sedikit tentang filter kamera

Beberapa saat yang lalu, ada kesempatan untuk mengambil gambar di Rawa Pening, namun dalam keadaan cuaca yang kebetulan sangat panas hasil gambar yang didapat mengecewakan kami. Beberapa teman menyarankan agar memakai filter. Pertanyaannya, apa itu filter? filter apa yang pas untuk dibawa? Apa bedanya dengan filter di perangkat pengolah citra seperti Photoshop atau Gimp?
Sedikit catatan dari beberapa teman pengertian filter adalah yang asesori optik kamera yang dapat dimasukkan ke dalam jalur optik kamera yang berbentuk persegi empat persegi panjang yang terpasang di dudukan aksesori dan umumnya berbentuk cakram terbuat dari gelas atau plastik dengan cincin bingkai logam atau plastik, yang dapat dibuka tutup di depan lensa kamera. Filter dapat menambahkan efek khusus. Filter dikenal melalui nomor Wratten
filter gnd
Bagi fotografer, filter memungkinkan untuk terjadi perubahan maupun untuk digunakan untuk kontrol dari gambar yang dihasilkan yang kadang-kadang dapat digunakan untuk membuat perubahan halus untuk foto yang dihasilkan. Kekurangan menggunakan filter adalah kemungkinan gambar yang berkualitas buruk akibat cahaya yang lebih sedikit atau akibat filter yang tergores, tetapi biasanya tidak akan menjadi masalah jika direncanakan dengan baik, namun dalam beberapa situasi filter lebih baik tidak digunakan.

Macam-macam filter kamera:
  • Filter Clear atau filter jernih, Filter Clear atau filter jernih adalah filter yang sepenuhnya transparan, dan tidak melakukan penyaringan masuk di semua gelombang cahaya. Guna filter ini adalah untuk melindungi bagian depan lensa.
  • Filter Ultraviolet atau filter Ultraungu, guna filter ini untuk mengurangi kekaburan gambar akibat gelombang ultraviolet (ultraungu) transparan yang berlebih seperti di daerah pegunungan dan di sekitar daerah pantai. filter ini juga digunakan untuk perlindungan lensa seperti halnya “filter clear”, filter UV juga mengurangi garis fringing ungu pada kamera digital, filter UV yang kuat kadang-kadang digunakan untuk pemanasan warna foto yang diambil dengan bayangan di siang hari dan Filter UV yang kuat, seperti UV17-2A dapat digunakan untuk mengurangi beberapa bagian spektrum cahaya violet yang memiliki warna kuning pucat, filter ini juga efektif untuk mengurangi kabut.                                 Kelebihan memasang filter UV ke lensa adalah membuat lensa lebih aman dari goresan, debu, cuaca dan lensa terjatuh tanpa sengaja, Anda dapat membersihkan filter sering tanpa harus khawatir tentang kerusakan coating (pelapis) lensa, karena bila filter yang tergores oleh pembersihan jauh lebih murah bila dibandingkan dengan mengganti lensa.                                                                                      Ada perdebatan di kalangan fotografer tentang penggunaan UV filter:  beberapa menyatakan bahwa secara visual mempengaruhi hasil foto yang lebih buruk selain egfek vignetting disamping mengakibatkan lensa lekas panas. sedangkan yang lainnya menyatakan bahwa mereka tidak mempengaruhi dan filter yang merupakan pelindung lensa kamera.
  • Infrared Filter atau Filter Inframerah, digunakan untuk menyaring cahaya yang mempunyai panjang gelombang inframerah yang berada di seberang sisi terang dari spektrum UV akan diteruskan ke sensor kamera atau film. Untuk foto dalam IR anda perlu filter yang tersaring hanya cahaya inframerah, namun ada beberapa masalah dengan kamera modern. Sensor yang dibangun untuk tidak merekam cahaya inframerah, dan kecuali jika anda ingin memodifikasi kamera Anda secara permanen (atau membeli kamera yang dirancang khusus seperti Canon 20Da). Teknik yang sangat unik dan aneh karena mampu menyaring warna klorofil (hijau) daun sehingga menghasilkan “gambar yang lain”.
  • filter cpl
  • Filter Polarizer, Filter polarizer dalam fotografi hitam/putih maupun fotografi berwarna digunakan untuk menggelapkan warna langit. Karena awan relatif tidak berubah, kontras antara awan dan langit meningkat. Kabut pada atmosfer dan sinar matahari terpantul juga dapat dikurangi dengan filter ini dan dalam warna foto keseluruhan kejenuhan (saturasi) warna dapat meningkat. Filter polarizer tidak efektif pada kamera film yang tidak dipasang dengan benar. Filter polarizer sering digunakan untuk menangani situasi yang melibatkan imajinasi, seperti yang melibatkan air atau kaca, termasuk gambar yang diambil melalui kaca jendela (fenomena sudut Brewster's).                                                                         Tidak seperti filter lain filter polarizer tidak dapat digantikan oleh perangkat lunak pengolah citra karena sebagian besar optik yang mengendalikan efek polarisasi pada saat pengambilan gambar tidak dapat dibuat dalam perangkat lunak pengolah citra. Ada dua jenis filter polarizer yaitu linear polarizer dan circular polarizers (atau CPL filter). Kebanyakan dari filter polarizer adalah circular polarizer filter disebut CirPol atau CPL filter dan kita dapat mengubah tingkat polarisasi dengan memutar tombol luar lapisan filter. Tidak seperti filter lain filter polarizer dapat diaplikasikan pada fotografi digital, walaupun diolah di perangkat lunak pengolah citra karena sebagian besar optik yang mengendalikan efek polarisasi pada saat pengambilan gambar tidak dapat dibuat dalam perangkat lunak pengolah citra.
  • Filter Neutral Density atau Filter Kerapatan Netral (ND) digunakan untuk mengurangi jumlah cahaya yang mencapai sensor, yang memungkinkan fotografer untuk menggunakan aperture yang lebih besar untuk waktu yang lebih lama daripada apertur dalam keadaan normal tanpa filter. Salah satu contoh aplikasi filter ini untuk foto air terjun dengan kecepatan rana yang lambat saat hari terang. Tanpa filter ND lensa paling tidak akan dapat menggunakan aperture kecil dengan eksposur panjang. Sedang Filter Graduated Neutral Density (GND) adalah filter netral digunakan pada rentang dinamis akibat perbedaan eksposur antara highlight (biasanya langit) dan bayangan muka pada sisi bawahnya yang terlalu besar untuk diperoleh eksposur yang tepat untuk keduanya pada satu pengambilan gambar, semisal sisi langit yang cenderung overeksposur dan sisi bawah yang cenderung undereposur akan sulit untuk menghasilkan gambar dengan eksposur yang pas. Dengan pemakain filter ini langit akan tampak sedikit gelap dan sisi muka bawah tidak terjadi undereksposur.
  • filter grad
  • Color correction filter atau filter koreksi warna, gunanya untuk mengurangi efek pencahayaan yang tidak seimbang untuk nilai warna (white balance), semisalnya, filter biru 80A digunakan dengan siang hari untuk memperbaiki warna jingga hingga kemerahan pada lampu pencahayaan tungsten rumah tangga, sedangkan 85B digunakan untuk pencahayaan tungsten kebiru-biruan pada siang hari.             Filter koreksi warna dikenal dengan angka-angka yang kadang-kadang bervariasi dari produsen ke produsen, namun fotografi digital, penggunaan filter ini telah dapat dikurangi dengan perangkat lunak pengolah citra setelah gambar diambil.
  • Color subtraction filter atau filter pengurang warna, digunakan untuk menyerap warna tertentu dari cahaya dan membiarkan warna sisanya. Filter ini dapat digunakan untuk mendominasi warna utama yang membentuk sebuah citra. Filter ini paling sering digunakan dalam industri percetakan terutama untuk separasi warna dan digunakan sebagai solusi fotografi digital.Filter ini umumnya digunakan dalam fotografi hitam dan putih untuk memanipulasi kontras. Sebagai contoh filter kuning akan meningkatkan kontras antara langit dengan awan dan penggelapan yang kedua. Filter Oranye dan merah akan mempunyai efek yang lebih kuat dalam menyaring hijau gelap sehingga langit terlihat terang.Sebaliknya untuk mengurangi kontras digunakan filter difusi.
  • Color Diffusion filter atau Filter Difusi atau softens sering digunakan untuk potret, mempunyai efek mengurangi kontras, dan filter yang dirancang menggunakan beberapa bentuk grid atau jaring pada filter.Efek pada filter ini dapat dengan diperoleh dengan perangkat lunak pengolah citra, yang dapat memberikan kontrol yang tepat dari berbagai tingkat efek, namun kelebihan dari "melihat" dengan filter mungkin akan tampak berbeda. Selain itu, akan langsung terlihat jika ada kontras yang terlalu tinggi pada sensor digital atau film, sedang pada pasca pengolahan citra sulit untuk dapat dikompensasi akibat penurunan kontras gambar. Filter diffus tranparan umumnya dibuat dengan cara memodifikasi clear filter atau UV filter dengan menempatkan berbagai materi seperti minyak ter, optik semen, dan kuku polandia. filter tranparan lebih umum digunakan untuk menciptakan efek "kabur" atau "berkabut"  selain digunakan untuk mengurangi kontras.Selain pemakaian filter difusi, efek difusi atau pengurangan kontras dapat dilakukan dengan cara menempatkan lensa didepan kotak jala kelambu terbuat dari nylon.
  • Cross screen Filter atau Filter Bintang, disebut filter bintang karena filter ini dapat membuat pola bintang berupa baris yang menyebar keluar dari objek yang terang. Pola bintang yang dihasilkan oleh sinar yang datang diakibatkan oleh kisi-kisi filter atau kadang-kadang oleh penggunaan prisma pada filter. Filter ini banyak dipakai pada fotografi malam agar sinar atau cahaya lampu lebih kelihatan berpendar.
  • Diopters Filter dan Split diopters filter, Diopters filter yang sering disebut filter makro atau filter close-up terdiri dari satu atau dua elemen lensa yang digunakan untuk membantu fotografi dengan obyek atau fokus yang relatif dekat seperti dalam fot close-up dan fotografi makro. Mereka kadang-kadang dijual satu per satu, dan kadang-kadang dijual di kit dari +1, +2, dan +4 diopters, walaupun hasilnya tidak 1:1 makro,mereka memungkinkan untuk dapat dikombinasikan.Split diopter adalah filter diopter yang hanya setengah dari lensa kamera yang ditutupi oleh filter. Split diopter bulat memiliki ring filter biasa namun hanya setengah lingkaran dari kaca (atau plastik). Hal ini memungkinkan fotografer untuk memotret objek yang sangat dekat dengan latar belakang lebih jauh, secara efektif memperpanjang DOF atau kedalaman lapangan.
Filter kamera umumnya terbuat dari kaca, resin plastik (seperti CR39), polyester dan polycarbonate; ada juga yang terbuat dari asetat atau bahkan agar-agar atau jel, filter warna biasanya menggunakan campuran beberapa bahan bahkan ada filter berlapis yang terdiri dari lembaran tipis bahan dikelilingi dan didukung oleh dua buah gelas kaca atau plastik. Beberapa jenis filter menggunakan bahan-bahan lain di dalam kaca berlapisnya misalnya, film khusus pada filter polarizer dan kasa nilon kelambu pada filter diffus.
Kualitas filter ditentukan oleh lapisan-lapisan optik yang memungkinkan lebih banyak cahaya untuk melewati filter. filter tidak di lapis (uncoated filter) dapat memblokir hingga 9% dari cahaya, sementara filter multi lapis dapat memungkinkan hingga 99,7% dari cahaya yang melewati. Beberapa produsen dengan kualitas tinggi untuk filter filter multi lapis antara lain berlabel:  Hoya: HMC (Hoya Multi Coating) dan  B + W: MRC (Multi Coating Ressist)
Kejelakan yang dapat dikurangi dengan pemakaian filter adalah pengurangan panas dan kontras akibat lapisan multi lapis di filter. Pengecualian untuk aturan ini adalah pada filter inframerah dan ultraungu di mana filter yang tidak dilapis (uncoated filter) malah banyak dipakai.
Lantas filter apa yang wajib untuk dimiliki untuk menikmati lansekap dramatis yang luas?
Untuk hunting foto lansekap pasti akan banyak fotografer yang setuju kalau anda membawa Filter UV untuk melindungi lensa dan mengurangi kabut dan efek fringe, Filter Circular Polarizer (Cir pol atau CPL) untuk memotret lansekap dipagi atau sore hari, Filter Neutral Density (ND) untuk memotret efek kusus pada aliran sungai atau air terjun, GradND untuk foto landskap yang melibatkan banyak bagian langit, sedang untuk keperluan khusus marine pack filter alias filter koreksi warna untuk fotografi bawah air dangkal.

Walaupun kita tidak harus selalu mempunyai semua filter, namun memahami cara kerja filter akan memberikan tambahan Arsenal peralatan untuk membuat hasil foto yang lebih ajaib serta pengalaman baru yang tentu saja akan menambah pengetahuan fotografi anda daripada yang telah anda pernah peroleh sebelumnya. Setuju?

credit : foto filter millik gettyimages dan foto graduated nd milik carl rytterfalk

40 komentar:

    beli kamera aja kaga mampu he he he

    apalagi beli filternya :D

     

    ayo kita menabung... :) atau beli filter dulu baru kameranya ;)

     
    On 4/26/2009 6:22 PM Anonymous said...

    Thanks atas penjelasannya

     
    On 5/11/2009 11:54 PM Anonymous said...

    Bagus bro penjelasannya, perbanyak lagi dong artikel tentang kamera dslr n photography :D
    Thanks

     
    On 8/13/2009 7:42 PM Anonymous said...

    Thanks artikelnya, sangat membantu saya yang sedang belajar Photography
    Erry - Balikpapan

     

    terimakasih juga sudah berkunjung dan memberi komentar mas erry :)

     
    On 8/28/2009 9:29 PM esugiantara said...

    Terima Kasih mas,
    informasinya telah membuka wawasan saya.

     

    wah terimakasih om atas pencerahannya,btw cpl juga bisa buat foto orang yg berada di belakang kaca. thx

     

    terimakasih untuk infonya mas sutan ;)

     
    On 12/04/2009 8:37 PM Dik Amir said...

    om,saya msh bingung cara make filter GNDnya? gmn sih? cara masangnya juga...maklum ya newbie.
    Salam..Trims

    Dik Amir

     

    tenang aja khan ada dudukan lensanya...
    seperti di http://en.wikipedia.org/wiki/Graduated_neutral_density_filter

     
    On 4/29/2010 8:43 AM Anonymous said...

    tks penjelasannya bro

     

    bagus penjelasannya

    sangat membantu saya untuk belajar fotografi


    :)

     

    om
    kalau kegunaan filter close up apa?


    mohon petunjuknya
    :)

     

    Dear Mas Abi, Secara umum fungsi filter close up atau filter diopter adalah untuk memotret objek yang sangat dekat dengan latar belakang lebih jauh, secara efektif memperpanjang Depth Of Field (DOF) atau kedalaman lapangan. filter close up bukan jadi kaca pembesar, tapi dia membuat jarak focus ke objek semakin dekat, yang tentunya asyik dipkai untuk memotret makro... atau obyek mikro.

     
    On 6/21/2010 4:51 AM nanan said...

    wah asyik nih berharga bgt infonya mas.
    skrg kn lg byk2nya merk filter. sampe kuatir ama kualitasnya, bs ksh pendapat merk filter yg murah dan kualitas ok ga mas, utk filter CPL. thxz ^_^

     
    On 7/05/2010 2:47 PM Anonymous said...

    Wah infonya bagus banget. Karena saya masi pemula
    Dan masi perlu banyak belajar. Tapi kalo bisa dikasi
    Contoh hasil fotonya menggunakan filter2 tersebut, dan
    Merek filter yang bagus agar gak salah membeli. Thanks

     

    pabrikan lensa kamera banyak banget.. (duh) nanti kalau ta tulis disini dikira promosi ;) mending anda beli sesuai budget dah yang bagus biasanya agak mahal sesuai bahannya.
    bener pabrikannya ada banyak lho...
    Abelson Scope Works
    Aipo
    Alpa
    Andor Technology
    Angenieux
    ARCA Swiss
    Argus
    Arnold & Richter (see Arri)
    Arri
    Asahi (see Pentax)
    BELOMO
    Bender Photographic
    Bolex
    Bron Elektronik
    B+W Filterfabrik (owned by Schneider Kreuznach).
    Cambo
    Canham [1]
    Canon
    Casio [2]
    Century Precision Optics (owned by Schneider Kreuznach)
    Cokin
    Cooke
    Cosina
    Dallmeyer
    Ebony
    FantaSea
    Folmer and Schwing
    Fotoman
    Formatt
    Franke & Heidecke (see Rollei)
    Fujifilm
    Fujinon
    Gandolfi
    General Brand
    Genus
    Goko
    Gowland
    Harrison & Harrison Optical Engineers, Inc.
    Hartblei
    Hasselblad
    Heliopan
    Hitech Filter
    Holga
    Horseman (part of Komamura Corporation)
    Hoya (part of THK Corporation)
    Kern
    Kiev-Arsenal
    Kino Precision
    Kenko
    Kodak
    Komura Corporation
    Krasnogorsky Mekanicheski Zavod (also known as KMZ, makers of Zorki and Zenit cameras)
    Lee Filter
    Leica
    Lensbaby
    Linhof
    Littmann
    LOMO
    Mamiya
    Marumi
    MegaVision
    Minox
    Nihon Optical
    Nikon
    Noblex
    Old Delft
    Olympus
    Panasonic
    Panon
    Pentax
    Phase One
    Plaubel
    Polaroid
    Ricoh
    Rodenstock
    Rollei
    Ross
    Sailwind
    Samsung
    Seagull Camera
    Schacht
    Schneider Kreuznach
    Shen-Hao
    Sigma
    Silvestri
    Sinar
    Singh-Ray
    Soligor
    Sony
    Steinheil
    Sunpak
    Sun
    Tachihara
    Tamron
    Tanaka
    Taylor, Taylor and Hobson
    Tiffen
    Toho
    Tokina
    Toyo
    Voigtländer
    Walker
    Widelux
    Wisner
    Wista
    Wratten see Tiffen (makes the products) and Kodak (owns the brand)
    Wray
    Zeiss
    Zenit
    Zorki
    Zuiko

     

    hm kalo buat harga , kira-kira filter UV brapa yah ?

     

    makasih ya sudah berkunjung dan kasih komentar ;) harganya juga tergantung ring atau diameter lensa.. tapi filter UV yang bagus mulai dari harga 200-300 ribuan

     
    On 8/18/2010 7:27 AM arlan said...

    terima kasih atas pencerahannya..
    izin simpan..

     
    On 10/04/2010 2:50 AM Anonymous said...

    oh gitu yah hehe makasih atas infonya .
    mau tanya lagi dong, kata temenku
    pake filter uv itu bisa menghasilkan gambar yang ada FLAREnya bener ga sih ?
    terus, kalo cilcular PL filter itu gunanya buat apa yaa ? :D

     
    On 10/04/2010 7:40 PM yoxx said...

    flare muncul karena ada sinar yang datangnya tegak lurus khan, bukan karena filter uv.
    memang ada filter uv yang tidak multicoated yang menyebabkan sedikit flare.
    filter PL memberi efek menghilangkan refleksi dari permukaan non logam. Hal ini efektif pada: langit, warna, penyerapan cahaya, air dan permukaan reflektif

     

    iya sih hehe :D
    oh gitu ya,
    iyaa maunya sih pake filter PL biar bagus hehe :D
    makasih atas infonya :)

     
    On 10/26/2010 1:49 AM Anonymous said...

    Mantaaaappp... jadi membuka wawasan saya tentang penggunaan filter. Thanks banget untuk infonya.

     

    mo nanya. apakah filter2 tersebut bisa dipakai untuk kamera prosumer??
    thanks

     

    tidak semua filter bisa dipakai, ada beberapa yang bisa asal filternya bisa menempel di lensa kamera alias filter holder.

     

    dulu kalau motret lansekap memakai canon s2 is hingga canon s5 is dan juga beberapa kali memakai canon ixus series saya selalu memakai filter cpl dan sukses... demikian pula dengan sony cyber shot ;) tetapi tidak suskses saat memakai canon dengan memakai filter infra red... tetapi pernah sukses memakai sony cyber shot v series :)

     
    On 3/11/2011 7:15 PM Anonymous said...

    Mantab gan, menambah ilmu gw nih sebelum membeli kamera.
    BTW ada tentang hood dan fungsinya masing2 gak?

     

    wah thanks ya infonya. kalu kita pake filter clear (hanya untuk melindungi lensa) apakah dlm spek dunia fotografi bisa dibilang "tanpa filter" atau termasuk "dengan filter" ?

     

    terimakasih sudah berkunjung papi, kembali pada pengertin "pengertian filter adalah yang asesori optik kamera yang dapat dimasukkan ke dalam jalur optik kamera.." maka saya setuju kalau disebut "dengan filter" :) setuju khan?

     

    saya suka artikelnya... :)

     

    makasih gan atas infonya....

    ane masih agak bingung neh pengen beli filter sementara buat menjaga dari debu,sidik jari dkk nya doang...

    mau nanya neh...
    bedanya yang filter yang bermerek dengan yang 3rd party apa ya??
    ada pengaruhnya gak klo beli yang 3rd party....

     
    On 5/30/2012 10:08 AM yoxx said...

    yang pasti yang bermerk kualitas gelas-nya terjaga ndan... saya dah nyoba bandingin hoya dengan merk 3rd party terasa bedanya kok

     

    Filter kan cuman 50ribu gan. hahaaha

     

    makasih ya sudah berkunjung dan kasih komentar ;) harganya juga tergantung ring atau diameter lensa.. tapi filter UV yang bagus mulai dari harga 200-300 ribuan

    mereknya apa gan? mohon pencerahanya

     
    On 4/15/2013 5:35 AM yoxx said...

    saya senang pakai hoya, Singh-Ray dan sunpak

     

    Gan mau tanya juga, teknik harris shutter itu membutuhkan filter juga ga dan filter jenis apa yang dipakai?

     
    On 4/27/2013 4:44 AM yoxx said...

    cah ayu, harris shutter efek itu bukan menggunakan filter, tetapi sebuah alat berupa sebuah kotak kardus dengan dua lubang pada ujung-ujung di mana lensa kamera akan meluncur melalui. Ujung depan kotak bertindak sebagai panduan untuk strip dengan tiga gelatin filter warna yang berbeda (merah, hijau, dan biru) dipasang di atasnya, yang akan melewati lensa saat mengambil eksposur lama (long exposure) dalam mode bulb (bohlam).

     

    Owalah gitu toh... Yg saya dpt infonya slama ini ada menyebutkan tri-filter color gitu deh, saya kira pke filter, pantesan dcari2 filter semacam itu ga ada :D
    Saya newbie :D
    Trs mo tanya lg nih klo pke filter cpl bs buat efek pelangi?

     

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar