Sedikit tentang Vanili

Kemarin kembali mengunjungi desa Ngrendeng untuk melihat budidaya sengon, jati dan panili. 

Panili atau Vanili adalah salah satu rempah paling berharga dan serbaguna di dunia, dikenal karena aroma dan rasanya yang khas. Namun, di balik setiap polong vanili terdapat kisah menarik yang penuh dengan fakta mengejutkan : 


  • Vanili adalah satu-satunya buah dari keluarga anggrek (Orchidaceae) yang dapat dimakan dan merupakan rempah termahal kedua di dunia setelah safron. Terdapat lebih dari 100 spesies vanili, namun hanya tiga yang dibudidayakan secara global: Vanilla planifolia (paling umum), Vanilla tahitensis (aroma lembut), dan Vanilla pompona (aroma unik, vanillin rendah).
  • Tanaman vanili berasal dari Meksiko. Suku Totonac di Veracruz, Meksiko yang pertama di dunia yang membudidayakan polong vanili dan suku Aztec mengenalnya sebagai Tlilxochitl atau "bunga hitam", mereka menggunakannya sebagai afrodisiak dan campuran minuman xocoatl atau coklat (kakao) pada 1400-an. Vanili dibawa ke Eropa oleh Hernan Cortez pada abad ke-16 dan dibawa ke Amerika oleh Thomas Jefferson pada 1789.

Liana Epifit

  • Vanili tumbuh sebagai tanaman merambat (liana) epifit atau tanaman yang tumbuh menempel pada tanaman lain (biasanya pohon), namun mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya, bukan dari inangnya. Vanili bisa mencapai panjang lebih dari 10 meter. 

Bunga anggrek 

  • Bunganya berbentuk bintang berwarna hijau kekuningan dan hanya mekar selama kurang lebih 24 jam. Jika tidak diserbuki dalam periode singkat itu, bunganya akan layu dan tidak menghasilkan polong.

Lebah melipona


Hand polination

  • Penyerbukan alami hanya bisa dilakukan oleh lebah Melipona dan Trigona di Meksiko. 
  • Di luar habitat aslinya, penyerbukan dilakukan secara manual yang disebut hand polination, sebuah teknik yang ditemukan oleh Edmond Albius pada 1841 di Reunion. Di Madagaskar, hand dilakukan oleh wanita lokal yang menyerbuki hingga 2.000 bunga per hari.

Polong vanili setelah panen 

Polong vanili setelah fermentasi 

  • Setelah penyerbukan, polong vanili tumbuh selama 8-9 bulan sebelum dipanen. 

Proses pengolahan vanili secara artisanal meliputi:

  1. Killing (pembunuhan enzim)
  2. Sweating (fermentasi)
  3. Drying (pengeringan)
  4. Conditioning (pematangan aroma)

  • Fermentasi dan pengeringan berlangsung 1,5 hingga 6 bulan menghasilkan aroma khas vanili yang berasal dari vanillin dan ratusan senyawa kompleks lainnya. Vanili alami sangat langka; sebagian besar produk vanila di pasaran menggunakan vanilin sintetis dari lignin atau kayu pinus.

  • Vanila mungkin merupakan aroma paling populer di dunia, digunakan secara luas dalam kuliner, parfum, dan pengobatan tradisional untuk mengatasi stres, masalah pencernaan, dan sebagai antioksidan. Aroma vanila dikenal menenangkan dan bersifat afrodisiak. Amerika Serikat adalah konsumen vanili terbesar di dunia, sedang produsen terbesar adalah Madagaskar, Indonesia dan Mexico.
Kalau anda tahu fakta vanili yang lebih wangi dari ini, tolong tulis di komentar dong.. 

Tulisan terkait :



Foto-foto koleksi pribadi 


Mahasiswa dari kampus-kampus elite seperti Harvard, Oxford, MIT, dan Stanford tidak hanya mengandalkan kecerdasan, tapi juga strategi belajar yang terbukti secara ilmiah. Mereka belajar lebih cerdas, bukan lebih keras. 
Belajar efektif bukan soal durasi, tapi soal strategi. 
Dengan menerapkan teknik-teknik ini secara konsisten, anda bisa meningkatkan daya ingat, pemahaman, dan performa akademik secara signifikan.  
Berikut adalah teknik-teknik yang mereka gunakan untuk meningkatkan pemahaman, daya ingat, dan performa akademik.

Uji diri

1.Active Recall atau Uji Diri (Harvard): Jangan cuma baca ulang, tapi uji diri sendiri dengan pertanyaan atau kuis tanpa melihat sumber. 
Contoh praktis: Setelah belajar, tutup buku dan coba tulis ulang poin-poin penting dari ingatan.
Manfaat: Meningkatkan retensi dan pemahaman jangka panjang.

2. Spaced Repetition atau Hafalan Bertahap (Harvard) : Belajar dalam interval waktu tertentu, bukan sekaligus. Teknik ini membantu otak menyimpan informasi lebih lama.
Cocok untuk: Kosakata bahasa asing, rumus matematika, atau definisi penting.
Tools populer: Anki, Quizlet.

hindari sks

3. Avoid Cramming atau Hindari Sistem Kebut Semalam (Harvard) :  Harvard sangat menentang Sistem Kebut Semalam (SKS). Belajar mendadak hanya efektif untuk ujian jangka pendek, tapi buruk untuk pemahaman mendalam.

4. Organisasi Informasi atau Atur, Jangan Acak (Harvard) : Informasi yang terstruktur lebih mudah diingat. Mahasiswa top menggunakan mind map, tabel, atau folder digital untuk mengelompokkan materi.
Tips: Gunakan warna, simbol, dan hierarki visual agar lebih mudah diproses oleh otak.

5. Refleksi dan Analisis atau Belajar secara kritis (Harvard) : Belajar bukan hanya menyerap, tapi juga mengaitkan informasi lama dengan yang baru, lalu menganalisisnya.
Manfaat: Membangun pemahaman yang lebih dalam dan aplikatif.


Selain dari Harvard, berikut ini dari kampus-kampus top dunia atau dari pengajar tersohor:

6. SQ3R Method (Oxford) : Teknik membaca aktif yang sangat cocok untuk buku teks atau jurnal akademik. Langkah-langkahnya:
Survey: Tinjau cepat isi bacaan
Question: Buat pertanyaan dari topik
Read: Baca dengan fokus
Recite: Jelaskan kembali dengan kata sendiri
Review: Tinjau ulang untuk memperkuat pemahaman.

Seolah ajarkan ke orang awam

7. Feynman Technique (MIT & Stanford) :  Ajarkan kembali materi yang kamu pelajari seolah-olah ke orang awam.
Tujuan: Jika kamu bisa menjelaskan dengan sederhana, berarti kamu benar-benar paham.

8. Interleaving atau Bergantiana (Stanford) : Campur topik belajar dalam satu sesi. Misalnya, belajar matematika lalu sejarah.
Efeknya: Otak lebih terlatih membedakan dan memahami konsep secara mendalam.

