Tampilkan postingan dengan label geo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geo. Tampilkan semua postingan
Hola, barusan kita merayakan tahun baru masehi 2026, sebentar lagi kita merayakan beberapa tahun baru keagamaan lagi.
Sistem penanggalan atau kalender memang ada di banyak budaya/agama.

Sistem penanggalan atau kalender terbagi menjadi 4 : Solar, Lunar, LuniSolar dan penanggalan lainnya.

Kalender matahari tertua terdokumentasi di Mesir kuno sejak 3000SM
  • Mesir kuno dianggap sebagai kalender matahari tertua yang terstruktur jelas.
  • Babilonia dan Sumeria lebih tua dalam hal kalender lunar/astronomis, tapi sistemnya lebih sederhana dan sering disesuaikan.
  • Maya muncul lebih kemudian, tetapi sangat maju dalam akurasi astronomi.

I. SISTEM SOLAR (Matahari/ Syamsiah) Didasarkan sepenuhnya pada revolusi Bumi mengelilingi Matahari (1 tahun sekitar 365,24 hari) dan selalu selaras terhadap musim : 
  • Gregorian: Standar global saat ini tahun 2026 Sejak kelahiran Yesus Kristus, Dunia secara umum sudah pindah ke kalender ini sejak 1582.
  • Julian: Dulu menjadi standar global. Saat ini tahun 2026 (Namun tanggalnya selisih 13 hari lebih lambat), hanya digunakan oleh gereja ortodoks di Yunani, Rusia, Serbia, Georgia, Makedonia Utara, Montenegro dan Yerusalem.
  • Solar Hijri (Persia/Jalali): Kalender resmi Iran & Afghanistan dihitung sejak Nabi Muhammad Hijrah namun dalam versi Matahari/Syamsiah. Saat ini tahun 1404 dimana Tahun baru Nowruz jatuh di bulan Maret.
  • Ethiopia: Memiliki 13 bulan dimana 12 bulan berisi 30 hari + 1 bulan berisi 5-6 hari. Saat ini tahun 2018 sejak Inkarnasi Yesus versi lokal. 
  • Koptik: Digunakan oleh Gereja Koptik di Mesir, mirip dengan kalender Ethiopia.
  • Suriyakhati: Kalender matahari resmi di Thailand.Diterapkan oleh Raja Chulalongkorn (Rama V) pada tahun 1888 M sebagai versi lokal dari kalender Gregorian + 543 era Buddha,  tahun Suriyakhati saat ini adalah 2569 B.E.
  • Bengali : kalender matahari yang digunakan di Bangladesh.
  • Hin Haykakan Tomar: Kalender solar tradisional di Armenia.
  • Juche: Digunakan di Korea Utara dimulai dari kelahiran Kim Il-sung (Saat ini tahun 115 Dihitung dari kelahiran Kim Il-sung tahun 1912).
  • Minguo: Digunakan di Taiwan dimulai dari berdirinya Republik Tiongkok. (saat ini 115 Dihitung dari tahun 1912).

Kalender murni lunar hanya digunakan di kalender Hijriah

II. SISTEM LUNAR (Bulan/ Qomariyah) Didasarkan sepenuhnya pada fase bulan (siklus 29,5 hari). Satu tahun lunar biasanya sekitar 354-355 hari (11 hari lebih pendek dari solar). Tanggalnya tidak tetap terhadap musim.
  • Hijriah: Kalender umat Islam sedunia. Saat ini tahun 1447 - 1448 dihitung sejak hijrah Nabi Muhammad SAW.
  • Jawa (Sultan Agungan): Saat ini tahun 1959 – 1960. Awalnya memang mengikuti sistem Saka yang solar,  kemudian  Sultan Agung pada abad ke‑17 mengganti kalender Saka (solar) dengan sistem Hijriah untuk penanggalan Jawa. Namun, kalender Jawa tetap mempertahankan unsur solar dari kalender Saka agar tradisi, siklus dan sistem agraris tetap berjalan.. >selengkapnya baca disini
Kalender Jawa berangkat dari Saka Solar diteruskan dengan Hijri lunar, unik karena mempunyai beberapa siklus

III. SISTEM LUNISOLAR (Gabungan Bulan & Matahari) 
Mengikuti fase bulan, tetapi disesuaikan dengan matahari melalui bulan kabisat (interkalasi) agar tetap selaras dengan musim.
  • Yoruba: Kalender tradisional masyarakat di Nigeria. Juni 2025, masyarakat Yoruba memasuki tahun 10.067.
  • Tionghoa (Imlek) Digunakan di Tiongkok dan oleh diaspora Tionghoa untuk menentukan Imlek dan festivalnya. Saat ini tahun 4723. (Tahun Kuda Api dimulai pada Februari 2026) dihitung sejak penobatan Kaisar Kuning (Huangdi).
  • Yahudi/ Ibrani (Ha-Luah Ha-Ivri): Kalender resmi  di Israel. Saat ini tahun 5786 – 5787. Dihitung dari penciptaan dunia menurut kitab suci mereka.
  • Hindu (Vikram Samvat): Populer di India Utara dan Nepal. Saat ini tahun 2082 – 2083 dihitung sejak Kemenangan Raja Vikramaditya.
  • Hindu (Shaka Samvat): Kalender nasional India. Saat ini tahun 1947 – 1948 dihitung sejak penobatan Raja Chashtana.
  • Saka Bali: Digunakan oleh masyarakat Hindhu Bali di Indonesia. Saat ini 1947 – 1948 (Tahun baru Saka/Nyepi jatuh di Maret 2026).
  • Saka Tengger: digunakan oleh masyarakat Hindu Tengger di kawasan Semeru Tengger, Jawa Timur.
  • Parhalaan Batak : kalender Lunisolar Parhalaan lebih bersifat astrologis dan agraris digunakan di Tapanuli.
  • Caka : Kalender tradisional Sunda, Saat ini tahun 1962.
  • Buddhis: Digunakan di Thailand, Myanmar, Sri Lanka, Kamboja.Saat ini tahun 2569 – 2570, dihitung dari wafatnya Sang Buddha.
  • Tibet (Phug-lugs): Digunakan di wilayah Tibet untuk menentukan festival seperti Losar dan ritual.
  • Jepang (Kyureki): Meski secara sipil menggunakan Masehi, mereka masih menggunakan sistem tradisional untuk ritual musiman dan nama era. 
  • Korea Selatan (Dangun-gi) : Kalender ini dimulai pada tahun 2333 SM, saat Dangun mendirikan kerajaannya. Tahun ini adalah 4359.
  • Vietnam (Âm Lịch) Mirip Imlek tapi memiliki perbedaan hewan zodiak (Kucing bukan Kelinci). 
  • Nepal (Sambat): Kalender lokal di Nepal. 
  • Assam: Digunakan di wilayah Assam, India. 
  • Tamil: Digunakan oleh masyarakat Tamil di India & Sri Lanka. 
  • Malayalam (Kollam Era) :  Digunakan di Kerala, India. 
  • Kannada: Digunakan di Karnataka, India. 
  • Telugu: Digunakan di Andhra Pradesh & Telangana. 
  • Nisga'a: Kalender pribumi di Kanada.
  • Hopi: Kalender masyarakat adat indian di Amerika.
Kalender maya kuno adalah kalender astronomis yang akurat dari berbagai aspek kosmis

IV. Sistem khusus lainnya (arkeologis, spiritual, komputasi & keperluan khusus lainnya).
Kalender yang tidak selalu mengikuti siklus astronomis sederhana atau digunakan untuk tujuan spesifik:
  • Baha'i (Badí‘): Kalender agama Bahai di Iran, terdiri dari 19 bulan, masing-masing 19 hari. Tahun Baha'i saat ini adalah 182 – 183.
  • Maya Tzolk'in: Kalender Maya kuno ritual 260 hari. Masih digunakan secara spiritual oleh keturunan Maya di Guatemala/Meksiko.
  • Maya Haab': Kalender Maya kuno sipil 365 hari. Masih digunakan secara spiritual oleh keturunan Maya di Guatemala/Meksiko.
  • Maya Kuno (Long Count): Kalender Maya kosmik kuno yang masih dipelajari. 
  • Zoroaster: Digunakan oleh komunitas Parsi.
  • Jain: Kalender agama Jain di India. 39. Kalender ISO 8601 (Week Date): Digunakan di dunia bisnis/logistik untuk menghitung minggu ke-1 hingga ke-52.
  • Unix Time: Detik yang berjalan sejak 1 Januari 1970 digunakan untuk sistem komputer. Saat ini tahun 1.767.000.000+ .
  • Kalender Aztec kuno Tonalpohualli : Kalender Ritual (260 Hari) Digunakan untuk ramalan (astrologi), ritual keagamaan, dan penentuan nasib pribadi.
  • Kalender Aztec kuno Xiuhpohualli : Kalender Solar (365 Hari) Mengatur pertanian, musim, dan kegiatan sosial.
  • Kalender Aztec kuno Round (Siklus 52 Tahun) : Tonalpohualli dan Xiuhpohualli berjalan bersamaan. Setiap 52 tahun, kedua kalender kembali ke titik awal yang sama.
  • Masehi Holosen: Menambahkan 10.000 tahun pada tahun Masehi dimulai sejak era Antroposen sebagai awal peradaban manusia (saat ini tahun 12.026).
  • Kalender Republik Prancis (tidak dipakai lagi): Kalender mingguan berbasis desimal yang pernah digunakan singkat setelah Revolusi Perancis. Kalender ini hanya bertahan sekitar 12 tahun (1793–1805).
  • Discordian  (tidak dipakai lagi): Kalender parodi/satiris harian berbasis angka 5. Kalender ini diciptakan pada tahun 1963 oleh Malaclypse the Younger (Gregory Hill) dan Omar Khayyam Ravenhurst (Kerry Wendell Thornley).
  • Kalender Positivis (tidak dipakai lagi): sistem kalender yang diciptakan oleh filsuf Prancis Auguste Comte pada tahun 1849 terdiri dari 13 bulan, 28 hari.
  • Kalender Ab Urbe Condita (AUC) : sistem penanggalan Romawi kuno yang menghitung tahun berdasarkan pendirian kota Roma pada 753 SM oleh Romulus (saat ini tahun 2779)..
  • Beberapa daerah ada yang membuat kalender berdasarkan periode unsur-unsur alam seperti pasang-surut air laut, migrasi hewan, dan siklus agraris.

Fakta Menarik: 
  • Meskipun ada banyak kalender, hampir seluruh dunia setuju menggunakan Gregorian sebagai bahasa waktu universal untuk bisnis dan politik agar tidak terjadi kekacauan koordinasi.
  • Perbedaan tahun yang mencolok disebabkan oleh perbedaan "Epoch" atau titik awal sejarah yang ditetapkan oleh masing-masing budaya/agama.

Turlisan terkait :



Gambar ilustrasi dibuat oleh Dall-E-3


Fenomena Astronomi 2026

Tahun 2026 ini penuh dengan fenomena langit spektakuler bagi para stargazer: 


Januari 
  • 3 Januari, Wolf Moon (Bulan Purnama): Bulan purnama pertama di tahun, tampak bulat sempurna dan terang sepanjang malam.
  • 4–5 Januari, Hujan Meteor Quadrantid: Salah satu hujan meteor terkuat, bisa mencapai 60–200 meteor per jam. Puncaknya singkat, dini hari 4–5 Jan.
  • 4 Januari, Perihelion: Bumi berada pada titik terdekat dengan Matahari dalam orbitnya, sekitar 147 juta km.
  • 17 Januari, Kumpulan Galaksi NGC 2451, Gugus bintang terbuka di rasi Puppis, bisa diamati dengan teleskop.
  • 19 Januari, Hujan Meteor γ-Ursae Minorid, Hujan meteor kecil dari rasi Ursa Minor, intensitas lebih rendah dibanding Quadrantid.
  • Sepanjang Januari, Segitiga Musim (Winter Triangle): Asterisme tiga bintang terang (Sirius, Betelgeuse, Procyon) membentuk segitiga di langit malam.
  • Akhir Januari, Okultasi Bulan–Saturnus: Bulan tampak menutupi Saturnus, fenomena langka yang bisa diamati dengan teleskop.

Februari
  • 1 Februari, Okultasi Saturnus oleh Bulan: Bulan melintas tepat di depan Saturnus, membuat planet bercincin tampak “menghilang” sesaat. Peristiwa ini bisa diamati di Asia Tenggara dan Australia.
  • 9 Februari, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, fase awal siklus bulan.
  • 17 Februari, Snow Moon (Bulan Purnama Salju): Bulan purnama kedua tahun ini, disebut “Snow Moon” karena bertepatan dengan musim dingin di belahan utara.
  • Sepanjang Februari, Hujan Meteor Minor (Alpha Centaurid, Delta Leonid):  Intensitas rendah, biasanya hanya beberapa meteor per jam, tapi tetap menarik bagi pengamat langit.

Maret
  • 3 Maret, Gerhana Bulan Total (Blood Moon): Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan Bumi (umbra), tampak merah tembaga. Terlihat jelas di Pasifik, Australia, dan Asia Timur.
  • 3 Maret, Bulan Purnama: Bertepatan dengan gerhana, bulan purnama tampak dramatis dengan warna merah.
  • 10 Maret, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, fase awal siklus bulan.
  • Sepanjang Maret, Konstelasi Musim (Winter/Summer Triangle), Sirius, Betelgeuse, dan Procyon (di belahan utara) atau Crux (Salib Selatan) di belahan selatan tampak jelas.
  • Pertengahan Maret, Hujan Meteor Minor (Gamma Normid), Intensitas rendah, sekitar 3–5 meteor per jam, berasal dari rasi Norma

April 
  • 8 April, Gerhana Matahari Hibrida, Peristiwa langka di mana gerhana bergeser antara total dan cincin api (annular). Jalur gerhana melintasi Amerika Tengah, Atlantik, dan sebagian Afrika.
  • 8 April, Bulan Baru: Bertepatan dengan gerhana, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.
  • 22–23 April, Hujan Meteor Lyrid:  Puncak sekitar 20 meteor per jam, berasal dari sisa komet Thatcher. Terlihat jelas menjelang fajar.
  • 24 April, Bulan Purnama (Pink Moon):  Disebut “Pink Moon” karena bertepatan dengan musim semi di belahan utara.
  • Sepanjang April, Planet-planet terang, Jupiter dan Mars tampak jelas di langit malam, cocok untuk pengamatan teleskop.

Mei
  • 5–6 Mei, Hujan Meteor Eta Aquarid: Puncak sekitar 50–60 meteor per jam, berasal dari debu komet Halley. Terlihat jelas menjelang fajar, terutama di belahan bumi selatan.
  • 8 Mei, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • 24 Mei, Flower Moon (Bulan Purnama Bunga), Bulan purnama Mei, dinamai sesuai musim semi di belahan utara.
  • Sepanjang Mei, Hujan Meteor Minor (Scorpiid, Arietid awal), Intensitas rendah, tapi Arietid akan meningkat menuju Juni.
  • Akhir Mei, Planet-planet terang: Jupiter dan Saturnus tampak jelas di langit

Juni
  • 7 Juni, Hujan Meteor Arietid: Salah satu hujan meteor siang hari terkuat, bisa mencapai 50–60 meteor per jam. Terlihat menjelang fajar, terutama di belahan bumi selatan.
  • 11 Juni, Strawberry Moon (Bulan Purnama Stroberi): Bulan purnama Juni, dinamai sesuai musim panen stroberi di belahan utara.
  • 23 Juni, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • Sepanjang Juni, Planet-planet terang, Jupiter, Saturnus, dan Mars tampak jelas di langit malam. Saturnus mulai mendekati oposisi, sehingga cincin terlihat lebih jelas dengan teleskop.
  • Akhir Juni, Hujan Meteor Minor (June Bootid).


Juli
  • 6 Juli, Bumi di Aphelion, Bumi berada di titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya, sekitar 152 juta km.
  • 21 Juli, Buck Moon (Bulan Purnama Rusa), Bulan purnama Juli, dinamai sesuai musim pertumbuhan tanduk rusa jantan di belahan utara.
  • 22 Juli, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • 28–29 Juli, Hujan Meteor Delta Aquarid, Puncak sekitar 20 meteor per jam, berasal dari sisa komet Marsden dan Kracht. Terlihat jelas di belahan bumi selatan.
  • Sepanjang Juli, Planet-planet terang, Saturnus mendekati oposisi, cincin tampak jelas dengan teleskop. Jupiter juga

Agustus
  • 12–13 Agustus, Hujan Meteor Perseid,Puncak sekitar 80–100 meteor per jam, berasal dari komet Swift–Tuttle. Terlihat jelas di belahan utara, tapi juga bisa diamati di Indonesia menjelang fajar.
  • 19 Agustus, Sturgeon Moon (Bulan Purnama Sturgeon), Bulan purnama Agustus, dinamai sesuai musim memancing ikan sturgeon di Amerika Utara.
  • 21 Agustus, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • Sepanjang Agustus, Planet-planet terang, Saturnus berada dekat oposisi, cincin tampak jelas dengan teleskop. Jupiter juga terlihat sangat terang di langit malam.
  • Akhir Agustus, Fenomena langit musim, Konstelasi Sagitarius dan Scorpius tampak jelas di langit malam tropis, cocok untuk astrofotografi.|

September
  • 6 September, Oposisi Neptunus, Neptunus berada di posisi berlawanan dengan Matahari, tampak paling terang dan besar di langit malam. Cocok diamati dengan teleskop.
  • 8 September, Corn Moon (Bulan Purnama Jagung), Bulan purnama September, dinamai sesuai musim panen jagung di belahan utara.
  • 22 September, Equinox Musim Gugur (Autumnal Equinox): Matahari melintasi ekuator langit, siang dan malam hampir sama panjang. Menandai awal musim gugur di belahan utara dan musim semi di belahan selatan.
  • 23 September, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • Sepanjang September, Hujan Meteor Minor (Piscid, Aurigid): Intensitas rendah, biasanya hanya beberapa meteor per jam, tapi tetap menarik untuk pengamatan.
  • Akhir September, Planet-planet terang: Jupiter dan Saturnus masih terlihat jelas di langit malam, Saturnus dekat oposisi sehingga cincin tampak jelas dengan teleskop.
Oktober
  • 8 Oktober, Harvest Moon (Bulan Purnama Panen): Bulan purnama terdekat dengan ekuinoks musim gugur, tampak besar dan terang.
  • 9 Oktober, Hujan Meteor Draconid,Puncak sekitar 10–20 meteor per jam, kadang bisa meledak hingga ratusan meteor. Berasal dari komet 21P/Giacobini-Zinner.
  • 13 Oktober, Gerhana Matahari Total,Bulan sepenuhnya menutupi Matahari. Jalur totalitas melintasi Atlantik, Afrika Utara, dan Timur Tengah.
  • 25 Oktober, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan. 
  • Sepanjang Oktober: Planet-planet terang,Jupiter dan Saturnus masih terlihat jelas di langit malam. Mars mulai muncul menjelang fajar.

November
  • 5 November, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • 17–18 November, Hujan Meteor Leonid,Puncak sekitar 15–20 meteor per jam, tapi kadang bisa meledak menjadi ribuan meteor per jam. Berasal dari komet Tempel–Tuttle.
  • 22 November, Beaver Moon (Bulan Purnama Berang-berang): Bulan purnama November, dinamai sesuai musim membangun bendungan berang-berang di belahan utara.
  • Sepanjang November: Planet-planet terang,Jupiter dan Saturnus masih terlihat jelas di langit malam. Mars mulai lebih tinggi menjelang fajar.
  • Akhir November: Hujan Meteor Minor (Alpha Monocerotid),Intensitas rendah, tapi pernah menghasilkan ledakan meteor spektakuler di masa lalu.

Desember
  • 12 Desember, Cold Moon (Bulan Purnama Dingin): Bulan purnama terakhir tahun ini, dinamai sesuai musim dingin di belahan utara.
  • 13–14 Desember, Hujan Meteor Geminid: Puncak sekitar 100–120 meteor per jam, berasal dari asteroid 3200 Phaethon. Terlihat jelas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
  • 27 Desember, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • 22–23 Desember, Hujan Meteor Ursid:  Puncak sekitar 5–10 meteor per jam, berasal dari komet 8P/Tuttle. Terlihat di belahan utara, tapi sebagian bisa diamati di Indonesia.
  • Sepanjang Desember, Planet-planet terang: Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus.

Ada yang mau menambahkan?

Tulisan terkait :


Ilustrasi dibuat oleh Dall-E3

Indonesia bukan hanya negeri seribu pulau, tapi juga negeri sejuta hujan. Dengan iklim tropis yang kaya akan dinamika atmosfer, hujan di Indonesia menyimpan banyak keunikan yang layak diangkat ke permukaan, ini beberapa diantaranya :

1. Indonesia memiliki tiga tipe utama curah hujan:
- Tipe Ekuatorial: Dua puncak hujan dalam setahun, terjadi di Sumatra dan Kalimantan.
- Tipe Monsun: Satu puncak hujan, dominan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
- Tipe Lokal: Dipengaruhi kondisi geografis setempat, seperti pegunungan dan laut, terjadi di Papua, Maluku, dan sebagian Sulawesi.



2. Beberapa wilayah mengalami hujan sepanjang tahun dan tidak memiliki musim kemarau yang jelas, seperti:Sumatra bagian barat dan Kalimantan tengah. Fenomena ini disebabkan oleh zona konvergensi tropis yang terus bergerak di sekitar ekuator.


3. Fenomena hujan lokal atau hujan orografis adalah hujan terjadi hanya di satu desa, sementara desa sebelah tetap cerah. Ini dipicu oleh pegunungan yang memaksa udara lembap naik dan mengembun.

4.Rata-rata curah hujan tahunan di Indonesia berkisar antara 2.000–3.000 mm.

5. Wilayah dataran tinggi seperti Bogor dan Manado bisa mencapai lebih dari 4.000 mm/tahun, menjadikannya salah satu kota terbasah di dunia.


6. Curah hujan harian tertinggi tercatat di Padang, dengan intensitas 505 mm per hari. (Curah hujan 100mm per hari saja sudah tergolong lebat).

7. Wilayah dengan curah hujan tertinggi di Indonesia adalah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. dengan curah 6.610,5 mm pada 2024.



8. Pada 2024 di Mimika, hujan turun 347 hari dalam setahun, hanya 18 hari tanpa hujan.

9. Hujan terlama tanpa jeda pernah terjadi di Bogor, berlangsung lebih dari 20 jam.

10. Tahun 2010 dan 2020 tercatat sebagai musim hujan yang sangat panjang dan ekstrem di Indonesia.

11.  La Niña adalah fenomena iklim global yang menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih dingin dari suhu normalnya sehingga berdampak bagi Indonesia : Musim hujan bisa datang lebih awal dan berlangsung lebih lama artinya curah hujan meningkat tajam, bahkan di luar musim hujan normal.


12. Hujan es pernah terjadi di Surabaya, Bekasi, Sragen, Bandung, dan Lampung. Biasanya muncul saat pancaroba awal, ketika awan Cumulonimbus menjulang tinggi dan menghasilkan butiran es yang jatuh sebelum sempat mencair.

13. Normalnya, pH hujan adalah 5,6. Di bawah itu, hujan sudah tergolong asam dan bisa merusak lingkungan serta kesehatan. Hujan asam terjadi akibat pencemaran udara oleh gas SO₂ dan NOₓ dari kendaraan dan industri. Beberapa kota yang tercatat memiliki pH hujan rendah: Jakarta: 4,71, Serpong: 4,86, Kototabang: 4,93, Bandung: 5,30, Maros: 5,39

14. Bau hujan disebut petrichor yang berasal dari senyawa geosmin yang dilepaskan oleh bakteri tanah (Actinobacteria) dan Alga hijau biru (Cyanobacteria) saat hujan pertama turun. Banyak orang Indonesia menyukai aroma ini karena memunculkan nostalgia dan rasa nyaman.


15. Di beberapa daerah, hujan pertama dianggap sebagai pertanda baik. Ada juga tradisi menyambut hujan dengan doa atau ritual khusus, terutama di kalangan petani.


Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan terkait :


  • Foto-foto ilustrasi dibuat oleh dal-e3



Musim kemarau di Indonesia terjadi ketika angin berhembus dari benua Australia ke Indonesia. Benua Australia adalah daratan yang sangat luas namun mengandung sedikit uap air. 

Inilah beberapa keunikan musim kemarau di Indonesia : 
  • Wilayah Indonesia bagian timur mengalami musim kemarau lebih dulu, baru kemudian Indonesia bagian barat.
  • Durasi musim kemarau di Indonesia sangat bervariasi tergantung wilayahnya. BMKG menggunakan satuan waktu bernama dasarian (setiap 10 hari) rentang 2–8 bulan sama dengan 6–24 dasarian.
  • Indonesia punya lebih dari 300 pola musim hujan-kemarau yang berbeda.  Saat Papua dan Kalimantan basah, namun Jawa dan NTT sudah kering. Ini dipengaruhi oleh topografi, angin muson, dan posisi geografis
  • Meski kemarau identik dengan panas, banyak wilayah justru mengalami udara dingin menusuk di malam hingga pagi hari. Fenomena ini disebut bediding, berasal dari bahasa Jawa yang berarti “merinding karena dingin”. Hal ini terjadi karena langit cerah tanpa awan dimana panas bumi cepat hilang ke atmosfer dan kelembapan rendah karena tak ada “selimut” uap air yang menahan panas dan Angin Monsun Timur dari Australia yang membawa udara dingin dan kering. Wilayah terdampak meliputi Dataran Tinggi Dieng, Bromo umumnya di Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi.
  • Pada tahun-tahun tertentu, Indonesia mengalami kemarau basah dimana musim kemarau tapi tetap diguyur hujan deras yang disebabkan oleh lemahnya Monsun Australia, Suhu laut hangat akibat pembentukan awan hujan tetap aktif dan fenomena atmosfer tropis seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin. 
  • Suhu terendah di Indonesia menurut versi resmi BMKG terjadi pada musim kemarau yaitu di Lembang, Jawa Barat mencapai 9,8°C pada Juli 1991 dan pada 19 Juli 2025, suhu permukaan di Dataran Tinggi Dieng tercatat -2°C yang menyebabkan fenomena embun upas atau embun es.
  • Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Indonesia dalam 40 tahun terakhir juga terjadi saat musim kemarau, yaitu 40,6°C pada 16 Agustus 1997 di Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
  • Musim kemarau 1997 adalah yang paling ekstrem dan panjang dalam 40 tahun terakhir. Durasi hingga 9 bulan di beberapa wilayah, terutama NTT, NTB, dan Jawa Timur. Penyebab utamanya adalah fenomena El Nino 1997-1998
  • Saat musim kemarau, ikan-ikan di danau, waduk dan sungai kekurangan air. Saat seperti itu adalah musim memanen ikan air tawar. 
  • Cuaca tanpa hujan dan angin musim kemarau cocok untuk bermain layang-layang. 
  • Libur panjang kenaikan kelas dan libur kuliah didesain pada musim kemarau.
  • Saat kemarau panjang, beberapa spesies serangga seperti belalang dan semut bermigrasi mencari sumber air. Di beberapa daerah bisa menyebabkan ledakan populasi hama yang menyerang tanaman.
  • Buah-buahan yang panen besar saat musim kemarau adalah : mangga, melon, belimbing, jambu mete, jambu bol, jambu air, kesemek, jeruk manis, sirsak, nangka, pepaya, pisang. Sedang komoditas pertanian yang cocok dipanen saat kemarau : jagung, kacang panjang, kacang tanah, ubi jalar, labu (waluh), kacang hijau, tomat & mentimun. Juga komoditas seperti kapuk dan kopi. 
  • Saat musim kemarau, sering terjadi kebakaran hutan, lereng gunung dan lahan gambut. 

Ada yang punya kenangan dengan musim kemarau? 

Tulisan terkait :
#bediding #Madden-JulianOscillation #GelombangKelvin. 

Fenomena Astronomi 2025

Selamat tahun baru 2025 Kamerad,

Tahun 2025 bagi para Stargazers (para pengamat bintang langit) adalah tahun yang istimewa.

Tata surya (Gettyimages)

Seberapa istimewa langit selatan? Coba lihat fakta-fakta berikut:

Januari

2-4 Januari: Hujan meteor Quadrantid akan mencapai puncaknya.Quadrantids adalah hujan meteor di atas rata-rata, dengan hingga 40 meteor per jam pada puncaknya. Hujan meteor ini diperkirakan dihasilkan oleh butiran debu yang tertinggal dari komet yang telah punah yang dikenal sebagai 2003 EH1 yang ditemukan pada tahun 2003. 

4 Januari: Bumi akan berada pada titik terdekatnya dengan matahari.

10 Januari - Venus mencapai elongasi timur terbesar sebesar 47,2 derajat dari Matahari. Venus karena akan berada pada titik tertinggi di atas cakrawala di langit malam. 

13 Januari - Bulan Purnama Serigala. 

13-14 Januari: Komet ATLAS dapat terlihat dengan mata telanjang.Ditemukan tahun lalu, Komet C/2024 G3 oleh para astronom, mungkin menyala cukup terang untuk dilihat tanpa teleskop saat mencapai perihelion, titik terdekatnya dengan matahari.

Mars (Gettyimages)

16 Januari - Mars pada Oposisi. Mars akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dan permukaannya akan sepenuhnya disinari Matahari. Teleskop berukuran sedang akan memungkinkan Anda melihat beberapa detail gelap pada permukaan oranye planet tersebut.

29 Januari - Bulan Baru. Ini adalah waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek redup seperti galaksi dan gugusan bintang karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu.


Februari

12 Februari - Bulan Purnam Salju atau Bulan Kelaparan,karena cuaca yang keras membuat perburuan menjadi sulit.

28 Februari - Bulan Baru. waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek redup seperti galaksi dan gugusan bintang karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu.

Tujuh planet sejajar (Gettyimages)

28 Februari: Tujuh planet akan terlihat di langit pada saat yang sama. Merkurius, Venus, Mars, dan Jupiter akan terlihat dengan mata telanjang. Saturnus, Uranus, dan Neptunus juga akan terlihat di sana, tetapi memerlukan teropong atau teleskop untuk menemukannya.


Maret

8 Maret - Planet Merkurius mencapai elongasi timur terbesar sebesar 18,2 derajat dari Matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat Merkurius Carilah planet ini di langit barat tepat setelah matahari terbenam.

14 Maret - Bulan akan mengalami gerhana total (Blod moon) Gerhana ini akan paling terlihat di sebagian wilayah Amerika dan Pasifik, tetapi juga dapat dilihat di Eropa dan Afrika bagian barat.

14 Maret - Bulan Purnama Cacing karena pada saat itulah tanah akan mulai melunak dan cacing tanah akan muncul kembali.

20 Maret - Ekuinoks Maret.Ini juga merupakan hari pertama musim semi (ekuinoks vernal) di Belahan Bumi Utara dan hari pertama musim gugur (ekuinoks musim gugur) di Belahan Bumi Selatan.

29 Maret - Bulan Baru. 

29 Maret - Gerhana Matahari Sebagian. Gerhana sebagian ini akan terlihat di seluruh Greenland dan sebagian besar Eropa utara serta Rusia utara. Gerhana ini akan terlihat paling jelas dari Kanada dengan cakupan 93%.  


April

13 April - Bulan Purnama Merah Muda karena menandai munculnya lumut merah muda, atau phlox tanah liar, yang merupakan salah satu bunga musim semi pertama. 

21 April - Merkurius pada Elongasi Barat Terbesar dengan elongasi barat terbesar sebesar 27,4 derajat dari Matahari. Planet yang rendah terlihat di langit timur sebelum matahari terbit.

22, 23 April - Hujan Meteor Lyrid. Hujan meteor Lyrid adalah hujan meteor biasa, yang biasanya menghasilkan sekitar 20 meteor per jam pada puncaknya. Hujan meteor ini dihasilkan oleh partikel debu yang tertinggal dari komet C/1861 G1 Thatcher, yang ditemukan pada tahun 1861.

27 April - Bulan Baru.


Mei

3-7 Mei - Hujan Meteor Eta Aquarids. Eta Aquarids adalah hujan meteor di atas rata-rata, yang mampu menghasilkan hingga 60 meteor per jam pada puncaknya. Sebagian besar aktivitasnya terlihat di Belahan Bumi Selatan.

12 Mei - Bulan purnama bulan bunga,  karena pada saat itulah bunga-bunga musim semi muncul dalam jumlah banyak. 

27 Mei - Bulan Baru. 

Venus

31 Mei - Venus mencapai elongasi timur terbesar sebesar 45,9 derajat dari Matahari. Ini adalah waktu terbaik yang terang di langit timur sebelum matahari terbit.


Juni

11 Juni - Bulan Purnama Stroberi karena menandakan waktu untuk mengumpulkan buah yang matang. 

21 Juni - Titik Balik Matahari Juni. Kutub Utara Bumi akan miring ke arah Matahari, Ini adalah hari pertama musim panas di Belahan Bumi Utara dan hari pertama musim dingin di Belahan Bumi Selatan.

25 Juni - Bulan Baru. 


Juli

4 Juli - Merkurius pada Elongasi Timur Terbesar dengan mencapai elongasi timur terbesar sebesar 25,9 derajat dari Matahari. planet yang rendah terlihat di langit barat tepat setelah matahari terbenam.

10 Juli - Bulan Purnama Bulan Rusa Jantan karena rusa jantan akan mulai menumbuhkan tanduk baru mereka pada waktu tahun ini.

24 Juli - Bulan Baru.  

28, 29 Juli - Dua hujan meteor akan mencapai puncaknya. Southern Delta Aquariids aktif dari 18 Juli hingga 12 Agustus. Alpha Capricornids aktif dari 12 Juli hingga 12 Agustus. Malam puncak untuk keduanya: 29 hingga 30 Juli.

Delta Aquarids adalah hujan meteor rata-rata yang dapat menghasilkan hingga 20 meteor per jam pada puncaknya. Hujan meteor ini dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh komet Marsden dan Kracht. Puncaknya tahun ini pada malam tanggal 28 Juli dan pagi tanggal 29 Juli. Pengamatan terbaik akan dilakukan dari lokasi yang gelap setelah tengah malam. Meteor akan memancar dari konstelasi Aquarius, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.


Agustus

9 Agustus - Bulan Purnama Sturgeon karena ikan sturgeon besar di Great Lakes dan danau-danau besar lainnya lebih mudah ditangkap pada waktu ini. 

12, 13 Agustus - Hujan Meteor Perseids. Perseids adalah salah satu hujan meteor terbaik untuk diamati, menghasilkan hingga 60 meteor per jam pada puncaknya. Hujan ini dihasilkan oleh komet Swift-Tuttle, Pengamatan terbaik dilakukan dari lokasi gelap setelah tengah malam. Meteor akan memancar dari konstelasi Perseus, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

19 Agustus - Merkurius mencapai elongasi barat terbesar sebesar 18,6 derajat dari Matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat planet yang rendah di langit timur sebelum matahari terbit.

23 Agustus - Bulan Baru. 


September

7 September - Bulan Purnama Jagung karena jagung dipanen sekitar waktu ini dalam setahun. Purnama ini terjadi paling dekat dengan ekuinoks September setiap tahun.

7 September - Gerhana Bulan Total (Blood moon). Gerhana bulan total terjadi ketika Bulan melewati sepenuhnya bayangan gelap Bumi atau umbra. Gerhana akan terlihat di seluruh Asia dan Australia serta bagian tengah dan timur Eropa dan Afrika.  

21 September - Bulan baru

Gerhana matahari 

21 September - Gerhana Matahari Sebagian. Gerhana sebagian ini hanya akan terlihat di Selandia Baru, Antartika, dan Samudra Pasifik bagian selatan. Gerhana ini akan terlihat paling jelas dari Selandia Baru dengan cakupan 76%.

Saturnus

21 September - Saturnus pada Oposisi. Planet bercincin ini akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dan permukaannya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Teleskop berukuran sedang atau lebih besar akan memungkinkan Anda melihat cincin Saturnus dan beberapa bulannya yang paling terang.

22 September - Ekuinoks September. Ini juga merupakan hari pertama musim gugur  di Belahan Bumi Utara dan hari pertama musim semi di Belahan Bumi Selatan.

23 September - Neptunus pada oposisi atau berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dan permukaannya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Neptunus hanya akan tampak sebagai titik biru kecil di semua teleskop kecuali yang paling kuat.


Oktober

7 Oktober - Bulan Purnama Pemburu karena pada saat ini daun-daun berguguran dan hewan buruan menjadi gemuk dan siap berburu. 

7 Oktober - Hujan Meteor Draconid. Draconid adalah hujan meteor kecil yang hanya menghasilkan sekitar 10 meteor per jam. Meteor akan memancar dari konstelasi Draco, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

21 Oktober - Bulan Baru. 

20–21 Oktober - Dua komet langka yang melintas hampir bersamaan:

  • Komet C/2025 R2 (SWAN) : Komet SWAN hanya muncul kembali setiap 650–700 tahun.
  • Komet C/2025 A6 (Lemmon) : Komet Lemmon bahkan lebih langka, dengan periode sekitar 1.300 tahun

21, 22, 23 Oktober - Hujan Meteor Orionid. Orionid adalah hujan meteor rata-rata yang menghasilkan hingga 20 meteor per jam pada puncaknya. Hujan meteor ini dihasilkan oleh butiran debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno. 

29 Oktober - Merkurius pada Elongasi Timur Terbesar. Planet Merkurius mencapai elongasi timur terbesar sebesar 23,9 derajat dari Matahari. Planet yang rendah terlihat di langit barat tepat setelah matahari terbenam.


November

4, 5 November - Hujan Meteor Taurid. Taurid adalah hujan meteor minor yang berlangsung lama dan hanya menghasilkan sekitar 5-10 meteor per jam. Hujan meteor ini tidak biasa karena terdiri dari dua aliran terpisah. Aliran pertama dihasilkan oleh butiran debu yang tertinggal dari Asteroid 2004 TG10. Aliran kedua dihasilkan oleh puing-puing yang tertinggal dari Komet 2P Encke.

5 November - Bulan Purnama, Supermoon Berang-berang karena pada saat itulah perangkap berang-berang dipasang sebelum rawa-rawa dan sungai membeku. 

16, 17, 18 November - Hujan Meteor Leonid. Leonid adalah hujan meteor biasa, yang menghasilkan hingga 15 meteor per jam pada puncaknya. Hujan meteor ini unik karena memiliki puncak siklon setiap 33 tahun, yang dapat dilihat dari ratusan meteor per jam. Hujan meteor terakhir terjadi pada tahun 2001. Leonid dihasilkan oleh butiran debu yang tertinggal dari komet Tempel-Tuttle.

20 November - Bulan Baru. 

Uranus (astrophotography groups)

21 November - Uranus di Oposisi. Planet biru-hijau ini akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dan permukaannya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Planet ini akan lebih terang daripada waktu lainnya dalam setahun dan akan terlihat sepanjang malam. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat Uranus. Karena jaraknya yang jauh, Uranus hanya akan tampak sebagai titik biru-hijau kecil di semua teleskop kecuali yang paling kuat.


Desember

4 Desember - Bulan Purnama, Supermoon Dingin karena pada saat inilah udara musim dingin mulai terasa dan malam menjadi panjang dan gelap.  

Mercurius (Gettyimages)

7 Desember - Merkurius pada Elongasi Barat Terbesar. Planet Merkurius mencapai elongasi barat terbesar sebesar 20,7 derajat dari Matahari. Planet yang terlihat rendah di langit timur sebelum matahari terbit.

12, 13, 14 Desember - Hujan Meteor Geminid. Geminid adalah raja hujan meteor. Banyak yang menganggap hujan meteor ini sebagai hujan meteor terbaik di langit, menghasilkan hingga 120 meteor warna-warni per jam pada puncaknya. Hujan meteor ini dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh asteroid yang dikenal sebagai 3200 Phaethon, yang ditemukan pada tahun 1982. Hujan meteor ini berlangsung setiap tahun dari tanggal 7-17 Desember. Puncaknya tahun ini pada malam tanggal 13 dan pagi tanggal 14. 

20 Desember - Bulan Baru.

21 Desember - Titik Balik Matahari Desember. Kutub Selatan Bumi akan condong ke arah Matahari, yang akan mencapai posisi paling selatan di langit dan akan berada tepat di atas Garis Balik Selatan pada 23,44 derajat lintang selatan. Ini adalah hari pertama musim dingin  di Belahan Bumi Utara dan hari pertama musim panas di Belahan Bumi Selatan.

21, 22 Desember - Hujan Meteor Ursid. Ursid adalah hujan meteor kecil yang menghasilkan sekitar 5-10 meteor per jam. Hujan ini dihasilkan oleh butiran debu yang tertinggal dari komet Tuttle, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1790. 

Ada yang mau menambahkan?


Tulisan terkait :


Foto-foto dari Gettyimages, kredit milik fotografernya 

#kalenderastronomi #kalenderastronomi2025



Pernah membayangkan katastrofi atau bencana alam terdahsyat? selain tumbukan bumi dengan asteroid besar yang menyebabkan gempa besar, mega tsunami dan bahkan perubahan iklim? Yup! Letusan supervulkano atau gunung berapi super adalah salah satu jawabnya.

Gunung berapi super diklasifikasikan sebagai gunung berapi dengan magnitudo letusan 8, nilai terbesar pada Volcanic Explosivity Index (VEI) dimana volume endapan letusan tersebut lebih besar dari 1.000 kilometer kubik (240 mil kubik).

Gunung berapi super terjadi ketika magma di dalam mantel naik ke kerak bumi dan tidak mampu menembus celah atau lubang. Seiring berjalannya waktu, tekanan yang sangat besar mulai terakumulasi di kolam magma yang terus berkembang hingga meledak melalui kerak bumi dengan hebat.

Hal ini dapat terjadi di hot spot (misalnya Kaldera Yellowstone) atau di zona subduksi (misalnya kaldera Toba). Letusan supervulkanik bervolume besar juga sering dikaitkan dengan wilayah batuan beku yang sangat luas, yang dapat menutupi wilayah yang luas dengan lava dan abu vulkanik. Letusan besar juga dapat menyebabkan perubahan iklim jangka panjang (seperti memicu zaman es kecil karena sinar matahari tertutup abu vulkanik dalam jangka waktu yang lama) dan mengancam kepunahan spesies-spesies. Ngeri! 

11 letusan supervulkano berdasarkan volume yang dikeluarkan
1 Flat Landing Brook Formation (New Brunswick, Kanada)  ±12.000 km³
2 Kaldera La Garita (Fish Canyon Tuff, Colorado, AS)  ±5.000 km³
3 Kaldera Toba (Sumatra, Indonesia) ±2.800 km³
4 Kaldera Yellowstone (Huckleberry Ridge Tuff, Wyoming, AS) ±2.500 km³
5 Kaldera La Pacana (Atana Ignimbrite, Chili) ±2.500-3.500 km³
6 Kaldera Island Park (Huckleberry Ridge Tuff, Wyoming, AS) ±2.500 km³
7 Cerro Guacha, (Bolivia) ±1.300 km³
8 Kaldera Vilama (Bolivia-Argentina) ±1.200-2.100 km³
9 Kaldera Taupo (Selandia Baru) ±1.200 km³
10 Kaldera Pastos Grandes (Bolivia) ±1.000 km³
11 Kaldera Cerro Galan (Argentina) ±650 km³
12 Kaldera Aso (Kyushu, Jepang) ±600 km³
13 Kaldera Aira (Kyushu, Jepang) ±400 km³
14 Kaldera Kikai (Laut Timur Cina) ±400 km³

Selengkapnya ini detail 11 gunung berapi super  dengan letusan terbesar sepanjang masa:

1.Flat Landing Brook Formation, Kanada, Dengan perkiraan volume asli sekitar 12.000 km³ (2.900 mil³), Formasi Flat Landing Brook menggabungkan produk letusan gunung berapi super yang mungkin merupakan letusan gunung berapi super terbesar di era Paleozoikum atau periode Ordovisium Tengah. Sebagian besar batuan vulkanik terbentuk dalam jangka waktu kurang dari dua juta tahun. Wilayah breksi co-ignimbritik kasar di Formasi Flat Landing Brook (piroklastik Grants Lake) ditafsirkan mewakili pengisian kaldera besar dengan radius sekitar 80 km (50 mil).


2.Kaldera La Garita, Amerika Serikat, Kaldera Garita adalah kaldera supervulkanik besar di ladang vulkanik San Juan di Pegunungan San Juan dekat kota Creede di barat daya Colorado, Amerika Serikat. Letusan yang menciptakan Kaldera La Garita adalah salah satu letusan gunung berapi terbesar yang diketahui dalam sejarah bumi.

Kaldera La Garita (maps.google.com)

Kaldera La Garita adalah salah satu dari sejumlah kaldera yang terbentuk selama letusan besar ignimbrite (endapan dari aliran piroklastik) di Colorado, Utah dan Nevada dari 40–18 juta tahun yang lalu, dan merupakan lokasi letusan besar sekitar 28,01±0,04 juta tahun yang lalu, selama Zaman Oligosen.

Skala vulkanisme La Garita adalah yang terbesar kedua pada Era Kenozoikum. Aliran abu yang dihasilkan oleh gunung berapi tersebut, terutama “Fish Canyon Tuff” memiliki volume sekitar 5.000 km³ (1.200 mil³), menjadikannya berada diperingkat Indeks Ledakan Vulkanik (VEI)  sebesar 8. 


3.Danau Toba, Indonesia, Danau Toba merupakan kaldera besar sisa gunung berapi super di dalam kompleks kaldera Toba di Sumatera Utara. Kompleks ini terdiri dari empat kawah gunung berapi yang tumpang tindih dan berbatasan dengan “bagian depan vulkanik” Sumatra. Meliputi area seluas 100 x 30 km, ini adalah kaldera kuarter terbesar di dunia, dan kaldera keempat dan termuda.

Kaldera Toba (depositphotos.com)

Letusan besar terakhir ini terjadi sekitar 75.000±900 tahun yang lalu dan diperkirakan memiliki VEI= 8, menjadikannya letusan gunung berapi eksplosif terbesar yang diketahui dalam 25 juta tahun terakhir. Diperkirakan 2.800 km³ material piroklastik setara batuan padat, yang dikenal sebagai tufa Toba termuda, terlepas. Setelah letusan, kubah yang bangkit kembali terbentuk di dalam kaldera baru yang berisi air sehingga terciptalah Danau Toba.

4.Kaldera Yellowstone, Kaldera Yellowstone adalah kaldera vulkanik dan gunung api super di Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat Bagian Barat, terkadang disebut sebagai Gunung Api Super Yellowstone. Kaldera dan sebagian besar taman terletak di sudut barat laut Wyoming.

Kaldera Yellowstone (inthefieldstories.net)

Vulkanisme di Yellowstone relatif baru, dengan kaldera yang tercipta selama letusan besar yang terletak di atas titik panas di bawah Dataran Tinggi Yellowstone.

Tiga letusan super terjadi 2,1 juta, 1,3 juta, dan sekitar 630.000 tahun yang lalu, masing-masing membentuk Kaldera Island Park, Kaldera Henry’s Fork, dan Kaldera Yellowstone. 

Supererupsi terbesar berikutnya membentuk Kaldera Yellowstone (~630.000 tahun yang lalu) menghasilkan Lava Creek Tuff. Kaldera Henry’s Fork (1,2 juta tahun yang lalu) menghasilkan Mesa Falls Tuff yang lebih kecil, namun merupakan satu-satunya kaldera dari hotspot Dataran Sungai Ular-Yellowstone yang terlihat jelas saat ini.


5.La Pacana, Chili, La Pacana adalah kaldera berumur Miosen di Wilayah Antofagasta, Chili utara. Bagian dari Zona Vulkanik Tengah Andes, merupakan bagian dari kompleks vulkanik Altiplano-Puna, sebuah kaldera utama dan ladang vulkanik ignimbrite silikat. 

 
Kaldera La Pacana (sunrise.maplogs.com)

La Pacana bersama dengan gunung berapi regional lainnya terbentuk oleh subduksi Lempeng Nazca di bawah Lempeng Amerika Selatan di Palung Peru-Chili. La Pacana bertanggung jawab atas letusan ignimbrite Atana raksasa, yang mencapai volume 2.451–3.500 km³(588–840 mil³) dan merupakan letusan eksplosif terbesar kelima yang pernah diketahui. Ignimbrite Atana meletus 3,8 ± 0,1 dan 4,2 ± 0,1 juta tahun yang lalu, hampir bersamaan dengan ignimbrite Toconao yang jauh lebih kecil dengan volume 180 km³ (43 mil³).


6.Kaldera Island Park, Kaldera Island Park melintasi perbatasan Idaho dan Wyoming di Amerika Serikat dan merupakan salah satu kaldera terbesar di dunia, dengan ukuran sekitar 80 kali 65 km.

Kaldera Island Park (rocdoctravel.com)

Hujan abu letusan merupakan sumber Huckleberry Ridge Tuff yang ditemukan dari California selatan hingga Sungai Mississippi dekat St. Louis. Letusan super seluas sekitar 2.500 km³ (600 mil³) ini terjadi 2,1 Ma (juta tahun lalu))

Kaldera Island Park kadang-kadang disebut sebagai Kaldera Yellowstone Fase Pertama atau Kaldera Huckleberry Ridge.

Supererupsi Kaldera Island Park (2,1 juta tahun lalu), yang menghasilkan Huckleberry Ridge Tuff, adalah yang terbesar dan menghasilkan abu 2.500 kali lebih banyak dibandingkan letusan Gunung St. Helens tahun 1980.


7.Cerro Guacha, Bolivia, Cerro Guacha adalah kaldera Miosen di Provinsi Sur Lípez di barat daya Bolivia. Bagian dari sistem vulkanik Andes, dianggap sebagai bagian dari Zona Vulkanik Pusat (CVZ), salah satu dari tiga busur vulkanik Andes dan kompleks vulkanik Altiplano-Puna (APVC) yang terkait. Cerro Guacha dan gunung berapi lain di wilayah tersebut terbentuk dari subduksi lempeng Nazca ke bawah lempeng Amerika Selatan. Di atas zona subduksi, kerak bumi termodifikasi secara kimia dan menghasilkan lelehan dalam jumlah besar yang membentuk sistem kaldera lokal APVC.

Cerro Guacha (findpenguins.com)

Dua ignimbrite utama, ignimbrite Guacha 5,6-5,8 jtl dengan volume 1.300 kilometer kubik (310 mil³) dan ignimbrite Tara 3,5-3,6 jtl dengan volume 800 kilometer kubik (190 mil³) telah meletus dari Cerro Guacha. Aktivitas yang lebih baru terjadi 1,7 juta tahun yang lalu dan membentuk ignimbrite yang lebih kecil dengan volume 10 km³ (2,4 mil³).

Kaldera yang lebih besar mempunyai dimensi 60 × 40 km (37 mil × 25 mil) dengan ketinggian tepi 5,250 km (3,26 mil). Aktivitas vulkanik yang berkepanjangan telah menghasilkan dua kaldera bertumpuk,sejumlah kubah lava dan aliran lava, serta sebuah kubah pusat yang bangkit kembali.


8.Kaldera Vilama, Bolivia-Argentina, Vilama adalah kaldera Miosen di Bolivia dan Argentina. Terletak di perbatasan antara kedua negara, wilayah ini merupakan bagian dari Zona Vulkanik Tengah, salah satu dari empat sabuk vulkanik di Andes. Vilama terpencil dan merupakan bagian dari kompleks vulkanik Altiplano-Puna, sebuah provinsi dengan kaldera besar dan ignimbrit (batuan vulkanik) terkait yang aktif sejak sekitar 8 juta tahun yang lalu, terkadang dalam bentuk gunung berapi super.


Kaldera Vilama (todojujuy.com)

Vilama adalah sumber ignimbrite Vilama yang sangat besar, yang terbentuk selama letusan dengan indeks eksplosifitas gunung berapi 8 sekitar 8,4–8,5 juta tahun yang lalu. Ignimbrite Vilama dalam jumlah besar berada di dalam cekungan kaldera, sedangkan bagian luar kaldera meliputi luas permukaan melebihi 4.000 kilometer persegi (1.500 mil persegi). Total volume ignimbrite adalah sekitar 1.200–1.800 kilometer kubik (290–430 mil³), mungkin sebanyak 2.100 km³ (500 mil³). Ignimbrite besar lainnya, ignimbrite Sifon, mungkin juga telah diletuskan oleh Vilama, sedangkan ignimbrite Granada kemudian dikaitkan dengan gunung berapi yang terpisah.


9.Danau Taupo, Selandia Baru, Danau Taupo yang terletak di Pulau Utara Selandia Baru adalah kaldera dari gunung berapi super riolitik besar yang disebut Gunung Berapi Taupo. Gunung Berapi Taupo merupakan bagian dari Zona Vulkanik Taupo, wilayah aktivitas gunung berapi yang membentang dari Ruapehu di Selatan, melalui wilayah Taupo dan Rotorua, hingga Pulau Putih di Teluk Plenty.

Danau Taupo (geonet.org.nz)

Peristiwa yang paling menonjol adalah letusan Oruanui sekitar 26.500 tahun yang lalu pada masa Pleistosen Akhir dengan VEI=8. Letusan ini merupakan salah satu letusan terbesar dalam sejarah dan menghasilkan sekitar 430 km³ (100 mil³) endapan piroklastik, 320 km³ (77 mil³) endapan arus kepadatan piroklastik (PDC) (kebanyakan ignimbrite) dan 420 km³ (100 mil³) material intrakaldera primer, setara dengan 530 km³ (130 mil³) magma, dengan total 1.170 km³ (280 mil³) dari total endapan.


10.Pastos Grandes, Bolivia, Pastos Grandes adalah nama sebuah kaldera atau danau kawah di Bolivia yang lebarnya sekitar 35 × 40 kilometer (22 mi × 25 mil) dan memiliki kedalaman maksimum 400 meter (1.300 kaki).

Kaldera ini merupakan bagian dari kompleks vulkanik Altiplano-Puna, sebuah ignimbrite besar yang merupakan bagian dari Zona Vulkanik Tengah Andes.

Pasto Grande flickr.com

Pastos Grandes telah meletuskan sejumlah ignimbrite sepanjang sejarahnya, beberapa di antaranya melebihi volume 1.000 km³ (240 mil³). Setelah fase ignimbrite, kubah lava kompleks Cerro Chascon-Runtu Jarita meletus di dekat kaldera dan di sepanjang patahan.


11.Cerro Galan, Argentina, Cerro Galán adalah sebuah kaldera di Provinsi Catamarca, Argentina. Ini adalah salah satu kaldera terbuka terbesar di dunia dan merupakan bagian dari Zona Vulkanik Tengah di Andes.

Cerro Galan (flickr. com)

Aktivitas vulkanik di Galán merupakan akibat tidak langsung dari subduksi Lempeng Nazca ke bawah Lempeng Amerika Selatan.

Kaldera ini aktif antara 5,6 dan 4,51 Ma dengan letusan terbesar terjadi 2,08 ± 0,02 Ma menghasilkan endapan seluas 1.050 km³.

Ngeri ya? Bahkan Tambora dan Krakatau yang letusannya membuat tahun tanpa musim kemarau saja tidak masuk dalam daftar ini. 

Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan terkait :


  • Foto-foto dari Google maps dan flickr
  • Kredit milik fotografernya 




#gunungberapisuper
#supervolcano #vulkanosuper
#letusangunungberapiterbesar
#gunungmeletusterbesar

Terimakasih sudah berkomentar