Sedikit tentang Beberapa Logika Kecerdasan Buatan
19 Jan 2026 by yoxx
14 Januari lalu kita memperingati hari logika.
Bagi pengguna apps atau penguji apps kecerdasan buatan (artificial intelegent), setidaknya ada beberapa logika AI yang kita harus tahu:
1. Logika Biner (Boolean) :
- Nilai kebenaran hanya 0 atau 1.
- Digunakan dalam komputer klasik.
- Komputer klasik: semua operasi dasar (AND, OR, NOT) berjalan dengan 0 dan 1.
- Lampu listrik: hanya ada dua keadaan, nyala atau mati.
2. Fuzzy Logic :
- Nilai kebenaran kontinu antara 0 dan 1.
- Menangani ketidakpastian dan nuansa.
Penerapan Fuzzy Logic :
- Mesin cuci pintar: menentukan lama mencuci berdasarkan tingkat kotor pakaian.
- AC modern: menyesuaikan suhu ruangan secara halus, bukan sekadar dingin/panas.
- Mobil ABS: mengatur tekanan rem sesuai kondisi jalan.
3. Multi-Valued Logic :
- Lebih dari dua nilai kebenaran. Contoh: benar, salah, tidak pasti.
Penerapan Multi-Valued Logic:
- Sistem pakar: bisa menilai “benar”, “salah”, atau “tidak pasti”.
- Diagnosa medis: kondisi pasien tidak selalu hitam-putih, bisa “sedang sakit” atau “hampir sembuh”.
4. Probabilistic Logic :
- Menggabungkan logika dengan probabilitas.
- Pernyataan punya tingkat kemungkinan (misalnya 70% benar).
Penerapan "Probabilistic Logic"
- Prediksi cuaca: hujan dengan kemungkinan 70%.
- Rekomendasi film/produk: sistem menilai peluang kamu akan suka berdasarkan riwayat pilihan.
5. Paraconsistent Logic :
- Menangani kontradiksi tanpa membuat sistem runtuh.
- Cocok untuk big data atau informasi yang tidak konsisten.
Penerapan "Paraconsistent Logic"
- Big data: informasi sering kontradiktif, tapi sistem tetap bisa bekerja.
- Keamanan siber: mendeteksi anomali meski data log kadang bertentangan.
6. Modal Logic :
- Menambahkan konsep kemungkinan dan keharusan. Contoh: 'mungkin benar', 'harus benar'.
Penerapan "Modal Logic" :
- Filsafat & hukum: membedakan antara “mungkin benar” dan “harus benar”.
- Verifikasi software: memastikan program berjalan sesuai “kemungkinan” dan “keharusan” kondisi.
7. Intuitionistic Logic :
- Tidak menerima hukum excluded middle.
- Fokus pada pembuktian konstruktif.
Penerapan Logika "Intuitionistic Logic":
- Matematika konstruktif: hanya menerima kebenaran jika ada bukti nyata.
- Kriptografi: pembuktian keamanan sistem harus bisa dikonstruksi, bukan sekadar asumsi.
Tulisan terkait :
Foto ilustrasi dibuat oled Dall-E3 dan pexel, kredit milik fotografernya.
#harilogikasedunia #macammacamlogicai #logikakecerdasanbuatan #logickecerdasanbuatan


Posting Komentar