Sedikit tentang Tanah Jarang
20 Agu 2026 by yoxx
China saat ini menguasai ±70% penambangan tanah jarang dan ±90% pemurnian serta produksi tanah jarang.
Tambang Nikel Laterit
Tanah jarang (rare earth elements/REE) adalah kelompok 17 unsur kimia logam lantanida yaitu 15 unsur dari Lanthanum (La) hingga Lutetium (Lu) ditambah logam lain : Yttrium (Y) dan Scandium (Sc). REE bersifat :
- Berkilau seperti logam perak.
- Konduktivitas listrik cukup baik.
- Reaktif.
- Mudah teroksidasi.
- Jarang ditemukan murni, biasanya bercampur dalam mineral lain.
- Tidak punya sifat “band gap” khas semikonduktor,
Terdiri atas :
- LREE (Light Rare Earth Elements) terdiri dari ~95% total deposit REE dunia. Unsur: Lanthanum (La), Cerium (Ce), Praseodymium (Pr), Neodymium (Nd), Promethium (Pm – radioaktif), Samarium (Sm).
- HREE (Heavy Rare Earth Elements) Terdiri dari ~5% total deposit REE dunia. Unsur: Europium (Eu), Gadolinium (Gd), Terbium (Tb), Dysprosium (Dy), Holmium (Ho), Erbium (Er), Thulium (Tm), Ytterbium (Yb), Lutetium (Lu), ditambah Yttrium (Y).
Urutan unsur tanah jarang berdasarkan kuantitas produksi (2025–2026)
- Cerium (Ce), terbanyak, Banyak dipakai pada katalis mobil & polishing kaca, REE ini lebih mudah ditemukan dari ekstraksi dari mineral bastnaesitee.
- Lantanum (La) banyak, digunakan pada lensa kamera, baterai. lebih mudah diekstraksi dari mineral bastnaesitee.
- Neodymium (Nd) banyak, digunakan untuk magnet superkuat (NdFeB : Neodymium-Iron-Boron) pada motor listrik, turbin angin dan mendukung perangkat berbasis chip seperti harddisk.
- Praseodymium (Pr) banyak, digunakan untuk campuran dengan Nd untuk magnet NdFeB, Oksida praseodymium (Pr₂O₃) digunakan untuk memberi warna kuning-hijau pada kaca dan keramik.
- Yttrium (Y), sedang, digunakan untuk Laser YAG, superkonduktor YBCO.
- Dysprosium (Dy), sedang, digunakan untuk magnet tahan panas dan server komputer.
- Terbium (Tb), sedang , Warna hijau layar monitor dan fosfor.
- Gadolinium (Gd), sedikit, digunakan MRI medis.
- Europium (Eu), sedikit, dipakai sebagai dopant untuk menghasilkan warna merah pada layar TV, monitor, dan LED.
- Samarium (Sm), sedikit digunakan untuk magnet suhu tinggi.
- Holmium (Ho), sangat sedikit, untuk laser medis.
- Erbium (Er), sangat sedikit, untuk serat optik.
- Thulium (Tm), sangat sedikit, untuk laser portable Ytterbium.
- Lutetium, sangat sedikit, digunakan dalam terapi kanker. teknologi pencitraan medis (PET scan) dan katalis dalam proses cracking untuk memecah hidrokarbon besar.
- Scandium (Sc), sangat sedikit, campuran logam ringan, bahan alat aerospace.
- Promethium (Pm), sangat sedikit untuk Radioaktif medis, baterai nuklir.
- Ytterbium (Yb), sangat sedikit, untuk laser bedah presisi, sumber radiasi gamma dalam radiografi industri.
Urutan unsur tanah jarang termahal
- Terbium (Tb): unsur heavy rare earth element (HREE) yang kelimpahannya sangat sedikit di alam dan proses pemisahannya sangat rumit. Penggunaan: untuk membuat magnet permanen berperforma tinggi, komponen kendaraan listrik, turbin angin, serta fosfor hijau pada layar/layar tampilan (display).
- Scandium (Sc) & Lutetium (Lu) Merupakan unsur yang sangat jarang terkonsentrasi dalam deposit bijih komersial. Scandium digunakan pada paduan aluminium tingkat tinggi (aerospace dan peralatan olahraga). Lutetium (Lu) digunakan dalam pemindai medis (PET scan) dan katalis industri.
- Dysprosium (Dy) unsur tanah jarang berat (HREE) untuk meningkatkan ketahanan termal pada magnet neodymium. Penggunaan: Magnet neodymium-besi-boron (NdFeB), kendaraan listrik, dan teknologi pertahanan.
- Neodymium (Nd) & Praseodymium (Pr) Neodymium (Nd) adalah komoditas tanah jarang yang paling bernilai secara total nilai pasar (volume x harga), karena kebutuhan pasarnya yang paling masif untuk pembuatan magnet super kuat pada motor listrik dan generator.
Negara penghasil tanah jarang :
- Tiongkok ±60% Cadangan besar di Bayan Obo, Inner Mongolia, Menguasai rantai pasok global dari tambang hingga pemurnian hingga ekspor global.
- Amerika Serikat ±15% Tambang Mountain Pass, California, Fokus pada pemurnian domestik untuk mengurangi ketergantungan.
- Australia ±10% Tambang Lynas di Mount Weld, Produsen non-Tiongkok terbesar.
- Myanmar ±8% Penambangan Kachin dan Shan di utara hingga Tanintharyi di selatan, Produksi meningkat cepat, tapi terkendala regulasi
- India ±2% Cadangan di Kerala & Odish, Fokus pada riset pemisahan dan daur ulang.
- Rusia ±2% Cadangan di Murmansk & Siberia, Fokus pada kebutuhan industri militer dan energi.
- Vietnam ±1% Cadangan di Lai Chau & Yen Bai, Mulai dikembangkan dengan dukungan Jepang
- Brasil, Kanada, Burundi, Madagaskar <1%
Penambangan tanah jarang di Australia
Tahapan utama dalam rantai pasok
- Penambangan : ekstraksi bijih dari batuan.
- Pemurnian : pemisahan logam REE melalui proses kimia.
- Material industri : pembentukan magnet, paduan, dan bahan baku canggih.
- Produk teknologi : digunakan dalam turbin, baterai, gadget, dan sistem pertahanan.
- Distribusi global : ekspor ke seluruh dunia, didominasi oleh negara seperti Tiongkok dan Australia.
Urutan negara pengguna tanah jarang
- Tiongkok ±70% konsumsi REO (240.000 ton/tahun), konsumen terbesar untuk magnet NdFeB, katalis, dan elektronik; juga produsen utama dunia.
- Jepang ±53% impor global, pengguna besar untuk industri otomotif, semikonduktor, dan baterai; memiliki stok strategis JOGMEC.
- Amerika Serikat ±12.000 ton/tahun, digunakan untuk magnet, katalis, dan pertahanan; masih bergantung pada impor dari Tiongkok.
- Malaysia ±27% impor global, basis pemurnian Lynas; bukan konsumen akhir besar, tapi pusat pengolahan regional.
- Korea Selatan ±2–3%, digunakan untuk elektronik, baterai, dan display.
- Jerman ±0,5%, fokus pada teknologi hijau dan otomotif premium.
- India ±0,3–1%, konsumsi meningkat untuk riset dan industri energi terbarukan.
- Brasil & Rusia <1% Penggunaan terbatas untuk industri militer dan riset.
Sedikit Catatan
- Tanah jarang menjadi aset strategis global untuk teknologi hijau dan pertahanan.
- Negara dengan kemampuan pemurnian memiliki keunggulan lebih besar daripada sekadar penambangan.
- Tiongkok tetap pusat dominasi global. bukan hanya produsen, tapi juga konsumen terbesar, sehingga mengendalikan rantai pasok dari hulu ke hilir.
- AS & Australia berusaha membangun rantai pasok alternatif. AS, Jepang, dan Uni Eropa berusaha mencari sumber alternatif agar tidak terlalu bergantung pada Tiongkok.
- Rusia & India punya peran strategis regional.
- Alloy berbasis magnesium dengan tambahan Rare Earth Elements (RRE) adalah yang paling banyak digunakan, terutama di sektor otomotif dan dirgantara.
- Yttrium (Y) dan Neodymium (Nd) adalah unsur RRE yang paling dominan dalam padua logam, karena meningkatkan kekuatan, ketahanan panas, dan ketahanan korosi
Risiko & Tantangan
- Ketergantungan tinggi kepada Tiongkok karena 69% produksi dunia berasal dari sana.
- Ekspor dikontrol ketat karena sejak 2024–2025, Tiongkok membatasi ekspor teknologi pemisahan REE.
- Harga fluktuatif, NdPr oksida (campuran unsur tanah jarang Neodymium dan Praseodymium) sempat turun ke $55/kg (2024) lalu naik ke $69/kg (2025).
- Ekstraksi sulit dan mahal, karena bercampur dengan mineral lain.
- Dampak negatif lingkungan tinggi jika tidak dikelola dengan baik.
- Persaingan geopolitik karena pentingnya untuk industri teknologi dan militer.
- Biaya tinggi dan limbah berbahaya dari proses pemurnian.
Ada yang mau menambahkan?
Tulisan lain:
Foto ilustrasi dari duckduckgo




Posting Komentar