Eh ternyata proses pembuatan lukisan tradisional Bali seperti di Gianyar, Ubud dan sekitarnya seperti Pengosekan (lukisan detail unggas dan daun-daunan), Penestanan, Tegallalang, Keliki Kawan dan Tebesaya di Peliatan banyak yang memakai teknik yang sangat tradisional misalnya seperti Wayan Djumu, pelukis dari Tegallalang.

Teknik ini melalui proses-prosesnya seperti:Molokin, Ngereka, Ngewarna, Nyawi dan Mbuluin
  • Molokin : proses membuat sketsa awal
  • Ngereka : proses menegaskan sketsa lewat mangsi (tinta china) dengan pena logam atau bahkan beberapa pelukis masih memakai penelak (bambu yang diruncingkan)
  • Ngewarna : proses lewat sapuan, pulasan dan duselan kuas
  • Nyawi : proses membuat detail lebih tampak dan neling atau menegaskan kontur dengan tinta hitam
  • Mbuluin : proses finishing dengan cara menyempurnakan detail-detail semua aspek

Mirip ya dengan cara beberapa artis untuk menghasilkan gambar kartun





Citra pertama diatas adalah Hanoman Duta karya Wayan Djumu.







curug lawe dan curug benowo

Well, Akhirnya sukses ngluyur dan mengambil beberapa gambar bereksposur panjang (long exposure) tanpa filter neutral density di Curug Lawe dan Curug Benowo yang masih dalam satu area.
curug atau air terjun ini menjadi hulu kali banjir kanal barat atau kali garang di kota semarang terletak disebelah utara anak-anak gunung Ungaran, dapat dicapai melalui ungaran kemudian menuju kearah jalan tembus ke Boja belok kiri di desa Sumur Gunung yang ternyata juga tidak terlalu jauh dari kampus Unnes Sekaran Gunung Pati. dari pertigaan sumur gunung jalan ke arah selatan hingga perkebunan cengkeh zanzibar sekitar 3 kilometeran dengan jalan setapak menanjak dengan kemiringan bervariasi antara 25-45 persen.
curug lawe


curug benowo



curug benowo

Segala penat layak ditebus dengan suguhan pemandangan air jernih yang (masih) mengalir deras. semoga air terjun indah ini masih tetap berdebit tinggi...


Semoga

Terimakasih sudah berkomentar