14 Januari lalu kita memperingati hari logika. 

Bagi pengguna apps atau penguji apps kecerdasan buatan (artificial intelegent), setidaknya ada beberapa logika AI yang kita harus tahu:

1. Logika Biner (Boolean) :

  • Nilai kebenaran hanya 0 atau 1.
  • Digunakan dalam komputer klasik.
Penerapan Logika Biner (Boolean) :

  • Komputer klasik: semua operasi dasar (AND, OR, NOT) berjalan dengan 0 dan 1. 
  • Lampu listrik: hanya ada dua keadaan, nyala atau mati.


2. Fuzzy Logic :

  • Nilai kebenaran kontinu antara 0 dan 1.
  • Menangani ketidakpastian dan nuansa.

Penerapan Fuzzy Logic :

  • Mesin cuci pintar: menentukan lama mencuci berdasarkan tingkat kotor pakaian.
  • AC modern: menyesuaikan suhu ruangan secara halus, bukan sekadar dingin/panas.
  • Mobil ABS: mengatur tekanan rem sesuai kondisi jalan.


3. Multi-Valued Logic :

  • Lebih dari dua nilai kebenaran. Contoh: benar, salah, tidak pasti.

Penerapan Multi-Valued Logic:

  • Sistem pakar: bisa menilai “benar”, “salah”, atau “tidak pasti”.
  • Diagnosa medis: kondisi pasien tidak selalu hitam-putih, bisa “sedang sakit” atau “hampir sembuh”.


4. Probabilistic Logic :

  • Menggabungkan logika dengan probabilitas.
  • Pernyataan punya tingkat kemungkinan (misalnya 70% benar).

Penerapan "Probabilistic Logic"

  • Prediksi cuaca: hujan dengan kemungkinan 70%.
  • Rekomendasi film/produk: sistem menilai peluang kamu akan suka berdasarkan riwayat pilihan.


5. Paraconsistent Logic :

  • Menangani kontradiksi tanpa membuat sistem runtuh.
  • Cocok untuk big data atau informasi yang tidak konsisten.

Penerapan "Paraconsistent Logic"

  • Big data: informasi sering kontradiktif, tapi sistem tetap bisa bekerja.
  • Keamanan siber: mendeteksi anomali meski data log kadang bertentangan.


6. Modal Logic :

  • Menambahkan konsep kemungkinan dan keharusan. Contoh: 'mungkin benar', 'harus benar'.

Penerapan "Modal Logic" :

  • Filsafat & hukum: membedakan antara “mungkin benar” dan “harus benar”.
  • Verifikasi software: memastikan program berjalan sesuai “kemungkinan” dan “keharusan” kondisi.


7. Intuitionistic Logic :

  • Tidak menerima hukum excluded middle.
  • Fokus pada pembuktian konstruktif.

Penerapan Logika "Intuitionistic Logic":

  • Matematika konstruktif: hanya menerima kebenaran jika ada bukti nyata.
  • Kriptografi: pembuktian keamanan sistem harus bisa dikonstruksi, bukan sekadar asumsi.


Tulisan terkait :


Foto ilustrasi dibuat oled Dall-E3 dan pexel, kredit milik fotografernya.



#harilogikasedunia #macammacamlogicai #logikakecerdasanbuatan #logickecerdasanbuatan

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkomentar