Sedikit tentang Feromon
3 Jan 2026 by yoxx
Barusan lihat film komedi romantis lawas "Love Potion #9". Cerita tentang parfum pemikat instan yang mengandung feromon.
Feromon adalah senyawa kimia alami yang dilepaskan tubuh dan memengaruhi perilaku orang lain dari spesies yang sama.
Fakta dan keunikan feromon
1. Berbeda dengan hormon (bekerja di dalam tubuh sendiri), feromon bekerja ke luar tubuh dan diterima lewat indera penciuman.
2. Sumber feromon pada manusia :
- Keringat: mengandung senyawa steroid (androstenone, androstenol).
- Cairan reproduksi wanita : cairan vagina, copulins (wanita saat ovulasi).
- Cairan reproduksi pria : sperma
- ASI : membantu bayi mengenali dan menenangkan diri pada ibunya.
- Kulit & rambut: melepaskan senyawa volatil yang memengaruhi mood.
- Urine.
3. Organ & Gen Reseptor :
- Manusia tidak punya organ khusus penciuman aktif seperti vomeronasal organ (VNO) pada hewan.
- Namun sistem penciuman umum masih bisa menangkap sinyal kimia biologis.
- Gen reseptor feromon (V1R, V2R) banyak yang sudah menjadi pseudogen (tidak aktif).
4. Sensitivitas : Secara umum wanita lebih peka terhadap aroma biologis (misalnya perubahan keringat, sinkronisasi menstruasi).
- Pria lebih responsif terhadap feromon wanita saat ovulasi (menilai lebih menarik berakibat testosteron meningkat). Jadi, sensitivitas bersifat relatif & kontekstual , bukan mutlak.
5. Feromon vs Visual : Feromon: bekerja di level bawah sadar, memengaruhi mood, ketertarikan, kenyamanan.
- Visual: bekerja di level sadar, cepat dinilai (penampilan, simetri wajah, status sosial).
- Keduanya saling melengkapi: feromon memberi kode biologis, visual memberi sinyal sosial.
6. Feromon bekerja di level bawah sadar:
- Jalurnya langsung ke sistem limbik (otak emosi), tidak lewat korteks rasional.
- Evolusi membuat feromon menjadi sistem komunikasi kimia yang cepat & efisien.
- Efek: ketertarikan seksual, mood, sinkronisasi siklus, rasa nyaman.
7. Fakta tentang parfum feromon : Ada parfum dengan feromon sintetis (contoh: androstenone, estratetraenol).
- Ada klaim: bisa memikat lawan jenis instan.
- Fakta: efek biologis minim, lebih ke efek psikologis (placebo dan rasa percaya diri berlebih ) .
- Tidak bisa menjadi “Love Potion No. 9” seperti di film.
8. Gugus kimia feromon : Umumnya berupa senyawa organik volatil dengan gugus: alkohol, aldehida, keton, asam karboksilat, ester, hidrokarbon tak jenuh. Contoh:
- Bombykol (kupu-kupu, ngengat sutra): alkohol + ikatan rangkap.
- Androstenone: steroid keton.
- Copulins: campuran asam karboksilat volatil.
- Ovulasi biasanya terjadi 12–16 hari setelah hari pertama menstruasi (siklus 28 hari). Saat ovulasi, wanita melepaskan feromon (copulins) yang bisa meningkatkan ketertarikan pria.
10. Feromon bisa meningkat saat jatuh cinta: produksi feromon bisa naik ketika seseorang mengalami ketertarikan emosional, sehingga memicu respons emosional tanpa disadari.
11. Ada teori bahwa feromon berperan dalam ketertarikan instan, seperti "Cinta pada pandangan pertama". meski bukti ilmiahnya masih terbatas.
12. Kategori feromon: biasanya dibagi menjadi empat: releaser (efek cepat), primer (efek jangka panjang), modulator (ubah mood), dan signaler (memberi informasi identitas biologis).
13 Pengaruh pada emosi: aroma keringat seseorang bisa memengaruhi mood orang lain yang menghirupnya, misalnya membuat lebih tenang atau lebih waspada.
14. Feromon dan memori: beberapa penelitian menunjukkan feromon dapat memicu ingatan tertentu, sehingga pengalaman emosional bisa lebih kuat.
15. Tidak bisa ditingkatkan secara sadar: kadar feromon tidak bisa ditambah dengan diet atau suplemen; tubuh mengatur produksinya secara alami.
Nah lho kalau belum halal berhati-hatilah dengan ketertarikan non visual alias tak terlihat ini.
Tulisan terkait :
- Sedikit tentang Dunia Parfum
- Sedikit tentang Otak Manusia
- Sedikit tentang hormon manusia
- Sedikit tentang ulat sutra
- Dari berbahai sumber
- Foto ilustrasi dibuat ioleh Dall-E3

Posting Komentar