9. Pomodoro Technique (Global) : Belajar selama 25 menit, istirahat 5 menit. Setelah 4 sesi, ambil istirahat lebih panjang.
Manfaat: Menjaga fokus, menghindari kelelahan, dan meningkatkan produktivitas.

Eksperimen langsung

10. Hands-On Learning (MIT) : Belajar berbasis proyek atau eksperimen langsung.
Contoh: Mahasiswa teknik membuat prototipe nyata, bukan hanya belajar teori.
Manfaat: Menghubungkan teori dengan praktik agar memahami konsep dan proses.

11. Interrogative Reading (Oxford) : Tidak hanya membaca pasif, mereka menginterogasi teks:
Mengapa ini penting?
Apa argumen lawannya?
Bagaimana ini bisa diterapkan?

12.Dual Coding (MIT + Stanford):  Menggabungkan teks dan visual (diagram, grafik, mind map) untuk memperkuat ingatan.
Manfaat: Informasi lebih mudah diserap jika disajikan dalam dua format berbeda.

13.Conceptual Chunking (Stanford): Mengelompokkan informasi ke dalam Chunk atau unit konsep.
Contoh: Daripada menghafal 10 fakta terpisah, gabungkan dalam satu kerangka logis.
Self explanation

14.Self-Explanation (Michelene Chi): Setelah belajar, mahasiswa menjelaskan kembali materi dengan kata-kata sendiri, bahkan jika tidak ada orang lain yang mendengarkan.
Tujuan: Memastikan pemahaman mendalam dan menemukan celah dalam logika.

Mana yang lebih baik menurutmu?
Kalau pemalas seperti saya lebih suka metoda profesor Feynman dan Hands on learning..

Tulisan terkait :

  • Gambar-gambar ilustrasi menggunakan model AI DALL-E3
  • Dedicated to Tara Kirana Hapsari 








Sedang mencari buah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit di musim hujan, menambah energi atau melawan radikal bebas? 

Daftar-daftar ini akan membantumu untuk memilih buah yang paling bermanfaat secara ilmiah dan praktis.


Buah dengan karbohidrat tertinggi (karbohidrat per 100g ) : 
1. Durian : 30 g
2. Apel : 28 g
3. Nangka : 27 g
4. Mangga : 25 g
5. Pisang : 23-30 g 
Dalam bentuk buah kering : Kismis : 79 g, Kurma : 75 g, Ara kering : 64 g, Apel kering : 28 g

Buah dengan kandungan gula tertinggi per 100 gram :
1. Mangga : 46 g
2. Delima : 38 g 
3. Anggur : 23 g
4. Apel : 20-21 g 
5. Ceri : 18-19 g 
6. Semangka : 18 g

Buah dengan kalium (potassium) tertinggi (kalium per 100g ) : 
1. Alpukat : 485-975 mg     
2. Jambu (Guava) : 417-688 mg 
3. Kiwii : 312-562 mg 
4. Pisang : 358-537 mg 
5. Melon  : 267-473 mg 

Buah mengandung kalori tertinggi (kilo kalori per 100g ) : 
1. Kurma (Dates) : 277-300 kcal 
2. Kismis (Raisins) : 296 kcal
3. Alpukat : 160 kcal
4. Kelapa parut : 466 kcal
5. Pisang : 121 kcal         

Buah mengandung fruktosa tertinggi (fruktosa per 100g ) : 
1. Nangka : 15,2 g
2. Apel Fuji/Red  : 12-12.5 g 
3. Asam Jawa  : 12,3 g
4. Anggur segar : 12.3 g 
5. Pir : 6,4 g

Dalam bentuk kering : Kismis : ~26,54 g, Jujube Kering : ~20.6 g, Kurma : ~15,04 g

Buah yang mengandung serat tertinggi (serat per 100g ) : 
1. Markisa : 10 g 
2. Alpukat : 6.8 g
3. Raspberry : 7 g  
4. Jambu (Guava) : 5 g
5. Blackberry : 5 g 

Buah yang mengandung magnesium tertinggi (magnesium per 100g ) :
1. Ara (Tin) Kering  : 68-101 mg
2. Alpukat : 29-58 mg
3. Pisang  : 27-41 mg
4. Pepaya : 21-30 mg
5. Jambu (Guava) : 22-36 mg

Buah yang mengandung vitamin terlengkap: 
1. Jambu (Guava) : Vitamin C, A, B kompleks
2. Kiwi : Vitamin C, K, E, B 
3. Pepaya : Vitamin A, C, B6 
4. Mangga : Vitamin A, C, E 
5. Jeruk : Vitamin C, B1, B6

Buah yang mengandung vitamin C (asam askorbat) tertinggi (vitamin C per 100g ) :
1. Jambu (Guava) : 228-377 mg
2. Kiwi  : 93-167 mg 
3. Papaya  : 61-94 mg
4. Stroberi  :  59-98 mg
5. Jeruk  : 53-96 mg

Buah yang mengandung protein tertinggi (protein per 100g ) :
1. Jambu (Guava) : 2.6-4.2g
2. Alpukat  : 2-3g
3. Aprikot  : 1.4-2.2g
4. Kiwi  : 1.1-2.1g 
5. Blackberry  : 1.4-2g


Buah mengandung zat besi tertinggi (zat besi per 100g) :
1. Zaitun : 6,5-8,5 mg
2. Salak : 4.2 mg
3. Srikaya : 2.7 mg
4. Mulberry (Murbei) : 2.6 mg
5. Pepaya : 1,7 mg

Dalam bentuk kering : Kurma ~4,7 mg, Aprikot kering ~2,7 mg, Kismis ~1,8 mg

Buah yang mengandung beta karoten (provitamin A) dan vitamin A (retinol) tertinggi :
1. Blewah : 2.029 μg
2. Melon jingga : 2.020 μg
3. Aprikot : 1.096 μg
4. Jambu (Guava) : 624 μg
5. Mangga : 445 μg


Buah dengan kandungan vitamin B kompleks tertinggi per 100 gram, berdasarkan kombinasi dari B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B7 (biotin), dan B9 (folat) dalam satuan mg:
1. Alpukat (B5: 1.39, B6: 0.5, B1: 0.1, B2: 0.2)
2. Pisang : B6: 0.433, B5: 0.3, B9: 24 g, B2: 0.08
3. Blackberry : B3: 0.93, B5: 0.397, B2: 0.037, B6: 0.043
4. Blueberry : B6: 0.05, B1: 0.05, B2: 0.01
5. Cherry : B5: 0.275, B6: 0.068, B1: 0.037, B2: 0.046

Buah dengan lemak tertinggi (per 100g) :
1. Kelapa : ~33g
2. Alpukat : ~11–15g
3. Zaitun hitam : ~10.7g
4. Durian : ~5–13g
5. Acai berry : ~4–5g

Buah dengan kandungan air tertinggi (%)
1. Semangka : 92%
2. Stroberi : 91%
3. Blewah : 90%
4. Melon : 90%
5. Pomelo (Jeruk Bali) : 88-90%

Buah dengan kandungan Vitamin E (tokoferol) tertinggi (per 100 gram) : 
1. Alpukat : 2.07 mg
2. Kiwi : 1.46 mg
3. Mangga : 0.90 mg
4. Aprikot : 0.89 mg
5. Blackberry : 0.71 mg

Buah dengan  kandungan vitamin K (menadion) tertinggi (per 100 gram) :
1. Tomat : 43 mcg
2. Kiwi : 40 mcg
3. Alpukat : 21 mcg
4. Anggur : 14-22 mcg
5. Blackberry : 20 mcg

Buah dengan kadar flavonoid tertinggi (% berat/buah ) : 
1. Alpukat : 0,945 %
2. Jambu (Guava) : 0,377 %
3. Jeruk : 0,263 %
4. Stroberi : 0,230 %
5. Pepaya : 0,215 %

Buah dengan elektrolit tertinggi (elektrolit utama ) : 
1. Alpukat (K 485 mg, Mg 29 mg, Ca 12 mg,)
2. Pisang (K 358 mg, Mg 27 mg, P 22 mg)
3. Semangka (K 112 mg, Mg 10 mg,  P 11 mg)
4. Jeruk (K 181 mg, Ca 40 mg, Mg 10 mg)
5. Melon (K 228 mg, Mg 10 mg,)
6. Kiwi (K 312 mg, Mg 17 mg, Ca 34 mg)
7. Kurma (K 656 mg, Mg 54 mg )
8. Jambu biji (K 417 mg, Mg 22 mg, Ca 18 mg)
9. Nanas (K 180 mg, Mg 13 mg, enzim bromelin)
10. Blewah (K 267 mg, Mg 12 mg)
Kandungan bisa sedikit berbeda tergantung varietas dan tingkat kematangan


Buah yang mengandung Antioksidan tertinggi (per 100 g, dalam mmol TE)
1. Blueberry 9.2 g (Antosianin, flavonoid, quercetin)
2. Stroberi 5.4 g (Anthocyanin, vitamin C, flavonoid)
3. Blackberry 5.7 g (Polifenol, antosianin, vitamin C)
4. Delima 6.3 g (Punicalagin, flavonoid)
5. Raspberry 4.0 g (Antosianin, vitamin C)
6. Apel 4.0 g (Quercetin, catechin, phloridzin)
7. Ceri Merah 3.8 g (Polifenol, anthocyanin)
8. Strawberry 3.6 g (Vitamin C, flavonoid)
9. Anggur Merah 3.5 g (Resveratrol, flavonoid)
10. Prem Hitam 3.0 g (Vitamin C, fenol) 
Satuan “mmol TE” mengacu pada kapasitas antioksidan total menggunakan metode Trolox Equivalent (TE), yang umum digunakan dalam studi ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity).

Buah dengan kandungan basa tertinggi (kisaran pH-nya) :
1. Semangka pH: 9.0–10.0
2. Pepaya pH: ~9.0
3. Mangga pH: ~9.0 

Buah dengan kandungan asam tertinggi (kisaran pH-nya) : 
1. Lemon pH: 2.0–2.6 
2. Jeruk Nipis pH: 2.0–2.8 
3. Asam Jawa pH: 2.3–3.0



Sedikit catatan, buah-buahan rendah bahkan tidak mengandung nutrisi-nutrisi penting berikut ini : 

1. Vitamin B12 (kobalamin), Hampir tidak ditemukan dalam buah. Sumber utama: produk hewani seperti daging, telur, dan susu.
2. Vitamin D (kalsiferol), Tidak terdapat secara alami dalam buah. Sumber utama: sinar matahari, ikan berlemak, dan makanan fortifikasi.
3. Kolin, Kandungan sangat rendah dalam buah. Sumber utama: telur, hati, dan kedelai.
4. Sodium (natrium), Buah umumnya sangat rendah natrium.
5. Lemak Omega-3, Hampir tidak ada dalam buah kecuali dalam jumlah kecil di alpukat.
Sumber utama: ikan laut dalam, biji chia, dan rami (flaxseed).
6. Zinc (Seng), Kandungan dalam buah sangat minim.
Sumber utama: daging merah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
7. Vitamin K2 (menaquinone),  Tidak ditemukan dalam buah. Sumber utama: makanan fermentasi dan produk hewani.


Mau menambahkan?

 

Tulisan terkait :






data dikompilasi dari berbagai sumber
gambar ilustrasi buah dibuat dari dall-e3 dan gambar ilustrasi pasar buah tradisional menggunakan dall-e2 




#superfood #superfruit #tropicalfruit #supertropicalfruit #nutrisibuah #nutrisitertinggi #nutrisiterlengkap #nutristerbanyak

Desain pencahayaan atau lighting design bukan hanya soal menerangi ruangan, tapi juga menciptakan suasana, membentuk ruang, dan menyampaikan ekspresi artistik. Dunia desain pencahayaan memiliki tokoh-tokoh legendaris dan berpengaruh.

Para desainer pencahayaan atau lighting designer berikut ini diurut menurut era ala Charles Jenks :

1. Pelopor Awal & Era Fungsionalisme (1920-1950-an). Era ini ditandai oleh pergeseran dari dekorasi murni ke fungsi. Cahaya mulai dipandang sebagai elemen teknis yang dapat dibentuk untuk kebutuhan manusia, lampu bukan sekadar tempat memasang bohlam. 

Poul Henningsen (1894-1967) Denmark. Master dalam membentuk cahaya anti-silau. Seri PH Lamp-nya (seperti PH Artichoke dan PH 5) untuk Louis Poulsen, dirancang untuk meminimalkan silau dan menghasilkan cahaya lembut. 

Konsepsinya memadukan fungsi optik dengan estetika Skandinavia. Dengan filosofi “form meets function”,  lampunya dirancang untuk menghasilkan cahaya lembut dan tidak menyilaukan. 


George Carwardine (1887-1948) Inggris. Seorang insinyur otomotif yang menciptakan prototipe lampu kerja paling ikonik: Anglepoise Lamp (1932) Lampu ini menjadi ikon desain industri dan bahkan menginspirasi karakter Pixar yang terkenal.

Desainnya yang menggunakan pegas untuk keseimbangan sempurna menjadi standar emas untuk lampu kerja (task lamp) di seluruh dunia. 

Serge Mouille (1922-1988) Prancis.  Karyanya yang seperti patung kinetik dengan lengan-lengan ramping dan kap lampu hitam adalah respons artistik terhadap kebutuhan fungsional.

Memadukan fungsi dengan siluet skulptural, sangat berpengaruh di Prancis.


Isamu Noguchi (1904-1988) Jepang/AS, Seniman patung yang menciptakan lampu "Akari" dari kertas washi dan bambu.

Karyanya memadukan tradisi Jepang dengan modernisme organik, menjadikan lampu sebagai karya seni.


2. Era Mid-Century Modern (1950-1970-an), Ledakan optimisme pasca-perang, material baru (plastik, fiberglass), dan bentuk-bentuk organik maupun geometris yang bersih mendominasi era ini. Lampu menjadi bagian tak terpisahkan dari konsep interior modern.

George Nelson (1908-1986) Amerika. "Bubble Lamp" dan "Saucer Lamp" adalah contoh cemerlang penggunaan material industri (plastik semprot) untuk menciptakan objek yang ringan, puitis, dan terjangkau.


Gino Sarfatti (1912-1985) Italia. Pendiri "Arteluce" dan pelopor penggunaan lampu halogen. Sering bereksperimen dengan modul multi-lengan seperti karya ikonik "Sputnik".

Dia memperkenalkan material baru dan bereksperimen dengan segala bentuk, dari lampu gantung multi-lengan yang rumit hingga desain minimalis. Model 2097 Chandelier-nya tetap relevan hingga kini.


Achille Castiglioni (1918-2002), Italia. Salah satu desainer Italia paling cerdas dan berpengaruh. yang menciptakan Arco Floor, lampu lantai dengan lengkungan dramatis dan alas marmer. Lampu Arco (1962) yang ikonik memecahkan masalah pencahayaan di atas meja makan tanpa perlu melubangi langit-langit.

Filosofinya: desain harus menyelesaikan masalah yang belum disadari oleh pengguna.


Arne Jacobsen (1902-1971), Denmark. Arsitek dan desainer total. AJ Lamp (1957) yang ia rancang untuk SAS Royal Hotel Copenhagen memiliki profil asimetris yang khas dan dirancang untuk memfokuskan cahaya dengan sempurna.

Gaya minimalis dan elegan, sangat berpengaruh dalam desain Skandinavia


Emil Stejnar (1939-..), Austria. Dikenal dengan lampu gantung "Sputnik" dan "Snowflake" (seperti Dandelion Chandelier) yang terinspirasi dari bentuk alam dan era antariksa (Space Age). 

Karyanya menangkap kemewahan dan optimisme tahun 50-an dan 60-an. Karyanya dipengaruhi oleh astrologi dan mistisisme, serta latar belakangnya sebagai pembuat perhiasan.


Verner Panton (1926-1998), Denmark. Sezaman dengan Jacobsen tetapi jauh lebih eksperimental dan "pop". 

Ia terkenal dengan penggunaan warna-warna cerah dan bentuk-bentuk futuristik seperti pada VP Globe dan FlowerPot Lamp. Ia masuk dalam Era Mid-Century Modern dengan gaya yang sangat khas.


3. Era Eksperimen & Puisi Cahaya (1970-1990-an). Era ini ditandai oleh dua gerakan: satu sisi adalah eksplorasi teknologi baru seperti halogen, dan sisi lain adalah pemberontakan terhadap modernisme yang kaku, melahirkan desain yang lebih puitis, artistik, dan terkadang humoris.

Gaetano Sciolari (1927-1994) Italia, desainnya mendefinisikan kemewahan era 70-an. Ia menggabungkan garis-garis geometris dan futuristik dengan material klasik seperti kuningan dan krom, menciptakan chandelier yang sculptural futuristik yang terinspirasi dari satelit dan arsitektur brutalist dan glamor yang banyak tampil di film dan interior mewah 70-80-an. 

Karyanya memadukan geometri bertingkat dan logam berkilau


Ingo Maurer (1932-2019) Jerman, Sang "Penyair Cahaya". Ia melampaui fungsi untuk menyentuh emosi. Karyanya seperti Lucellino (bola lampu bersayap bulu), Bulb, dan Zettel'z (lampu gantung dari kertas) adalah seni instalasi yang bisa digunakan di rumah dan menantang batas fungsi dan estetika. 

Ia sering menggunakan bahan tak lazim seperti piring pecah atau kertas dalam instalasi lampunya


Richard Sapper (1932-2015) Jerman/Italia, Seorang jenius teknik dan desain. Tizio Lamp (1972) untuk Artemide adalah sebuah keajaiban keseimbangan dan konduktivitas listrik tanpa kabel yang terlihat, menjadi ikon di Era Eksperimen.



4. Era Postmodern & Memphis (1980-an), Sebagai sub-era dari eksperimen, gerakan ini secara sadar menolak aturan "form follows function". Mereka menggunakan warna-warna berani, bentuk asimetris, dan material tak terduga untuk menciptakan objek yang provokatif dan penuh karakter.

Ettore Sottsass (1917-2007) Italia, Pendiri Memphis Group, sebuah desain kolektif yang mengguncang dunia pada tahun 80-an. Lampunya, seperti Tahiti Lamp, adalah contoh sempurna dari gaya ini: anti-konvensional, penuh warna, dan lebih mirip patung mainan daripada alat penerangan. Merancang lampu seperti Callimaco dan Pausania untuk Artemide.

Filosofinya: desain harus menyentuh sisi emosional dan spiritual manusia


5. Era Avant-Garde Kontemporer (1990-Sekarang), Era ini didorong oleh kemajuan teknologi LED, keberlanjutan (sustainability), dan kaburnya batas antara desain, seni, dan sains. Desain menjadi lebih minimalis, konseptual, dan sering kali interaktif.

Philippe Starck (1949-..) Prancis, Superstar desain yang karyanya ada di mana-mana sejak akhir 80-an. Lampu Miss Sissi (1991) untuk Flos mendemokratisasi desain berkualitas.

Sementara karyanya yang lain sering kali provokatif dan cerdas. Ia menjembatani Era Postmodern dan Kontemporer.


Tom Dixon (1959-...) Inggris, Menggabungkan eksperimen material (tembaga, kuningan, resin) dengan bentuk pahat industrial. Karya seperti "Beat Light" menjadi ikon desain modern.


Michael Anastassiades (1967-...) Siprus/Inggris, Karyanya adalah masterclass dalam keseimbangan dan kesederhanaan geometris. Desainnya untuk Flos, seperti seri IC Lights, terasa seperti patung yang rapuh dan puitis.



Olafur Eliasson (1967-..) Islandia/Denmark, Lebih dari seorang desainer, Dia menggabungkan seni instalasi, sains, dan cahaya, jadi karyanyua berada di skala instalasi besar seperti  "The Weather Project" di Tate Modern. 

Dia adalah seniman yang menggunakan cahaya sebagai medium utamanya untuk mengeksplorasi persepsi dan fenomena alam. 

Ada yang mau menambahkan? 


Tulisan terkait :








Wisata kuliner malam di Ungaran kadang seperti berburu harta karun, bedanya yang ditemukan bukan emas, tapi sate dan gado gado legendaris. 


Ungaran adalah kota kecil strategis di selatan kota Semarang menuju ke arah Solo atau Jogja. 
Kota sejuk ini nyaman untuk tetirah karena mempunyai kawasan agraris berpemandangan indah nan subur, yaitu Bandungan di sisi timur lereng Gunung Ungaran (2.050 mdpl), sebuah strato vulkano yang lama tidur. 

Tidak hanya untuk tetirah, kota kecil ini juga juga menjadi jujugan warga kota Semarang, Salatiga, Ambarawa dan kota satelit BSB (Bukit Semarang Baru) untuk memanjakan lidah.

Ada beberapa rekomendasi dari tukang makan, arsitek, desainer produk dan perform artist mbak Anom Wigati @mitakaruna yang enak dan InsyaAllah halal. 

Sarapan atau sekalian makan siang :
2. Soto Segeeerrr mbok Giyem (sapi) jalan Diponegoro 
3. Gudeg Beteng (ada soto sapinya) jalan Raya Kuncen 
7. Sogud (soto & gudangan) Bandarjo 
8. Soto Mas Boed
9. Sop Ayam Pak Min Klaten (franchise) 
10. Pecel Kediri Bu Hindun, jalan  Ahmad Yani
11. Pecel Bu Sumo (franchise) 


Resto/cafe/eatery untuk makan siang dan makan malam (dinner)
1. Godong Salam (seafood) jalan Diponegoro.
2. Mang Engking (franchise) jalan Diponegoro
3. RumaSua (nusantara fusion) jalan Moh Yamin Kuncen.
4. Hanania (western & nusantara fusion) Tarubudaya.
5. Warung Tjandi 2 (kolam renang Singampon) Ungaran Barat
6. Joglo Agung (arah Bandungan) Jimbaran. 
7. Angkringan Kembang, Bandarjo. 
8. Ayam & Bebek Kemuning, Ahmad Yani 
9. Off Grid (smoke house) di Brigjen Sudiarto 
10. Soppi (sup iga) di jalan S. Parman.
di Tarubudaya.


Kopi enak di Ungaran dan sekitarnya:
1. Watu coffee (daerah Watu Gunung)
4.  Peacockoffie Ungaran (kantor Bawaslu) 
5. ⁠Lodji Londo (keluar kota arah selatan) 
6. Likoopi (satu lokasi dengan Joglo Agung resto)
7. Astoria (Bandungan) 
8. Kopi Tarik Ungaran (Belakang SD Mardi Rahayu, Sembungan) 


Anyway, Kalau malas nyari makan satu persatu atau kemalaman, parkir saja di Pujasera Ungaran di dekat kantor pos pusat Ungaran, karena banyak pilihan.
Di alun-alun Ungaran lama, selain angkringan, rekomendasi hanya pada: 
1. Nasi Goreng Babat Bu Ngapinah
2. ⁠Nasi Goreng Babat Pak Misdi
3. ⁠Nasi Goreng Pak Surip (terminal Sisemut)

Nah kalau mau bawa oleh oleh kudapan mampir saja di pabrik dan museum kuenya Nissin, kiri jalan dari Semarang arah ke Solo/Jogja setelah keluar dari kota.
Oya kalau ada waktu lebih, kunjungi pemancingan ikan sekaligus bakaran ikan air tawar di daerah Jimbaran sebelum pasar bunga Bandungan. 

Kalau ada yang belum disebut, jangan marah dulu. Tulis saja di komentar, nanti kita makan bareng di bab berikutnya..


Tulisan seputar Ungaran :



  • terimakasih banyak kepada mbak anom wigati
  • foto foto diambil dari duckduckgo kredit milik fotografernya. 
  • peta (pop up)  menggunakan google maps

Sedikit tentang Kuda Laut

Kemarin berkunjung ke rumah Pak Boss, sebut saja Meneer Van Klompen. Beliau adalah kolektor kuda laut dalam akuarium air asinnya. 
Kuda laut merupakan spesies yang masuk dalam golongan ikan (pisces) dari genus Hippocampus. "Hippocampus" berasal dari bahasa Yunani kuno hippokampos, (híppos) yang berarti "kuda" dan kampos (kámpos) yang berarti "monster laut".
Ada sekitar 70 spesies kuda laut yang diketahui, namun yang tercatat di publikasi ilmiah pada Agustus 2018 baru 45 spesies, Indonesia memiliki hingga 15 spesies kuda laut yang dianggap merupakan pemilik spesies kuda laut terbanyak di dunia. 
Fosil kuda laut tertua berasal dari periode Miosen (sekitar 23–5 juta tahun lalu) di lapisan Coprolitic Horizon di Tunjice Hills, Slovenia.

 Hippocampus kuda

Simak beberapa keunikan kuda laut :

1. Ikan yang bentuknya tidak biasa, Oleh para peneliti, Taksonomi Kuda laut digolongkan sebagai ikan karena bernapas menggunakan insang, berenang menggunakan sirip seperti ikan (dorsal dan pectoral) serta memiliki organ-organ dalam yang sama dengan organ ikan. Namun Hewan ini memiliki bentuk vertikal, punya moncong, kepala yang bermahkota dan menyerupai kuda di daratan, berenang dengan bantuan ekor yang juga digunakan untuk  mengaitkan ke substrat.
2. Tidak memiliki sisik, Namun lebih mirip kulit yang diregangkan di atas serangkaian plat tulang, yang memberikan kenampakan bercincin pada perut dan tubuhnya. 
3. Letak sirip yang tidak biasa, Hewan kecil ini memiliki sirip dorsal dan sirip pectoral. Sirip dorsal terletak di bagian bawah tubuhnya sedangkan sirip pectoral ada di dekat insang, di bagian kepalanya.
4. Lambat dalam berenang dan bergerak secara vertikal, Karena keunikan bentuk tubuhnya yang vertikal, membuat ia berenang lambat dan bergerak secara vertikal, bukan horizontal seperti ikan lainnya.
5. Tidak memiliki perut, karena memiliki proses pencernaan yang sangat cepat, kuda laut sering dikatakan hewan paling rakus. jadi makanan yang dimakan hanya sekedar lewat. 
6. Cara makan yang unik, Mereka akan mengaitkan ekornya di rumput-rumput laut dan terumbu karang kemudian menghisap makanan serta plankton dengan moncong mereka. Makanan utama mereka adalah Plankton, Copepoda, Udang Mysid dan krustasea kecil.
7. Dapat melihat 360 derajat, Kuda laut memiliki kemampuan melihat 360 derajat. Kemampuan ini sangat membantu untuk lebih waspada terhadap predator dan dalam mencari makanan.
8. Pandai berkamuflase, Beberapa jenis kuda laut memiliki warna transparan, beberapa lagi memiliki kemampuan untuk berkamuflase. Ada yang transparan dan ada yang mampu mimikri seperti bunglon,  Ia dapat merubah warna kulitnya menjadi menyerupai warna lingkungannya, seperti gurita sehingga ia mampu mengelabui predator.
9. Kuda laut jantan bertugas melahirkan, Prosesnya adalah si betina menyimpan telur di dalam kantung yang berada pada dada si jantan, kemudian akan dibuahi selama 10 hari hingga 6 minggu.
10. Monogami, Kuda laut adalah hewan laut yang setia dengan pasangannya (monogami) yaitu hanya berhubungan seksual dengan satu pasangannya saja. Mereka berhubungan hampir sepanjang tahun, hidup bersama hingga keduanya mati.
Bahkan ketika pasangan kuda laut berpergian, mereka akan pergi bersama-sama dengan saling memegang ekornya.
11. Berukuran mini, Hewan cantik ini memiliki ukuran beragam, mulai 13 mm (spesies Satomi pygmy atau Hippocampus satomiae ) hingga 35 mm.
12. Menari sebelum kawin, Mereka menari bersama sebelum kawin untuk memyinkronkan hormon reproduksi.
13. Ekor untuk menggenggam, Ekor mereka fleksibel dipakai untuk menggenggam agar tidak terbawa arus. 

Hippocampus pygmi bargibanti

Namun populasi hewan eksotis ini terancam, akibat ekspolitasi yang berlebihan terutama dimanfaatkan pada herbologi (jamu) tradisional Tiongkok. Sebanyak 20 juta kuda laut telah ditangkap setiap tahunnya untuk keperluan obat kuat atau afrodisiak tradisional bagi pria.

Ada yang mau menambahkan? 
Kalau tidak, saya pengen lihat gaya bercinta mereka.. 

Tulisan lainnya:



  • Foto foto milik grup facebook fotografi bawah air dan Gettyimages, kredit milik fotografernya
Hari ini genap 27 tahun, sejak 18 Agustus 1998 kami mulai bekerja di manufaktur mebel kayu jati, manufaktur mebel ruang dalam dan ruang luar (outdoor furniture). 
Jati, adalah salah satu bahan utama furniture yang paling mahal dan paling dicari di dunia. 
Di Indonesia, jati memiliki nilai budaya, khususnya di Jawa, karena digunakan dalam bangunan adat, mebel klasik, dan ukiran tradisional, terutama di daerah seperti Jepara, Blora, Kudus, Semarang, Klaten dan Pasuruan yang terkenal sebagai sentra kerajinan dan mebel jati.


Tidak hanya mahal dan paling dicari, kayu jati memiliki banyak sisi keunikan, ini diantaranya:

Botani dan Ekologi
01. Jati atau Tectona grandis (bahasa Latin) atau teak (bahasa Inggris), berasal dari kata thekku (bahasa Malayalam) di Kerala, India.
02. Pohon Jati tumbuh ratusan tahun mencapai ketinggian 40-45 meter dan diameter 1,8-2,4 meter. Rerata ketinggian 9-11 meter dan rerata diameter 0,9-1,5 meter.
 
03. Jati merupakan spesies asli Burma dan menyebar ke Semenanjung India, Thailand, Filipina, dan Jawa. hingga kini di Afrika tropis, Amerika tengah, Australia, Selandia Baru, Pasifik dan Taiwan.
04. Jati menggugurkan daun dimusim kemarau (Deciduous atau gugur daun). 

05. Iklim yang cocok adalah yang bermusim kering pendek, dengan curah hujan antara 1.200–3.000 mm pertahun, intensitas cahaya tinggi sepanjang tahun. Ketinggian tempat yang optimal antara 0 – 700 m dpl, walau dapat tumbuh di 1.300 m dpl.
06. Tumbuh di tanah agak basa dengan pH antara 6-8, sarang (memiliki aerasi yang baik), mengandung cukup kapur (Ca, Calcium) dan fosfor (P) dan tidak tahan tergenang air.

Pohon dan biji Jati

07. Jati dibudidayakan secara konvensional dengan biji. Tumbuh lambat dengan germinasi rendah (kurang dari 50%) proses propagasi alami sulit, kurang memenuhi permintaan atas kayu Jati, 
08. Jati Unggul Solomon (JUS) dan Jati Plus Perhutani (JPP) adalah hasil kloning dari spesies Tectona grandis. Jati emas atau Tectona cordia subcordata berbeda karena berasal dari famili Boraginaceae, bukan Lamiaceae seperti Jati asli.

09. Penyerbukan bunga dilakukan oleh bermacam serangga, terutama oleh lebah.
10. Kayu Jati terbaik berasal dari pohon yang berumur lebih dari 80 tahun, bergaris lingkar besar, berbatang lurus dengan sedikit cabang. 

11. Hutan Jati terlihat seperti hutan homogen (terdiri dari satu jenis pohon). Ini akibat kebakaran yang mudah terjadi di daerah beriklim muson saat kering. Jati tahan kebakaran karena kulit kayu dan buah yang berkulit tebal terbungkus dalam tempurung yang keras. Saat kebakaran, lembaga biji Jati tidak rusak disaat sebagian besar jenis pohon lain mati. 
12. Kebakaran hutan justru mengakibatkan proses pemurnian tegakan Jati, dimana biji Jati terdorong untuk berkecambah, Pada saat jenis-jenis pohon lain mati. Kerusakan tempurung biji Jati akan memudahkan tunas Jati untuk keluar pada saat musim hujan tiba. 

13. Guguran daun dan rerantingan Jati yang menutupi tanah melapuk secara lambat, sehingga menyulitkan gulma untuk berkembang, namun guguran daun dapat memicu kebakaran hutan.
14. Tajuk Jati rakus cahaya matahari dan cabang-cabangnya tidak bersentuhan. Perakaran Jati juga tidak tahan bersaing dengan perakaran tanaman lain. Serasah tanah cenderung tidak banyak. Tanpa banyak tutupan tumbuhan pada lantai hutan, lapisan tanah teratas lebih mudah terbawa oleh aliran air dan tiupan angin.


16. Hutan Jati tersebar di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari Kabupaten Pemalang  hingga Kabupaten Probolinggo, dari ketinggian 200 meter dpl hingga 650 meter dpl. 
17.  Hutan Jati terluas ada di Kabupaten Blora, Grobogan, dan Pati, dengan luas 1.000.534 hektare, atau sekitar 67% dari total hutan produksi di Jawa. sekaligus pusat utama persebaran dan pengelolaan hutan Jati di Indonesia. 

18. Jati Jawa bermutu terbaik dihasilkan di Kabupaten Blora.
19. Setengah wilayah Kabupaten Blora adalah kawasan hutan. 
20. 76% lahan hutan Jati di Jawa adalah kawasan hutan produksi (dipanen kayunya). 24% sisanya adalah hutan lindung, suaka alam, hutan wisata, dan cagar alam.


Sejarah, Ekonomi dan Budaya 
21. Penelitian marker genetik menggunakan teknik isoenzyme/ variasi isozyme yang dilakukan oleh Kertadikara pada 1994, menunjukan bahwa Jati yang tumbuh di Jawa merupakan jenis asli, bukan berasal dari India seperti banyak pendapat ahli botani seperti T. Altona. 
22. Jati di Jawa telah berevolusi sejak ratusan ribu tahun yang silam (Mahfudz dkk., t.t. ) dan mengalami mekanisme adaptasi khusus sesuai dengan keadaan iklim dan edaphis yang berkembang ratusan ribu tahun sejak zaman quarternary dan pleistosen di Asia Tenggara. 

23. Kayu Jati Jawa telah dimanfaatkan sejak zaman kerajaan Majapahit, untuk membangun rumah, alat pertanian dan kapal laut. 


24. Beberapa daerah di pantai utara Jawa pernah menjadi pusat galangan kapal, seperti Tegal, Juwana, Tuban, dan Pasuruan. Galangan kapal terbesar dan paling terkenal berada di Jepara dan Rembang (Tomé Pires- awal abad ke-16)
25. Perdagangan Jati dianggap lebih menguntungkan daripada perdagangan rempah-rempah dunia yang saat itu sedang mencapai puncak keemasannya sehingga VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) tertarik kepada “emas hijau” ini, VOC mendirikan loji pertama mereka di Jepara pada 1651 dan berdagang Jati melalui Semarang, Jepara, dan Surabaya. 

26. VOC membawa gelondongan Jati Jawa ke Amsterdam dan Rotterdam. Kedua kota maritim ini berkembang menjadi pusat-pusat industri kapal laut kelas dunia.
27. Raffles pada 1817 mencatat Jati tumbuh subur di Jawa, Madura, Bali, dan Sumbawa. Heyne mencatat Jati di Sulawesi, hanya ada 7.000 ha di Pulau Muna dan 1.000 ha di Pulau Butung di Sulawesi Tenggara. Analisis DNA memperlihatkan bahwa Jati di Sulawesi Tenggara adalah keturunan Jati Jawa. 
28. Pada masa perang dunia ke-2, Jati Jawa digunakan untuk membuat kapal-kapal niaga dan kapal-kapal perang.

29. Pascakemerdekaan, Jati Jawa masih sangat menguntungkan. Produksi Jati selama periode 1984-1988 mencapai 800.000 m3/tahun. Ekspor kayu gelondongan Jati pada 1989 mencapai 46.000 m3, dengan harga jual dasar 640 USD/m3. 
30. Pada 1990, ekspor gelondongan Jati dilarang oleh pemerintah. Perhutani mencatat bahwa 80% pendapatan mereka dari penjualan semua jenis kayu pada 1999 berasal dari penjualan gelondongan Jati di dalam negeri. 

31. Pada 1990, 89% pendapatan Perhutani berasal dari ekspor produk-produk Jati, terutama furnitur ruang luar. 
32. 70% kebutuhan Jati dunia dipasok oleh Myanmar (Burma) dan pasokan dunia dari hutan Jati alami hanya berasal dari Myanmar. 

33. Jati dikembangkan sebagai hutan tanaman di Srilangka sejak 1680, Tiongkok awal abad ke-19, Bangladesh 1871, Vietnam di awal abad ke-20 dan Malaysia pada 1909.
34. Produk-produk ekspor yang disebut berbahan Java teak (Jati Jawa) sangat terkenal dan diburu oleh para kolektor dari manca negara.

35. Dalam klasifikasi perdagangan, kayu Jati dibagi menjadi beberapa kelas. 
  • Kayu Jati kelas satu ditandai dengan warna coklat keemasan yang seragam, lurus dan bahkan berbutir. 
  • Kayu kelas dua kurang berbutir lurus, agak lebih keras dan lebih gelap warnanya dan umumnya dengan garis bergelombang lebar yang lebih gelap.
  • Kayu Jati kelas tiga memiliki serat lebih rapat dan umumnya berwarna abu-abu seragam. 
  • Kayu kelas empat. Umumnya kayu Jati perkebunan dianggap memiliki kualitas lebih rendah.
36. Negara pengimpor kayu Jati terbesar adalah Amerika Serikat, kebanyakan untuk outdoor furniture dan konstruksi premium. 


37. Daun Jati dimanfaatkan sebagai pembungkus nasi Jamblang di Cirebon dan tempe karena aroma khasnya. Daun Jati juga digunakan untuk pengobatan tradisional: Di Lamongan air rebusannya dipakai sebagai obat cuci luka, antiseptik. obat sariawan dan obat batuk. Di Madura seduhan campuran asam jawa dan tumbukan daun Jati yang pahit sebagai penawar sakit kolera. Di Bawean daun Jati mengandung zat pewarna merah-coklat yang digunakan sebagai pewarna kain dan makanan.

38. Kulit batang dipakai untuk obat penyakit kulit, luka luar, untuk melemaskan otot dan tonikum. 
39. Akar sebagai peluruh urin (diuretik) dan penawar racun ringan.Oleh masyarakat Bugis digunakan sebagai pewarna kuning dan kuning coklat alami untuk barang anyaman.

40. Bunga Jati digunakan sebagai anti-inflamasi, penurun demam dan obat pencahar pada pengobatan Ayurveda di India selatan dan dijadikan campuran teh herbal atau rebusan ringan. 
41. Buah Jati dalam pengobatan herbal India digunakan untuk mengatasi sembelit, cacingan dan sebagai pembersih darah.

42. Biji yang mengandung sedikit minyak, diekstraksi untuk minyak urut tradisional.
43. Kayu Jati mengandung minyak alami (tectoquinone) yang membuatnya licin, tidak mudah menyerap air, tahan pembusukan, dan memberi tampilan mengkilap alami meski tidak dipernis.

44. Erosi tanah akan lebih besar terjadi jika hutan Jati berbentuk hutan homogen. Di Gunung Kidul, yang gersang dan rusak parah sebelum 1978, berhasil diselamatkan dengan pola penanaman campuran Jati dan jenis-jenis lain ini. Selang waktu 30 tahun, 60% lahan rusak dapat diubah menjadi lahan yang produktif. Penanaman Jati di kebun dan pekarangan dicampur dengan mahoni (Swietenia mahogany), akasia (Acacia villosa), dan sonokeling (Dalbergia latifolia)

43. Di Gunung Kidul ada arboretum Jati; hutan buatan dengan koleksi 32 jenis pohon Jati yang tumbuh di seluruh Indonesia. 
44. Di Puslitbang Cepu dikembangkan bibit Jati unggul yang dikenal sebagai JPP (Jati Plus Perhutani). 

45. Museum hidup dari pepohonan Jati yang berusia lebih dari seabad ada di Monumen Gubug Payung di Cepu, Blora, Jawa Tengah dengan rata-rata tinggi di atas 39 meter dan berdiameter rata-rata 89 sentimeter. 
46. Kayu Jati menghasilkan panas yang tinggi, kayu bakar atau biomassa kelas satu.
 47. Lokomotif uap di museum kereta api Ambarawa menggunakan ranting-ranting Jati yang tak dapat dimanfaatkan untuk mebel.

48. Berbagai jenis serangga hama Jati  dimanfaatkan sebagai bahan makanan antara lain : belalang Jati (walang kayu) dan ulat-Jati (Endoclita). 
49. Banyak pesanggem (petani) memanfaatkan kulit pohon Jati sebagai bahan dinding rumah.
49. Di sela-sela pepohonan Jati,  petani menanam palawija dan memanen madu.
50. Makanan pengganti nasi yang tumbuh di hutan Jati adalah gadung (Dioscorea hispida) dan uwi (Dioscorea alata). iles-iles (Ammorphophallus) dikonsumsi saat paceklik. Juga tumbuhan obat-obatan tradisional seperti kencur (Alpina longa), kunyit (Curcuma domestica), jahe (Zingiber officinale), dan temu lawak (Curcuma longa

Teknologi Jati
52.Pada moisture content 12%, densitas kayu Jati berada pada kisaran 0,70 - 0,93 g/cm3.
Kelas kuat (PKKI): I (sangat kuat)
Kelas awet (PKKI) : l (sangat awet) 
Modulus Elastisitas (MOE): Sekitar 11.000–13.000 MPa : kemampuan lentur tinggi, cocok untuk konstruksi beban dinamis.
Modulus Kekakuan (MOR):  100–120 MPa : kekuatan patah yang sangat baik.
Penyusutan dimensi: Penyusutan tangensial ±5%, radial ±2%, sangat stabil terhadap perubahan kelembaban.
Kadar air ideal: 12–15% untuk pengolahan dan finishing optimal, mencegah retak dan melengkung.
Standar SNI: Sesuai SNI 03-3527-1994 untuk klasifikasi kekuatan dan keawetan kayu konstruksi.
53. Kayu Jati memiliki berat jenis 0,55 hingga 0,7.

54. Teksturnya kasar dan tidak merata, ketika tumbuh didaerah kering (arid )
55. Kayu Jati mudah dipotong dan diukir, sehingga disukai untuk membuat furniture dan ukir-ukiran. Kayu yang diampelas halus memiliki permukaan yang licin seperti berminyak. 
56. Kayu Jati mengandung Tanin (atau asam tanat) cukup tinggi, tanin adalah senyawa kimia untuk proteksi tanaman yang larut dalam air dan alkohol.

57. Finishing rekomendasi: Cocok untuk pelitur berbasis minyak atau water-based coating, hasil akhir tetap mengkilap (glossy) karena kandungan minyak alami.
Kayu Jati yang dibiarkan di luar ruangan selama bertahun-tahun akan mengalami perubahan warna alami akibat oksidasi, sinar UV, dan kelembapan. Warna coklat keemasan akan memudar menjadi abu-abu keperakan (patina).
58. Jati terkenal sangat kuat, awet, tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca. Sehingga kayu Jati digunakan juga sebagai bahan dok pelabuhan, bantalan rel, jembatan, kapal niaga, dan kapal perang. 

59. Tukang kayu di Eropa pada abad ke-19 meminta upah tambahan jika harus mengolah Jati, karena kayu Jati sedemikian keras hingga mampu menumpulkan perkakas dan menyita tenaga dan waktu mereka. 
60. Manual kelautan Inggris bahkan menyarankan untuk menghindari jung Tiongkok yang terbuat dari Jati karena dapat merusak baja kapal marinir Inggris jika berbenturan. 

61. Jati Burma sedikit lebih kuat dibandingkan Jati Jawa, namun permintaan Jati Jawa lebih banyak. Tekstur Jati jawa lebih halus dan kayunya lebih awet. 
62. Sekitar 40 senyawa ekstraktif telah diisolasi dari kayu Jati. Tectoquinone pertama kali diisolasi oleh Romins (1887, 1888) dan dikarakterisasi sebagai 2-metil antrakuinon oleh Kafuku dan Sebe (1932). 
 
63. Tectoquinone atau tektoquinon (ß-metil antrakuinon), adalah senyawa kimia alami yang dihasilkan oleh pohon Jati sebagai mekanisme pertahanan biologis terhadap hama, jamur, dan bakteri.  
64. Tingginya kandungan 2-methyl anthraquinone di gubal dan empulur menyebabkan Jati tahan terhadap serangan rayap kayu (Cryptotermes brevis).

65. Komposisi ekstraktif Jati cukup kompleks dan hampir semua antrakunion yang ditemukan dalam kayu efektif melawan rayap tetapi tidak efektif terhadap serangan jamur, namun, senyawa napthoquinone bersifat fungisida. 
66. Tectoquinone hanya terdapat pada Jati asli. Keberadaannya sulit ditiru oleh kayu lain, menjadikan Jati mahal dan eksklusif. 

67. Kandungan Lapachol dan deoxylapachol dalam kayu Jati dapat mengiritasi kulit walau dalam konsentrasi rendah. 
68. Tukang-tukang (dan insinyur) di Jawa kuno pada naskah-naskah seperti Kawruh Kalang mengenal beberapa jenis Jati (Mahfudz dkk):
  • Jati bang : Berwarna gelap, banyak berbercak dan bergaris.
  • Jati lengo atau Jati malam : kayu yang keras, berat, terasa halus bila diraba dan seperti mengandung minyak (bahasa jawa : minyak=lengo, lilin=malam). 
  • Jati sungu : Hitam, padat dan berat (bahasa jawa: sungu, tanduk).
  • Jati werut : dengan kayu yang keras dan serat berombak. 
  • Jati kembang : Serat gelap dan jelas, estetis untuk ukiran
  • Jati doreng : berkayu sangat keras dengan warna loreng-loreng hitam menyala, sangat indah.
  • Jati kapur : kayunya berwarna keputih-putihan karena mengandung banyak kapur. Kurang kuat dan kurang awet.

69. Endapan minyak di dalam sel-sel kayu Jati menyebabkan Jati awet dipakai di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap.
70. Rumah-rumah tradisional joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu Jati di semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dinding-dinding berukir (gebyok).
72. Jati juga diekspor dalam bentuk vinir (veneer) untuk melapisi muka kayu murah, plywood, PBF atau MDF. Sehingga tampak seperti kayu solid mahal, selain itu ada yang diekspor sebagai keping-keping parket (parquet) penutup lantai. 


Ada yang mau menambahkan?

Tulisan terkait :


Special thanks to : VY Mulya | Manuggal Sentosa Intertrada | Sinarindo Megantara | Port Rush Indonesia - Kohler Interiors | ScanCom Indonesia - ScanCom | Mamagreen Pacific | Bukir Pasuruan
  • Gambar ilustrasi dibuat di Dale3 via Bing Image Creator
#kayujati #jatibojonegoro #jaticepu #mbukirpasuruan #jatijeporo #tekinon

Terimakasih sudah berkomentar