) dia adalah pelopor cetakan berwarna (nishiki-e).
suzuki harunobu

3. Katsushika Hokusai (genre Ukiyo-e), hidup di era Edo (1760–1849) Dengan menghasilkan sekitar 30.000 karya selama hidupnya dan The Great Wave off Kanagawa adalah master piece-nya.
The Great Wave off Kanagawa by Hokusai

4. Utagawa Hiroshige (genre Ukiyo-e), hidup di era Edo (1797–1858), The Fifty-Three Stations of the Tōkaidō adalah masterpiece-nya. 
Evening Snow at Kanbara oleh Utagawa Hiroshige

5. Hiroshi Yoshida (genre Shin-hanga), di abad ke-20, Lanskap-lanskap realistik menjadi cirinya.
Morning Mist in Taj Mahal Hiroshi_yoshida

6. Hasui Kawase (genre Shin-hanga), di abad ke-20, pemandangan alam Jepang.
Mount Fuji Seen by Hasui Kawase

7. Kōshirō Onchi (genre Sōsaku-hanga), di abad ke-20, seniman abstrak, pelopor sōsaku-hanga.
8. Efrat Arielle Peleg (genre Kontemporer) Eksplorasi budaya dan alam dengan mokuhanga modern.

Karya-Karya ikonik Mokuhanga :
1. The Great Wave off Kanagawa oleh Katsushika Hokusai, salah satu cetakan paling terkenal di dunia, menggambarkan ombak raksasa yang bergulung gulung dengan Gunung Fuji sebagai latar belakang.
2. Rain Shower at Shinagawa oleh Utagawa Hiroshige, bagian dari seri The Fifty-Three Stations of the Tōkaidō,  suasana hujan lembut yang melankolis.
3. Evening Snow at Kanbara oleh Utagawa Hiroshige, Lanskap bersalju yang sunyi, menggambarkan keheningan desa Jepang.
4. Fuji from Gotenyama oleh Hasui Kawase, Gaya shin-hanga yang memadukan realisme dan nuansa puitis, memperlihatkan Gunung Fuji di bawah cahaya senja.
5. Cetakan kontemporer oleh Karen Kunc dan Roslyn Kean Eksplorasi abstrak dan isu lingkungan dengan teknik mokuhanga tradisional yang tetap relevan secara global.

Media: 
  1. Kayu : kayu cherry karena teksturnya halus, tahan lama, dan cocok untuk ukiran presisi.
  2. Alat : Pisau ukir, pahat, dan sikat digunakan untuk ukiran detail dan pewarnaan merata.
  3. Kertas : Kertas Washi atau kertas tradisional Jepang dari serat tanaman; kuat dan menyerap tinta secara merata.
  4. Tinta dan Pewarnaan : Tiap warna dicetak dari balok berbeda, tinta diratakan dengan kuas lalu ditekan ke kertas secara manual. 

Proses cetak:
  1. Dimulai dari sketsa digambar di kertas washi (gampi).
  2. Ditempel di balok kayu cherry. pengukiran balok kayu untuk tiap warna. Ukiran dilakukan pada garis gambar.
  3. Pewarnaan manual memakai kuas dan ditekan dengan baren. 
  4. Pencetakan dilakukan satu per satu.
  5. Registrasi warna memakai tanda kento.
Prosesnya bukan dikerjakan oleh satu orang. Desainer membuat sketsa, pengukir balok kayu memahat tiap warna, dan pencetak memastikan gradasi dan komposisi sempurna. Tak jarang satu cetakan butuh hingga 30 balok berbeda! Hasilnya? Visual yang mendalam dan ekspresif.

Keunikan cetakan : 
Walau desain sama, tiap cetakan hasilnya berbeda karena proses manual dan tekanan tinta yang berbeda.

Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan lain :
01. sedikit tentang engraving 



gambar gambar dari duckduckgo 


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkomentar