sedikit tentang kartun digital

Hujan turun dalam jangka waktu lama, sering membuat kita merenung tentang peluang mencari uang tanpa harus berbasah-basah. Kartun dan kartun strip berkembang seiring munculnya teknologi digital imaging dapat menjadi peluang untuk mencari uang lewat kartun digital galeri online, kompetisi kartun atau bahkan untuk dicetak dalam jumlah massal.

Umumnya proses pembuatan kartun atau kartun strip digital adalah sebagai berikut :
  1. Buat Ide dasar (skenario pada dasar pada kartun strip), berupa sketsa kasar dan coretan ide segar lainnya, walau gambar tidak terlalu bagus namun bila ide semakin detail dan lengkap, nantinya kartunis akan semakin mudah menuangkannya dalam bentuk visual.
  2. Sketching; sketsa menjelaskan ide dasar atau skenario/storyboard pada kartun strip menjadi gambar yang lebih bagus dan mendetail, sketsa secara manual lebih baik dikerjakan dengan pensil lunak dengan sedikit atau tanpa arsir pada kertas berukuran maksimal selebar flatbed scanner dengan digambar menggunakan kaos tangan agar hasilnya bersih atau digambar secara digital memakai graphic tablet, untuk yang sketsa tangannya jelek seperti saya, sepertinya graphic tablet banyak sekali membantu, pun dengan tablet graphic kita bisa men-tracing gambar yang sudah digambar diatas kertas sketsa sebelumnya.
  3. Inking atau proses penintaan secara manual dengan  cara mempertebal garis pinggir (outline) bisa juga kita pertebal (pergelap) dengan spidol tipis atau pena gambar teknik (rapidograph/rotring) dengan ketebalan yang anda sukai. kemudian hapus garis pensil dengan pengahpus karet lunak memakai teknik zigzag atau memutar. setelah tahap ini selesai anda bisa pindai atau scan dan dirubah kedalam format digital baik ke dalam format JPEG, GIF, TIFF ataupun PNG. Secara digital anda bisa lebih mudah memakai graphic table untuk proses inking.
  4. Coloring atau proses pewarnaan kartun umumnya dilakukan secara vektor memakai Adobe Illustrator, CorelDRAW atau bahkan Macromedia eh Adobe Flash, keuntungan memakai vektor (vector based) adalah gambar yang tidak mudah pecah bila kita perbesar atau perkecil. Namun banyak juga yang memroses pewarnaan memakai teknik raster bitmap memakai software Adobe Photoshop, CorelPhotoPaint atau bahkan yang aplikasi yang diperuntukan khusus untuk komik atau kartun strip seperti Comic studio mini , atau kalau ingin aplikasi gratisan berbasis linux anda dapat memakai Gimp.
  5. Finishing akhir; Beberapa seniman atau kartunis tentu melakukan beberapa finishing atau sentuhan akhir seperti bayangan (shading), penebalan/penipisan warna (highlighting), hapus noda, detail background dlsb dan setelah selesai simpan sebagi master dengan resolusi yang lebih tinggi. namun intinya jika anda ingin upload ke internet gunakan resolusi 72 dpi dalam format JPG atau gunakan format .png atau .gif bila merupakan keluaran dari vector based software.
Bila anda ingin mengirim kartun untuk kompetisi sebaiknya kirim dengan resolusi 150dpi seukuran kertas A4 8"x12" atau berkisar 1200x1800 pixel.
Bila untuk dicetak masal gunakan format JPG resolusi 300dpi dengan terlebih merubah dari format warna RGB (Red, Green, Blue) atau format warna monitor ke format CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, blacK) atau format pencampuran warna pada proses percetakan menggunakan pelat cetak.

gampang khan? kalau kartunnya akan dikirim coba klik disini...

Sedikit catatan : pada beberapa kompetisi kartun yang dikirim via e-mail
seperti Dong-A•LG International Digital Cartoon Competition mensyaratakan dalam format JPG, resolusi 300dpi, ukuran A4 (2480 x 3508 pixel) ukuran yang demikian besar tentu akan menimbulkan masalah bagi e-mail mempunyai quota dalam mengirim file berupa gambar.
caranya adalah kompres menggunalkan software viewer gratisan seperti xnview yang bisa anda unduh (download) di xnview dan hilangkan metadata (EXIF)nya dengan klik edit>metadata>remove metadata kemudian save, hal ini otomatis akan terkompres dengan metoda lancsoz.

Tulisan terkait 


Salah satu keasyikan keluyuran dengan menggunakan pesawat terbang adalah mendapatkan keasyikan memotret langit dan mendapatkan pemandangan daratan dibawah yang unik.
amsterdam canal

Fotografi udara atau aerial photography dulu umumnya hanya dipakai untuk memetakan atau memberikan pemandangan suatu daerah, namun sekarang tidak hanya untuk pemetaan, sekarang fotografi ini menawarkan gambar-gambar kreatif dan perspektif yang berbeda secara drastis dibandingkan dengan yang Anda dapatkan dari memotret landscape di darat.
Newmount Nusa Tenggara 

Termasuk dalam golongan fotografi seperti ini adalah foto-foto yang diambil dari pesawat terbang, drone, helikopter, balon, rocket, layang-layang, skydives, pesawat glider atau bahkan bangunan atau bukit yang tinggi. fotografi ini bisa menjadi menyenangkan, menantang dan kaya pengalaman dengan berbagai macam kamera yang menghasilkan gambar-gambar yang unik dan terlihat berbeda dari yang pernah anda bidik di darat.
 
Gunung Raung 

Sedikit trik untuk mendapatkan foto:

  • Pilih view finder yang memiliki swivel LCD live view, mengingat sudut tembak yang tajam dan mengganggu penumpang disebelah kita.
  • Perhatikann regulasi penerbangan sipil yang tidak memperbolehkan pemakaian remote control, jadi lebih baik pilihlah kamera dan lensa yang anda anggap paling praktis.
  • Lebih baik memotret disiang hari dan lupakan memotret dari pesawat saat malam mengingat eksposur kamera yang lambat dan guncangan mesin, untuk fotografi malam lebih baik anda mengambil gambar dari gedung atau struktur tinggi.
semarang at night



pegunungan ijen


Tulisan terkait :



  • Tutorial lain mengenai fotografi aerial atau fotografi udara bisa anda dapatkan disini
  • Foto-foto diatas adalah koleksi pribadi

Terimakasih sudah berkomentar