Sedikit tentang Standard Warna

Warna adalah cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang dipantulkan  oleh suatu permukaan suatu material, kemudian diserap oleh mata manusia yang memiliki sel fotoreseptor yang peka terhadap tiga rentang warna utama: merah, hijau, dan biru. 

Otak kemudian menggabungkan sinyal ini untuk membentuk persepsi warna yang kita lihat sehari-hari. 

Karena itu, warna bukan hanya fenomena fisik, tetapi juga pengalaman biologis yang bergantung pada cara sistem visual kita menafsirkan cahaya.

Dari persepsi biologis hingga sistem teknis, standar warna hadir untuk memastikan konsistensi, komunikasi, dan harmoni di berbagai bidang desain, industri, dan kehidupan sehari-hari.

Inilah beberapa standar warna yang populer:


1. RAL

RAL berasal dari bahasa Jerman : Reichs-Ausschuß für Lieferbedingungen und Gütesicherung, yang berarti Komite Kekaisaran untuk persyaratan pengiriman dan jaminan mutu.

Sistem standar warna dari Jerman sejak tahun 1927 dengan standar awal 40 warna dan dikelola oleh RAL GmbH, sebuah lembaga nirlaba yang merupakan anak perusahaan dari RAL Deutsches Institut für Gütesicherung und Kennzeichnung e.V. atau RAL Institute, yang bertujuan untuk membakukan standarisasi dan konsistensi warna untuk industri cat & coating yang digunakan luas di industri, arsitektur, otomotif, maritim, dan pesawat terbang.

RAL COLOURS saat ini menyediakan lebih dari 2.500 warna dalam berbagai sistem: RAL Classic, RAL Design System Plus, dan RAL Effect.

  • RAL Classic memiliki ±213 warna, kode 4 digit (misalnya RAL 9010 = putih murni). 
  • RAL Design System Plus memiliki ±1.825 warna, Berdasarkan ruang warna CIELab, kode 7 digit (misalnya RAL 280 30 40). Lebih presisi untuk desain modern.
  • RAL Effect :±490 warna, Termasuk 70 warna metalik + 420 warna solid yang berfokus pada efek visual.


2. Munsell Color System  

Dibuat oleh Albert Munsell dari Amerika Srikat di tahun 1905. Saat ini dikelola dan dikomersialisasi oleh Munsell Color Company.

Sistem ini mendeskripsikan warna dengan cara 3 dimensi bukan hanya dengan nama, tetapi dengan angka dan huruf yang mewakili Hue (warna dasar), Value (terang/gelap), Chroma (intensitas/kekuatan warna). 

Misal kode: Misal 5R 4/14 (merah hue 5, value 4, chroma 14).  

Digunakan untuk : Seni, ilmu warna, soil science, industri cat, dan untuk laboratorium pencocokan warna pada pengukuran akurasi warna.  

Kelebihan: Sangat presisi dan ilmiah, sering jadi dasar sistem lain.


3. CMYK

CMYK Color Model adalah standar warna yang digunakan dalam industri percetakan. Nama CMYK berasal dari empat komponen tinta utama: Cyan, Magenta, Yellow, dan Key (Black). 

Sistem ini bekerja dengan prinsip subtractive color mixing: tinta menyerap (mengurangi) panjang gelombang cahaya tertentu dari kertas putih, sehingga menghasilkan warna yang terlihat.

Diperkenalkan oleh Eagle Printing Ink Company di Amerika Serikat pada 1906 yang mengembangkan proses cetak 4 warna : cyan, magenta, yellow, dan black.

ISO mulai mendukung dan menstandarkan penggunaan CMYK dalam percetakan sejak 1996 melalui serangkaian standar internasional yang dikenal sebagai ISO 12647

  • Kode: Persentase, misal C=100%, M=0%, Y=0%, K=0% = biru cyan murni.
  • Digunakan untuk: Hampir semua cetakan massal (majalah, brosur, kemasan).


4. British Standard Colours 

Tujuan awalnya adalah menyediakan kode warna standar untuk industri tekstil, pemerintah, akademia, dan hortikultura, sehingga warna bisa ditentukan dengan jelas dan konsisten di seluruh Imperium Inggris dan persemakmurannya. 

Didirikan tahun 1931 oleh British Colour Council (BCC), sebuah organisasi standar industri yang dipimpin oleh desainer Robert Francis Wilson. 

Setelah 1950-an: Peran standar warna diambil alih oleh British Standards Institution (BSI), yang mengembangkan sistem seperti:

  • BS 5252 : kerangka koordinasi warna
  • BS 381C  : identifikasi & militer
  • BS 4800 : cat bangunan
  • BS 2660 : cat dekoratif

Digunakan untuk: Cat bangunan, arsitektur, dan standar UK/Eropa lama dam masih digunahan di proyek heritage dan furnitur. 


5. Pantone 

Pantone Matching System (PMS) adalah sistem standar warna universal dari Amerika yang dikelola oleh Pantone LLC, sejak 1963, Pantone adalah subsidiary dari X-Rite. X-Rite adalah subsidiary dari Veralto.

Standar warna Pantone dipakai di Percetakan, sablon baju, merchandise, desain grafis, branding (agar warna logo tetap sama di seluruh dunia)

Pantone memiliki  beberapa kelompok warna : solid color, metallic, fluorescent, neon, pastel dan spot color khusus.

Tujuan: Memastikan warna sama persis di berbagai media & bahan

Pantone: memiliki lebih dari 10.000 warna (termasuk varian khusus)

- Kode warna Pantone: Huruf + angka + huruf akhir (C = Coated, U = Uncoated, TCX = tekstil, dll.)- Kode: PMS 186 C, PMS 7488 U. 


6. Toyo Color 

Toyo Color System adalah standar cetak warna Jepang yang dikelola oleh Toyo Ink Group (Artience).

Digunakan sejak 1963 untuk menjaga konsistensi warna-warna khusus dalam percetakan, desain, kemasan dari teknologi optik & elektronik di Jepang dan Asia Timur.


6. NCS (Natural Colour System)  

NCS adalah sistem warna berbasis persepsi manusia, bukan pencampuran pigmen. Mulai digunakan sejak tahun 1964, resmi dipublikasikan 1979. NCS dikelola oleh Swedish Colour Centre Foundation.

Tujuannya: memberikan cara standar untuk mendeskripsikan warna sebagaimana dilihat oleh mata manusia.

NCS dipakai untuk standarisasi warna berbasis persepsi manusia, terutama dibidang arsitektur, desain, cat, dan branding.

Cara kerjanya: Berdasarkan persepsi alami manusia, seperti bagaimana mata kita lihat warna: hue, blackness, whiteness, chromaticness.  

Kode: Misal NCS S 1050-Y90R (artinya 10% blackness, 50% chromaticness, kuning-merah 90%).  

Digunakan untuk: Arsitektur, interior design, cat dinding, furnitur yang sangat populer di Skandinavia dan Eropa Utara. 

NCS lebih intuitif dan harmonis untuk desain ruang.


7. DIC Color System  

DIC Color System mulai diperkenalkan pada tahun 1968, ketika perusahaan Jepang Dainippon Ink and Chemicals (DIC), sekarang dikenal sebagai DIC Corporation meluncurkan DIC Color Guide. Panduan ini awalnya berisi sekitar 641 chip warna

- Mirip Pantone tapi lebih fokus ke Asia (printing, tinta, plastik, tekstil).  

- Menggunakan kode warna misal DIC 2396.  

- Digunakan untuk: Industri percetakan dan manufaktur di Asia (banyak brand Jepang/Korea menggunakan sistem ini). Di Indonesia juga umum digunakan pada percetakan kemasan.


8. RGB 

RGB Color Model adalah sistem warna berbasis cahaya yang menggunakan tiga warna primer: Red (merah), Green (hijau), dan Blue (biru). Dengan menggabungkan intensitas berbeda dari ketiga warna ini, dapat dihasilkan spektrum warna yang sangat luas yang berbeda total dengan pigmen cat fisik.  

RGB adalah model warna universal yang digunakan secara global.

Standarisasi teknis RGB dalam perangkat digital dikelola oleh berbagai badan internasional, terutama:  

IEC (International Electrotechnical Commission) yang menetapkan standar tampilan elektronik dan ISO (International Organization for Standardization) yang menetapkan standar reproduksi warna digital.  

Fungsi Utama : Representasi warna di layar elektronik (monitor, TV, kamera, smartphone), Fotografi digital dan pemrosesan grafis komputer dan desain digital dan Pencahayaan LED atau sistem visual berbasis cahaya. 

Model warna additive untuk layar/digital (web, monitor, TV).  

Kode: menggunakan kode Hex seperti #FF0000 (merah murni).  

Digunakan untuk: desain digital, website, app dan fotografi dan olah gambar digital. 



9. Coloro 

Sistem standar warna inovatif yang diluncurkan pada tahun 2017 oleh Coloro bekerja sama dengan WGSN (Worth Global Style Network) yang dipergunakan oleh brand-brand besar fashion & retail (Zara, H&M, Nike, Adidas), desainer produk, manufaktur tekstil, dan perusahaan yang membutuhkan akurasi warna presisi dari gambar konsep hingga produk massal. 

Coloro dikenal sebagai trend forecaster terbesar di dunia yang memberikan prediksi tren warna, material, dan gaya hingga setidaknya dua tahun ke depan.  

Sejak 2017,  Coloro bekerja sama dengan WGSN untuk meluncurkan Colour of the Year dan Key Colours setiap musim.  

Kolaborasi ini menggabungkan data tren konsumen (WGSN) dengan sistem warna teknis (Coloro), sehingga hasil prediksi lebih akurat dan bisa langsung diaplikasikan di industri fashion, interior, teknologi, hingga produk konsumen.  

Coloro adalah sistem warna berbasis Kode warna unik 7 digit (contoh: 125-28-38 = Luminous Blue, Color of the Year 2027) yang mendefinisikan warna berdasarkan persepsi mata manusia secara alami:  Hue (warna dasar), Lightness (tingkat terang/gelap) dan Chroma (intensitas/kekuatan warna)

Fitur utama:

Library Coloro utama: ± 3.500 warna solid + ekspansi hingga jutaan shade dengan presisi tinggi dengan sistem logis dan intuitif : mudah dicari dan dibandingkan

Tools digital + fisik (swatch book, app, digital library) yang dibuat untuk memberikan identitas presisi pada setiap warna, sehingga desainer dan produsen bisa bekerja dengan konsistensi dari tahap desain hingga produksi.  

Digunakan oleh brand global untuk mengurangi kesalahan, menghemat waktu, dan memastikan warna sesuai standar di berbagai media. Konsisten sejak dari layar desain (digital) sampai Kepad produksi fisik (kain, cat, plastik, dll)

Dirancang untuk mengurangi miss-communication kesalahan warna antar tim desain, supplier, dan pabrik yang berakibat waste bahan, dan biaya revisi di supply chain (fashion, retail, produk konsumen).



Rangkuman fokus standar warna:

- Pantone → fokus matching (pencocokan) akurat spot color untuk branding & printing

- RAL → fokus cat industri berat & outdoor (warna powder coating dan logam)

- RGB   → model digital untuk layar monitor digital dan web (hex code)

- Coloro → fokus tren forecasting + efisiensi produksi massal (supply chain friendly)


Ada yang mau menambahkan?


Tulisan terkait:



hr \

gambar ilustrasi dibuat dengan Dall-E3

dan duckduckgo kredit milik desainer grafisnya


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkomentar