Sedikit tentang Taksonomi Bloom.
6 Mei 2026 by yoxx
Taksonomi Bloom adalah alat konseptual untuk memastikan pembelajaran tidak berhenti di hafalan, tetapi berkembang hingga kemampuan analisis, evaluasi, dan penciptaan.
Taksonomi Bloom adalah kerangka klasifikasi tujuan pendidikan yang membagi kemampuan belajar menjadi tiga ranah utama: kognitif, afektif, dan psikomotor. Ranah kognitif paling terkenal, dengan enam tingkatan berpikir dari mengingat hingga mencipta.
- Diperkenalkan oleh Benjamin S. Bloom dan tim pada tahun 1956.
- Tujuannya: membantu guru merancang kurikulum, metode pembelajaran, dan evaluasi yang tidak hanya berfokus pada hafalan.
- Direvisi tahun 2001 oleh Krathwohl dkk., menyesuaikan dengan perkembangan teori pendidikan modern.
Tiga Ranah Utama :
1. Ranah Kognitif (berpikir/pengetahuan)
Fokus pada kemampuan intelektual.
Tingkatan (versi revisi):
- C1 Mengingat (menyebutkan, mendefinisikan)
- C2 Memahami (menjelaskan, merangkum).
- C3 Menerapkan (menggunakan, menghitung).
- C4 Menganalisis (membedakan, menguraikan).
- C5 Mengevaluasi (menilai, mengkritik).
- C6 Mencipta (merancang, menghasilkan)
2. Ranah Afektif (sikap/perasaan)
Berkaitan dengan nilai, minat, sikap, dan emosi.
Tingkatan: menerima → merespon → menghargai → mengorganisasikan → menginternalisasi nilai.
3. Ranah Psikomotor (keterampilan motorik)
Berkaitan dengan keterampilan fisik dan koordinasi.
Contoh: menulis, mengetik, berenang, mengoperasikan mesin.
Ada yang mau menambahkan?
Tulisan terkait :

Posting Komentar