Sedikit tentang Kultur Jaringan
30 Sep 2026 by yoxx
Kemarin waktu pulang ke Lawang, Malang nemu buku lawas panduan memperbanyak anggrek epifit lewat kultur jaringan.
Kultur jaringan atau tissue culture adalah teknik menumbuhkan sel, jaringan, atau bagian kecil organisme dalam kondisi steril di luar tubuh aslinya, menggunakan media nutrisi khusus.
Pada dunia medis dan penelitian, Tissue culture juga berarti menumbuhkan sel atau jaringan hewan/manusia di laboratorium.
Contohnya: Penelitian kanker. Pengembangan vaksin. Uji obat baru. Penelitian sel punca (stem cell).
Sederhananya : Anda memotong sedikit jaringan dari tanaman atau organisme, lalu "membesarkannya" dalam lingkungan buatan yang berisi makanan, hormon, suhu, dan kelembapan yang dikendalikan. Itulah tissue culture.
Keuntungannya:
- Menghasilkan banyak bibit seragam dalam waktu singkat.
- Bibit identik sama dengan induknya.
- Bebas penyakit tertentu.
- Dapat memperbanyak spesies langka.
Sejarah singkat tissue culture dalam konteks perkembangan ilmu biologi:
- Awal Mula, Tahun 1838-1839, Matthias Schleiden dan Theodor Schwann dari Jerman, mengemukakan teori bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel. Teori ini menjadi landasan bagi perkembangan kultur jaringan.
- Tahun 1902, Gottlieb Haberlandt dari Austria mengajukan gagasan revolusioner bahwa satu sel tumbuhan berpotensi berkembang menjadi tanaman utuh. Konsep ini dikenal sebagai totipotensi sel. Meski eksperimennya belum berhasil sempurna, Haberlandt dijuluki "Bapak kultur jaringan tumbuhan".
- Tahun 1922 Media Knudson diperkenalkan oleh Lewis Knudson, Knudson berhasil mengecambahkan biji anggrek secara steril tanpa bantuan jamur mikoriza dengan menyediakan gula dan nutrisi dalam media kultur.
- Kemajuan besar saat ditemukan hormon tumbuhan seperti auksin pada 1928 dan kinetin atau sitokinin di 1958.
- Tahun 1962, Toshio Murashige dan Folke Skoog mengembangkan Media MS (Murashige & Skoog) yang hingga kini menjadi media kultur jaringan tumbuhan paling banyak digunakan di dunia.
- Saat Ini kultur jaringan tidak hanya digunakan pada tumbuhan, tetapi juga: penelitian kanker, produksi vaksin, rekayasa genetika, stem cell, rekayasa jaringan untuk kedokteran.
Varietas yang paling banyak diperbanyak lewat tissue culture :
01. Pisang,
Pisang adalah "bintang utama" dunia kultur jaringan. Varietas yang sering di-TC: Cavendish, Grand Naine, Williams, Dwarf Cavendish, Barangan, Raja Bulu, Kepok, Ambon Kuning, Ambon Hijau, Mas Kirana, Tanduk, Nangka. Alasan di-TC: Bebas penyakit layu Fusarium.
Perbanyakan cepat.
Keseragaman ukuran dan hasil.
02. Anggrek,
Hampir semua anggrek komersial saat ini melibatkan kultur jaringan.
Di Indonesia mulai booming 1970-an, anggrek bulan jadi komoditas tissue culture pertama yang sukses besar.
Contoh: Phalaenopsis (anggrek bulan), Dendrobium, Vanda, Cattleya, Oncidium, Cymbidium.
Laboratorium besar mampu menghasilkan puluhan ribu bibit dari satu tanaman induk unggul.
03. Kentang,
Varietas yang sering diperbanyak lewat TC: Granola, Atlantic, Desiree, Diamant, Agria
Tujuannya: menghasilkan benih bebas virus dan meningkatkan produktivitas petani.
04. Kelapa Sawit,
Sawit biasanya di-tc dari pohon induk berproduksi tinggi.
Kelompok utama: Dura, Pisifera, Tenera
Yang paling banyak ditanam adalah Tenera, hasil persilangan Dura Pisifera.
05.Tebu,
Banyak pabrik gula menggunakan bibit TC untuk mempercepat perluasan lahan. Contoh: PS 862, PS 864, Bululawang, VMC,GMP
06. Stroberi,
Varietas umum: California, Sweet Charlie, Festival, Camarosa, Albion.
Stroberi sangat cocok untuk TC karena mudah terserang penyakit bila diperbanyak secara konvensional.
07. Tanaman Hias
Sering di-TC: Aglaonema, Anthurium, Philodendron, Monstera, Alocasia, Caladium
Saat tren tanaman hias meledak beberapa tahun lalu, banyak bibit berasal dari kultur jaringan.
Proses Kultur Jaringan
Proses tissue culture (TC) tanaman biasanya terdiri dari 5 tahap utama:
1. Pemilihan Eksplan
Diambil bagian tanaman yang sehat dan unggul, misalnya: pucuk tunas, mata tunas, daun muda, meristem.
Contoh: untuk pisang biasanya diambil bagian titik tumbuh (meristem).
2. Sterilisasi
Eksplan dicuci dan disterilkan agar bebas dari bakteri, jamur, virus tertentu.
Ini tahap yang sangat krusial karena kontaminasi adalah musuh utama kultur jaringan.
3. Inisiasi Kultur
Eksplan ditanam ke dalam botol berisi media nutrisi steril.
Media biasanya mengandung: gula, mineral, vitamin, hormon tumbuhan (auksin dan sitokinin).
Pada tahap ini jaringan mulai hidup dan beradaptasi.
4. Multiplikasi
Tunas yang muncul dipisahkan dan diperbanyak berulang kali.
Misalnya:
1 tunas menjadi 5 tunas
5 tunas menjadi 25 tunas
25 tunas menjadi 125 tunas
Inilah alasan TC bisa menghasilkan ribuan bibit dari satu tanaman induk.
5. Pengakaran dan Aklimatisasi
Setelah tunas cukup besar: dirangsang membentuk akar, dipindahkan ke tray atau polybag,
dibiasakan dengan lingkungan luar (aklimatisasi).
Bibit kemudian siap ditanam di kebun atau lahan produksi.
Fun fact: dari satu titik meristem pisang seukuran ujung jarum, laboratorium dapat menghasilkan ribuan bahkan puluhan ribu bibit identik dalam beberapa siklus kultur. Itu sebabnya kebun pisang modern sering terlihat sangat seragam.
Bonus : Cara memperbanyak anggrek epifit lewat tissue culture beserta formula media dan bahan ada di komentar postingan..
Ada yang mau menambahkan?
Tulisan terkait
.


Sedikit catatan untuk tissue culture pada pembiakan anggrek epifit yang diajarkan kepada kami
Bahan utama
1. Eksplan: tunas pucuk, mata tunas, atau biji anggrek
2. Media: MS (Murashige & Skoog) - isinya garam mineral, gula 20-30gr/L, vitamin, agar-agar sebagai pemadat, plus hormon, Hormon: BAP / Kinetin untuk tunas, NAA untuk akar
3. Alat steril: laminar air flow, autoclave, alkohol 70%, bayclin, pinset, scalpel, botol kultur
Cara (untuk anggrek epifit):
1. Sterilisasi: Semua alat dan media di-autoclave. Eksplan dicuci, direndam alkohol + bayclin di dalam Laminar Air Flow Cabinet.
2. Inisiasi: Tanam eksplan ke botol media inisiasi (MS + hormon).
3. Simpan di ruang kultur dengan lampu 16 jam/hari, suhu 22-25°C.
4. Multiplikasi: Tunas yang tumbuh dipotong lagi, dipindah ke media multiplikasi biar beranak banyak (1 bisa jadi 5-10 tunas).
5. Subculture: Tiap 4-6 minggu dipindah ke botol baru, seperti di foto-foto mas tadi. Makanya ada label Batch G, Subculture.
6. Pengakaran & Aklimatisasi: Tunas dipindah ke media tanpa hormon / hormon akar, setelah akar kuat, baru keluar botol, dicuci agar-nya, ditanam di moss di greenhouse dengan kelembapan tinggi.
Kuncinya: steril, sabar, dan telaten. Kontaminasi 1 jamur aja bisa gagal 1 botol