Dari beberapa kali mengamati daur hidup kupu-kupu atau beberapa ngengat di di terarium dan beberapa referensi tentang hama tanaman, umumnya kupu-kupu di indonesia atau rama-rama di malaysia memiliki daur yang lamanya kurang lebih :
metamorfosis
  1. telur menempel pada daun inang lamanya 2-7 hari
  2. ulat (larva) berumur 14-20 hari dengan berganti kulit 4-5 kali, pada umur itu mengkonsumsi daun setara luasan 20x30cm.
  3. kepompong (chrysalis/pupa)berpuasa dan beristirahat selama 14-16 hari, butuh waktu 1-2 jam untuk mengeringan sayap sebelum siang terbang untuk pertama kalinya. 
  4. kupu-kupu dewasa (imago) berumur 14-24 hari, dimana sekitar 7% hidup imago digunakan untuk kopulasi.

kupu-kupu kopulasi
  • kopulasi atau kawin berlangsung 20 menit hingga 24 jam, ketika populasi berimbang kupu-kupu kawin hanya 1 kali, namun bila jantan lebih sedikit betina dapat kawin hinga 5x,
  • ketika berahi sayap belakang kupu-kupu biasasnya koyak yang menjasi tanda bahwa kupu-kupu telah berkopulasi.
  • saat berahi kupu-kupu mengeluarkan feromon yang terdiri dari fenol dan asam benzoat hingga 11 km jauhnya.
  • saat kawin keduanya beraktifitas bersama-sama dalam waktu yang lama, aktifitas yang berat ini berakibat sayap belakang rusak. rusaknya sayap ini adalah bukti bahwa kupu-kupu telah berkopulasi

makanan burung
misi hidup kupu-kupu hanyalah makan, kawin, bertelur, misi hidup yang seperti ini bertujuan sebagai penyedia rantai makanan bagi predator diatasnya.
nah mau cuma makan dan kawin doang ;)?

link terkait :

9 komentar:

    On 3/28/2010 9:41 PM Anonymous said...

    ada feromon untuk menarik lawan jenis manusia nggak?

     
    On 10/27/2010 11:51 PM Apep Lukman said...

    alhamdulillah ketemu juga waktu metamorfosis kupu2.
    makasih postingannya sangat berguna buat tugas anak saya...... :)
    salam dari cirebon mas....

     
    On 4/05/2011 8:42 PM warga probolinggo said...

    well, semoga postingan ini juga berguna untuk Warga Probolinggo, Jawa Timur, yang panik dan cuma dapat menduga bahwa ribuan ulat berjenis desgiria inclusa yang menyerang 11 desa di dua kecamatan. Untuk tidak panik mengingat hama ini dapat dimusnahkan secara alami bila kita mengetahui siklusnya.

     

    walau bukan ahli serangga atau entomologis, saya jadi pengen komentar juga mengenai ulat bulu yang menyerbu probolinggo, banyuwangi bahkan sampai muncul di kendal jawa tengah.
    setidaknya fenomena meledaknya populasi ulat ini akibat terganggunya keseimbangan alam di habitat ulat bulu, bisa jadi akibat predator ulat bulu, yakni tokek (Gekko gecko), cicak (Cosymbotus platyurus), Cecak kayu (Hemidactylus frenatus) dan burung liar pemakan serangga, menghilang di Probolinggo karena sudah banyak diburu dan mendekati punah.

     
    On 4/11/2011 12:31 AM Anonymous said...

    setuju... aneh kalau ada ahli pertanian yang bilang bahwa banyak ulat bulu karena musim hujan sehingga banyak ulat yang tidak menjadi kepompong?????
    setuju ma elo, predatornya banyak yang hilang ya ulatnya merajalela...

     
    On 4/22/2011 2:44 AM Anonymous said...

    ahh jangan asal nulis dong, beri kami bukti kalau merajalelanya ulat bulu bukan karena salah musim.

     

    gak bisa disangkal kalo serangga lebih adaptatif menghadapi perubahan cuaca sejak era sebelum jurassic, sialnya justru serangga kosmopolit atau yang cenderung merugikan manusia yang paling bisa adaptasi.
    tetapi maksud disini adalah merjalelanya ulat bulu alias serangga kosmopilit ini juga disebabkan oleh berkurangnya predator. matematika sederhannanya adalah bila anada memakai pestisida berapa ulat bulu yang terbunuh? sedangkan burung semacam prenjak (Zosterops sp) ciblek (Prinia familiaris) sehari bisa menghabiskan ulat 4x berat tubuhnya, jalak suren (Sturnus contra) bisa lebih memakan 6xberat tubuh. berapa ulat yang terbunuh dalam sehari? seminggu? sebulan?

     
    On 10/26/2012 6:23 AM Anonymous said...

    wah alhamdullilah aku dapat pengetahuan baru tentang daur hidup kupu kupu

     
    On 10/26/2012 8:54 PM yoxx said...

    alhamdulillah

     

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar