sedikit tentang desa adat tarung

Well, Senangnya mendarat lagi di bandara Tambolaka (TMC) :) di Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur setelah terbang dengan Fokker 100, sempat mampir di bandar udara Ngurah Rai (DPS) dari bandar udara Juanda Surabaya (SUB). Tidak seperti tahun lalu Sumba sekarang sudah mekar menjadi 4 kabupaten Sumba Timur dengan Waingapu sebagai ibukotanya, Sumba Tengah dengan ibukota Waibakul, Sumba Barat tetap beribukota di Waikabubak dan Sumba Barat Daya (SBD) beribukota di Tambolaka.
Kali ini, ada satu hal yang pengen banget saya kunjungi dan catat adalah tentang Desa adat Tarung di Waitabar, Desa adat tempat tinggal suku Loli ini terletak diatas bukit dikelilingi batu-batu besar tak jauh dari pusat ekonomi Waikabubak. Bagi suku Loli desa Tarung tidak hanya merupakan tempat tinggal, tetapi juga berfungsi sebagai institusi sosial dan keagamaan.

Tata letak desa ini terdiri dari rumah-rumah (uma) yang memanjang dibagian tengah perumahan terdapat kuburan megalitik atau makam dari batu yang disebut Waruga. Tat letak tersebut menjadi symbol kosmologi lokal.
tarung village
Arsitektur vernakular yang menjadi pencakar langit di Desa Tarung adalah Uma atau rumah adat Sumba dengan struktur segi empat, di atas panggung yang ditopang tonggak-tonggak kayu. Umumnya rumah adat dibangun dengan kerangka utama tiang turus (kambaniru ludungu) sebanyak 4 batang, dan 36 batang tiang (kambaniru) berupa struktur portal dengan sambungan pen umunya memakai kayu mosa, kayu delomera, dan kayu masela. Sedang sambungan atap memakai ikatan baik dengan usuk maupun penutup atap dari ilalang (Imperata cylindrica).
Sistem struktur yang sederhana ini berkaitan dengan tidak dikenalnya alat pertukangan selain parang dan kampak karena orang Sumba baru mengenal logam ketika Portugis mampir kesana.

Sumba
Rumah adat ini terdiri dari tiga bagian:
  1. Toko Uma (bagian atap) berbentuk kerucut seperti menara dari ilalang biasa digunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka Marapu dan pada beberapa rumah ada yang digunakan untuk menyimpan hasil panen.
  2. Bei Uma (ruang hunian) Ruang-ruang ini tidak menyentuh tanah. Pada ruang dalam dulu dibedakan ruang akses utntuk pria dan wanita. ruang hunian berlantai bambu, dengan beranda luas atau teras pada sisi depan atau sampingnya disebut juga bangga tempat bermusyawah para pria.
  3. Kali Kabunga (kolong rumah) digunakan sebagai kandang ternak, seperti kambing, babi, bahkan kuda, atau kerbau.
Waitabar
Waikabubak
Sedikit catatan: Selain Uma untuk kepentingan diatas, ditempat lain ada Uma-uma untuk tujuan lain, seperti:
  • Uma Bokulu adalah rumah besar tempat bermusyawarah adat.
  • Uma Jangga adalah rumah tinggi bertingkat tempat memelihara ternak kuda dan babinya dikolong rumah.
  • Uma Ndewa adalah rumah keramat pemujaan marapu atau roh leluhur yang tidak dipergunakan sebagai tempat tinggal.

  • Foto merupakan koleksi pribadi
  • Terimakasih untuk drg. Wahyu Nurahmad dan drg. Yuni Indarti - Juga Selamat menempuh hidup baru
  • Foto satelit Waikabubak diambil dari Google maps

6 komentar:

    wew km udacjh ke NTB aku pengen ke lombok nyoxx ^_^

     
    On 10/07/2008 12:55 AM wahyu said...

    ;)

     
    On 12/31/2009 5:43 AM Anonymous said...

    This comment has been removed by a blog administrator.

     
    On 5/12/2011 6:08 AM ayyikk said...

    kalau nanti berkesempatan datang ke Waikabubak lagi, Kampung Puunaga juga bagus untuk dikunjungi...

     

    thanks bnged pak, om, mas, gan, de"elel,,,
    pas bnged mteri nya m tgas kliah Q, heheee,,
    sukses sllu ,,

     
    On 8/31/2013 1:20 AM umbu said...

    semoga lebih banyak ditulis arsitektur sumba

     

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar