Fenomena Astronomi 2026

Tahun 2026 ini penuh dengan fenomena langit spektakuler: 


Januari 
  • 3 Januari, Wolf Moon (Bulan Purnama): Bulan purnama pertama di tahun, tampak bulat sempurna dan terang sepanjang malam.
  • 4–5 Januari, Hujan Meteor Quadrantid: Salah satu hujan meteor terkuat, bisa mencapai 60–200 meteor per jam. Puncaknya singkat, dini hari 4–5 Jan.
  • 4 Januari, Perihelion: Bumi berada pada titik terdekat dengan Matahari dalam orbitnya, sekitar 147 juta km.
  • 17 Januari, Kumpulan Galaksi NGC 2451, Gugus bintang terbuka di rasi Puppis, bisa diamati dengan teleskop.
  • 19 Januari, Hujan Meteor γ-Ursae Minorid, Hujan meteor kecil dari rasi Ursa Minor, intensitas lebih rendah dibanding Quadrantid.
  • Sepanjang Januari, Segitiga Musim (Winter Triangle): Asterisme tiga bintang terang (Sirius, Betelgeuse, Procyon) membentuk segitiga di langit malam.
  • Akhir Januari, Okultasi Bulan–Saturnus: Bulan tampak menutupi Saturnus, fenomena langka yang bisa diamati dengan teleskop.

Februari
  • 1 Februari, Okultasi Saturnus oleh Bulan: Bulan melintas tepat di depan Saturnus, membuat planet bercincin tampak “menghilang” sesaat. Peristiwa ini bisa diamati di Asia Tenggara dan Australia.
  • 9 Februari, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, fase awal siklus bulan.
  • 17 Februari, Snow Moon (Bulan Purnama Salju): Bulan purnama kedua tahun ini, disebut “Snow Moon” karena bertepatan dengan musim dingin di belahan utara.
  • Sepanjang Februari, Hujan Meteor Minor (Alpha Centaurid, Delta Leonid):  Intensitas rendah, biasanya hanya beberapa meteor per jam, tapi tetap menarik bagi pengamat langit.

Maret
  • 3 Maret, Gerhana Bulan Total (Blood Moon): Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan Bumi (umbra), tampak merah tembaga. Terlihat jelas di Pasifik, Australia, dan Asia Timur.
  • 3 Maret, Bulan Purnama: Bertepatan dengan gerhana, bulan purnama tampak dramatis dengan warna merah.
  • 10 Maret, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, fase awal siklus bulan.
  • Sepanjang Maret, Konstelasi Musim (Winter/Summer Triangle), Sirius, Betelgeuse, dan Procyon (di belahan utara) atau Crux (Salib Selatan) di belahan selatan tampak jelas.
  • Pertengahan Maret, Hujan Meteor Minor (Gamma Normid), Intensitas rendah, sekitar 3–5 meteor per jam, berasal dari rasi Norma

April 
  • 8 April, Gerhana Matahari Hibrida, Peristiwa langka di mana gerhana bergeser antara total dan cincin api (annular). Jalur gerhana melintasi Amerika Tengah, Atlantik, dan sebagian Afrika.
  • 8 April, Bulan Baru: Bertepatan dengan gerhana, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.
  • 22–23 April, Hujan Meteor Lyrid:  Puncak sekitar 20 meteor per jam, berasal dari sisa komet Thatcher. Terlihat jelas menjelang fajar.
  • 24 April, Bulan Purnama (Pink Moon):  Disebut “Pink Moon” karena bertepatan dengan musim semi di belahan utara.
  • Sepanjang April, Planet-planet terang, Jupiter dan Mars tampak jelas di langit malam, cocok untuk pengamatan teleskop.

Mei
  • 5–6 Mei, Hujan Meteor Eta Aquarid: Puncak sekitar 50–60 meteor per jam, berasal dari debu komet Halley. Terlihat jelas menjelang fajar, terutama di belahan bumi selatan.
  • 8 Mei, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • 24 Mei, Flower Moon (Bulan Purnama Bunga), Bulan purnama Mei, dinamai sesuai musim semi di belahan utara.
  • Sepanjang Mei, Hujan Meteor Minor (Scorpiid, Arietid awal), Intensitas rendah, tapi Arietid akan meningkat menuju Juni.
  • Akhir Mei, Planet-planet terang: Jupiter dan Saturnus tampak jelas di langit

Juni
  • 7 Juni, Hujan Meteor Arietid: Salah satu hujan meteor siang hari terkuat, bisa mencapai 50–60 meteor per jam. Terlihat menjelang fajar, terutama di belahan bumi selatan.
  • 11 Juni, Strawberry Moon (Bulan Purnama Stroberi): Bulan purnama Juni, dinamai sesuai musim panen stroberi di belahan utara.
  • 23 Juni, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • Sepanjang Juni, Planet-planet terang, Jupiter, Saturnus, dan Mars tampak jelas di langit malam. Saturnus mulai mendekati oposisi, sehingga cincin terlihat lebih jelas dengan teleskop.
  • Akhir Juni, Hujan Meteor Minor (June Bootid).


Juli
  • 6 Juli, Bumi di Aphelion, Bumi berada di titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya, sekitar 152 juta km.
  • 21 Juli, Buck Moon (Bulan Purnama Rusa), Bulan purnama Juli, dinamai sesuai musim pertumbuhan tanduk rusa jantan di belahan utara.
  • 22 Juli, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • 28–29 Juli, Hujan Meteor Delta Aquarid, Puncak sekitar 20 meteor per jam, berasal dari sisa komet Marsden dan Kracht. Terlihat jelas di belahan bumi selatan.
  • Sepanjang Juli, Planet-planet terang, Saturnus mendekati oposisi, cincin tampak jelas dengan teleskop. Jupiter juga

Agustus
  • 12–13 Agustus, Hujan Meteor Perseid,Puncak sekitar 80–100 meteor per jam, berasal dari komet Swift–Tuttle. Terlihat jelas di belahan utara, tapi juga bisa diamati di Indonesia menjelang fajar.
  • 19 Agustus, Sturgeon Moon (Bulan Purnama Sturgeon), Bulan purnama Agustus, dinamai sesuai musim memancing ikan sturgeon di Amerika Utara.
  • 21 Agustus, Bulan Baru, Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • Sepanjang Agustus, Planet-planet terang, Saturnus berada dekat oposisi, cincin tampak jelas dengan teleskop. Jupiter juga terlihat sangat terang di langit malam.
  • Akhir Agustus, Fenomena langit musim, Konstelasi Sagitarius dan Scorpius tampak jelas di langit malam tropis, cocok untuk astrofotografi.|

September
  • 6 September, Oposisi Neptunus, Neptunus berada di posisi berlawanan dengan Matahari, tampak paling terang dan besar di langit malam. Cocok diamati dengan teleskop.
  • 8 September, Corn Moon (Bulan Purnama Jagung), Bulan purnama September, dinamai sesuai musim panen jagung di belahan utara.
  • 22 September, Equinox Musim Gugur (Autumnal Equinox): Matahari melintasi ekuator langit, siang dan malam hampir sama panjang. Menandai awal musim gugur di belahan utara dan musim semi di belahan selatan.
  • 23 September, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • Sepanjang September, Hujan Meteor Minor (Piscid, Aurigid): Intensitas rendah, biasanya hanya beberapa meteor per jam, tapi tetap menarik untuk pengamatan.
  • Akhir September, Planet-planet terang: Jupiter dan Saturnus masih terlihat jelas di langit malam, Saturnus dekat oposisi sehingga cincin tampak jelas dengan teleskop.
Oktober
  • 8 Oktober, Harvest Moon (Bulan Purnama Panen): Bulan purnama terdekat dengan ekuinoks musim gugur, tampak besar dan terang.
  • 9 Oktober, Hujan Meteor Draconid,Puncak sekitar 10–20 meteor per jam, kadang bisa meledak hingga ratusan meteor. Berasal dari komet 21P/Giacobini-Zinner.
  • 13 Oktober, Gerhana Matahari Total,Bulan sepenuhnya menutupi Matahari. Jalur totalitas melintasi Atlantik, Afrika Utara, dan Timur Tengah.
  • 25 Oktober, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan. 
  • Sepanjang Oktober: Planet-planet terang,Jupiter dan Saturnus masih terlihat jelas di langit malam. Mars mulai muncul menjelang fajar.

November
  • 5 November, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • 17–18 November, Hujan Meteor Leonid,Puncak sekitar 15–20 meteor per jam, tapi kadang bisa meledak menjadi ribuan meteor per jam. Berasal dari komet Tempel–Tuttle.
  • 22 November, Beaver Moon (Bulan Purnama Berang-berang): Bulan purnama November, dinamai sesuai musim membangun bendungan berang-berang di belahan utara.
  • Sepanjang November: Planet-planet terang,Jupiter dan Saturnus masih terlihat jelas di langit malam. Mars mulai lebih tinggi menjelang fajar.
  • Akhir November: Hujan Meteor Minor (Alpha Monocerotid),Intensitas rendah, tapi pernah menghasilkan ledakan meteor spektakuler di masa lalu.

Desember
  • 12 Desember, Cold Moon (Bulan Purnama Dingin): Bulan purnama terakhir tahun ini, dinamai sesuai musim dingin di belahan utara.
  • 13–14 Desember, Hujan Meteor Geminid: Puncak sekitar 100–120 meteor per jam, berasal dari asteroid 3200 Phaethon. Terlihat jelas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
  • 27 Desember, Bulan Baru: Bulan tidak terlihat di langit malam, awal siklus bulan.
  • 22–23 Desember, Hujan Meteor Ursid:  Puncak sekitar 5–10 meteor per jam, berasal dari komet 8P/Tuttle. Terlihat di belahan utara, tapi sebagian bisa diamati di Indonesia.
  • Sepanjang Desember, Planet-planet terang: Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus.

Ada yang mau menambahkan?

Tulisan terkait :

hr/
Ilustrasi dibuat oleh Dall-E3

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkomentar