sedikit tentang perekat


















Dijaman “susah” seperti ini gak ada salahnya untuk bisa mereparasi sendiri barang-barang pecah atau barang-barang rusak yang kita sayangi daripada beli lagi. Setidaknya ada 4 cara untuk merekatkan benda dengan sempurna :
  • Kenali media dan perekatnya, seperti : Kertas, gunakan lem kanji atau lem kertas. Kayu, gypsum atau plywood, gunakan lem kayu atau lem putih. Metal, plastik, porselen, gunakan epoxy. Kulit dan imitasinya, pakailah lem karet.
  • Jangan cuma satu sisi, oleskan lem pada kedua sisi yang akan direkatkan.
  • Sementara lem belum merekat erat, gunakan penopang perekat seperti klem (clamp) untuk kayu atau karet gelang. 
  • Rekatkan hingga lem benar-benar bekerja atau tambahlah hingga benar-benar bekerja.
Begitulah yang disampaikan para tukang, namun jangan tanyakan ke saya atau tukang lainnya cara merekatkan hati yang pecah... :)
Oya semenjak kuliah di Fakultas Teknik Arsitektur, saya biasa menyambung mika dengan larutan klorofoam eh kloroform alias triklorometana, terutama untuk bikin maket.... tapi kalau memakai pelarut ini, jangan lupa memakai masker penutup hidung karena bila anda menghirup uap kloroform anda akan mengantuk dengan cepat.

Sedikit catatan, Jenis-jenis perekat reaktif ada 4 yaitu:
  1. epoksi (epoxides); 
  2. uretan (urethanes); 
  3. fenol (phenolics); seperti formulasi urea/formaldehida untuk kayu lapis dan fenol/polyvinyl formal untuk sambungan aluminium pesawat terbang pada suhu dan tekanan tinggi.
  4. silkon (silicones atau siloxane); misalnya lem karet sebagai segel atau sealant
  5. akrilat (acrylates); misalnya lem super cyanoacrylates seperti lem alteco.
Tulisan Lainnya :


sedikit tentang memotret lansekap

Banyak fotografer beranggapan fotografi lansekap (landscape photography) adalah pekerjaan mudah “tinggal jepret, subyeknya toh sudah tersedia”.
Namun sebagian yang lain berpendapat sebaliknya, karena dihadapkan dalam obyek yang sangat luas.











Apapun pendapatnya fotografi lansekap adalah bidang pemotretan tersendiri yang unik dan relatif tidak mudah.
Setidaknya ada 3 hal yang membuat obyek menjadi lebih baik:
  1. Elemen yang bagus, beragam foto yang bagus dihasilkan ditempat yang baik.
  2. Situasi yang mendukung, fotografer harus tahu kapan pemotrean dilakukan apakaha harus pagi, siang, sore atau musim tertentu atau bahkan kapan sinar matahari akan menembus awan :) 
  3. Kemampuan fotografi, total rasa (sense) fotografi akan terasah dengan seringnya fotografer memvisualisasikan dan menstransformasikan alam kedalam foto, pravisualisasi (membayangkan hasil jadi foto sebelum diambil, seperti yang dipopulerkan oleh Ansel Adams).

Lantas apa yang mesti dibawa?
  1. Bawalah lensa bersudut lebar, semisal lensa 15-35mm, atau yang agal lebar seperti 24mm, sedang lensa tele untuk obyek yang membutuhkan kompresi atau efek close-up, semisal lensa 85-300mm untuk matahari tenggelam atau terbit. Atau kalau memakai kamera saku cukup disetel pada bukaan terlebar.
  2. Tripod atau monopod, dengan tripod maka kamera akan berpijak dengan stabil sehingga kemungkinan gambar yang blur bisa dikurangi, kalau tidak mempunyai tripod/monopod usahakan bersandar pada tempat yang stabil.
  3. Tudung lensa (lens hood) untuk mencegah flare.
  4. Filter Circular Polarizer (CPL), Tidak hanya menambah kontras biru pada langit, filter ini juga mengurangi pantulan sinar.
  5. Filter Neutral Density (ND), secara umum berfungsi menggelapkan obyek tanpa merubah warna dan kontras, juga melambatkan kecepatan eksposure semisal untuk memotret air terjun atau aliran air di sungai. Sedang Grade Neutral Density (GND) untuk mengurangi beda stop yang terlalu tinggi antara langit dengan daratan.
  6. Flash dengan kekuatan focus (Guide Number/GN) Kecil untuk detail obyek-obyek terdekat.
  7. Kalau ada rejeki berlebih, gak ada salahnya bawa 2 body kamera.


Sedikit tips dan trik:
  1. Pagi atau sore adalah saat terbaik, dimana perbedaan gelap terang tidak terlalu menyolok.
  2. Datang lebih awal, semisal matahari akan terbit usahakan datang satu jam lebih awal sebelum terbit, selain untuk survey tempat dan komposisi yang paling menarik, juga untuk meminimalkan kesalahan akibat pencahayaan yang kurang tepat.
  3. Untuk pantai yang berpasir atau gunung berapi, usahakan untuk tidak membelakangi arah angin untuk memperoleh gambar yang sangat tajam tanpa noise akibat uap atau debu.
Tulisan terkait :


  • Foto awal illustrasi milik pribadi
  • Foto selanjutnya milik Corbis.com, kredit milik fotografernya 






Bahasa Latin jadi populer karena menjadi bahasa resmi kekaisaran Romawi, sialnya (atau untungnya) walaupun kekaisaran Romawi telah lama runtuh bahasa ini dipakai sebagai bahasa antara, bahasa liturgis bahkan bahasa ilmu pengetahuan.


Berikut adalah bahasa Latin yang populer dipakai:
  • A posteriori : Dari yang terakhir (secara induktif)
  • A priori : Sejak yang pertama (secara deduktif)
  • Ab alio expectes alteri quod feceris : Berharap untuk menerima perlakuan seperti yang telah Anda berikan (Syrus)
  • Acceptissima semper munera sunt, auctor quae pretiosa facit : Hadiah-hadiah itu selalu yang paling dapat diterima yang membuat cinta kita kepada donor menjadi berharga.
  • Acta Non Verba : Tindakan, bukan perkataan.
  • Acquiris quodcumque rapis : Anda akan mendapatkan apa yang anda berikan.
  • Ab imo pectore : Dari lubuk hati yang paling dalam.
  • Ab initio : Sejak semula
  • Ad astra per aspera : Kalau ingin bintang harus melalui kesulitan 
  • Ad hoc : Dibentuk atau dimaksudkan untuk satu tujuan khusus saja.
  • Ad hominem : Tertuju pada pribadi atau karakter seseorang.
  • Ad interim : Dipakai untuk sementara waktu.
  • Ad infinitum : Tanpa akhir.
  • Ad nauseam : Sampai bosan
  • Aequam servare mentem : Jaga pikiran tetap tenang (Horace)
  • Alea iacta est : Dadu sudah dilemparkan (Julius Caesar) Keputusan sulit sudah dibuat dan tidak bisa dibatalkan, sekarang hasilnya tergantung pada nasib.
  • Alma mater : Universitas tempat kita sedang atau pernah sekolah.
  • Alter ego : Kepribadian atau identitas lain dari seseorang. (Batman adalah alter ego dari Bruce Wayne.)
  • Amicus optima vitae possessio : Seorang teman sejati, adalah harta terindah dalam hidup. 
  • Amor fati : cintai takdirmu. 
  • Anno Domini (A.D.) : Tahun kelahiran Yesus (digunakan dalam sistem kalender Masehi)
  • Aquila non capit muscas : Elang tidak berburu lalat
  • Ars longa, vita brevis : seni itu panjang tapi hidup itu singkat
  • Audaces fortuna iuvat : Keberuntungan berpihak pada para pemberani (Virgil, ”The Aeneid”.)
  • Bona fide : Dengan tujuan baik dan bisa dipercaya.
  • Bis dat, qui cito dat : Mereka yang memberi lebih cepat, sama dengan memberi dua kali.
  • Carpe diem/noctum : Petiklah hari/malam ini.
  • Carpe diem, poster quam minimum credula : Manfaatkan hari ini, jangan terlalu percaya pada hari esok. (Horace)
  • Cave canem : Awas anjing
  • Ceteris paribus : Suatu asumsi untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan.
  • Citius, Altius, Fortius : Lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat (Motto Olimpiade)
  • Cogito ergo sum : Aku berpikir maka aku ada. (dipopulerkan oleh filsuf Prancis, Rene Descartes)
  • Casu quo (c. q.) : dalam hal ini (lebih spesifik) 
  • Cuiusvis hominis est errare : Semua manusia melakukan kesalahan. (Cicero)
  • Cum laude: Dengan kehormatan/pujian (Cara baca: ‘kum laude’, bukan ‘kumlot’).
  • Magna cum laude: Dengan kehormatan besar
  • Summa cum laude: Dengan kehormatan tertinggi.
  • De Facto : Kenyataannya; secara fakta.
  • De Jure : Sesuai hukum (padahal faktanya belum tentu demikian).
  • Deliriant isti Romani! : Orang-orang Romawi memang gila! (Dari komik Asterix dan Obelix)
  • Deo Vindice : Tuhan sebagai Pelindung.
  • Deus ex machina : Tuhan dari mesin, Susunan yang janggal.
  • Divide et impera : Pecah-belah dan kuasai! (dipopulerkan Julius Caesar)
  • Docendo discimus : Kita belajar dengan mengajar.
  • Dum spiro, spero : Selama saya masih bernafas, saya tetap berharap.
  • Dum vivimus, vivamus : Selagi kita hidup, marilah kita benar-benar hidup
  • Dulce et decorum est pro patria mori : Mati indah dan terhormat demi tanah air.
  • E Pluribus Unum : Satu yang keluar dari sekian banyak (semboyan negara Amerika Serikat)
  • Et Cetera (etc): Dan lain-lain; dan sejenisnya.
  • Et Ipsa Scientia Potestas Est : Pengetahuan adalah Kekuatan. (Motto Francis Bacon).
  • Exigo a me non ut optimis par sim sed ut malis melior : Saya menuntut diri saya untuk tidak sama dengan yang terbaik, tetapi untuk menjadi lebih baik dari yang buruk (Seneca)
  • Experto credite : Percayalah pada yang telah terbukti.
  • Ex Gratia : Akibat dari kebaikan.
  • Ex Situ : Diluar tempat asal.
  • Exampli Gratia (e.g.): Contohnya
  • Facilis descensus Averno : Jalan turun ke neraka itu mudah 
  • Facilius est vitae risus: Hidup lebih mudah dengan senyuman
  • Felix, qui potuit rerum cognoscere causas : Beruntung, yang bisa mengetahui penyebab sesuatu (Virgil)
  • Fiat lux : jadilah terang
  • Fiat justitia ruat caelum : Keadilan harus ditegakkan walau langit akan runtuh. 
  • Fortis fortuna adiuvat : keberuntungan ada pada orang yang berani menanggung resiko. 
  • Fortuna caeca est : Nasib itu buta
  • Homo faber : Makhluk yang bekerja 
  • Homo ludens : Makhluk yang bermain 
  • Homo homini lupus est : Manusia adalah serigala bagi sesama manusia.
  • Homo proponit, sed Deus disponit : Manusia berencana, Tuhan yang menentukan
  • Ibidem/ibid :  ditempat yang sama, kutipan berulang
  • Id est (i.e.): Yaitu; yakni.
  • Ignis aurum probat, miseria fortes viros : Emas mengkilat dalam api, kesengsaraan membuktikan orang kuat (Ovid dan Motto dari Prometheus Society.)
  • Impromptu : spontan tanpa persiapan 
  • In absentia: Dengan ketidakhadiran seseorang
  • In flagrante delicto : tertangkap basah. 
  • In medias res : di tengah perihal.
  • In situ : Tempat asal
  • In vino veritas : Dalam anggur ada kebenaran 
  • Ius soli : Hak berdasarkan kelahiran.
  • Ius sanguinis : Hak berdasarkan darah atau garis keturunan.
  • Ius soli : Hak berdasarkan tanah kelahiran.
  • Ipso facto: Begitulah kenyataanya.
  • Justitia omnibus : Keadilan untuk semua.
  • Labor omnia vincit : Kerja keras menaklukkan segalanya
  • Las palabras de Amor: Kata-kata cinta.
  • Latet enim veritas, sed nihil pretiosius veritate : Kebenaran itu tersembunyi, tapi tidak ada yang lebih indah dari kebenaran
  • Lux et veritas : Cahaya dan kebenaran 
  • Magnum opus: Kerja bagus/karya terbaik.
  • Mater artium necessitas : Kebutuhan adalah induk dari pengetahuan.
  • Mea culpa : Salah saya.
  • Mega annum (ma) : Juta tahin yang lalu. 
  • Memento mori : Ingatlah akan kematian.
  • Mens sana in corpore sano : Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat (Juvenal, Satura)
  • Modus operandi : Metode seseorang dalam bekerja.
  • Nosce te ipsum : Kenalilah dirimu sendiri.
  • Nunc est bibendum : Sekarang saat minum, momen bersuka cita setelah kesulitan berakhir
  • Omne vivum e vivo : Semua kehidupan berasal dari kehidupan. (Kutipan dari pernyataan Louis Pasteur)
  • Omnis indemnatus pro innoxio legibus habetur : setiap orang yang belum pernah terbukti bersalah oleh peradilan yang adil haruslah dianggap tidak bersalah secara hukum.
  • Opus citatum (op cit) : karya yang dikutip
  • Optimum est pati quod emendare non possis : Yang terbaik adalah menanggung apa yang tidak dapat Anda ubah (Seneca)
  • Ora et labora : Berdoa dan bekerja.
  • Orbis non sufficit : Dunia tidak pernah cukup (Agen rahasia James Bond 007)
  • Opus Dei : Karya Tuhan.
  • Panem et circenses : Roti dan hiburan (rakyat ditenangkan oleh hiburan)
  • Pax melior est quam iustissimum bellum : damai lebih baik dari perang
  • Pars magna bonitatis est velle fieri bonum : Banyak kebaikan terdiri dari keinginan untuk menjadi baik (Seneca)
  • Pars pro toto : Sebagian untuk seluruhnya.
  • Per capita : per kepala. 
  • Perfer et obdura, dolor hic tibi proderit olim : Tetap kuat dan bertahan, suatu saat rasa sakit ini akan berguna untukmu. (Ovid)
  • Persona non grata : Orang yang tak disukai.
  • Primus inter pares : Yang pertama diantara yang setara
  • Poeta nascitur, non fit : Pujangga dilahirkan, bukan diciptakan.
  • Premeditatio Malorum: Siap Hadapi yang Tak Terduga
  • Pro bono : Melakukan suatu pekerjaan tanpa imbalan untuk kepentingan publik.
  • Qualitate qua (Q.q) : Dalam kapasitas sebagai wakil dari (pihak yang mewakili) 
  • Quid pro quo: Sesuatu untuk sesuatu, pertukaran yang adil/seimbang.
  • Quod erat demonstrandum: Qui scribit, bis legit : Barang siapa menulis, ia membaca dua kali.
  • Quo Vadis? : Kemana engkau pergi?
  • Radix malorum est cupiditas : Serakah itu akar semua kejahatan
  • Recto verso : ganjil genap, maknanya dicetak bolak balik
  • Requiescat in pace : Semoga beristirahat dalam damai.
  • Rigor mortis: Salah satu tanda kematian
  • Semper inops quicumque cupit : Mereka yang tidak mengendalikan keinginannya, akan selalu miskin.
  • Semper fi / Semper fidelis  : Selalu setia (Motto Marinir Amerika)
  • Si vis pacem, para bellum : Jika kamu menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang. 
  • Si vales, valeo : Jika kau dalam keadaan baik, demikian pula aku.
  • Sic parvis magna : Hal-hal besar berangkat dari hal-hal kecil. 
  • Soli deo gloria : Kemuliaan hanya untuk Tuhan.
  • Status quo : Pihak yang sedang berkuasa pada keadaan saat ini.
  • Sub poena: Dalam masalah.
  • Tabula rasa: manusia tanpa pengetahuan.
  • Tempus fugit : Waktu berlalu.
  • Ubicumque felix : Berbahagialah selalu. (Moto Napoleon saat menghadapi masa-masa yang berat dan sulit.)
  • Una in perpetuum : Bersama untuk selamanya.
  • Usus magister est optimus : Pengalaman adalah guru yang terbaik.
  • Verba volant, scripta manent : Kata-kata terbang, tulisan tetap
  • Veni, vidi, vici : Saya datang, saya melihat, saya menang (dipopulerkan oleh Julius Caesar)
  • Vice versa : Demikian juga sebaliknya.
  • Victoria concordia crescit : Kemenangan yang diperoleh melalui keharmonisan (motto Arsenal FC)
  • Vincit qui patitur : Dia yang bertahan, menang.
  • Vincit omnia veritas : Kebenaran mengalahkan segalanya.
  • Vitiis nemo sine nascitur : Tidak ada orang yang lahir tanpa kesalahan (Horace)
  • Vox populi, vox dei : Suara rakyat adalah suara Tuhan.
Ada yang mau menambahkan? atau ingin memahami istilah medis? simak blog pak dokter






Foto-foto dari Corbis, kredit milik fotografernya 



Terimakasih sudah berkomentar