Sedikit tentang Gyotaku
26 Jul 2026 by yoxx
Siapa bilang mendokumentasikan hasil tangkapan binatang laut tidak bisa menjadi barang seni?
Nelayan Jepang kuno di jaman Edo sudah melakukannya dengan teknik gyotaku.
Cara mendokumentasikan ikan
Gyotaku berasal dari kata gyo (ikan) dan taku (cetakan).
Gyotaku yaitu teknik cetak ikan tradisional Jepang yang dilakukan dengan melumuri tinta pada tubuh ikan asli lalu menempelkan kertas atau kanvas untuk menghasilkan cetakan detail tekstur dari sisik, sirip, mulut dan bentuk ikan dengan ditekan.
Seni ini awalnya dipakai nelayan jepang pada pertengahan abad ke-19 untuk mencatat ukuran dan jenis ikan hasil tangkapan, kemudian berkembang menjadi karya seni yang indah dan filosofis.
Filosofi di balik Gyotaku :
- Menghormati kehidupan laut dengan tetap memanfaatkan ikan sebagai makanan setelah dicetak agar tidak terbuang sia-sia.
- Menjadi simbol hubungan manusia dengan laut sebagai sumber kehidupan.
Teknik Dasar Gyotaku
Teknik Klasik
- Metode langsung (Chokusetu-ho) : tinta sumi dioleskan langsung ke tubuh ikan, lalu kertas washi ditempel.
- Metode tidak langsung (Kansetsu-ho) : kertas ditempel dengan pasta beras, lalu tinta ditepuk dari luar untuk kontrol warna lebih halus.
Teknik modern
- Seniman modern disamping mencetak tekstur dan bentuk ikan kemudian ditambahkan warna, latar artistik, atau detail kuas untuk mempercantik hasil.
perbandingan teknik klasik dan modern
Prinsip dasar tinta Sumi
- Tinta sumi dibuat dari jelaga halus hasil pembakaran minyak atau getah pinus, dicampur dengan lem alami, lalu dikeringkan menjadi batang tinta padat.
- Sebelum digunakan, batang sumi digosok di atas batu tinta dengan sedikit air sehingga menghasilkan tinta cair pekat.
- Warna hitamnya memiliki nuansa abu-abu hingga hitam pekat, tergantung tekanan dan jumlah air yang memberi efek gradasi alami pada cetakan ikan.
- Tinta sumi menonjolkan tekstur alami ikan tanpa warna berlebihan sesuai filosofi wabi-sabi (keindahan dalam kesederhanaan).
- Setiap cetakan unik karena variasi tekanan dan kadar tinta yang menciptakan tampilan berbeda.
Penerapan dalam Gyotaku
- Persiapan media: Kertas washi terbuat dari kozo (mulberry) digunakan sebagai media, dengan tinta sumi hitam pekat.
- Persiapan Ikan: Ikan dibersihkan, dikeringkan, insang ditutup dan disusun agar bentuknya alami.
- Dioles tinta: Tinta sumi diusap tipis di seluruh permukaan ikan menggunakan kuas lembut atau kain.
- Dicetak: Kertas washi ditempel perlahan di atas ikan, ditekan lembut agar detail sisik dan sirip tercetak sempurna.
- Finishing : setelah cetakan kering, seniman menambahkan kaligrafi nama ikan, tanggal, dan tanda tangan dengan kuas sumi.
Seniman Gyotaku yang menonjol :
- Sakai Tadayoshi : Daimyo dari Shōnai, yang membuat cetakan ikan crucian carp di Kinshi-bori, Edo, pada Februari 1839. Karya ini adalah gyotaku tertua yang masih ada dan isimpan di Tsuruoka City Local History Museum.
- Kuwagata Keisai (1764–1824), seniman ukiyo‑e yang bereksperimen dengan cetakan ikan sebelum Gyotaku populer.
- Nelayan-nelayan pada era Edo, Nelayan Jepang abad ke-19 menggunakan Gyotaku untuk mendokumentasikan hasil tangkapan, mereka menyempurnakan teknik mengatasi lendir ikan, menutup rongga tubuh, dan mengatur tekanan tinta agar cetakan bersih.
- Masatsu Matsunaga, Salah satu keluarga Matsunaga yang menjaga tradisi Gyotaku klasik.
- Dwight Hwang, Menggunakan teknik tradisional dengan tinta sumi dan kertas washi dengan fokus pada detail anatomi dan jiwa hewan laut.
- Keisuke Matsunaga, menekankan disiplin waktu dimana tinta harus diaplikasikan dalam 30 menit agar cetakan tidak rusak.
- Elena Di Capita (Italia).
- Nadia Auleta (Italia).
Perkembangan modern :
- Kini Gyotaku dipajang di galeri seni, museum, hingga rumah pribadi.
- Digunakan sebagai media edukasi tentang keanekaragaman hayati laut dan pelestarian lingkungan.
- Banyak seniman kontemporer menggabungkan Gyotaku dengan tipografi, neon art, atau media digital untuk gaya modern.
Ada yang mau menambahkan?
Tulisan lain :
<
>
>
foto foto dari duckduckgo, kredit milik seniwan gyotaku dan fotografernya.








Posting Komentar