Dinosaurus adalah kelompok reptil purba yang hidup di daratan selama era Mesozoikum (Trias, Jura, Kapur).
Sedang reptil terbang disebut Pterosaurus dan reptil laut disebut Reptil laut purba.
Ketiganya bukan satu kelompok, tetapi bagian dari keanekaragaman reptil purba yang mendominasi bumi antara 252 hingga 66 juta tahun lalu.
Dinosaurus 
Dinosaurus berasal dari bahasa Yunani kuno:
deinos : mengerikan, kuat, atau sangat besar.
sauros : kadal, reptil.
Arti harfiah: kadal yang mengerikan.
Dinosaurus adalah kelompok reptil purba dari ordo Dinosauria yang hidup di daratan selama era Mesozoikum (Trias, Jura, Kapur).

Ciri khas:  Posisi kaki tegak di bawah tubuh (berbeda dari reptil modern), banyak yang bertubuh besar, dan beberapa memiliki bulu.
Pterosaurus
Pterosaurus berasal dari bahasa Yunani kuno:
pteron : sayap
sauros : kadal, reptil
Arti harfiah: kadal bersayap
Pterosaurus adalah reptil terbang dari ordo Pterosauria, hidup dari akhir era Trias hingga akhir era Kapur.
Bukan burung dan bukan dinosaurus.
Tahun 1791–1801 fosil pertama Pterosaurus ditemukan di Solnhofen, Bavaria (Jerman) oleh Johann Jakob von Kaup. Dia memulai menamai kelompok Pterosauria pada tahun 1834.
Ciri khas : Memiliki sayap dari membran kulit yang membentang dari tubuh ke jari panjang, bukan bulu seperti burung.


Reptil laut 
Reptil Laut Era Mesozoikum adalah  kelompok reptil yang hidup di laut selama era Mesozoikum, bukan ikan dan bukan dinosaurus dengan beragam cabang taksonomi namun semua berasal dari Archosauria (kecuali Mosasaurus yang lebih dekat ke kadal). Mereka bernapas dengan paru-paru, melahirkan anak (tidak bertelur di darat), dan hidup sepenuhnya di air.

Kelompok utama reptil laut :
  • Ichthyosauria : Yunani ichthys (ikan) + sauros (kadal) = kadal ikan. Mirip lumba-lumba, berenang cepat.
  • Plesiosauria : Yunani plesios (lebih dekat) + sauros = kadal yang lebih dekat dengan reptil modern. Leher panjang, tubuh lebar.
  • Mosasaurus : dari nama sungai Meuse (Latin Mosa) + sauros = kadal Meuse, karena fosil pertama ditemukan di dekat Sungai Meuse, Belanda. Predator laut besar, mirip kadal raksasa.
  • Prosaurosphargis : Yunani Pro- (awal/sebelum) + sauros (kadal/reptil)+ phargis. Arti harfiahnya adalah “pendahulu Saurosphargis” atau “kadal berperisai awal.” 

Saat ini, para ahli paleontologi telah mengidentifikasi dan mengajukan lebih dari 1.400 spesies dinosaurus, tetapi banyak yang dianggap sinonim atau tidak valid. 
  • Jumlah spesies dinosaurus valid: sekitar 700 spesies telah resmi diberi nama dan dianggap valid oleh komunitas ilmiah.
  • Pterosaurus teridentifikasi : lebih dari 100-120 spesies.
  • Reptil laut 100 spesies.

Fosil dinosaurus ditemukan di lebih dari 90 negara di dunia. Negara dengan fosil terbanyak:
  1. Tiongkok: 300+ spesies
  2. Amerika Serikat: 81 spesies
  3. Mongolia: 80 spesies
  4. Argentina: ±60 spesies
  5. Kanada: ±50 spesies
Area dengan konsentrasi fosil dinosaurus terbanyak ada di :
  • Tiongkok (Liaoning dan Sichuan).
  • Amerika Utara (Montana, Utah, Colorado, dan Alberta di Kanada),
  • Gurun Gobi di Mongolia. 
  • Argentina (Patagonia) menjadi pusat fosil sauropoda raksasa. Inggris, Swiss dan Norwegia menjadi lokasi fosil reptil laut. 

Ilmu yang mempelajari dinosaurus, pterosaurus, reptil laut dan lingkungan pada eranya disebut Paleontologi.
Cabang utama paleontologi:
  • Paleobotani : mempelajari fosil tumbuhan purba, penting untuk memahami ekosistem tempat dinosaurus hidup.  
  • Paleoekologi : mempelajari hubungan antara makhluk hidup purba dengan lingkungannya (iklim, vegetasi, rantai makanan).  
  • Ichnologi : mempelajari jejak fosil seperti tapak kaki, sarang, atau jalur gerakan dinosaurus. 
  • Taphonomi : mempelajari bagaimana fosil terbentuk, terawetkan, dan berubah dari organisme hidup menjadi fosil. 
  • Biostratigrafi : menggunakan fosil untuk menentukan umur lapisan batuan.  
  • Paleoichnologi : fokus pada fosil jejak khusus (misalnya jalur dinosaurus). 
  • Paleoklimatologi : mempelajari iklim purba melalui data fosil dan geologi.  

Persentase fosil dinosaurus dengan keutuhan di atas 70% dianggap sangat langka, biasanya hanya tulang besar yang tersisa. 
  1. Nodosaurus texenensis (Kanada, 2011), Keutuhan: ±80–90% dengan kerangka, kulit, duri, dan lapisan kulit masih terawetkan. Disebut sebagai fosil dinosaurus paling utuh.
  2. Edmontosaurus (Wyoming, AS), Keutuhan: ±70% dengan kerangka lengkap dengan kulit dan kuku. 
  3. Ichthyosaurus (Jerman, 2016),  Keutuhan: ±80% kerangka hampir lengkap, termasuk embrio di dalam tubuh fosil betina, memberikan bukti bahwa ichthyosaurus melahirkan anak 
  4. Pliosaurus (Inggris, 2026), Keutuhan:±60–70% dengan tengkorak utuh sepanjang 2 meter, rahang atas dan bawah terkunci. Fosil ini sangat penting untuk memahami anatomi predator laut era Jurassic.  
Fosil

Museum dinosaurus dengan fosil terbaik sedunia:
  1. Royal Tyrrell Museum of Palaeontology (Alberta, Kanada), Dengan koleksi lebih dari 130.000 fosil, termasuk dinosaurus paling utuh (Nodosaurus). Dianggap sebagai museum dinosaurus terbaik karena koleksi fosilnya paling banyak dan kondisi fosil paling utuh. 
  2. American Museum of Natural History (New York, AS).
  3. Museum für Naturkunde (Berlin, Jerman).
  4. National Dinosaur Museum (Canberra, Australia).
  5. Dinosaur Provincial Park (Alberta, Kanada).

Tokoh Legendaris Paleontologi
  • Mary Anning (1799–1847, Inggris) Menemukan fosil Ichthyosaurus, Plesiosaurus, dan ammonit di Jurassic Coast. Penemuannya menjadi dasar paleontologi modern.
  • Richard Owen (1804–1892, Inggris), Menciptakan istilah “Dinosauria” pada tahun 1842.  Serta membentuk kerangka ilmiah untuk studi dinosaurus dan dasar Klasifikasi anatomi hewan purba.  
  • Jack Horner (1946–..., AS), Menemukan bukti dinosaurus merawat anaknya (Maiasaura). dan pertumbuhan tulang dan perilaku sosial dinosaurus. 
  • Xu Xing (1965–.., Tiongkok), menemukan lebih dari 50 spesies dinosaurus baru, termasuk dinosaurus berbulu (Microraptor) dan mengubah pemahaman global tentang hubungan dinosaurus dan burung.
  • Paul Sereno (1957–sekarang, AS), Menemukan dinosaurus Afrika seperti Suchomimus dan Sarcosuchus (buaya raksasa) dan membawa paleontologi ke audiens global dengan gaya eksplorasi. 
  • Luis Alvarez (1911–1988, AS) Mengajukan teori kepunahan dinosaurus akibat tumbukan asteroid (teori iridium), Teori ini kini menjadi salah satu penjelasan paling diterima tentang akhir era dinosaurus.  
countdown to extinction
Sekitar 66 juta tahun lalu, dinosaurus non unggas, reptil laut dan reptil terbang dari era Mesozoikum musnah.  Hal ini disebut sebagai kepunahan massal Kapur–Paleogen (K–Pg) karena beberapa sebab: 
  • Tumbukan asteroid raksasa di Chicxulub, Meksiko. Asteroid berdiameter ±10 km mengantam bumi menghasilkan gelombang kejut, kebakaran global, dan tsunami besar, kemudian perubahan iklim drastis, pendinginan global akibat debu di atmosfer, Lautan menjadi lebih asam karena hujan asam.
  • Aktivitas vulkanik besar (Deccan Traps, India) Letusan basalt raksasa selama jutaan tahun.

Ada yang mau menambahkan? 

Tulisan terkait :

  • Gambar ilustrasi milik wild lens chronicle

#garagaranontonjurassicworld

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkomentar